LEGENDA SANG DEWA PEDANG

LEGENDA SANG DEWA PEDANG
Rencana Ke benua Zhanshi


Mereka semua pun akhirnya terbang menggunakan pedang besar Lin Fan, tampak wajah mertua dan orang tuanya begitu takjub karena pertama kalinya mereka terbang seperti ini.


Lin Fan juga menjelaskan tentang apa itu dunia jiwa dan bagaimana caranya memilikinya, Lin Fan juga sudah memasukka mereka ke dunia jiwanya untuk melihat lihat kemudian keluar san melanjutkan terbang bersama sama kembali.


Mereka semua pun sekarang percaya dengan kekuatan Lin Fan, dia bagaikan dewa yang benar benar turun ke bumi, seperti itulah perkataan mertua dan orang tuanya karena begitu kagumnya terhadap Lin Fan.


Mereka pun sampai ke sekte dewa pedang, mereka disambut oleh Lin Bai dan para tetua inti.


"Selamat datang tuan" ucap Lin Bai memberi hormat kepada Lin Fan diikuti oleh para tetua yang lainnya.


Mertua dan orang tuanya tidak pernah berhenti di buat takjub oleh Lin Fan, mulai dari pemandangan yang indah, bahkan disambut dengan ramah oleh pengikutnya.


"Bai putih apakah kediamannya sudah jadi?" ucap Lin Fan yang dulu pernah menyuruh Lin Bai membuatkannya sebuah kediaman untuk tempat klan Wang dan Lin berada.


"Tuanku, semuanya sudah selesai, dan kediamannya berada di dekat desa" ucap Lin Long kemudian mengajak mereka semua pergi melihat kediaman tersebut.


Lin Fan tersenyum melihat 2 kediaman yang berada di dekat desa kecil tersebut. "Pekerjaan yang bagus, baiklah Lin Long keluarkan semua anggota klan Wang dan Lin".


Lin Long kemudian mengeluarkan mereka semua satu per satu. Saat mereka semua telah keluar Lin Fan menjelaskan lokasi lokasi di daerah sekte dewa pedang, 1 kilometer dari desa terdapat istana Lin Fan beserta istrinya, dan di dekat desa ada sebuah sekte kecil yang menjadi sekte dewa pedang, mereka semua pun mengerti tentang lokasi daerah sekte dewa pedang.


"Baiklah untuk kedua klan, kalian akan diantarkan oleh masing masing tetua dan diberikan petunjuk tentang bangunan bangunan yang ada di kediaman kalian masing masing" ucap Lin Fan menyuruh mereka semua mencari tempat tinggal yang mereka sukai di kediaman klan Wang dan Lin.


"Ayah mertua ibu mertua, serta ibu dan ayah tinggallah di istanaku" ucap Lin Fan kemudian mereka menjawab dengan serentak.


"Tidak, nak kami akan tinggal disini mengurus klan Lin dan Wang, kamu sudah berjuang dengan keras, kalian tinggallah disana" mereka berempat setuju dengan perkataan Lin Hao karena menurutnya Lin Fan sudah melakukan hal yang begitu banyak hanya untuk keluarganya.


"Baiklah kalau begitu, tetapi jika ada perlu kalian datanglah ke istana mengunjungiku dan istriku" ucap Lin Fan kepada mereka semua.


"Iya nak, kan lokasinya tidak terlalu jauh, kamu pasti juga sedang mengurus sesuatu kan?, bahlan kamu sempatkan memikirkan kami dibandingkan urusanmu itu" ucap Lin Meng kepada anaknya.


"Hehehe iya ibu, baiklah kalau begitu aku akan ke istana dulu" ucap Lin Fan melesat bersama istrinya ke istananya.


Di dalam istana, Lin Fan dan istrinya sedang minum teh bersama.


"Suamiku, apa rencanamu sekarang?, apakah kamu akan pergi ke benha Zhanshi?" ucap Wang Yun kepada Lin Fan.


"Yah begitulah, setelah urusan di sekte selesai kita akan bersama sama pergi ke benua itu" ucap Lin Fan kepada kedua istrinya.


Keesokan harinya, Lin Fan dan kedua istrinya sedang berada di sekte dewa pedang, tampak semua orang berada di lapangan menyambut kehadiran ketua sekte mereka.


"Semuanya, selamat datang di sekte dewa pedang ini, aku hanya berharap kita dapat hidup rukun dan saling bekerja sama untuk meningkatkan kekuatan, dan ingat kita bukan orang biasa, semuanya disini adalah keluarga, kita juga tidak boleh saling merendahkan sesama yang lain, jika kesulitan bantulah dia, jika merasa pintar bantulah yang membutuhkan, gunakan hal yang harus digunakan dengan baik, apa kalian mengerti?" ucap Lin Fan kemudian semuanya menjawab dengan serentak.


"Bagus, kalian juga mungkin sudah membaca aturan sekte dewa pedang ini, tentang hidup mandiri, dan tidak dimanjakan walaupun ada sebuah sumber daya, seseorang harus berusaha untuk mendapatkan sesuatu yang di impikannya" ucap Lin Fan membuat semua orang begitu kagum kepada ketua sektenya.


"Untuk generasi muda klan Wang dan Lin kalian bebas memilih mau menjadi murid atau tidak, kalian juga bisa membuka usaha di desa tersebut, dan kalian juga bebas tetapi harus ingat tentang aturan" ucap Lin Fan memberikan kebebasan memiliki hak tetapi harus mengikuti aturan yang ditetapkan misalnya dilarang membunuh dan lain sebagainya.


"Mungkin kalian semua sudah mengerti, kalau begitu pertemuan kali ini kita akhiri, semuanya kembali ke kediaman dan lakukan kegiatan kalian seperti biasanya" ucap Lin Fan menyelesaikan pidatonya kepada semua orang.


Mereka semua begitu bersemangat karena pemimpinnya begitu baik dan peduli, bahlan menganggapnya sebagai keluarga sendiri, mereka semua bertekad untuk menjadi kuat seperti pemimpin mereka.


Di aula istana, kini Lin Fan dan kedua istrinya bersama di dalam sebuah kamar yang kasurnya begitu luas.


"Yun'er Xue'er, besok kita akan berangkat ke benua Zhanshi, apakah kamu siap?" ucap Lin Fan. "Yah kami siap, kemanapun kamu pergi kami akan selalu mengikutimu" ucap mereka serentak.


Keesokan harinya, mereka berkumpul di kediaman tempat gerbang teleportasi tersebut berada.


"Tuan, apakah tuan benar benar akan pergi ke benua Zhanshi?" ucap Lin Bai. "Kenapa?, apakah ada masalah di gerbang teleportasinya?" ucap Lin Fan bingung.


"Tuan begini, portal teleportasinya sudah lama tidak pernah digunakan, aku takut di lorong teleportasi akan ada badai kekacauan" ucap Lin Bai menjelaskan kepada Lin Fan.


"Baiklah tidak masalah, istriku kalian masuklah ke dunia jiwaku dulu" ucap Lin Fan kemudian kedua istrinya pun mengangguk setuju dan masuk kedalam dunia jiwa Lin Fan.


"Bai putih, Long biru silahlan mulai" ucap Lin Fan menyuruh Lin Bai dan Lin Long mengaktifkan gerbang teleportasi tersebut.


"Baiklah tuan"


Mereka berdua menyalurkan energinya kedalam portal tersebut tiba tiba...


Bommmm....


Ledakan keras terjadi saat gerbang teleportasinya terbuka, hal tersebut terjadi karena begitu lamanya baru diaktifkan.


"Wah ledakan yang dahsyat, mungkin benar perkataanmu bahwa akan ada badai kekacauan, tetapi itu tidak masalah bagiku, aku sudah mengalaminya berkali kali" ucap Lin Fan yang sudah berpengalaman.


"Baiklah Bai putih, Long biru masuklah ke dunia jiwaku, aku akan melewati portal ini" ucap Lin Fan menyuruh mereka berdua masuk ke dunia jiwanya.


"Tapi tuan.." ucap Lin Long kemudian diselip oleh Lin Fan. "Aku tidak mau mengalami hal yang buruk jika kalian tidak masuk ke dunia jiwaku, dan jika kalian bersamaku menghadapi badai kekacauan itu, aku takut akan ada sesuatu yang tidak aku inginkan terjadi" ucap Lin Fan yang tidak mau kehilangan Lin Bai dan Lin Long.


"Baiklah tuan" mereka berdua pun masuk ke dunia jiwa Lin Fan. Tampak mereka berdua bimbang, dan mau tidak mau mereka harus mendengarkan perkataan tuannya.