LEGENDA SANG DEWA PEDANG

LEGENDA SANG DEWA PEDANG
Pertemuan Mengharukan


Bomm...


Booomm..


Boommm..


Para prajurit yang menyerang Lin Fan terlempar jauh.


"Uhuk.."


Semua prajurit yabg melihat seorang pria yang masih berdiri di tempatnya begitu kaget melihat tidak ada sedikit goresanpun padat tubuhnya, tetapi yang terluka malah prajurit tersebut.


"Wah wah wah, apakah ini sikap yang seharusnya penguasa kota ini lakukan?, ternyata kalian semua tak ada bedanya seperti tuan muda kalian gampang terprovokasi padahal orang yang kalian singgung sekarang bukan orang yang sepantasnya kalian singgung" ucap Lin Fan


Semua prajurit disana berkeringat dingin karena ucapan prajurit yang akan mereka hukum benar adanya.


Tidak lama setelahnya penguasa kota Hunan datang bersama anaknya. Dia tampak takut tetapi memberanikan diri untuk berbicara kepada Lin Fan.


"Tu..tuan pendekar, aku mohon maaf atas kesalahan anak hamba, mohon jangan hancurkan kota ini tuan pendekar" ucap penguasa kota tersebut memohon berlutut dihadapan Lin Fan.


Semua prajurit disana pun ikut berlutut dihadapan Lin Fan, bahkan tuan mudanya kini berlutut dengan ketakutan yang amat besar.


"Ingat, sayangi nyawamu!, seandainya kamu menyinggungku lebih parah dan membuat hatiku sakit mungkin aku sudah membunuh kalian semua, tetapi anakmu hanya mengganggu ketenanganku saat makan" ucap Lin Fan memperingati mereka semua.


Mereka semua tampak begitu senang dan berterima kasih karena kebaikan hati Lin Fan. "Terima kasih atas kebaikan hati anda tuan pendekae" ucap mereka serentak.


"Yah aku hanya mau pengawal yang akan dihukum mati besok dibebaskan dan dinaikkan jabatannya, apa kalian mengerti?" ucap Lin Fan. "Ka..kami mengerti tuan pendekar" ucap mereka serentak.


Lin Fan tanpa sepatah kata pun menghilang bagaikan debu di hadapan mereka semua, mereka tampak begitu takut karena salah meyinggung seseorang dan bersyukur orang itu masih mengampuni nyawanya.


Keesokan harinya Lin Fan dan Bing Wei serta Jiang Xing melanjutkan perjalanannya mengelilingi seluruh benua selatan. Sudah lama mereka selalu mencari kesana kemari tetapi tidak ada tanda tanda dari Bing Yun.


Mereka bertiga pun melanjutkan perjalanannya mencari ke benua timur yang sama luasnya dengan benua selatan, tetapi kekuatannya hampir mendekati benua barat.


Mereka bertiga pun sampai di benua timur dan Lin Fan kaget karena alat yang diberikan Lin Long sepertinya menunjukkan sebuah arah.


"Ini alat ini sepertinya menunjukkan sebuah arah!" ucap Lin Fan. "Saudara Lin lebih baik kita ikuti alat itu siapa tau alat itu memang berguna" ucap Bing Wei serius. "Baiklah ayo kita ikuti" ucap Lin Fan.


Lin Fan kini terlihat serius melihat alat itu terbang pergi ke suatu arah, akhirnya mereka bertiga mengikuti arah alat itu.


Di sebuah hutan yang luas, terdapat seorang wanita yang dikejar oleh sekelompok orang berbadan besar, tampak pedang yang mereka gunakan besar dan kepala mereka botak.


"Hahahaha gadis cantik kemana kamu pergi?, bahkan kamu pergi ke manapun, kamu tidak akan bisa keluar dari hutan ini" ucap salah satu anggota kelompok tersebut.


"Gawat, aku harus melawan mereka!, tetapi mereka di tingkat pendekar kaisar puncak, aku hanya di pendekar kaisar awal" bathin gadis tersebut.


Gadis tersebut berhenti di tempat yang luas, tampak gadis itu ingin melawan 10 orang sekaligus beserta pemimpinnya.


"Hahaha kamu akhirnya berhenti juga gadis manis, apakah kamu mau memberikan tubuhmu kepadaku?, aku akan membuatmu nyaman, hahaha" ucap pria tersebut dan ketawa bersama teman temannya.


"Jangan harap!, aku akan melawan kalian semua!" ucap gadis tersebut melesat maju ke arah salah satu pria tersebut.


"Jurus Pedang Hujan Es!!!!" ucap gadis tersebut melepaskan jurusnya ke arah pria tersebut. Tampak sebuah es berbentuk di atas langit berupa pedang es yang banyak melesat turun kearah kelompok tersebut.


"Hohoho hanya begini?, perisai sisik landak!!!" ucap mereka serentak membuat pelindung berbentuk energi sebuah sisik landak.


Para kelompok tersebut tidak ada goresan sedikit pun, mereka begitu tertawa dan begitu senang melihat gadis di depannya karena sangat menarik.


"Uhuk..Kalian... !!!" darah seteguk keluar dari mulut gadis tersebut. "Padahal itu adalah jurus terkuatku saat ini yang kukuasai tetapi dihadapan tingkat pendekar kaisar puncak tidak ada apa apanya" bathin gadis tersebut yang hilang harapan.


Gadis tersebut pun tersenyum mengingat masa lalunya yang begitu tragis. "Kakak Fan mungkin kita tidak ditakdirkan untuk bersama, maafkan Xue'er yang tidak bisa melihat kakak Fan lagi" gumam gadis tersebut tersenyum yang tidak lain adalah Bing Yun.


Para pria tersebut begitu senang karena melihat Bing Yun tersenyum. Pemimpin kelompok tersebut melesat dengan cepat untuk menangkap Bing Yun karena merasa Bing Yun sudah hilang harapan.


"Hahahaha aku akan menangkapmu gadis cantik" ucap pemimpin tersebut melesat dengan cepat ke arah Bing Yun.


"Kakak Fan aku mencintaimu" ucap Bing Yun tersenyum menutup matanya karena mungkin dirinya akan mengalami hal tragis seperti masa lalu.


Tetapi tidak disangka sangka pemimpin kelompok tersebut tidam bergerak sama sekali, namun tubuhnya terbelah menjadi dua di hadapan Bing Yun.


Swosh...


Saat Bing Yun menunggu kedatangan serang pemimpin tersebut, Bing Yun berinisiatif membuka matanya tampak tubuh pemimpin tersebut terbelah menjadi dua, dan didekatnya ada seorang pria bertopeng yang dia kenali.


"Ka...kaka Fan?, apakah kamu benar benar kakak Fan?" ucap Bing Yun belutut, matanya memerah, dan airmata keluar dari matanya dan membasahi pipinya.


Cerita singkat sebelum Lin Fan datang menolong Bing Yun.


Di atas langit Lin Fan dan pasangan tersebut melesat cepat. "Saudara Jiang dan Saudari Bing Wei, aku akan duluan, aku punya firasat buruk!" ucap Lin Fan tanpa menunggu keputusan mereka berdua melesat dengan cepat terbang menuju ke arah alat itu.


Bing Wei dan Jiang Xing tidak bisa menyamai kecepatan Lin Fan dan hanya bisa pasrah dan menurut dengan perkataannya.


Lin Fan kini melesat dengan cepat dan akhirnya dia dibawa oleh pentunjuk ke sebuah hutan yang luas, Lin Fan mencari cari dan akhirnya menemukan sekelompok pria mengeluarkan jurusnya untuk melindungi diri serangan oleh perempuan.


"Itu!, dia pasti Xue'er sekaligus dewi phoenix es!" ucap Lin Fan melesat ke arah mereka, saat pemimpin kelompok tersebut melesat ke arah Bing Yun, Lin Fan mendengar ucapannya yaitu "Kakak Fan aku mencintaimu" sambil menutup mata.


Lin Fan akhirnya sempat menolong Bing Yun dan menebas tubuh pemimpin tersebut menjadi dua.


Pria tersebut menoleh ke arahnya dan tersenyum mengucapkan "Xue'er maafkan aku yang tidak bisa melindungimu, tetapi kali ini aku akan selalu menjagamu, aku juga mencintaimu" ucap Lin Fan.


Bing Yun mendengar sebutan yang dia kenali pun menangis sejadi jadinya dan kemudian menuju dan memeluk erat Lin Fan.


"Kakak Fan aku.. aku tidak menyangka kakak Fan benar benar masih hidup, aku.. sangat merindukan kakak Fan" ucap Yun Xue atau Bing Yun menangis memeluk Lin Fan.


"Nanti aku akan menjelaskan semuanya dan kamu jelaskan semuanya kepadaku, sebelum itu aku harus mengurus para bajingan itu terlebih dahulu" ucap Lin Fan menatap tajam kelompok tersebut.


Kelompok tersebut yang berada di atas awan, kini menciut karena melihat pemimpinnya di tebas sekali tebasan.


"Kalian, tidak ada ampunan hari ini, bahkan kalian memohon bersujud pun tidak akan kumaafkan" ucap Lin Fan mengeluarkan hawa membunuh yang begitu pekat melesat ke arah mereka semua.


Swohhss...


Swizhz..


Boomm...


Semua tubuh mereka terbelah menjadi berkeping keping karena kemarahanin Fan yang telah menyakiti Bing Yun atau Yun Xue.