MAFIA The POSESIF

MAFIA The POSESIF
Kejutan


Waktunya pagi pun sudah tiba di tempat Vino, masih memasang wajah masa di pagi hari depan Zeline. Vino masih kesal dengan kejadian yang terjadi semalam, bagaimana bisa saat suaminya meminta hak suami tapi Zeline malah menampar dan melawan suaminya sendiri.


Usai berkemas memakai baju juga menyiapkan barang kantor sendiri, Zeline ingin membantu namun di hadang oleh Vino untuk tidak menyentuh barangnya.


"Biar aku sendiri saja!" ucap sepatah kata pada Zeline yang membuat hatinya merasa tersinggung, menganggap setelah menikah ada akan kebahagiaan yang di miliki dan ternyata hanya ada kesedihan.


"Kak Vin masih marah? Maaf Zel kak Vino, semalam aku tidak sengaja menampar wajah kak Vin. Tolong jangan marah seperti ini, aku tidak bisa tenang dalam keadaan seperti ini terus" ujar Zeline berusaha mengalah ataupu tetap tenang menghadapi suaminya yang masih emosi dari sejak tadi malam.


Seharusnya malam itu adalah malam pertama mereka jalani, malahan Zeline menghindar dari malam yang nikmat itu. Maka sebab itulah Vino merasa kesal bahwa hati Zeline masih ada posisi mantan kekasihnya, Zeline merasa tidak enak hati berusaha membujuk suaminya untuk memaafkan kesalahan yang semalam terjadi.


"Aku harus berangkat kantor, kalau kamu ingin keluar pergi saja. Ini kunci mobil untuk kamu dan aku akan pergi dengan taxi".


"Kak Vino, tolong jangan benci aku. Aku mohon" menangislah Zeline yang tidak tahan dengan sikap suaminya yang acuh tak acuh terhadap dirinya.


"Aku sadar dengan semua kesalahan aku bukan berarti kakak tidak peduli lagi dengan aku, tolong maafkan aku kak... aku akan berubah dan tidak membuat kesalahan lagi".


Segala usaha tidak akan mengkhianati akal kehasilannya, Zeline yang terus menerus memaksa Vino agar memaafkan kesalahan yang selama ini di perbuat.


"Apa karena kamu tidak perawan lagi kamu malu bercumbu denganku?" tanya Vino dengan seksama, pertanyaan tersebut membuat Zeline sakit hati hingga meneteskan air mata di depan Vino.


"Sayang... kakak kamu sudah menceritakan semuanya, kalau aku tahu mana mungkin aku menikahi kamu sampai sekarang ini. Aku terima kamu apa adanya sayang bukan memandang keadaan fisik tubuh yang sudah di ambil oleh pria lain" jelas Vino membuat Zeline merasa haru mendengar suami yang begitu perhatian.


"Maafkan aku kak".


Akhirnya mereka berpelukan satu sama lain sampai-sampai waktu jam kerja tidak di ingat lagi, Zeline sampai tersadar pelukan begitu lama lalu melihat jam sudah pukul 09:15 pagi.


"Kak, sepertinya kakak akan terlambat berangkat ke kantor kalau tidak melepaskan pelukan kita" ucap Zeline membuat Vino terkejut karena waktu jam kerja sudah terlambat.


"Astaga... aku berangkat dulu ya sayang, jaga diri di rumah baik-baik" mengacak rambut Zeline dengan hati gembira dan pergi.


"Kak kunci mobilnya" panggil Vino lagi.


"Aku lupa, terimakasih sayang. Jangan lupa sarapan, oh ya.. kalau mau keluar dengan teman-teman hati-hati ya" ujar Vino membuat Zeline semakin sayang pada Vino yang begitu peduli dengan keadaannya.


"Iya kak Vin, kakak berhati-hati juga".


"Daaaa Sayang".


"Daaaa juga kak Vin".


Mereka berdua saling melambaikan tangan masing-masing, pagi hari yang bahagia bagi Zeline melihat suami begitu romantis pada dirinya. Zeline tersenyum sendiri dengan sikap suaminya yang selalu pelupa, pantas saja atasannya selalu marah dengan Vino yang selalu ceroboh dengan pekerjaannya.


**


Suasana perkantoran sangat hening, datanglah seorang asisten pria dari perusahaan lain yang ingin bertemu dengan Brian, seorang pria dari perusahaan lain mengajukan bekerja sama dalam bidang perekonomian yang melanda di kotanya tersebut dengan begitu meminta bantuan Brian pasti akan teratasi.


Seorang petugas luar mengetuk pintu ruang dimana Brian sedang mengadakan perkumpulan dengan karyawan lainnya, karena ada hal yang penting di bicarakan maka di bubarkan pengumpulan tersebut.


Brian melihat arah dari luar seorang pria yang sedang menunggunya, ia pun membuka pintu melihat pria itu dan berkata "Ada apa kamu mencari saya?".


Seperti biasa Brian yang dikenal sebagai pria kejam di kota ini tampaknya seorang pria tersebut merasa berbeda dari rumor yang ia dengarkan, Brian mempersilahkan masuk pria asing itu yang tidak tahu datang dari mana. Pria itu masuk lalu memperkenalkan dirinya" Saya Johan dari perusahaan Central Group yang berada di kota sebelah barat, aku datang kemari ingin mengajukan kerjasama antara kita. Kami dari perusahaan meminta bantuan dalam perekonomian kami semua, karena sampai tahap ini banyak sekali masalah-masalah yang terjadi pada kami. Mulai dari keadaan karyawan juga dengan orang-orang di desa yang melanda krisis ekonomi" ucap Johan mencoba menceritakan semua kejadian yang sedang di alami oleh perusahaan mereka.


"Benar sekali tuan, karena sebab itulah saya datang kemari mewakili perusahaan".


"Siapa presdir kalian?".


"Presdir kami bernama nyonya Kyra, beliau orang disini sebelumnya yang bekerja di kota ini" jawab Johan.


Kyra... sepertinya sebelumnya saya pernah mendengar nama ini, apakah dia teman Anne yang dulunya bekerja disini. Aku penasaran apakah dia orang yang sama, bagaimana bisa dia memiliki perusahaan sendiri. guman Brian yang terlihat bingung.


Sepertinya kerjasama ini tidak akan terjadi melihat tuan Brian yang masih banyak memikirkan, aduh... bagaimana ini. Apa tuan Brian akan menolak kerjasama ini?.


Brian membuka mulut menjawab semua ajakan tentang bekerja sama."Saya menerima kerjasama dengan kalian tapi dengan satu syarat, suruh presdir kalian untuk datang menghadap saya kemari".


"Baik tuan, akan saya sampaikan pada nyonya kami" undur diri dari hadapan Brian.


Disana Vino baru saja sampai, seorang wanita menghampiri dirinya lalu berkata."Sepertinya Tuan Kin sedang marah besar pada kamu Vino, coba lihat semua karyawan memandang kamu dengan penuh kesal".


"Apakah saya melakukan kesalahan, coba jelaskan apa yang terjadi?" tanya Vino merasa tida sadar dengan kesalahan yang di lakukan.


"Apa kamu tidak tahu apa yang terjadi!, kamu datang ke kantor jam begini. Semua orang di tegur oleh tuan Kin karena kamu yang sendiri terlambat datang ke kantor" jelas wanita hingga membuat Vino merasa ketakutan dengan atasannya.


"Biar saya yang menghadap tuan Kin untuk meminta maaf" ujar Vino dengan pasrah diri


"Tuan Kin tidak ada di dalam ruangan, beliau menunggu kamu di ruang sana. Cepat sana, sebelum tuan Kin marah besar".


Bagaimana ini... apa hari ini adalah hari terakhir aku berkerja disini, mati aku kalau di pecat kemana lagi aku harus pergi. Kasihan Zeline jika aku hidup sebagai pengantin, mau makan apa kami nanti. Pikiran Vino hanya oada Zeline, dirinya tidak mau menjadi suami yang tidak becus dalam menjaga keluarganya nanti.


Vino mengetuk pintu yang ada di depannya, pinter terbuka sendiri melihat ruangan yang begitu gelap dan tidak ada lampu. Tiba-tiba...


"Suprise..." ucap semua orang mereka karyawan.


Benar saja, Kin membuat acara kecil di perusahaan sebagai bentuk ucapan hari pernikahannya. Ada rasa terharu pada atasannya sampai membuat acara kecil-kecilan, membuat Vino menetes air mata melihat banyak orang yang peduli padanya.


"Terima kasih Tuan, aku sampai ingin menangis melihat semua ini. Buat kalian juga terima kasih banyak, karena sudah mengadakan acara kecil ini sebagai hadiah acara hari pernikahan aku. Terima kasih" ucap sepatah kata pada mereka yang ikut terharu dengan kebahagiaan Vino saat ini.


"Kamu sudah besar masih saja menangis, kamu ini Vino" ujar Kin mengejek melihat Vino seperti anak kecil.


"Tuan Kin, ini terharu tuan... aku bahagia sekali melihat masih ada yang sayang padaku tuan termasuk tuan sendiri" menggombal Vino sampai Kin terasa jijik dengan kata manisnya itu.


"Selamat ya Vino atas pernikahannya, aku merasa cemburu ini. Pria yang aku cintai sudah menikah dengan wanita lain, jadi patah hati aku" kata salah satu karyawan wanita.


"Mungkin kita bukan jodoh, pastinya ada seorang pria yang tulus mencintaimu suatu saat nanti. Jangan patah semangat, percayalah jodoh itu pasti ada".


"Kamu ini pandai berkata".


Kebahagiaan yang di alami oleh Vino saat ini adalah bentuk rasa kekeluargaan yang tulus, Kin sebagai atasan hanya memberikan yang terbaik pada orang di sisinya apalagi seorang itu adalah teman atau sebagai saudara sendiri.


bersambung