MAFIA The POSESIF

MAFIA The POSESIF
Anne adalah Cia


Di bayangan Kin masih memikirkan Anne, ia sangat penasaran seperti apa wajahnya. Dulu saat di jembatan pernah sekali ia bertemu dengan seorang wanita yang ingin bunuh diri, tapi wanita yang sekarang apakah wanita dulu yang pernah ia jumpai.


Kin memiliki kekejaman juga seperti Brian cuma mereka tidak ingin ada yang tahu sifat asli mereka bagaimana. Hati Kin ingin memiliki wanita tersebut akan tetapi dia sudah ada yang di miliki, oma telah memberi ia nasehat dan untuk tidak menganggu rumah tangga orang.


"Tuan, ini datanya. Sepertinya wanita itu adalah..." .


"Sini berikan pada saya" ucap Kin langsung merebut dokumen itu.


Kin membuka dokumen lalu membaca dengan seksama sampai semua isi dokumen di baca. Ia terkejut dengan isi yang dia bacakan, Anne adalah saudara sepupunya yang selama ini menghilang.


"Vino, ini benar 'kah Anne adalah sepupu saya?. Lalu wanita yang di jembatan itu...".


"Iya tuan, nona itu adalah saudara sepupu tuan sendiri. Dulu mungkin terjadi masalah antara ayah tuan dengan orang tua nona Anne, sepertinya memang ada sesuatu tuan" jelas Vino pada Kin.


"Coba teliti lagi semuanya, saya butuh semua data yang terjadi pada masa lalu orang tua saya" ucapnya memberikan lagi data itu pada Vino.


Alvino adalah pengawal khusus yang di kirimkan oleh Thomas untuk berjaga-jaga agar tidak terjadi sesuatu dengan Kin anaknya.


Pekerjaan di luar kota sudah selesai, Danial pulang ke kampung halaman mengunjungi istri dan anak di rumah, sampainya ia di rumah melihat istri yang sedang duduk santai di luar rumah.


Aleysia menoleh ke samping melihat suami yang baru pulang dari luar kotak merasa ketakutan. Ia tidak memberitahu kepada suaminya kalau Anne sudah menikah, mencari cara agar semua rencana yang ia susun tidak di ketahui oleh suaminya bahwa anaknya sudah di jual pada orang lain.


"Sayang sudah pulang, pelayan bawakan barang suami saya ke dalam. Bagaimana pekerjaan di sana sayang?" tanya Aleysia berpura-pura drama di depan suaminya.


"Di mana Anne?. Aku ingin berikan sesuatu untuk dia, ada hadiah yang dia inginkan selama ini" bukan menjawab malah bertanya balik pada Aleysia, tidak tahu mau menjawab apa dengan pertanyaan suaminya jadi ia mencari cara untuk menjelaskan.


"Anne sudah menikah".


"Apa?. Dengan siapa?. Kenapa kamu tidak bilang sama aku, seharusnya bilang kalau Anne akan menikah jadi aku bisa menghadirkan pernikahan dia" kata Danial.


Putri satu-satunya tentu saja harus hadir dalam pernikahannya, tapi Aleysia tidak memberitahu pada suaminya kalau Anne sudah menikah. Danial kecewa pada Aleysia, berpikir sepertinya ia tidak menganggap dirinya sebagai suami.


"Maaf sayang, aku tidak bermaksud menyembunyikan pernikahan Anne. Kamu kan sibuk kerja, jadi aku tidak mau menganggu pekerjaan kamu yang ada di sana. Jangan salah paham dulu" ucap Aleysia berpura-pura di depan Danial.


"Lalu di mana Anne sekarang?. Di mana rumah suaminya?. Aku ingin berkunjung ke rumah suami Anne, hadiah sudah aku beli untuk dia" memperlihatkan sebuah bungkusan yang isinya lukisan istri pertamanya dulu.


Foto wanita itu, sebentar... ini bukannya lukisan ibu Anne. Kenapa mas Dani membuat lukisan ini untuk Anne, jangan-jangan mas Dani masih mengingat almarhumah Jessica. Ini tidak boleh terjadi, mas Dani cuma untuk aku sekarang ini bukan untuk wanita itu.


Brian semakin hari semakin sentuk, rasa ingin menikmati yang dulu ingin lagi di rasakan. Kebencian pada wanita pun di hilangkan dari sekarang, Ia menyuruh Oden untuk membawakan wanita malam di rumahnya. Oden terkejut, Brian yang selama ini membenci semua wanita sekarang di panggil datang ke rumah ini.


"Selera saya sudah kembali, bawa mereka kemari. Saya merasa bosan melihat sampah seperti dia setiap hari".


"Lalu dokumen itu sudah tuan buka?" tanya Oden.


"Jangan bahas itu dulu, cepat bawakan mereka. Saya sudah tidak tahan" jawab Brian merasa ada sesuatu di tubuhnya.


"Baik tuan".


Oden pun keluar dari ruangan tempat istirahat Brian, tubuh Brian semakin lama semakin panas. Ia keluar juga dari ruangan tersebut memanggil pelayan menyuruh Anne untuk datang ke ruang.


"Nyonya. Anda di panggil oleh tuan Brian, sekarang juga".


"Apa?" Anne menoleh ke belakang.


"Cepat buka!!!".


Anne bingung buka apa?, ia melihat Brian seperti orang yang sedang bernafs* di depan dirinya sendiri.


"Cepat buka baju kamu!!".


Ha baju?. Dia menginginkan itu, barusan apa yang dia makan. Apa aku harus bantah kemauan dia seperti ini, dia suami aku kenapa harus cegah. Hufff,,,, apa yang harus aku lakukan?.


Tanpa buang waktu lama lagi Brian menarik baju yang di pakai oleh Anne. Sentak kaget melihat reaksi Brian seperti itu, ia langsung menciumi bibir Anne dengan paksa. Anne berusaha mencoba melawan tapi apa daya Brian yang sangat kuat tidak bisa di lawan.


Anne sudah terbawa ke alam yang berbeda membuat ia di tarik untuk melakukan itu, tangan Brian menciumi sekitar leher Anne dan juga menggigitnya hingga meninggalkan tanda merah di leher Anne.


"Tuan. Jangan lakukan ini tanpa percintaan, tuan tidak mencintaiku dan tuan tidak menganggap saya ini sebagai istri tuan sendiri" ucap Anne dengan menangis.


"Mau mati kamu, turuti saja apa kemauan saya" mencekik leher Anne.


Anne cuma bisa menangis di perlakukan seperti itu oleh Brian, mau berlawan sama saja melangkah menuju kematian. Tangan Brian sudah menyusun ke bawah, ia merabanya bagian kepemilikan Anne. Brian membuatkan Anne bisa merasakan dahsyatnya melakukan hubungan ini.


Hati Anne mulai tergoyah saat tangan Brian masuk menggoyangkan telunjuk jari supaya biar muat untuk masuk senjata istimewa dia. Anne sudah tidak tahan, lalu ia terus mendesa* sampai menginginkan yang lebih.


"Akhirnya kamu lebih tertarik juga untuk melakukan ini, sekarang waktunya aku berikan suatu yang bisa membuat kamu terbang Anne".


Pistol Brian sudah siap masuk ke dalam goa yang sedang di nantikan, langsung di sentak oleh Brian ke tubuh Anne.


"Aakhh..." ucap Anne yang sedang kesakitan akibat sesuatu masuk ke dalam milik dirinya.


"Lepas.. Nghh.. Akhh.. berhenti Bri.." ucapnya lagi dengan nada putus-putus.


Brian terus menggoyang tubuhnya dengan secepat-cepatnya sampai senjata semakin masuk ke dalam. Anne yang merasakan membuat ia terbang ke alam yang berbeda, begitu juga dengan Brian menikmati surga yang indah.


Beberapa selang kemudian tiba-tiba saja datang suara dari arah luar, iya itu Kin. Mereka sudah tiba di rumah Brian, mencari keberadaan Anne saudara sepupunya. Kin memaksa masuk ke dalam rumah, sampai semua anak buah bertarung satu sama lain.


"Geledah rumah ini, jangan sampai tinggal apapun" ucap Kin memberikan perintah pada mereka.


Semua anak buah Brian membawa senjata masing-masing, Kin seorang polisi menyamar sebagai ketua di perusahaan kantor kakeknya. Penyamaran itu sebagai tanda jaga dari orang yang menginginkan harta kekayaan mereka.


Suara keributan di luar membuat Brian terganggu untuk melakukan itu, ia pun bangun dari tempat tidur lalu membuka pintu melihat keadaan di luar. Benar saja ada keributan yang di buat oleh Kin, Brian melihat sangat emosi dan mengambil pistol besar dekat di sisi pintu.


"Apa gerangan kalian datang ke sini?. mencari masalah di rumah orang, apakah kalian ada kesopan datang dan masuk ke dalam rumah orang" ucap Brian dengan nada teriak pada Kin dan juga anak buahnya yang lain.


"Cepat berikan Anne pada kami, kamu orang mafia kan?. Mau apa kamu lakukan pada Anne" tanya Kin berteriak balik pada Brian.


"Memangnya siapa Anne bagi kamu?. Dia sudah menjadi istri saya, dan kamu tidak perlu ikut campur. Kalau saya orang mafia kenapa?".


Oden baru saja sampai membawa tiga wanita ke rumahnya, Oden melihat tuannya hanya memakai handuk saja dan tubuh yang penuh keringat.


Apa baru saja tuan sudah melakukan itu pada nyonya Anne?. Sepertinya tuan tidak perlu wanita ini lagi.


Bersambung