MENIKAHI KARENA KEHORMATANNYA

MENIKAHI KARENA KEHORMATANNYA
Bab 19


Sebenarnya Zahra juga pengen mempercepat pernikahannya karena ,Zahra sudah mulai mencintainya .Begitu juga Faizal yang sebenarnya berharap Zahra mempercepat pernikahan mereka.


Faizal pun menyetujui tetapi Faizal harus memberitahu terlebih dahulu Umi dan Abinya.


"Zahra maunya kapan di adakan pernikahannya ?" Tanya Faizal


"Ka ini kan tanggal 4 ,Zahra mau hari jum'at tanggal 12 " Jawab Zahra


Faizal kaget minggu depan Zahra ingin diadakan penikahan mereka .


"Minggu depan Zah?" Tanya Faizal kaget


"Iya kak ,kan kata Umi dan Abi lebih cepat lebih baik ,kita seperti ini juga sebenarnya gk boleh kalau belum mahrom ,jadi Zahra gk mau nabung dosa maunya nabung pahala " Ucap Zahra senyum


Senyuman Zahra membuat Faizal melihatnya tambah cantik dengan mata yang bercilak .


"Astagfirullah Faizal ,Faizal sadar kamu belom mahrom tauk " Gumam Faizal dalam hati


"Kak gimana?" Tanya Zahra


"Masya allah Zahra, nanti selepas pulang Kakak akan kabarin berita bahagia ini kepada Umi dan Abi selepas pulang " Jawab Faizal


Akhirnya Faizal ,Hilya pamit pulang karena sudah lama di rumah Zahra jadi gk enak .


"Zahra kakak pulang yah sama Hilya " Ucap Faizal


"Iya kak ,Hati-hati" Jawab Zahra


"Assalaamualaikum warohmatullahi wabanrokatuh kak Zahra " Salam Hilya


"Wa'alaikumussalam warohamtullahi wabarokatuh dek " Jawab Zahra


Akhirnya Faizal dan Hilya pun melajukan mobilnya.Sedangkan Nio masih di kontrakan ,akhirnya Vina menyuruh Nio pulang agar tidak terjadi fitnah tetangga .Nio pun pulang dan berpesan jika memerlukan bantuan langsung menelponnya .Vina pun mengiyakan .


Akhirnya Nio pulang karena sudah terlalu lama di rumah Zahra.


"Assalamualaikum Vin ,Zah " Salam Nio


"Wa'alaikumussalam "Serentak Zahra dan Vina


Akhirnya Nio pun pulang dengan melajukan mobilnya


Di Rumah Faizal~


.Faizal juga memberi tahukan kepada Uni Dan Abinya bahwa Zahra ingin pernikahan mereka di percepat .Mendengar hal itu Abi dan Uminya pun sangat bahagia itu lah yang di harapkan mereka mempercepat pernikahan .Faizal memberitahu Zahra ingin sekali minggu depan hari jum'at tanggal 12 sudah di adakan acaranya.Hilya yang mendengarkan perkataan kakaknya itu pun kaget bahagia Karena dia tidak mendengarnya waktu mereka ngobrol.


"yang bener kaa??!!! Alhamdulillah ya Allah " Ucap Hilya kegirangan


"Iya kan kamu gk denger kaka ngobrol dengan Zahra " Jawab Faizal


"Ya sudah kalau gitu kita harus mempersiapkan mulai sekarang acaranya " Jawa Abi.


Faizal pun langsung menginformasikan Zahra bahwa Umi dan Abi sangatlah setuju jika pernikahan mereka di percepat .Zahra yang mendengarkan itu pun bahagia ,tak lupa juga Zahra akan mengabarkan ka Reza nya .


Di Kontrakan


"Alhamdulillah Vin ,Umi dan Abi setuju jika pernikahan kami di percepatt " Ucap Zahra


"Haa?? maksudnya?? kok aku gk tauu sih " Jawab Vina


"Iya Vin ,pas waktu aku ngobrol dengan Ka Faizal di situlah aku ingin jika pernikahan kami di percepat ,dan Hana pun tidak bisa lagi mencelakai kita Vin ," Jawab Zahra


"Tapi kan aku gimana ?" Tanya Vina


"Kan ada Nio ,katanya dia mau lamar kamu kan cieee " Ucap Zahra mengodanya


"Ih apaa sih Zah ,Malu tau " Jawab Vina muka malu.


udah aku mau kabarin kakak ku dulu sebentar.


Zahra menelpon Ka Reza tapi belum di angkat juga ,sekali ,dua kali juga belum di angkat tiga kali Zahra mohon semoga ka Reza angkat ,ternyata ka Reza mengangkatnya,


"assalamualaikum ada apa yah Zah ?" Tanya Ka Reza


Sebelum Zahra memberitahu pernikahannya di percepat ,zahra memberi tahu terlebih dahulu tentang Hana ,yang mencelakakan dia dengan Vina .Ka Reza pun panik di buatnya ,akhirnya Zahra menceritakan jika Zahra ingin di percepat pernikahannya itu dan ka Reza harus datang sebelum tanggal 12 .


"yang bener kamu Zah?" kaget Ka Reza


"iya kak "Jawab Zahra


"Kaka akan usahain bisa datang ke Jakarta yah Zah ,demi kamuu " Jawab Reza


"Makasih kaaa " Ucap Zahra


Sebenarnya di dalam benar Reza mendengal ucapan Zahra membuat dirinya tidak bisa selalu bersama adek tercintanya .Faizal hanya bisa pasra dan menerima jika harus kehilangan adeknya lagi .