
"Wah pria yang tampan, sepertinya kita telah di buat terpesona oleh pak Romeo" ucap salah satu karyawan di kantor.
Semua wanita yang ada di kantor sangat tertarik dengan ketampanan Romeo yang sedang menyamar, aslinya adalah Vanka. Tidak menduga malahan banyak wanita yang terpikat dengan ketampanan wajah yang dimiliki oleh Vanka, ternyata rencana temannya sendiri begitu mudah juga.
Romeo masuk ke dalam ruangan dimana ia akan menjadi seorang kepala di dalam kantor, semua para anak buah yang di kirim oleh temannya sudah sampai. Melayani dengan baik, bahkan juga mengatasi dengan cepat setiap pekerjaan yang di berikan oleh Romeo alias Vanka.
"Siapkan semua" suruh Romeo pada mereka.
Membuat surat undangan atas syukuran perusahaan yang di bangun, mengundang semua presdir di setiap negara. Dari Amerika, Paris dan juga lainnya. Setelah berdiskusi dengan yang lainnya, ia pun keluar pamit untuk datang ke rumah yang baru ia sewa.
Ketua cetakan kartu undangan mengerjakan perintah Romeo dalam satu hari, kemudian setelah itu langsung di sebar seluruh negara untuk menyambut kedatangan Romeo di negaranya. Di dalam data tertulis bahwa ia dari Amerika, sekarang ia tinggal di Thailand untuk mengerjakan bisnis dengan yang lainnya.
Bersiap-siaplah Brian, semua belum selesai dan kamu belum tentu menang kali ini. Akan aku buat hidup kalian lebih menderita, melihat kepercayaan istri kamu tidak ada kepedulian ataupun rasa ingin percaya. Selamat Brian, kita mulai dari sekarang.
"Dimana mobil?" tanya Romeo.
"Bapak mau kemana?" bukan menjawab tapi bertanya balik pada Romeo.
"Saya ingin pulang, oh ia kabarkan pada dia untuk siapkan gedung yang sangat mewah" ucap Romeo tersenyum sinis.
"Baik pak!".
Tidak membuang waktu, Romeo masuk ke dalam mobil karena pertama kalinya ia berpenampilan seperti pria. Rasanya sangat gerah memakai badan palsu di tubuh, panas dan berkeringat. Inilah rasanya menjadi seorang pria yang harus latihan dengan sebaik mungkin bergaya seperti pria, memakai topeng palsu agar terlihat berbeda.
Di perusahaan Brian menerima surat undangan dari perusahaan lain, ia belum pernah tahu tentang perusahaan tersebut. Tidak ada pikiran yang buruk tentang perusahaan itu, apalagi tidak ada niat mencari data perusahaan yang baru dikembangkan. Brian menghubungi Anne menyuruh perawatan karena sebentar lagi akan menghadiri jamuan undangan.
"Dimana kamu sekarang?".
"Jangan permalukan aku disana, perawatan dengan baik dan jangan sampai ada bekas luka di tubuh kamu Cia" ucap Brian.
"Berapa kali aku katakan Brian, aku Anne bukan Cia" jawab Anne seberang sana.
"Ah terserah kamu Cia, aku tidak peduli. Segera lakukan tugas kamu, jangan sampai saya berubah pikiran" ujar Brian.
"Aku...."
Tut....
Telepon langsung di matikan tanpa permisi atau apapun itu tidak ada sama sekali, Anne bersiap-siap memakai baju datang ke toko pakaian membeli baju sendiri karena pelayan di rumah diizinkan oleh Brian untuk mengurus dirinya. Brian tidak akan pernah memperlakukan Anne sebagai seorang istri, ia hanya pemuas untuk Brian.
Anne memanggil Oden, meminta bantuan mengantarkan ia ke toko baju. Oden mau saja karena tuan Brian juga tidak di permasalahkan, Masuk mobil lalu berangkat.
Setelah berapa jam kemudian mereka berdua akhirnya sampai di toko butik pakaian, banyak wanita penjaga toko melihat kedatangan Anne yang berstatus sebagai istri Brian. Ia datang ke toko baju yang sama sekali tidak di kenali dirnya karena dari cara pakaian terlihat sangat kampungan, penampilan yang seperti biasa saja.
"Siapa wanita itu?. Kenapa terlihat seperti pembantu" ucap mereka penjaga toko.
"Aku tidak tahu, kita lihat saja dulu apa yang ia beli" jawab temannya.
Dua dari penjaga toko ingin merencanakan sesuatu yaitu memberikan baju yang sudah sobek berpura-pura bahwa pakaian itu sudah di rusak oleh Anne. Mereka melayani Anne dengan baik, padahal mereka berdua mengambil keuntungan yang banyak dari pembantu yaitu Anne.
Mereka menganggap Anne adalah pembantu Brian, dari cara pakaian saja seperti pembantu. Anne melihat sekeliling baju yang di pakai nanti malam, salah satu mereka menawarkan pakaian baju yang sangat mahal. Setelah di berikan pada Anne, lalu menyuruhnya masuk ke dalam kamar pengganti baju.
"Nona ini baju yang sangat bagus, silahkan di pakai" ujar wanita itu.
"Tunggu dulu, saya mau lihat pakaian yang lain dulu. Saya tidak tertarik dengan baju ini!" ucap Anne membantah pembicaraan mereka.
"Tidak apa nona, silahkan di pakai dulu" katanya.
Mereka memaksa Anne masuk ke ruang pengganti pakaian, beberapa menit kemudian Anne keluar dari ruang pengganti baju. Seorang tamu juga membeli baju melihat pakaian yang Anne sudah robek di belakang.
"Memalukan sekali, kenapa baju dia sampai robek seperti itu. Apa tubuhnya begitu besar padahal bajunya aja juga besar" ujar salah satu pembeli baju.
"Nona, kenapa bajunya bisa robek?. Apa yang nona lakukan?" tanya wanita tadi.
Dia namanya Mita, seorang penjaga toko. Rencananya memang licik, membuat pelanggan di bodohi oleh rencananya. Anne melihat di sisi belakang, ia sangat terkejut kenapa baju itu bisa robek di tubuhnya.
"Aku tidak merobek bajunya!" jawab Anne.
"Ini baju nona yang pakai!, kenapa bisa robek seperti ini" ujar Mita.
"Bukan aku, apa baju sudah rusak dari awal?" tanya Anne.
DALAM RUANGAN
Di dalam ruang pasien, Vini membuka mata perlahan melihat di sisinya ada Zeline menjaganya. Vino membelai rambut Zeline yang sedang masih tidur, hati Vino sangat bahagia bahwa Zeline menjaga calon suaminya sendiri di rumah sakit.
Gerakan tangan Vino membuat Zeline bangun dari tidurnya, Vino melihat Zeline bangun dengan wajah yang mengantuk.
"Hai sayang" sapa Vino pada Zeline.
Sayang?.
"H.. hai juga" jawab sapaan Vino.
"Terima kasih ya sudah menjaga aku" ucap Vino.
"Terima kasih?" kata Zeline.
"Iya, bukannya kamu menjaga aku semalam" ujar Vino lagi.
"Oh iya, maaf aku lupa".
Vino terkekeh dengan kelupaan Zeline yang terlihat polos, memiliki calon istri masih seperti anak kecil. Ia membelai rambut Zeline juga pipinya yang gemas sekali, hal itu membuat Zeline terlihat risih karena itu tidak biasa dengan orang yang baru kenal.
"Maaf aku...".
"Apa kamu takut aku memberi harapan yang tidak pasti?" tanya Vino.
"Aku tahu semuanya, aku tahu masa lalu kamu bagaimana Zeline" kata Vino lagi.
"Tapi kak aku...".
"Aku tidak peduli, aku mencintai kamu Zeline. Sebelum ikatan kita belum ada Sah, aku tidak akan menyentuh kamu apalagi memeluk kamu Zeline".
Zeline langsung mengingat tentang kenzo, kekasihnya entah dimana sekarang. Tidak ada kabar selama keluar negeri, berjanji untuk menikah tapi tidak ada satu pun janji yang di tepati.
"Zel!" ucap Vino membuat Zeline terkejut.
Vino sangat berbeda dengan Kenzo, dari tutur katanya membuat Zeline membuka hati untuk Vino. Zeline membedakan antara Vino dan Kenzo bagaimana perlakukan dirinya selama ini, ada rasa kagum dengan kata-kata Vino yang sangat lembut namun bisa di percaya.
"Apa kak Vino menerima aku?" tanya Zeline sembari menunduk.
"Aku menerima kamu apa adanya Zeline, sebuah hubungan itu di lalui dengan kepercayaan dan keterbukaan. Kakak kamu yang menceritakan itu semua, Kenzo adalah kekasih kamu bukan?".
Drummm....
Jadi kakak selama ini sudah tahu tapi tidak memberitahu aku, bagaimana ini. Apa dia tahu kalau aku sudah melakukan itu dengan Kenzo, kenapa kak Jovi tidak marah ya setelah tahu semua.
"Kenapa Zel?".
"Tidak apa-apa kak!" jawab Zeline.
Pembicaraan tentang Zeline hanya sampai situ saja, Vino tidak mau memperpanjang lagi karena tidak mau melukai perasaan Zeline. Suasana hening, Zeline jadi tidak tahu harus berbicara apalagi melihat Vino terus memandangnya.
Masih di tempat yang sama, Anne di permalukan oleh Mita penjaga toko baju butik. Membully Anne sampai mau membayar baju itu, Mita juga tidak segan menarik rambut Anne karena keegoisan amarahan Anne padanya.
"Aku tidak merobeknya, kalian yang memaksa aku untuk memakai pakaian ini. Apa itu salah aku juga?" tanya Anne dengan nada tinggi.
"Kalau barang ini sudah di tangan nona, berarti apapun masalah di baju yang nona pakai itu sudah tanggung jawab nona sendiri" jawab Mita dengan emosi.
"Aku tidak...".
"STOP!!!!".
Suara langkah kaki seorang pria masuk ke dalam toko butik baju, memakai jas hitam. Dia adalah Brian, ia datang untuk menyelamatkan Anne, mereka pun terkejut dengan kedatangan Brian yang sangat wibawa dengan penampilannya.
"Apa yang kamu lakukan pada istri saya!!" ucap brian dengan tatapan melotot ke arah Mita.
Tatapan Brian membuat Mita mati kaku dengan mata yang begitu tajam, Mita diam membisu setelah lalu melepaskan tangan dari rambut Anne.
Bersambung