
Wanita itu terkejut dan menghentikan langkahnya mendengar suara batuk dari arah kasur Lin Fan.
"Tuan, anda sudah sadar?" ucap Lin Bai dan Lin Long matanya berubah berkaca kaca terharu karena Lin Fan akhirnya sadar.
"Uhuk" Lin Fan berbatuk dan membuka matanya melihat tingkah laku Lin Bai dan Lin Long.
"Sudah berapa lama aku tidak sadarkan diri?, ugh" Lin Fan kemudian mencoba untuk duduk.
"Tuan anda tidak sadarkan diri selama 1 minggu" ucap Lin Bai.
"Ah begitu yah, maaf membuat kalian khawatir, dan sekarang kita ada dimana?" Lin Fan tidak tau tempat dirinya berada sekarang.
"Tuan kita ada di negeri laut, asal dari suku kura kura, dan sekarang kita berada di kediaman Gui Chen" ucap Lin Long menjelaskan.
"Oh begitu yah, terus tuan Gui Chen ada dimana?" tanya Lin Fan kemudian seorang wanita menjawab pertanyaannya.
"Tuan, ayahku sekarang menghadiri pertemuan seluruh suku negeri laut di istana laut" ucap wanita tersebut membuat Lin Fan heran.
"Ah maaf sebelumnya, tuan perkenalkan namaku Gui Yang, aku adalah putri dari Gui Chen" ucap Gui Yang memperkenalkaan dirinya.
"Ah aku Lin Fan, terima kasih telah menerima kehadiran kami, dan pertemuan apa yang ayahmu lakukan?" tanya Lin Fan.
"Tuan Lin Fan pasti tidak tau, pertemuan itu dilakukan karena kehancuran suku hiu, untuk lebih jelaskan anda harus menyanyakannya kepada ayahku karena aku juga tidak tau" ucap Gui Yang menjelaskan kepada Lin Fan.
"Baiklah, terima kasih sebelumnya" ucap Lin Fan sambil tersenyum lembut kearah Gui Yang.
Gui Yang yang sudah daritadi wajahnya memerah, kini tambah memerah karena melihat senyuman indah dari Lin Fan, sejak pertama kali Lin Fan dibawa dan dirawat di rumahnya, dia selalu terpesona akan ketampanannya saat membawakan makanan ke kamar Lin Fan.
"Ba..baiklah, kalau begitu aku pergi dulu, jika ada keperluan pa..panggil aku saja" ucap Gui Yang kemudian berlari dan keluar dari kamar tersebut.
Lin Bai dan Lin Long tertawa terbahak bahak melihat tingkah laku dari Gui Yang, mereka berpikir bahwa Gui Yang telah terpesona dan jatuh cinta kepada Lin Fan sejak awal.
Mereka berdua juga sudah sadar sejak pertama kali Lin Fan dibawa ke kamar ini, yang seharusnya membawa makanan adalah pelayan tetapi atas kemauannya sendiri Gui Yang rela membawakan makanan setiap saat kepada Lin Fan walaupun Lin Fan tidak sadarkan diri.
Lin Fan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku Lin Bai dan Lin Long.
"Tuan sejak anda menggunakan Mode Perang, aku melihat anda belum sepenuhnya menguasainya, seharusnya tuan menggunakan mode perang saat tingkatan anda sudah berada di Alam Mahadewa" ucap Lin Long menjelaskan kepada Lin Fan.
"Iya tuan, mode perang itu memiliki kekuatan yang dahsyat, jadi syaratnya harus di tingkat Alam Mahadewa, bisa saja digunakan dibawah tingkat itu tetapi kekuatan cepat habis" ucap Lin Bai menambahkan penjelasan.
"Jadi begitu yah, pantas saja saat aku menggunakan Mode itu, aku bahkan tidak bisa mengontrol energiku, ternyata mode itu harus digunakan di tingkat alam Mahadewa" Lin Fan kemudian mengerti dan memahami mode perang tersebut.
"Tuan, sebenarnya ada mode yang setara dengan mode perang, apakah tuan tau?" ucap Lin Bai dan Lin Long agar Lin Fan mengingatnya.
"Benarkah?, tunggu aku lihat" Lin Fan mengingat ingat ingatannya dan akhirnya dia menemukan mode yang sama dahsyatnya dengan mode perang.
"Mode transformasi ini, membuat kalian berdua bergabung dengan tubuhku?, dan kekuatannya setara dewa mode perang?, apakah tidak apa apa jika tingkat kultivasiku hanya di alam dewa biasa puncak?" tanya Lin Fan.
"Tuan, sebenarnya mode ini tidak terlalu memakan energi, dan dikehidupan sebelumnya anda sering menggunakan mode transformasi dibandingkan perang" ucap Lin Bai menjelaskan.
"Benar tuan, sebenarnya ada 3 mode yang selalu anda pakai, yang pertama mode transformask, yang kedua mode perang, yang ketiga mode transformasi dewa perang" ucap Lin Long menjelaskan.
"Oh, ada mode yang ketiga yah? tunggu aku ingat semua modenya" Lin Fan melihat ingatannya, bahwa mode transformasi dewa perang harus dilakukan di alam mahadewa. Syaratnya harus bisa menggunakan mode perang, jika sudah menggunakan mode perang, akan digabungkan dengan Lin Bai dan Lin Long dan membentuk mode baru yaitu mode transformasi dewa perang.
"Tuan benar, bisa dibilang mode transformasi dewa perang merupakan versi lanjutan dari mode perang" ucap Lin Bai.
"Baiklah, jika ada waktu kita akan berlatih menggunakan mode transformasi. Aku akan memulihkan kekuatan dan staminaku dulu" ucal Lin Fan.
"Baiklah tuan, kami akan keluar, jika ada keperluan panggil kami saja" ucap mereka berdua kemudian keluar dari kamar Lin Fan.
"Huff aku harus menggunakan jurus andalan yang sesuai dengan energi giokku, apa yah?" Lin Fan mengingat semua jurus di dalam ingatannya dan kemudian melihat sebuah jurus yang tampak sesuai dengan dirinya.
"Jurus dewa cahaya?, ada yang salah dengan jurus ini, padahal tubuh dewa giok bukan elemen cahaya?" Lin Fan kemudian menelusuri ingatannya, dan melihat ternyata tubuh dewa giok bisa menggunakan semua elemen.
"Apa?!, aku tidak tau kalau ini benar benar nyata!, kenapa aku baru mengetahuinya?, apakah aku memang selalu ceroboh?" Lin Fan tidak menyangka bahwa tubuhnya begitu spesial.
Lin Fan mengingat bahwa tubuh anaknya memiliki 2 tubuh spesial, yaitu tubuh dewa giok dan tubuh kaisar angin, Betapa over power anaknya nanti jika sudah tumbuh dewasa, bahkan hanya dengan tubuh dewa giok sudah bisa membuat semua dewa takut, apalagi tubuh kaisar angin, yang dapat mengancurkan satu dunia dengan jurus terkuatnya.
"Huff nak, dimanakah kau sekarang?, ayah rindu dan bahkan semua orang mencarimu" Lin Fan begitu rindu kepada jagoan kecilnya tersebut, Lin Fan bertekad akan pergi ke benua HunHewu mencari tau misteri dari dunia ini.
"Baiklah, jika memang tubuh ini bisa menggunakan semua elemen walaupun bukan elemen sejati, tetapi aku harus mencobanya" Lin Fan kemudian mencoba menggunakan jurus dewa cahaya yang telah dia pilih tadi.
Lin Fan menggunakan jurus dewa cahaya didalam dunia jiwanya agar tidak membuat keributan.
Kini tangan Lin Fan dipenuhi cahaya putih yang menggumpal. Menurut jurus dewa pedang, bahwa jika sudah menguasai elemen cahaya, apapun yang diinginkan akan berbentuk.
Lin Fan kemudian membentuk elemen cahaya yang ada ditangannya menjadi sebuah pedang.
Swosh..
"Wauu, keren!, aku baru tau ini benar benar menakjubkan!" Lin Fan kemudian mengubah cahaya tersebut menjadi sebuah bola bola kecil dijarinya dan melemparkannya.
Boomm...
Ledakan membentuk sebuah kawah lubang besar hanya dengan satu bola cahay kecil saja? betapa luar biasanya elemen cahaya tersebut.
"Huff, aku akan menggunakan jurus ini saja, aku akan menguasainya dan memodifikasinya karena jurus ini sesuai dengan energi deaa giokku" ucap Lin Fan yang berencana memodifikasi jurus tersebut.