
Di atas laut, kini satu per satu pasukan suku kura kura dibunuh oleh Sha Yu, Gui Chen kini hanya bisa pasrah dan merelakan kematian pasukannya.
"Hahahaha lemah!, kini giliranmu Gui Chen!" ucap Sha Yu melesat dengan cepat menebas tangan sisik tajamnya ke arah Gui Chen.
Bomm!!...
Ledakan keras terjadi yang membuat Sha Yu mengerukan keningnya.
"Apa?!, kalian berdua masih keras kepala yah! padahal belum giliran kalian!" ucap Sha Yu melihat Lin Bai dan Lin Long menangkis serangannya demi melindungi Gui Chen.
Mereka berdua terlempar cukup jauh oleh serangan tersebut, membuat tubuh mereka berdua sudah kehabisan tenaga.
"Uhuk.. Dasar kau bajingan, jika aku tau tingkatan kultivasi dunia ini masih memiliki kultivator setara dunia dewa, sudah dari dulu aku meningkatkan kekuatanku!" ucap Lin Bai kesal karena dirinya begitu ceroboh karena tidak mengantisipasinya.
"Hahaha aku tidak tau apa yang kau maksud, tapi aku tidak akan membiarkan kalian semua hidup!, mati saja kau!" ucap Sha Yu melesat kearah Lin Bai dan Lin Long menebaskan sirip tajamnya.
Boom!.....
Ledakan keras terjadi, membuat tubuh Sha Yu terlempar cukup jauh.
"Uhuk, siapa yang berani beraninya melawanku hah?!" teriak Sha Yu sambil mengeluarkan dari dari mulutnya.
Debu kemudian menghilang tiba tiba muncul sosok pria tampan berarmor emas, memakai pedang dewa, serta matanya yang dulu hitam berubah menjadk hijau seperti giok, serta rambutnya yang awalnya hitam berubah menjadi hijau seperti giok, dan di atas kepalanya seperti mahkota berwarna emas.
Pria tersebut adalah Lin Fan, yang mengeluarkan potensi tubuh dewa gioknya yang selama ini dia acuhkan.
Beberapa saat yang lalu..
Di alam bawah sadar Lin Fan.
"Bocah, maafkan aku memarahimu seperti ini, tapi jika kau tidak menggunakan potensi tubuh dewa giokmu, apakah kau dapat menemukan anakmu kembali?" ucap dewa pedang membuat Lin Fan terkejut.
"Apa?!, apakah guru tau siapa yang menyebabkan semua ini!" Lin Fan begitu serius ingin mengetahuinya.
"Bocah, aku melihat kejadian saat sebelum anakmu hilang ditelan Dao Surgawi, aku hanya bisa menebak bahwa pemilik dunia ini sudah mengatur semuanya dan memprediksinya dengan baik" ucap dewa pedang membuat Lin Fan menjadi begitu serius.
"Apa?!, guru!, dimana pemilik dunia ini!, aku mau menghabisinya sekarang menggunakan tanganku!" Lin Fan sangat ingin meminta penjelasan kepada pemilik dunia ini karena dia selalu mengalami kejadian aneh, mulai dari dirinya terdampar akibat Dao Surgawi, dan menghancurkan tubuhnya sambil mereinkarnasikan tubuhnya ke tubuh dewa giok. Bahkan ingin tau kenapa anaknya yang juga ikut ikutan ditelan Dao Surgawi kenapa bukan dirinya?.
"Huf waktuku sudah habis, dan setelah aku menghilang, kekuatan sejatimu dewa giokmu akan otomatis bangkit, dan 100% kau akan memiliki semuanya yang aku miliki, aku hanya bercanda dulu, itu hanya sebagiannya saja, tetapi sekarang sepenuhnya akan menjadi milikmu" ucap dewa pedang yang melihat waktunya benar benar akan menghilang dan lenyap di dunia ini.
"Huff Muridku Lin Fan, Ingat pesanku, di benua HunHewu tempat pemilik dunia ini berada, aku tidak tau dia masih hidup atau tidak, yang perlu kau ketahui, takdirmu berada di tangan Anakmu Lin Tian..." ucap dewa pedang yang kemudian menghilang di hadapan Lin Fan.
"Guru......" Lin Fan tidak sempat bertanya maksud dari perkataan itu karena gurunya langsung menghilang, dan tiba tiba...
Dug..
Suara jantung Lin Fan berdetak kencang
"Argghhkkk" Lin Fan kesakitan seperti tubuhnya didaur ulang.
Tulang tulangnya patah, semua organnya mengering, bahkan darahnya terkuras habis, kini Lin Fan terlihat sangat tua, tetapi.....
Lama kelamaan tubuh Lin Fan seperti didaur ulang, daging yang tua sekarang perlahan lahan membentuk sebuah otot yang ideal, tubuhnya kembali seperti semua bahkan tubuhnya sekarang lebih ideal dari sebelumnya, tulang tulangnya kini lebih kuat dan sehat daripada sebelumnya, bahkan darahnya yang dulunya berwarna merah, sekarang berwarna hijau keemasan.
Dikedalaman laut, Lin Fan membuka matanya..
Dia melihat tubuhnya seperti tumbuh menjadi baru, rambutnya yang awalnya panjangannya mencapai punggung, kini panjang sampai ke pantatnya. Tatapan matanya lebih tajam dari sebelumnya, bahkan nadi dan darahnya selalu bergejolak dan meminta Lin Fan menggunakan kekuatannya.
Lin Fan menyadari bahwa dirinya telah benar benar menyatu dengan jiwa gurunya, dia sepenuhnya melihat jurus andalan yang selalu digunakan oleh gurunya.
Lin Fan mencobanya, tiba tiba aura dewa gioknya membentuk seluruh tubuhnya menjadi Zirah berwarna emas, rambutnya berwarna hijau giok, matanya berubah dari hitam menjadi hijau giok, dan diatas kepalanya terdapat sebuah mahkota warna emas.
Lin Fan kini terlihat seperti dewa perang yang agung, bahkan lebih agung daripada sebelumnya, saat Lin Fan menggunakan kekuatan sejatinya, tiba tiba dia menddengar suara ledakan dari atas laut.
Lin Fan kemudian terbang melesat kearah suara ledakang tersebut, kini dirinya sudah sepenuhnya terbang karena tingkat kultivasinya naik tingkat ke tingkat alam dewa biasa puncak.
Saat Lin Fan keluar, dia kaget karena melihat Sha Yu melesat dan ingin menebas Lin Bai dan Lin Long.
Lin Fan tentu tidak terima jika kedua pengikutnya dibunuh begitu saja, dia terbang begitu cepatnya kearah Sha Yu dan menahan tebasannya, membuat tubuh Sha Yu terlempar.
"Tuan!!!" ucap Lin Bai dan Lin Long senang melihat kemampuan Lin Fan yang meningkat drastis, mereka mengingat kejadian yang menegangkan seperti ini dimasa lalu.
"Kalian tidak apa apa?" ucap Lin Fan melihat keadaan Lin Bai dan Lin Long.
"Tuan kami tidak apa apa, maafkan kami yang masih lemah" ucap mereka meminta maaf karena ceroboh merasa kekuatannya sudah terkuat di dunia ini padahal masih ada yang lebih tinggi darinya.
"Tidak apa apa, lebih baik obati luka kalian, aku akan menghancurkan semut itu yang berani beraninya menantang dewa pedang!" ucap Lin Fan yang terlihat begitu agung dan menyeramkan sambil menggenggam pedang andalan dari gurunya.
"Ka..kau!, bagaimana bisa kau masih hidup!" ucap Sha Yu yang terkejut melihat perubahan Lin Fan yang lebih menyeramkan bahkan lebih agung daripada sebelumnya.
"Apakah orang yang sebentar lagi pantas untuk mengetahuinya?!" ucap Lin Fan melesat dengan cepat bagaikan kilat mengarahkan tebasannya ke arah Sha Yu.
Szzzzzzzswhooh....
"Ti...tid..arghhhh" Tubuh Sha Yu terbelah menjadi dua, dia bahkan tidak bisa melihat kecepatan Lin Fan yang seperti kilat berwarna emas kehijauan melesat kearahnya.
"Huff...." Lin Fan kini hanya menghela nafas dan kemudian penglihatannya kini memudar, lama kelamaan armor bahkan rambut dan bola mata Lin Fan kembali normal, tiba tiba seluruh Lin Fan jatuh dan pingsan.
Di negeri laut, tepatnya negeri yang berada di dasar laut, kini Lin Fan berbaring tidak sadarkan diri ditemani oleh Lin Bai dan Lin Long di sebuah kamar yang mewah.
"Senior, apakah tuan Lin Fan masih belum sadarkan diri?" ucap seorang wanita yang begitu cantik berumur 20 tahun membawakan sebuah makanan untuk Lin Fan.
"Yah, sudah seminggu tuan tidak sadarkan diri" ucap Lin Long begitu khawatir kepada tuannya.
"Baiklah, jika tuan Lin Fan sadar, berikan makanan ini untuknya" ucap wanita tersebut kemudian bergegas pergi.
Tetapi saat wanita tersebut melangkahkan kakinya tiba tiba suara batuk terdengar dari arah kasur Lin Fan.
"Uhuk"