LEGENDA SANG DEWA PEDANG

LEGENDA SANG DEWA PEDANG
Rasa Simpati Lin Fan


Boom....


Bommmm...


tubuh mereka hancur terbelah dan terlempar menjadi kepingan darah bertebaran dimana mana.


"A..a..aapan ini, ke..kenapa di..dia bisa setenang ini dalam membunuh" ucap anggota sekte Kalajengking Hitam yang tidak percaya akan kekejaman Lin Fan.


"Huff katakan!, siapapun yang berani maju dan jujur kepadaku, aku akan melepaskannya!" ucap Lin Fan kepada mereka semua. "Aku benar serius, dan siapapun yang paling duluan berani jujur, maka yang lainnya akan aku bunuh!" ucap Lin Fan kemudian membuat mereka..


Tusskkk....


"Arrggkk.." mereka saling membunuh..


"Aku yang akan jujur" tetapi dia ditusuk oleh temannya..


"Argkk..." mereka saling membunuh satu sama lain dan tidak selang beberapa waktu kini berdiri seorang yang tubuhnya dipenuhi luka dan berhasil bertahan hidup.


Lin Fan hanya diam dan tertawa


"Hahahaha menarik, saling membunuh untuk mendapatkan kesempatan" Lin Fan tertawa kemudian menatap pria yang masih berdiri tersebut.


"Katakan dengan jujur!, apa maksud tujuan kalian menculik gadis dan mengancam penduduk kota kecil itu!" tanya Lin Fan dengan nada menekan.


"A..aku hanya mendengar bahwa seluruh sekte aliran hitam baik besar, menengah, maupun kecil bekerja sama untuk menguasai benua barat ini, mereka melakukan gerakan diam diam seperti yang dilakukan sekte menengah seperti sekte kalajengking hitam kami" ucap pria tersebut dengan nada ketakutan.


"Semua orang juga sudah tau kalau sekte aliran hitam berencana untuk menjadi yang terkuat, apakah kau pikir aku bodoh?, katakan padaku kemana para gadis itu kalian bawa!" ucap Lin Fan yang semakin marah.


"Tu..tuan pendekar, kami hanya bekerja untuk sekte besar dan menyerahkan hasil kami kepada mereka, dan aku dengar mereka diam diam meningkatkan kekuatannya menggunakan teknik iblis yang mereka dapatkan di sebuah reruntuhan kuno" ucap pria tersebut menjelaskan semuanya.


"Cih!, teknik iblis itu lagi!, dimana mana baik di dunia bawah, atas, maupun dewa sekalipun, pasti ada pengguna teknik tersebut!" ucap Lin Fan dengan nada kesal.


"Kalau begitu berikan informasi lebih banyak!" ucap Lin Fan kemudian pria itu menjelaskan bahwa Sekte Mawar Hitam merupakan sekte terbesar yang menjadi pemimpin aliansi. Kekuatannya sebanding dengan sekumpulan Sekte aliran putih terbesar. Maka dari itu mereka sering berperang satu sama lain. Lin Fan mengerti rencana sekte tersebut, dan Lin Fan juga mengetahui lokasi lokasi sekte aliran hitam tersebut.


"Informasimu lumayan, tetapi aku akan menumpasnya sampai ke akar akarnnya!" ucap Lin Fan kemudian...


Swosh...


Pedangnya memotong leher pria tersebut, tampak tidak jauh dari lokasi pembantaian tersebut, para penduduk kini ketakutan melihat Lin Fan, walaupun Lin Fan menyelamatkan nyawa mereka, mereka tidak akan menganggap Lin Fan sebagai pahlawan karena sekte aliran putih tidak pernah melakukan hal seperti ini.


Lin Fan melihat ke arah penduduk itu, kini seorang gadis pelayan yang tadi datang menghampiri Lin Fan.


"Tuan pendekar terima kasih, kalau boleh tau siapa nama tuan pendekar ini?" tanya pelayan itu memberanikan diri, dan dia yakin walaupun Lin Fan kejam tetapi hatinya baik. "Ah sebut saja aku Sang Dewa Pedang" ucap Lin Fan tersenyum kepada pelayan itu.


"Haha baiklah, kalau begitu aku akan melanjutkan perjalananku" ucap Lin Fan dan kemudian menghilang seperti debu di hadapan pelayan itu.


Pelayan itu terkejut, dan kemudian belari menuju ke arah penduduk itu, tampak para penduduk bertaanya tanya siapa pemuda itu?, kenapa bisa begitu kuat?, pelayan itu hanya mengatakan pemuda itu dipanggil "Sang Dewa Pedang". Kini penduduk yang tidak berterima kasih kepada Lin Fan pun menyesal, dan tidak pernah mengira bahwa Lin Fan hanya membantu mereka dengan caranya sendiri.


Di jalanan menuju ke sebuah tempat, kini Lin Fan menuju ke sebuah sekte menengah, yaitu Sekte Kalajengking Hitam, dia ingin menghancurkan sekte itu dan menjarah hartanya.


Lin Fan kini telah sampai di gerbang tersebut, tampak penjaga gerbang mengerutkan keningnya melihat pemuda bertopeng giok datang seorang diri.


"Siapa kau?, ada urusan apa kau kesini!" ucap penjaga tersebut. "Aku?, aku adalah Pencabut nyawa kalian hari ini!!" ucap Lin Fan melesat cepat membunuh penjaga tersebut.


Mendengar keributan dari luar, semua orang keluar bahkan ketua sekte dan leluhurnya pun keluar karena merasakan tekanan yang begitu kuat.


"Siapa yang mengeluarkan aura yang begitu kuat seperti ini, bahkan aura ini melebihi kekuatan sekte Mawar Hitam" ucap leluhur tersebut.


"Hahahaha kalian semua sudah berkumpul, baiklah, hari ini aku akan menghancurkan dan tidak menyisakan satupun dari kalian!" ucap Lin Fan melesat dengan cepat menebas semua anggota sekte disana.


"Arggkk...." teriak semua orang, bahkan yang berlari pun tidak ada yang dapat meloloskan diri dari Lin Fan.


Swish...


"Argkkk.." suara tebasan halus meratakan semua orang disana, sekte itu sekarang sudah menjadi tempat tumpukan mayat.


"Fiuhh, masalah satu sudah selesai, masalah selanjutnya, tunggu saja sekte Mawar Hitam, aku akan menghancurkan kalian semua seperti yang baru saja terjadi hari ini" tentu saja Lin Fan marah, karena Lin Fan paling tidak menyukai tindakan yang merugikan masa depan seorang gadis bahkan menjadikannya sebuah tumbal untuk meningkatkan kekuatan sekte tersebut.


"Ternyata si pelayan itu tidak tau rencana dari sekte aliran hitam ini, dia hanya tau kalau semua gadis dijadikan sebagai budak tetapi sebenarnya mereka hanya dikorbankan menggunakan teknik iblis, hanya demi sebuah kekuatan" gumam Lin Fan.


Lin Fan kini masuk ke sebuah ruangan, tampak banyak gadis didalam sebuah kurungan, mereka semua tampak murung, bahkan ada yang telah bunuh diri, mereka semua tanpa busana dan trauma yang mereka alami begitu berat.


"Huff, kasihan sekali, bahkan masih muda mereka sudah mengalami hal seperti ini" bathin Lin Fan simpati melihat gadis tersebut. Lin Fan kini mendekati mereka dan memberikan mereka sebuah baju dari cincin ruangnya.


"Tenanglah, aku datang menyelamatkan kalian semua, aku sudah membalaskan dendam kalian, diruangan itu ada sebuah harta yang banyak, bagi harta itu, dan gunakan untuk kelangsungan hidup kalian" ucap Lin Fan tersenyum kepada mereka, tetapi mereka hanya diam dan merasa sudah tidak punya dunia lagi.


Lin Fan melihat mata mereka yang tidak ada harapan hanya bisa menghela nafas, dan membayangkan perasaan yang pernah dia alami di kehidupan sebelumnya.


"Huff, Untuk apa kalian bersedih!, itu adalah masa lalu, lupakan yang telah berlalu, kalian masih muda, masa depan kalian masih panjang!, Aku disini akan melindungi kalian" ucap Lin Fan yang membuat semua gadis tersebut kini berhenti murung dan menatap Lin Fan.


"Ta..tapi kami tidak suci lagi, kami tidak akan bisa mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan seorang yang kami cintai" ucap salah satu gadis tersebut memberanikan diri.


"Hanya itu?, jika itu yang ada dipikiranmu itu sama sekali adalah hal bodoh!, seseorang yang mencintaimu tidak akan pernah melihat masa lalumu itu, dia bahkan nenerimamu apa adanya. Itu kan hanya masa lalu, semua orang punya masa lalu yang berbeda beda, jadi aku sarankan kepada kalian, cinta yang tulus akan datang disaat kalian merasa semua tekanan begitu berat dengan muda dia angkat" ucap Lin Fan mengelus lembut kepala gadis tersebut.