
Keesokan harinya Lin Fan dan Bing Wei sedang makan di penginapan tersebut, setelah mereka makan, Lin Fan dan Bing Wei berpencar untuk mencari seseorang yang dicarinya selama ini. Seharian penuh Lin Fan mencari bersama Bing Wei tetapi tetap saja mereka tidak menemukannya.
Lin Fan dan Bing Wei kini telah kembali ke penginapan karena hari sudah mulai gelap dan hasil pencariannya juga tidak ada hasil.
"Saudari Wei, seharian penuh kita mencadi tetapi tidak ada keberadaan orang yang kita cari, besok kita lanjutkan perjalanan kita saja dan menuju ke sekte Taring Serigala" ucap Lin Fan. "Baiklah saudara Lin" ucap Bing Wei setuju dengan perkataan Lin Fan.
Hari berikutnya tampa mereka sudah meninggalkan kota tersebut dan bergegas untuk pergi ke sekte Taring Serigala. Lin Fan juga sudah mengajari Bing Wei teknik menghilangkan diri dan aura keberadaan.
Beberapa hari mereka berlari akhirnya sampai ke sekte tersebut, sebenarnya Lin Fan bisa saja sampai dalam waktu singkat dengan terbang, tetapi Lin Fan mau menikmati perjalanan darat.
"Saudari Wei, kita sudah sampai di sekte Taring Serigala, aku akan menyamar menjadi seorang kakek tua, dan kamu masuk diam diam mencari tempat kekasihmu ditahan" ucap Lin Fan kepada Bing Wei. "Baiklah saudara Lin, aku akan mengikuti rencanamu" ucap Bing Wei setuju rencana Lin Fan.
Lin Fan kini telah menguba penampilannya menjadi seorang kakek tua, berjalan menuju gerbang sekte tersebut. Bing Wei yang melihat Lin Fan mengalihkan perhatian pun diam diam menyelinap dan mencari kekasihnya.
"Berhenti!, kau siapa?!, ada apa urusanmu kepada sekte Taring Serigala?!" ucap murid penjaga tersebut.
"Hoho anak muda aku kesini untuk membuat perhitungan kepada sekte kalian, panggil semua orang hebat di sekte kalian, karena sekte kalian telah menyinggung seseorang yang tak pantas kalian singgung!" ucap Lin Fan yang menyamar menjadi seorang kakek tua sepuh.
"Kauu tidak pantas untuk menghadapi...." ucap murid tersebut terhenti karena tekanan aura membunuh Lin Fan membuatnya tertekan dan begitu ketakutan.
Glup...
Suara ludah mereka tertelan karena telah salah menyinggung seseorang. "Jika kalian tidak memanggil orang hebat sekte kalian, aku akan menghancurkan sekte ini walaupun ini sekte aliran putih sekaligus!" ucap Lin Fan kepada mereka. Mereka pun mengerti tanpa banyak berbicara bergegas berlari untuk memanggil tetua mereka bahkan ketua sekte mereka.
Disisi lain Bing Wei sedang berada di ruang bawah tanah sekte tersebut, dia berhasil lolos karena menggunakan teknik yang diajarkan oleh Lin Fan.
"Ternyata teknik ini benar benar ampuh, aku yakin saudara Lin pasti bukan pendekar sembarangan" bathin Bing Wei yang sedang mencari keberadaan kekasihnya.
Tidak lama dia berkeliling dan melewati beberapa penjaga tanpa ketahuan, Bing Wei akhirnya menemukan penjara tempat kekasihnya dikurung, tampak dia melihat seorang pria kurus kering tak berdaya di sebuah kurungan. Bing Wei menangis melihat seorang pria tersebut adalah kekasihnya.
"Xing gege, apakah kamu baik baik saja?" ucap Bing Wei dengan air mata keluar dari matanya. Jiang Xing mendengar perkataan seorang gadis yang menangis pun membuka matanya dan melihat seorang gadis yang dia kenali.
"Wei'er apakah itu kamu?, maafkan aku yang tidam berguna ini" ucap Jiang Xing merasa tidak berguna untuk kekasihnya. "Maafkan aku yang tidak bisa menyelamatkamu, kamu juga pasti sudah mati sama sepertiku dan kita diberi kesempatan untuk bertemu kembali" ucap Jiang Xing tersenyum melihat gadi di depannya.
"Xing gege kita belum mati, aku datang untuk menyelamatkanmu, lihat aku baik baik saja kan?" ucap Bing Wei. "Be..benarkah?, tapi bagaimana caranya kamu bisa masuk kesini, penjagaannya begitu ketat aku takut kamu ketahuan.
Beberapa saat kemudian kurungannya pun lepas, dan akhirnya Bing Wei memeluk kekasihnya tersebut karena begitu rindunya. Tetapi itu hanya sesaat dan mereka berdua bergegas untuk meninggalkan penjara tersebut.
Saat mereka berjalan, tampak suara lonceng bergema ke seluruh sekte tersebut, baik penjaga dan lain lainnya itu menandakan sebuah bahaya, mereka semua bergegas untuk berkumpul. Bing Wei yang menyadari hal tersebut yakin bahwa ini adalah rencana Lin Fan agar dia dapat meloloskan diri.
Disisi lain Lin Fan kini telah dihampiri oleh semua tetua murid bahkan ketua sekte tersebut.
"Ohh ternyata hanya seorang diri?, ada apa ini?, kakek tua apa masalahmu datang dan mencari gara gara ke sekte kami?, apa kau tidak takut kami akan menghancurkanmu dalam sekejap?" ucap ketua sekte tersebut.
Lin Fan sebenarnya dengan mudah menghabisi mereka semua, tetapi Lin Fan hanya mengulur waktu agar Bing Wei dapat keluar secepatnya membawa kekasihnya tersebut keluar.
"Cih hanya pendekar di tingkat surgawi berani berkata seperti itu kepada kakek tua ini?" ucap Lin Fan membuat semua orang terkejut karena hanya beberapa orang yang tau tingkat kultivasi ketua sekte mereka yaitu para tetua.
"Kau.. cih tua bangka, pasti kau membeli informasi dari mata mata dan kamu gunakan informasi itu hanya untuk mengancam dan menakut takuti kami" ucap ketua sekte tersebut.
"Ohh kalian tidak takut kepadaku?" ucap Lin Fan mengeluarkan aura membunuhnya dan menekan semua murid, tetua, dan ketua sekte tersebut. Semua murid ada yang pingsan sebagian dan bertahan mengeluarkan darah dari hidung dan mulutnya bahkan tetua disana pun ketakutan.
Lin Fan sengaja membuat mereka terfokus kearahnya karena Lin Fan melihat Bing Wei berlari membawa seorang pria keluar dari sekte tersebut.
Saat Lin Fan sudah melihat Bing Wei berhasil keluar, Lin Fan kemudian menarik aura membunuhnya dan seketika itu pula semua orang disana bisa bernafas lega, bahlan ketua sekte mereka pun bisa bernafas dengan lancar karena tekanan aura yang mematikan yang dikeluarkan Lin Fan.
"Cih seandainya sekte kalian berbuat hal yang keji, aku akan membantai sekte ini sampai habis, aku hanya membuat perhitungan kepada kalian hari ini, agar kalian tau posisi sekte aliran putih itu bagaimana" ucap Lin Fan kepada mereka semua.
"Senior, maafkan sekte kami yang berbuat salah kepada anda, kami memohon sebesar besarnya dan berterima kasih atas kemurahan hati anda senior, kalau boleh tau masalah apa yang membuat senior marah?" ucap ketua sekte tersebut takut salah bicara.
"Ohh kau baru menanyakan itu, sebenarnya kalian menangkap dan menfitnah muridku, aku hanya datang kesini untuk membuat kalian sadar bahwa tingginya langit dan bumi" ucap Ling Fan berbohong membuat ketua sekte tersebut terkejut.
"Ja..jangan jangan sepasang kekasih yang saat itu menawarkan kerja sama untuk mencari seseorang malah kami kira mata mata, ma..mafkan kami senior, kami buta dan tidak tau bahwa itu adalah murid anda" ucap ketya sekte tersebut begitu ketakutan.
"Cih dia sudah aku bebaskan di dalam kurunganmu, sekali lagi aku ingatkan kalian harus mengikuti ajaran aliran putih jika kalian bertindak sesuka hati itu sama saja sekte kalian sekte aliran hitam" ucap Lin Fan memperingati mereka semua.
"Ka..kami mengerti senior, kami tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi, dan kami akan menjadi sekte aliran putih sesuai aliran" ucap ketua sekte tersebut berlutut dan diikuti oleh semua tetua dan murid yang sebagian masih sadar.
Lin Fan kemudian menghilang dari padangan mereka semua bagaikan debu, dan membuat mereka terkejut karena begitu cepatnya kaket tua itu menghilang.