
Hai Tuan Brian,,, bagaimana kabar tuan sekarang, kapan kita bisa bertemu untuk membahas kerjasama kita. Sepertinya laporan yang kalian berikan ada kesalahan, bagaimana kalau ketemu lagi?. Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Brian
Yang membuka ponsel bukan lah Brian melainkan Anne yang membuka pesan dari Kyra, Anne jadi berpikir memiliki firasat buruk kalau sahabatnya sekarang sangat berbeda dari yang dulu. Brian yang di dalam kamar mandi memanggil Anne untuk meminta tolong ambilkan handuk, Anne bergegas ke kamar khusus menyediakan baju dan pakaian lainnya.
"Kenapa lama sekali menyahut panggilan aku, kamu sedang apa. Kenapa dengan wajah kamu seperti itu?" tanya Brian yang asik mengeringkan rambut yang baru di keramas tadi.
Semalam adalah malam surga bagi mereka berdua, ada kehangatan setiap sentuhan yang di berikan oleh Brian semalam. Anne memasangkan wajah masam di depan Brian, sehingga Brian mengira kalau dia melakukan kesalahan lagi.
"Kenapa cemberut seperti itu, katakan,,, apa aku melakukan kesalahan lagi sayang!" ucapan Brian mendekati Anne.
Tetap saja Anne tidak menjawab pertanyaan Brian dan hanya diam saja. Brian menci-um bibir Anne dengan manis lalu berkata"Kamu kenapa? Apa ada yang menggangu kamu sayang?" tanya Brian lagi menatap Anne dengan senyuman.
"Sayang, kamu benar-benar berubahkan demi aku. Kalau seandainya ada seorang wanita ingin bertemu dengan mas, apa mas mau bertemu begitu" kata Anne mengungkapkan isi hati.
"Apa kamu cemburu, jangan-jangan kamu cemburu dengan Kyra" Brian menebak apa yang ada di dalam pikiran Anne.
"Aku tidak cemburu, buat apa kamu cemburu kalau kamu masih melirik wanita lain" gerutu Anne menoleh ke arah lain.
"Benarkah tidak cemburu, oh ya Kyra mengajak bertemu membahas proyeknya lagi. Ada masalah dengan proyek mereka jadi tidak apakan aku datang menemui dia" ujar Brian menyampaikan kalau pagi ini akan sibuk dengan perusahaan.
"Sibuk dengan proyek, mas meninggalkan aku di rumah sendirian".
"Aku ke perusahaan sayang bukan jalan-jalan, kamu ikut ke perusahaan denganku. Ayo kita pergi sekarang!" menarik tangan Anne ikut bersamanya.
"Tapi mas, tunggu dulu".
"Tunggu apalagi, apa ada masalah?" menoleh Brian ke arah Anne.
"Bukan itu mas, apa mas akan pergi dengan keadaan seperti ini memakai handuk".
"Astaga aku lupa, kamu ini bukannya kasih tahu malah menggeledek aku ya. Aku mau makan kamu" mendekati Anne lebih menempel dengan erat.
"Mas. Jangan sekarang, bukannya ke perusahaan".
"Aku ingin makan kamu, sekarang!" mengangkat Anne membawa ke atas kasur, Brian menyampaikan pesan pada Oden untuk mengatakan kalau pertemuan sekarang tidak bisa.
Seorang disana memiliki sifat iri kepada sahabatnya sendiri, tidak ingin melihat keromantisan antara mereka berdua. Hal itu membuat Kyra tidak menyukai dengan manjanya Anne pada Brian, membuatnya sakit hati dan ingin merebutkannya.
Kyra meremas tangan sendiri akibat pertemuan itu tidak jadi karena ada halangan yang terjadi dengan mereka berdua, di dalam pikiran Kyra mengungkapkan kalau Anne dan Brian sedang berduaan romantis.
"Rencana malam ini gagal aku buatkan, padahal aku merencanakan membius Brian agar bisa tidur bersamaku. Namun itu tidak mungkin terjadi karena Anne sudah menyadari gerak gerik aku, pesan saja Brian tidak membalaskannya" ucap Kyra mengoceh sendiri di dalam kamar.
"Apa yang ingin Nyonya lakukan pada tuan Brian? Apa Nyonya akan memperebutkan tuan itu dari istrinya?" tanya Johan dari kejauhan memperhatikan Kyra yang terlihat aneh.
"Apa maksud kamu, kenapa kamu berbicara itu pada saya" tanya Kyra yang terkejut melihat Johan tiba muncul di depannya.
"Bukannya itu bagus kalau Nyonya menjadi istri tuan Brian, jadi perusahaan nyonya akan di tanggung oleh tuan Brian sendiri" ujar Johan dengan senyuman sinis.
"Bagaimana bisa kamu menebak itu semua di dalam pikiran aku, apa yang ingin kamu lakukan Jo!".
"Tidak ada sama sekali yang aku inginkan nyonya, ya begitulaj keadaan perusahaan kita sekarang. Apalagi kalau perusahaan kita sedang terancam bangkrut" kata Johan memastikan apa yang terjadi sekarang ini.
"Maksud kamu... Apa kamu menyetujui kalau hubungan saya dengan Brian sangat cocok" tebak Kyra dengan wajah bahagia.
"Benar saja nyonya, hanya nyonya yang pantas bersanding dengan tuan Brian".
"Kalau kamu memang sepemikiran denganku, bantu saya untuk bisa ketemu dengan Brian. Harus hari ini sekarang juga!" ucap Kyra berikan perintah pada Johan.
"Siap laksanakan, aku akan lakukan yang terbaik untuk nyonya".
##
Hal yang terindah dalam rumah tangga adalah melengkapi setiap kekurangan yang di miliki pasangan masing-masing, begitu juga dengan kehidupan Zeline dan Vino memiliki kehidupan sederhana tapi mewah.
"Sayang,,, kamu lihat berkas aku tidak yang di atas meja makan?" tanya Vino yang sibuk mencari dokumen penting.
"Berkas apa sayang? Aku tidak melihat apapun di atas meja tapi ada satu lembar kertas di atas meja tadi dan aku buang ke tempat sampah" jelas Zeline tanpa ingin menahu isi kertas itu.
"Kamu buang? Astaga bagaimana ini, pasti tuan Brian akan memarahiku nantinya.Cepat ambil kertas itu, aku harus membuat ulang lagi" suruh Vino untuk mengambil kertas yang sudah di buang.
"Tapi sampahnya sudah di ambil sama tukang sayang, jadi bagaimana ini".
"Ha! apa yang harus aku lakukan sekarang, matilah aku ya Tuhan,,," ucap Vino pasrah diri dengan nasib yang terjadi.
"Memangnya itu kertas apa sayang?" tanya Zeline yang ingin tahu isi kertas selembar itu.
"Hmm,,, bukan apa-apa. Hanya masalah kantor saja Sayang".
Kertas dokumen yang di buang oleh Zeline adalah kertas tea DNA antara Anne dan Hanni, kebetulan memiliki golongan darah yang sama. Maka sebab itulah Kin menyuruh Vino membuatkan DNA, tapi semuanya sia-sia saja karena lembaran kertas itu sudah hilang.
Tamatlah riwayat aku hari ini, kenapa bisa Zeline begitu ceroboh dengan barang aku. Jika aku mengomentari dia takutnya nanti dia akan marah padaku, palingan juga pasti bakalan ngadu pada Jovi.
"Kalau begitu aku ke rumah tuan Kin dulu, ada urusan yang harus di selesaikan. Kamu di rumah saja ya, aku berangkat dulu" pergi Vino mengambil kunci mobil lalu berangkat.
"Kak Vin serius mau pergi, jangan kenapa-kenapa lagi ya kak seperti kemarin. Aku takut kak,,," ucap Zeline mengikuti Vino dari belakang.
"Iya, aku akan berhati-hati. Bye sayang,,," melambai tangan ke arah Zeline.
"Bye juga sayang" membalas lambaian tangan.
Akhirnya satu persatu masalah di selesaikan, Vino menjadi pria yang lebih siaga lagi dengan masalah yang datang menghampiri mereka berdua. Mulai dari dendam seorang mantan juga berbagi macam yang lainnya, Kali ini Vino menaruhkan setiap rumah dengan cctv biar bisa tahu dengan orang-orang yang masuk ke dalam rumah.
Menuju ke rumah Brian
Perjalanan menuju ke rumah Brian adalah cara bisa bertemu dengan Brian, Kyra tanpa memikir apapun akibat mengganggu keluarga Brian. Sekali saja luka tempel pada tubuh Anne, tidak memandang bulu apakah itu wanita atau pria ia akan musnah.
Sampai di rumah Brian terlihat sepi dan tidak ada keramaian sama sekali. Ia masuk dengan tenang dalam rumah, pelayan rumah membuka pintu menyuruh memanggil majikan rumah.
"Dimana tuan Brian, apakah beliau ada dirumah?" bertanya Kyra yang sudah masuk ke dalam rumah.
"Saya akan panggilkan dulu" kata pelayan.
"Saya tunggu di ruang tamu saja".
Pelayan mengangguk diri mengiyakan kata dari Kyra, saat pelayan ingin menuju ke dapur terdengar suara teriakan Anne di sekitar kolam renang. Benar saja mereka setelah menikmati indahnya cumbuan, Brian mengajak Anna mandi bersama di kolam.
"Mas,,, jangan begitu, jangan main air terus!" melawan Anne yang selalu memeluknya dengan erat, berusaha lepas diri akan tetapi tetap saja gagal.
"Kamu cintaku, jadi aku tidak akan melepaskan kamu".
"Lepas mas, nanti mas pasti mau itu lagi" gerutu Anne yang tidak melakukan itu lagi.
Cup
Sebuah ciu-man mendarat di bibir Anne lagi membuatnya terdiam lagi dengan reaksi Brian, Brian menarik leher Anne dengan kuat lalu menempelnya dekap dalam tubuh Brian.
Bersambung