
"Tapi aku tidak mau kehilangan kamu, aku selalu mau berada di sisimu" ucap Wang Yun meringis menangis merengek.
Lin Fan yang melihat istrinya merengek seperti itu pun hanya menghela nafas..
"Huff.. Sayang, aku pernah berjanji akan membuatkanmu sebuah sekte, aku berencana bepergian untuk memenuhi janjiku kepadamu" ucap Lin Fan lembut kepada istrinya.
"Tapi kenapa harus mendadak seperti ini?, aku..aku takut kalau kamu kenapa napa, aku takut kehilangan kamu, percuma aku kuat kalau kehilangan salah satu jiwaku rasanya menyakitkan" ucap Wang Yun wajahnya memerah merona mengucapkan kata kata itu.
"Hahaha istriku, aku berjanji akan kembali setelah aku berhasil membuat sebuah sekte untukmu, aku tidak mau menjadi suami yang tidak menepati janjinya kepadamu" ucap Lin Fan kepada istrinya.
"Baiklah 1 bulan!, aku memberimu waktu 1 bulan untuk kamu pergi" ucap Wang Yun kepada suaminya.
"3 hari, oke?" ucap Lin Fan. "Tidak!, 2 minggu!", "5 hari oke?", "Tidak!, 1 minggu, titik!" ucap Wang Yun mengambil keputusan. "Baiklah 1 minggu aku akan berangkat" ucap Lin Fan kepada istrinya.
"Mulai malam ini sampai 1 minggu kedepan, aku mau kita melakukan itu..." ucap Wang Yun kepada suaminya malu malu tapi mau.
"Hahaha istriku, baiklah aku akan membuatmu puas malam ini" ucap Lin Fan menggoda iatrinya dan menggendong istrinya masuk kedalam kamar.
"Ini..., ini masih sore apakah kita akan melakukan itu?" ucap Wang Yun malu malu tapi mau.
"Sttt... diam saja oke?" ucap Lin Fan menggoda, "Ah..." dan hari itu mereka berpadu kasih setiap hari, sampai....
1 minggu kemudian..
Di pagi hari, kini Lin Fan akan berangkat diam diam dan ingin berpamitan dengan istrinya.
"Sayang, aku akan berangkat sekarang, tunggu aku pulang, oke, aku berjanji kepadamu" ucap Lin Fan memeluk lembut dan mengecup hangat kening istrinya tersebut.
"Sa..sayang jangan lama lama yah, aku tidak mau sendirian terlalu lama" ucap Wang Yun menangis memeluk Lin Fan. "Sudah sudah, aku berjanji kepadamu kalau aku tidak akan lama" ucap Lin Fan lembut kepada istrinya tersebut.
"Kalau begitu aku percaya padamu, apakah kamu yakin tidak memberitahukan ini kepada ayah dan ibu?" ucap Wang Yun kepada suaminya.
"Tidak perlu, katakan saja kepada mereka kalau aku sedang latihan tertutup oke?" ucap Lin Fan mengecup kecing istrinya. "Kalau begitu aku akan berangkat, kamu jaga diri baik baik yah" ucap Lin Fan memeluk istrinya.
"Baiklah, kamu hati hati dijalan, pulanglah cepat" ucap Wang Yun kepada suaminya. "Iya sayang, kalau begitu aku berangkat" ucap Lin Fan kemudian melesat dengan cepat terbang menggunakan pedangnya.
"Aku tetap menunggumu, aku percaya sama kamu" bathin Wang Yun memegang dadanya yang melihat suaminya pergi.
Di atas langit, Lin Fan kini terbang menggunakan pedangnya, rencana Lin Fan menuju ke kota terbesar di benua barat untuk melelang sebuah pill agar mendapatkan sebuah uang agar mempermuda rencana Lin Fan untuk membuat sekte.
Tetapi rencana Lin Fan tersebut di kesampingkan terlebih dahulu, karena Lin Fan ingin mengunjungi sekte Pedang Cahaya dan memberikan mereka peringatan.
Lin Fan kini memakai array pengubah penampilan menjadi seorang pria tua dan kemudian melesat dengan cepat menuju ke arah tempat sekte tersebut berada.
"Berhenti!, maaf senior, anda kesini ada keperluan apa?" ucap salah satu murid penjaga tersebut. "Hohoho anak muda, aku kesini untuk bertemu ketua sekte kalian, katakan kepadanya orang yang telah mereka singgung telah datang" ucap Lin Fan dengan nada tekanan besar membuat murid penjaga tersebut berkeringat dingin dan ketakutan. "Ba..baik senior, aku akan segera memberitahukan ini kepada ketua sekte kami" ucap murid tersebut berlari dengan cepat.
Di aula utama, tampak ketua sekte dan para tetua mengadakan rapat mengenai klan Lin dan klan Wang kedepannya.
"Tetua Huang, kalau kamu bersikeras ingin menyerang klan itu, apakah kamu tidak takut kalau ada orang yang telah kau singgung di belakangnya?" ucap ketua sekte tersebut.
"I...itu ketua, tetapi aku sangat yakin kalau dia tidak punya latarbelakang seperti itu" ucap tetua huang tetapi banyak tetua yang menyanggah pernyataannya.
"Tetua pertama, tolong berpikiran jerni dulu jangan masukkan emosimu kedalam sekte kita ini, aku percaya dengan ketua sekte, jangan jangan dia punya orang yang lebih kuat daripada leluhur kita di belakangnya" ucap tetua kedua dan disetujui oleh tetua lainnya.
Tidak lama kemudian..
Bukkkk...
Pintu terbuka paksa dan datanglah seorang murid yang tergesa gesa menyampaikan berita..
"Salam pemimpin, huff haaa huff haa" ucap murid tersebut kecapean. Semua tetua dan ketua sekte mengerutkan keningnya melihat murid tersebut tidak sopan dan menerobos masuk. "Lancang sekali kau masuk tanpa mengetuk pintu!" ucap tetua pertama yang daritadi disulut oleh emosi dan melampiaskan emosinya kepada murid itu.
"Sudah, kenapa kamu terlihat begitu tergesa gesa?, ada apa?, pasti ada berita penting yang ingin kamu sampaikan" ucap ketua sekte tersebut.
"Maaf telah tidak sopan pemimpin, murid ini meembawa pesan, dan seseorang kakek tua mencari anda dia mengatakan bahwa orang yang telah anda singgung telah datang" ucap murid tersebut yang membuat semua orang kaget.
"Apaaa?!!!, siapa pria sepuh itu!, jangan jangan!" ucap Huang Lan yang mengingat dia menyinggung Lin Fan dan istrinya. "Hufff.. tolong antarkan dia ke aula, ah tidak, aku sendiri yang akan menyambutnya" ucap ketua sekte tersebut kemudian melesat cepat ke arah Lin Fan. Semua tetua pun juga ikut bersamanya.
Di gerang penjanga Lin Fan menunggu dan merasakan banyak aura yang lebih kuat berdatangan ke arahnya. Tidak lama kemudian datanglah ketua sekte itu dan tetua lainnya yang mengikut daru belakang.
"Ahaha Maaf senior perkenalkan nama junior ini Cheng Du, junior ini adalah ketua sekte Pedang Cahaya ini, kalau boleh tau tujuan senior datang kemari ada apa?" tanya Cheng Du kepada Lin Fan.
"Aku tidak akan berlama lama disini, aku hanya ingin menyampaikan kepada kalian, bahwa jika kalian berani menyentuh klan Lin dan klan Wang, aku akan menghancurkan sekte ini, bahkan leluluhur mu pun akan kuhancurkan!" ucap Lin Fan mengeluarkan aura tingkat kultivasinya di tingkat dewa.
Semua orang terkejut merasakan tekanan aura dari Lin Fan yang melebihi tingkat ketua sekte mereka, dan leluhur mereka, bahkan kini Huang Lan pun berkeringat dingin, dan hampir saja ceroboh mengambil keputusan yang salah.
melihat reaksi semua orang, Lin Fan kemudian menarik auranya sehingga membuat mereka bisa bernafas dengan lega.
"Senior maafkan kesalahpahaman ini, junior ini tidak tau kalau telah menyinggung senior, Tetua pertama cepat meminta maafkan ke senior!" ucap Cheng Du marah menyuruh Huang Lan meminta maaf.
"Am...ampun senior, maafkan hamba yang telah lancang dan membuat Lin Fan dan Istrinya tersinggung" ucap Huang Lan berlutut memohon ampun.
"Hahahaha terlambat!" ucap Lin Fan dengan cepat mengeluarkan energi pedang menggunakan jarinya dan memenggal leher Huang Lan.
Semua orang terkejut karena kaket tua yang ada di depannya tidak kenal ampun, dan membunuh siapa saja yang menurutnya pantas untuk dibunuh.