MAFIA The POSESIF

MAFIA The POSESIF
Harimau ganas


Anne baru saja tiba di rumah di antarkan oleh taxi online, setelah tiba di rumah Anne langsung mandi sebab jika bau badan saat Brian pulang maka ia akan mendapatkan hukuman lagi dari Brian. Tinggal di rumah baru adalah seperti hidup di dalam neraka untuk kedua kalinya setelah tinggal bersama ibu tirinya yang kejam itu.


Usai mandi Anne perawatan sampai tubuh ia terlihat mulus dan cantik bersih. Ia juga tidak lupa memakai parfum yang sangat wangi sehingga Brian tidak akan jijik padanya. Para pelayan menyiapkan peralatan kecantikan yang lain, dalam satu minggu itu akan berbeda peralatan yang di pakai setiap saat.


"Ternyata menjadi orang kaya harus seperti ini!. harus rapi, bersih, dan indah setiap berpenampilan. Hmm... Melelahkan" ucap Anne dengan nada kesal.


"Nyonya?. Jika sudah selesai segera keluar ya Nona, kita akan ada latihan dangsa setelah ini" kata pelayan dari arah luar kamar.


Apa?. dansa?. Ya ampun,,,, kenapa harus latihan segala. Merepotkan sekali kalau seperti ini, acara apa malam ini sampai ada dangsa segala.


Anne mulai mengeluh, peraturan yang begitu ketat bahkan pelayan juga tetap mengawasinya dari kejauhan. Ia pun keluar lalu ikuti kemana pelayan pergi, sampai di ruangan ia di kejutkan oleh sesuatu yang sangat hebat. Sebuah ruangan yang luas seperti tempat latihan orang berdangsa.


Ya ampun ini tempat seperti ruangan acara dangsa yang sangat besar. Wow.... bagus sekali, ternyata Tuan Brian kayanya tidak bisa di bandingkan dengan yang lain.


"Mari nyonya. Kita latihan dulu sebelum tuan pulang. Saya harap nyonya tidak memberatkan kami, Nanti ada pria yang akan melatih nyonya. Kalau begitu saya permisi dulu".


Di kantor Brian sedang melakukan meeting dengan kliennya. Dalam meeting kali ini akan membahas proyek yang sama yaitu sebuah rancangan yang sudah di atur oleh Anne pada waktu lalu. Sekertaris memperlihatkan sampai mana bangunan tersebut, semua berjalan begitu lancar tidak ada masalah sedikit pun.


"Baik. Sesuai kebutuhan bangunan, saya harap jangan ada semua memakai barang KW. Jika kalian mempergunakan secara sembunyi, maka tidak ada hidup bagi kalian!".


"Siap Tuan". Mengiyakan semua perintah Brian. Mereka pun melakukan menambah sesuatu sekitar bangunan untuk menarik perhatian warga yang kaya, dengan begitu mereka mendapatkan keuntungan dalam setiap pekerjaan yang mereka lakukan.


"Rapat kita selesai. Ada yang perlu di tanyakan?." Semua hanya diam saja, berarti sudah bertanda bahwa menyetujui apa perkataan Brian.


"Kalian boleh keluar".


Semua para klien pada keluar dari ruangan, seorang wanita tiba muncul di hadapan Brian mengantarkan makan siang untuknya. Brian melihat tersebut merasa tidak suka dan ia memasang wajah dengaj tatapan yang tajam.


"Untuk apa kamu ke sini?" tanya Brian.


"Hai.... Aku bawakan makanan kesukaan kamu, aku harap kamu suka" menawarkan makanan siang untuk Brian.


Belum Vanka menaruh makanan di atas meja Brian melayangkan tempat makanan yang di bawa oleh Clarinta. Ia puj kaget melihat Brian tak biasanya seperti dulu, sangat berubah total perilaku Brian hingga membuat Vanka terkejut.


"Brian?. Kamu".


"Apa?. Kamu tidak suka, saya tidak pernah meminta kamu untuk datang membawa makan untuk saya. Jangan berharap kamu bisa kembali ke hati saya, kamu tahu?. Kalian para wanita adalah manusia sampah harus mati" ucap Brian yang sedikit melotot ke arah Vanka.


Kenapa dia jadi seperti ini, dulu saat bersama aku tidak pernah melihat ia kejam yang aku lihat sekarang ini. Apa jangan-jangan seseorang telah membuatnya sakit hati?.


"Brian. Kenapa kamu jadi seperti ini, siapa yang melakukan ini kepada kamu?. Apa dia istri kamu sampai ka..kamu jadi kejam seperti ini!".


Huppp... ( Mencekik leher Vanka )


"Coba kamu ucapkan sekali lagi hal yang kamu ucapkan barusan!. Coba ulangi!!!" teriak Brian dengan nada yang tinggi.


"Brian..... Ukhh,, lepaskan aku. Lepaskan".


"Berani sekali kamu berkata itu pada saya. Apa kamu tidak takut mati?" ancam Brian semakin naik dengan emosi dirinya sendiri.


"Uhuk... uhkk... Lepaskan Brian, please,,". ucap Vanka yang sudah tidak berdaya lagi dengan tindakan Brian.


"Bagus. Sekarang keluar!!!" meninggikan suara.


Vanka langsung keluar dari ruangan Briam dengan nada ngos-ngosan. Tangan Brian yang begitu keras tidak sanggup melawan saat ia di cekik lehernya, hanya bisa meminta maaf lalu tidak mengganggu dia lagi. Di dalam Brian sangat emosi dengan kedatangan Vanka, hati yang sudah buat hanya ada rasa kebencian pada semua wanita.


Aku tidak akan memaafkan kalian semua, rasa penderitaan yang aku alami belum seberapa rasa dendam yang aku berikan untuk kalian. Tidak ampunan tapi hanyalah ada kematian.


KONSER STAR


Para manager Jovi sedang berjaga ketat di sisi meja lain melihat ketertiban dalam meminta tanda tangan Jovi. Ada salah satu wanita dari mereka sangat tergila-gila dengan ketampanan Jovi, ia sangat berharap seorang artis seperti Jovi menjadi kekasih dirinya tapi sayang penampilan ia tidak selevel dengan Jovi.


Semua orang berturut-turut meminta tanda tangan pada Jovi, pada saat bergiliran oleh wanita tersebut ia terus menatap Jovi dengan seksama. Tanda tangan sudah siap, namun ia tidak langsung pergi dari Jovi hal itu membuat orang yang antri di belakangnya merasa marah karena lama.


"Cepat lah!, kami juga minta tanda tangan kak Jovi" kata salah satu mereka.


"Iya.... Cepat,,," sahut oleh yang lain.


Wanita tersebut pun pergi akibat di tegur oleh mereka semua. Ia pun marah dan akan mengikuti kemana Jovi pergi, wanita itu memberikan sebuah sesuatu yang berisi jas di dalam kotak tersebut. Dengan begitu ia bisa mengetahui di mana Jovi tinggal.


"Kak Jovi. Kakak sangat ganteng dan tampan, aku harap bisa mendapatkan kakak selamanya. Oh ya sebaiknya aku buka alat itu supaya aku bisa tahu di mana kak Jovi tinggal" membuka sebuah ponsel lalu mengakses alat yang ada di dalam kotak yang sudah di tangan Jovi.


Di sana Clarinta baru saja datang mengunjungi Jovi yang sedang menulis tanda tangan untuk penggemarnya. Ia membuka box yang ada di samping Jovi, setelah di buka! Clarinta menemukan sebuah benda kecil di dalam box tersebut. Ia merasa curiga, sepertinya ada yang sengaja melakukan ini.


"Sayang.... Kapan selesai?. Aku lapar, kita makan yuk" ajak Clarinta dengan nada manja.


"Sabar ya sayang, sebentar lagi selesai. Oh ya bagaimana acara kamu?. Apa sudab kelar, setelah ini kita akan makan siang setelah ini" jawab Jovi sembari membelai rambut Clarinta.


"Oke sayang".


Siapa yang melakukan ini, sepertinya ada orang yang sangat gila dengan ketampanan Jovi 'ku ini. Aku harus membalas perbuatan dia yang sudah menganggu Jovi, akan aku ikuti apa rencana kamu (Tersenyum sinis).


DI KANTOR KIN


Jam makan siang sudah tiba, Kin sedang makan siang bersama dengan karyawan lainnya. Ia tidak membedakan posisinya dengan karyawan yang lainnya, menu makanan siang adalah steak daging.


"Tuan. Ini makanan siang anda, silahkan di nikmati" ucap pelayan antar makanan pada Kin.


"Terima kasih, oh ya aku minta satu lagi untuk manager saya".


Manager pun kaget dengan perilaku tuannya, ia sangat terkejut tidak biasanya tuannya berlembut padanya seperti ini. Apakah terjadi sesuatu dengan dia, atau ada seseorang yang membuat tuannya menjadi sangat bahagia hari ini.


"Tuan, apa anda sedang suasana yang baik hari ini?" tanyanya.


"Jangan banyak bertanya, lebih baik diam!" jawab Kin melotot pada manager, ia langsung ketakutan dengan tatapan Kin yang sangat menakutkan itu.


Mereka berdua makan bersama-sama, manager makana dengan lahap. Sudah lama ia tidak makan daging yang enak seperti yang di makan oleh Kin. Makan pun selesai, jam kerja akhirnya sudah tiba masuk.


"Bagaimana tugas yang saya berikan?. Apa kamu sudah mendapatkan info yang saya perintahkan?." Tanya Kin.


"Masih baru sedikit tuan. Sepertinya wanita itu sudah menikah dan..." belum sempat ia berbicara, Kin sudah tersedak yang sedang memasukan daging ke mulutnya.


"Tuan tidak apa-apa kan?."


Kin memberikan kode tangan bertanda bahwa ia tidak apa-apa.


Dia sudah menikah?. Dengan siapa?. Tidak ada cincin pernikahan yang di jarinya, apa jangan-jangan pernikahan wanita tidak di publish pada dunia sosial?.


"Tuan. Ini minuman tuan, silahkan" memberikan sebuah gelas berisi air.


"Jadi, dia sudah menikah?".


"Iya tuan".


Manager kebingungan, kenapa ia sangat terlalu peduli dengan wanita yang baru di kenalinya. Cantik saja tidak ada, malahan gaya fashion terlihat seperti kampungan.


Bersambung