
Lin Fan dan Yun Xue kini telah selesai makan di restoran, saat Lin Fan dan Yun Xue sudah keluar dari restoran tersebut, tiba tiba datang seorang gadis cantik menghampiri Lin Fan.
"Tuan?, wah tuan tidak kusangka kita bertemu lagi" ucap gadis tersebut begitu senang yang tak lain adalah anak penguasa kota Weifan.
"Kamu?" Lin Fan mengerutkan keningnya dan berpikir mengingat seorang gadis dan ternyata benar, dia adalah Xun Shin yang pernah dia selamatkan 2 tahun yang lalu.
"Kamu Xun Shin anak penguasa kota ini kan?" ucap Lin Fan yang mengetahui gadis tersebut yang pernah diculik oleh sekte aliran hitam.
Yun Xue mengerutkan keningnya karena gadis itu seperti menyukai suaminya. Lin Fan yang menyadari kecemburuan Yun Xue pun hanya bisa menjelaskan.
"Xue'er dia adalah anak penguasa kota Weifan ini, 2 tahun yang lalu aku melihatnya diculik oleh sekte aliran hitam..." Lin Fan menjelaskan secara rinci kejadian tersebut kepada Yun Xue, dan Yun Xue kini kembali tenang karena Lin Fan tidak memberitahukan namanya.
Xun Shin yang melihat wanita yang memakai cadar berpikir "Mungkin dia adalah istrinya, benar dia adalah istrinya" bathin Xun Shin yang tidak mau menyerah agar bisa bersama Lin Fan.
"Tuan pendekar, bolehkah aku mengikuti anda?" ucap Xun Shin yang penuh dengan tekad. Yun Xue yang mendengar itu mengerutkan keningnya dan berpikir " Mungkin gadis ini menyukai suamiku!" bathin Yun Xue cemburu.
Lin Fan mendengar perkataan Xun Shin pun mengerutkan keningnya "Untuk apa mengikutiku?" tanya Lin Fan heran.
"Tuan tolong angkat aku sebagai muridmu!" ucap Xun Shin berlutut dan bersujud di depan Lin Fan. Semua penduduk yang melihat anak penguasa kota bersujud di hadapan 2 orang yang terlihat bangsawan itu bertanya tanya, siapa orang itu yang terlihat bangsawan?, tetapi salah satu pengurus kediaman penguasa kota yang melihatnya bergegas untuk melaporkan hal ini kepada penguasa kota.
"Kenapa kamu mau menjadi muridku?, bahkan kita hanya pernah bertemu sekali, dan itu hanya sebuah kebetulan?" ucap Lin Fan bingung dengan pertanyaan Xun Shin. Yun Xue hanya bingung dan diam karena tidak tau harus berbuat apa.
"Aku yakin, anda adalah pendekar yang kuat, bahkan jululan anda adalah Sang Dewa Pedang!" ucap Xun Shin tetapi " Tunggu!.. Sang Dewa Pedang?, Jangan jangan anda berasal dari sekte Dewa Pedang itu yang memberantas habis sekte aliran hitam 2 tahun yang lalu?!" ucap Xun Shin yang ucapannya didengar oleh semua penduduk membuat mereka terkejut.
"Apa?!, dia berasal dari sekte dewa pedang?!"
Semua orang yang sangat ingin bergabung dengan sekte itu tentu saja begitu inisiatif mendengar nama sekte tersebut, tetapi lokasinya tidak ada orang yang tau kecuali adanya sebuah surat rekomendasi.
"Kesempatan emas bertemu orang penting sekte tersebut!"
Semua orang berpikiran sama, dan kemudian berbondong bondong mendekat ke arah Lin Fan. Lin Fan yang indentitasnya diketahui berasal dari sekte tersebut hanya bisa pasrah.
Lin Fan dan Yun Xue tiba tiba langsung menghilang bersama Yun Xue dan Xun Shin membuat semua orang kecewa karena kehilangan kesempatan emas tersebut.
Di luar kota Weifan, kini Lin Fan dan Yun Xue bersama Xun Shin berhasil meloloskan diri dari kerumunan warga tersebut.
Xun Shin begitu terkejut karena kecepatan Lin Fan begitu luas biasa dan kekagumannya terhadap Lin Fan meningkat drastis.
Yun Xue yang melihat hal tersebut mengerutkan keningnya karena kekasihnya terus ditatap tanpa henti.
"Nona Xun Shin apakah anda puas menatap suami aku?" Yun Xue angkat bicara dan menatap tajam Xun Shin.
Xun Shin yang tersadar pun terkejut karena Yun Xue tiba tiba marah kepadanya.
"Sebenarnya aku tidak bermaksud seperti itu, aku.. aku hanya begitu kagum dan sangat ingin menjadi murid tuan pendekar" ucap Xun Shin menundukkan kepalanya merasa bersalah.
"Xue'er tidak perlu memarahinya, baiklah kalau kamu memang mau menjadi muridku, datanglah ke sekte dewa pedang" ucap Lin Fan memberikan surat rekomendasi kepada Xun Shin.
"Wahh dengan adanya surat ini aku bisa menjadi murid sekte itu?, tetapi... apakah aku tidak menjadi murid anda?" ucap Xun Shin yang bimbang.
"Ada apa?, apakah kamu tidak mau menjadi murid sekteku?" ucap Lin Fan membuat Xun Shin begitu terkejut mendengar perkataanya.
"Ma..maksudnya anda adalah ketua sekte dewa pedang?!" ucap Xun Shin yang tidak percaya karena didepannya adalah ketua sekte tersebut.
"Kenapa kamu terkejut?, suamiku adalah ketua sekte itu, apakah kamu tidak memberi hormat kepada ketua sekte?" ucap Yun Xue yang daritadi cemburu.
Xun Shin melihat istri Lin Fan begitu cemburu terhadapnya hanya bisa pasrah "Apakah aku tidak bisa bersamanya?, huff sudahlah suatu saat mungkin aku bisa bersamanya, yang penting aku harus bisa menjadi kuat, dan kesempatan menjadi murid sekte tersebut sangatlah langka" bathin Xun Shin yang masih semangat membara.
"Hormat kepada ketua sekte" ucap Xun Shin memberi hormat kepada Lin Fan. "Baiklah, kamu harus pergi sendiri kesana, dan surat itu akan membawamu dengan sendirinya dan menunjukkan jalannya" ucap Lin Fan menjelaskan kepada Xun Shin.
"Baik ketua sekte, murid ini mengerti" ucap Xun Shin hormat kepada Lin Fan. "Baiklah, kami akan berangkat sekarang, dan ingat jangan pernah memberitahu siapapun kecuali orang tuamu, apa kamu mengerti?" ucap Lin Fan mengingatkan Xun Shin agar tidak membocorkannya kepada luar.
"Baik ketua sekte, murid ini mengerti" Lin Fan dan Yun Xue kemudian menghilang di hadap Xun Shin.
Lin Fan dan Yun Xue kini terbang menggunakan pedangnya menuju ke kota bintang.
Hari sudah mulai gelap, Lin Fan dan istrinya singgah di sebuah kota kecil untuk bersitirahat, sebenarnya mereka ingin beristirahat di kota bintang tetapi masalah tiba tiba muncul dihadapannya.
Di sebuah penginapan, Lin Fan dan istrinya berbaring bersama tampak Yun Xue masih cemberut karena Xun Shin yang tertarik kepada suaminya.
"Ehem, istriku kenapa kamu seperti ini?" ucap Lin Fan memeluk Yun Xue tetapi dia masih tetap diam.
"Aku tidak akan tertarik kepada dia, kamu tidak perlu khawatir, oke?" ucap Lin Fan mengecup lembut kening istrinya, tetapi istrinya masih diam.
"Dasar tidak peka" bathin Yun Xue yang melihat suaminya tidak peka terhadap dirinya.
"Hahaha apakah kamu mau berpura pura marah terus?" ucap Lin Fan memeluk sambil memegang sisi sensitif Yun Xue.
Yun Xue kini begitu senang karena suaminya sudah paham akan situasinya.
"Oh.. jadi ini yang membuat kamu marah?, baiklah kita akan mulai" ucap Lin Fan kemudian mencium bibir Yun Xue yang manis tersebut.
Tampak aroma yang manis dan bahkan suara desah terdengar dari mulut Yun Xue.
Malam itu mereka melakulan ritualnya yang begitu kenikmatan.