
Setelah mereka mendapatkan sebuah senjata dan teknik serta jurus yang mereka sukai, Lin Fan kemudian memberikan sumber daya berupa pill tingkat 9 agar mereka dapat meningkatkan kekuatannya.
"Muridku kalian harus tingkatkan kultivasi kalian, sumber daya itu kalian gunakan dan kalian harus mempelajari teknik yang guru berikan kepada kalian, gurumu ini akan keluar untuk mencari uang agar dapat membangun sebuah sekte" ucap Lin Fan. "Untuk sementara kalian tinggallah disini, dan ini token untuk kalian agar dapat keluar masuk ke dalam sekte ini karena aku telah memasang array pelindung ilusi. Tetapi kalian jangan keluar sebelum kalian berada di tingkat pendekar surgawi, apa kalian mengerti?" ucap Lin Fan kepada muridnya.
"Guru kenapa kami tidak boleh ikut bersama guru?" ucap gadis itu. "Muridku kalian belum cukup kuat untuk melihat dunia luar, gurumu ini juga tidak akan lama, selama guru keluar kalian harus meningkatkan kultivasi kalian, apa kalian mengerti?" ucap Lin Fan.
"Kami mengerti guru!" lantang mereka semangat. "Nah bagus kalau kalian semangat, kalau begitu gurumu akan berangkat, sampai jumpa" ucap Lin Fan. "Hati hati guru", "Jaga kesehatan guru", "Jangan lupa makan guru". mereka semua serentak mengantar kepergian gurunya.
Lin Fan pun terbang menggunakan pedangnya dan membuat mata murid itu bersinar. "Whoaaaa guru bisa terbang!, kita harus menjadi kuat agar bisa melindungi guru!" ucap salah satu murid tersebut. "Benar saudari, kita harus mencapai tingkat yang tinggi agar kita bisa keluar berpetualang bersama guru" ucap murid itu dan diikuti murid lainnya.
Di atas langit Lin Fan kini tersenyum melihat muridnya, dia teringat dengan murid pertamanya Ling Mei, "Apakah aku dapat bertemu dengannya kembali?" bathin Lin Fan yang mengingat murid pertamanya. "Aku berharap dia baik baik saja" bathin Lin Fan.
*
Di benua Zhanshi di desa daun terdapat seorang wanita yang begitu cantik, parasnya yang begitu menggoda, serta kecantikannya melebihi dewi di alam dewa. Dia adalah Ling Mei yang sedang duduk bersama Feng Ying ibu angkat Lin Fan di kehidupan dulu.
"Mei'er kenapa kamu menangis seperti itu?" ucap Feng Ying melihat wanita itu menangis. "Ibu, aku.. aku hanya teringat sama guru Lin Fan.. dia.." Ling Mei menangis sejadi jadinya mengingat gurunya terakhir kali.
"Sudah.. aku yakin suatu saat dia akan datang dan bertemu dengan kita, aku yakin dia pasti merindukan kita" ucap Feng Ying memeluk Ling Mei tetapi hatinya juga sedih karena anak angkatnya menghilang.
"Ini sudah 17 tahun sejak kepergian guru Lin Fan, aku... aku sangat mencintai guru Lin Fan ibu, disaat aku berada di kegelapan, dia.. dia yang memberikanku cahaya terang dan memberiku harapan untuk membalaskan dendam" ucap Ling Mei menangis di pelukan Feng Ying.
*
Kembali di atas langit, kini Lin Fan melesat dengan cepat terbang menggunakan pedangnya menuju ke kota terbesar benua barat. Berhari hari telah berlalu Lin Fan kini melihat kota yang begitu besar dan megah. Lin Fan kini turun tidak jauh dari pintu gerbang.
Lin Fan mengantri cukup lama serta membayar biaya masuk ke kota tersebut. Kini Lin Fan berada di sebuah restoran untuk mencari informasi.
"Tuan, anda ingin memesan apa?" ucap payan itu. "Ah beri aku arak terbaik serta makanan terbaik" ucap Lin Fan. "Biayanya 25 koin emas tuan" Lin Fan kemudian memberikan 100 koin emas kepada pelayan itu.
"Ini... tuan ini terlalu kebanyakan" ucap pelayan itu. "Ah aku hanya butuh informasi, kenapa kota ini sangat ramai?" ucap Lin Fan. "Ah itu tuan, tuan pasti berasal dari luar makanya tuan tidak tau, 1 minggu lagi Paviliun Bulan Sabit akan mengadakan pelelangan maka dari itu kota kota terdekat datang ke kota ini untuk menghadiri pelelangan tersebut" ucap pelayan tersebut.
"Terima kasih, ambillah ini" ucap Lin Fan tersenyum kepada pelayan itu, pelayan itu dengan cepat mengambil dan memasukkannya kedalam cincin ruangnya. "Terima kasih tuan" ucap pelayan tersebut memberi hormat.
"Sudah, bawakan aku makanan,minuman, dan arak terbaik kalian" ucap Lin Fan kemudian pelayan itu bergegas beranjak pergi menyediakan pesanan Lin Fan.
Tidak lama kemudian, pesanan Lin Fan pun datang, Lin Fan pun makan dengan lahap makanan tersebut.
Setelah kenyang, Lin Fan kemudian beranjak pergi dari restoran itu menuju ke paviliun Bulan Sabit.
"Berhenti, tuan ada keperluan anda datang ke paviliun ini?" ucap penjaga tersebut. "Ah maafkan kedatangannku yang tiba tiba ini, aku hanya mau bertemu pemilik paviliun ini, aku mempunyai barang langka untuk dilelang" ucap Lin Fan.
"Baiklah, tuan tunggu disini sebentar, aku akan memanggil manager kami" ucap penjaga tersebut bergegas memanggil managernya.
Tidak lama kemudian manager itu datang. "Ah tuan yang terhormat maaf tidak menjamu anda dengan baik, silahkan masuk tuan" ucap manager itu mempersilahkan Lin Fan memasuki sebuah ruangan khusus tamu.
"Baiklah, aku datang kesini untuk melelang sebuah pill tingkat kultivasi dan pill penyembuh tingkat 9, masing masing 3 botol" ucap Lin Fan yang membuat manager itu terkejut bukan main.
"Tuan, tunggu sebentar aku akan memanggil ketua paviliun kami" ucap manager itu kemudian bergegas memanggil ketuanya.
Ketua paviliun itu pun bergegas datang bersama managernya. Lin Fan melihat sosok wanita yang begitu cantik dan menawan serta anggun datang ke ruangannya.
"Ahh tuan, maaf tidak menyambut tuan dengan baik, apakah tuan benar benar ingin melelang pill kultivasi dan penyembuh tingkat 9?" tanya ketua paviliun tersebut.
"Aku benar benar benar serius, dan ini pill tungkat 9 tingkat sempurna" ucap Lin Fan membuat mereka kaget. "Tuan di benua barat ini hanya ada satu alkemis yang bisa membuat pill tingkat 9 tingkat rendah, yaitu ketua asosiasi alkimia" ucap ketua tersebut.
"Oh berarti pillku sudah tidak berharga?, baiklah aku akan mengambilnya kembali dan pulang" ucap Lin Fan. "Ah.. tuan maaf, pill anda begitu berharga, dan kami jamin anda akan mendapatkan keuntungan yang memuaskan" ucap ketua tersebut.
"Tuan.. maaf kalau lancang, perkenalkan namaku Yu Lian. Bolehkah aku tau nama tuan ini?" tanya Yu Lian yang lupa memberitahu namanya. "Hahaha perkenalkan namaku Lin Fan" ucap Lin Fan.
"Sebenarnya aku datang kesini bukan hanya untuk melelang pill, tetapi aku mau membeli saham paviliun ini" ucap Lin Fan. "Itu.. tuan masalah itu... apakah tuan mempunyai sesuatu yang dapat menguntungkan paviliun kami?" ucap Yu Lian.
"Aku akan memberikan kalian ini..." ucap Lin Fan mengeluarkan sebuah buah buahan dari cincinnya.
Swosh..
"Anda pasti bertanya tanya mengenai buah ini kan?, ini adalah buah apel emas, sekali gigitan energi alamnya begitu besar, dan pasti anda juga tau buah ini begitu langka" ucap Lin Fan membohongi Yu Lian, sebenarnya buah itu sangat banyak di dunia jiwa Lin Fan, jadi Lin Fan mengambil kesempatan ini untuk mengambil keuntungan yang besar.
"Apa?, ini buah langka?!, tuan pasti bercanda" ucap Yu Lian tidak percaya. "Silahkan anda ambil 1 secara gratis dan silahkan ada coba memakannya" ucap Lin Fan mempersilahkan Yu Lian memakan buah apel emas itu.
Yu Lian pun mengerti dan memakan buah itu, betapa terkejutnya, matanya bersinar terang merasakan energi alam dari satu gigitan saja sangat besar.
"Tuan!, ternyata ini sungguh benar benar nyata" ucap Yu Lian. "Hahaha aku hanya punya 10 buah, cocok untuk dijadikan sebuah pill walaupun hanya memakai beberapa potongan kecil saja" ucap Lin Fan.
"Wah tuan 10 buah sudah lebih dari cukup, bahkan jika buah ini dilelang untungnya begitu besar, baiklah aku terima tawaran tuan Lin Fan" ucap Yu Lian. "Aku akan memberikan 30% saham kepada tuan dan tunggu sebentar aku akan menyiapkan berkasnya" ucap Yu Lian bergegas mengurus berkas surat saham Lin Fan.