LEGENDA SANG DEWA PEDANG

LEGENDA SANG DEWA PEDANG
Sebuah Telur


Tidak lama beberapa saat Yu Lian datang membawa surat dan kartu khusus tanda pemilik saham.


"Tuan kami sudah menyiapkan berkas dan kartu, kartu ini adalah tanda kepemilikan saham anda, jika tuan berada di paviliun cabang, tunjukkan saja kartu ini dan mereka pasti akan tau" ucap Yu Lian kepada Lin Fan.


"Baiklah, terima kasih atas hubungan ini, aku sebenarnya berencana untuk membangun sebuah sekte, jadi aku butuh bantuan anda dalam masalah pembangunan ini" ucap Lin Fan membuat Yu Lian terkejut.


"Wah tuan Lin ternyata melakukan ini hanya untuk membangun sebuah sekte, baiklah aku akan sebisa mungkin untuk membantu tuan" ucap Yu Lian setuju membantu Lin Fan.


"Tapi belum sekarang, aku akan mencari tempat yang pas di benua barat ini lalu aku akan menghubungi anda nantinya" ucap Lin Fan kepada Yu Lian. "Tenang saja tuan Lin, kapanpun itu aku akan siap membantu tuan kapan saja" ucap Yu Lian penuh hormat.


"Kalau begitu aku akan kembali dulu" ucap Lin Fan kemudian di selip oleh Yu Lian. "Tuan apakah anda tidak melihat barang barang yang akan dilelang minggu depan, barangnya sudah ada tuan, siapa tau tuan tertarik salah satu barang?" tanya Yu Lian.


"Ah kalau begitu baiklah, aku akan melihat lihat sebentar.." ucap Lin Fan menuju ke ruang barang barang yang akan dilelang. Tampak Lin Fan hanya biasa biasa saja melihat barang barang itu, tetapi matanya tertuju kepada sebuah telur.


"Hmm? itukan!" bathin Lin Fan mengerutkan keningnya, Yu Lian melihat ekspresi Lin Fan kemudian bertanya "Tuan apakah anda tertarik dengan telur ini?, kami juga tidak tau ini telur apa yang ditemukan tim penjelajah kami" ucap Yu Lian bingung dengan telur tersebut.


"Hmm aku juga tidak tau itu telur apa, tapi aku pernah melihatnya, tapi dimana yah?" ucap Lin Fan sambil berpikir. "Ah kalau tuan tertarik dengan telur ini, silahkan tuan ambil saja" ucap Yu Lian berpikir bahwa kesempatan yang bagus untuk memperkuat hubungannya dengan Lin Fan.


"Baiklah kalau begitu maaf merepotkan anda nona" ucap Lin Fan mengambil dan memasukkan telur itu kedalam cincin ruangnya.


"Nona aku rasa hari sudah mulai gelap, kalau begitu aku akan kembali minggu depan" ucap Lin Fan ingin pergi. "Baiklah tuan Lin kalau begitu aku akan mengantar tuan keluar" ucap Yu Lian kemudian mereka pun keluar.


Lin Fan kini berjalan menjauh dari paviliun tersebut, kini dia mencari sebuah penginapan untuk beristirahat tetapi Lin Fan tidak sengaja melihat sosok pria berjubah hitam membawa seorang gadis berlari menjauhi kota.


Lin Fan mengerutkan keningnya dan kemudian pergi menyelidiki pria tersebut. Kini Lin Fan diam diam menyembunyikan keberadaannya dan melihat sekelompok pria berkumpul tidak jauh dari kota.


"Hey apakah benar ini adalah anak pemimpin kota Weifan?" ucap anggotanya. "Ya aku berhasil menculiknya tanpa ada yang mengetahuinya" ucap pria itu. "Hahaha bagus kali ini tuan muda pasti akan senang karena pekerjaan kita berhasil" ucap anggotanya.


Lin Fan mendengar kota tersebut bernama kota Weifan, dan gadis yang diculik itu adalah anak pemimpin kota tersebut.


"Ada apa lagi ini?, huff sebenarnya bukan urusanku, tetapi kenapa selalu gadis yang diculik?, pasti ulah sekte aliran hitam lagi!" bathin Lin Fan.


Lin Fan kemudia muncul dengan tekanan yang tinggi menekan mereka semua, kini badan mereka membeku diam tak berdaya melihat sosok pria bertopeng giok dengan pedang di tangannya.


"I..itu bukan urusanmu!" ucap pria tersebut tidak mau mengaku. "Baiklah aku sudah bisa menebak, pasti tuan muda kalian berasal dari sekte Mawar Hitam" ucap Lin Fan membuat mereka semua terkejut. "Ka..kau! kenapa kau bisa tau!" ucap pria tersebut.


"Hahaha padahal aku cuma asal menebak ternyata benar kalian berasal dari sekte itu, sungguh sangat disayangkan!" ucap Lin Fan melesat dengan cepat menebas tubuh semua pria berjubah hitam itu.


Kini gadis yang diculik itu ketakutan melihat kejadian tersebut, dia tidak menyangka akan terjadi pembunuhan seperti itu di depan matanya.


"Kamu tidak apa apa ?" tanya Lin Fan kepada gadis itu. Gadis itu hanya mengangguk dan menurut dengan perkataan Lin Fan karena ketakutan. "Haha tidak perlu takut, memang seharusnya mereka dibunuh, apakah kamu tidak tau betapa kejamnya dunia ini?, segala cara mereka lakukan untuk mencari kekuatan, baik itu membunuh dan lain lain." ucap Lin Fan melepaskan kain di mulut gadis itu dan tali yang mengikat tangannya.


"Te..terima kasih telah menyelamatkan nyawaku" ucap gadis tersebut ketakutannya mulai pudar.


"Baiklah, kalau begitu aku akan mengantarmu ke rumahmu dengan selamat" ucap Lin Fan kemudian menggendong gadis tersebut. Gadis itu malu dengan wajah memerah karena merasakan kehangatan punggung Lin Fan.


Lin Fan pun dengan cepat membawa gadis itu ke rumahnya sesuai dengan pentunjuk dari gadi tersebut. Terlihat gadis itu masih malu dengan wajah memerah.


"Baiklah aku sudah mengantarmu pulang, lain kali kamu harus berhati hati" ucap Lin Fan yang mau pergi kemudian gadis itu memberanikab diri berkenalan. "Na..namaku Xun Shin, bo..bolehkah aku mengetahui namamu?" ucap Xun Shin malu malu. "Maaf aku tidak bisa memberitahumu, aku sudah berjanji kepada istriku, aku biasanya di sebut dengan julukan sang dewa pedang" ucap Lin Fan yang tidak mau gadis itu memiliki perasaan padanya.


Xun Shin yang mendengar Lin Fan sudah memiliki istri hanya tersenyum kecut, tetapi dia hanya tidak mau menyerah dan berpikir siatu saat dia bisa membuat Lin Fan jatuh cinta kepadanya.


"Baiklah tuan pendekar, apakah kita bisa bertemu kembali?" ucap Xun Shin berharap bisa bertemu kembali kepada Lin Fan. "Ah biarkan takdir yang berjalan hehe, kalau begitu sampai jumpa" Lin Fan kemudian langsung menghilang bagaikan debu dihadapan Xun Shin. Xun Shin yang melihat itu menguatkan hatinya dan bertekad menjadi kuat agar pantas menjadi pasangan Lin Fan. Tidak masalah baginya jika hanya dijadikan selir yang penting dirinya diberikan sedikit ruang dihati Lin Fan pun dia begitu senang.


Lin Fan kin sedang mencari penginapan terkdekat dan berniat tinggal selama 1 minggu. Lin Fan akhirnya menemukan penginapan tidak jauh dari lokasinya.


"Tuan apakah anda mau memesan sebuah kamar?" tanya pelayan itu. "Aku butuh kamar selama 1 minggu yang terbaik" ucap Lin Fan. "Biaya per malam 2 koin emas dan biaya selama seminggu 14 koin emas" ucap pelayan tersebut.


"Baiklah aku akan membayarnya, apakah ini cukup?" ucap Lin Fan memberikan 100 koin emas membuat pelayan terkejut. "Ahh layani saja aku dengan makanan terbaik setiap hari selama seminggu kedepan dan jika ada sisanya ambil kembaliannya" ucap Lin Fan kepada pelayan tersebut.


"Baiklah tuan, terima kasih" ucap pelayan tersebut membawa Lin Fan menuju ke kamarnya.


Lin Fan kini sendiri dan berbaring di kasur yang begitu nyaman. "Huff setelah mendapatkan uang, aku akan mengurus sekte aliran hitam ini" gumam Lin Fan yang berniat menghancurkan sekte aliran hitam.