LEGENDA SANG DEWA PEDANG

LEGENDA SANG DEWA PEDANG
Lin Fan Dimarahi


Sha Yu tertawa penuh kemenangan saat melihat ekspresi lawannya, dia yakin bahwa dengan kekuatannya saat ini, tidak ada yang bisa melawannya.


"Kenapa kalian tidak menyerang?, baiklah kalau begitu aku akan mulai!" ucap Sha Yu melesat dengan cepat mengarahkan tangannya yang berubah menjadi sirip yang tajam kearah Gui Chen.


Gui Chen yang melihat kecepatan tersebut tidak mampu menandinginnya hanya mengeluarkan perisai pelindungnya.


Boommm...


"Uhukk..." tegukan darah keluar dari mulutnya akibat serangan tersebut.


"Hahaha dasar lemah, matilah kau!" ucap Sha Yu melesat dengan cepat mengarahkan siripnya ke arah leher Gui Chen.


Tiba tiba serangannya ditahan oleh Lin Bai dan Lin Long.


Booom....


Lin Bai dan Lin Long terlempar jauh akibat serangan yang dikeluarkan oleh Sha Yu.


"Uhuk.." keduanya meneguk darah keluar dari mulutnya.


Walaupun mereka berdua bisa menahan serangan dari Sha Yu tetapi tetap saja, mereka terlempar jauh karena tekanan kekuatannnya yang begitu besar.


"Hahahaha ternyata hanya segini kemampuan kalian?!, cih mentang mentang dapat menghabisi pasukanku, tetapi ternyata kalian lemah!" ucap Sha Yu membuat Lin Bai dan Lin Long menggertakkan giginya.


Seandainya mereka berdua tau jika ada benua lain yang memiliki tingkat seperti di dunia dewa maka sudah lama mereka fokus meningkatkan kekuatannya.


Lin Fan kini begitu kesal karena kedua pengikutnya dikatakan lemah oleh Sha Yu. Dia kemudian mengeluarkan senjata dewa milik dewa pedang 100 juta tahun yang lalu.


Pedang itu berwarna emas, dan gagangnya berwarna hitam, tampak armor dan pedangnya begitu serasi bagaikan dewa perang.


Lin Fan kemudian mengeluarkan seluruh kekuatan penuhnya melesat kearah Sha Yu mengeluarkan jurusnya.


Sha Yu yang melihat energi pedangnya berubah menjadi besar dan besar pun mengerutkan keningnya karena tekanan yang besar mengarah kepadanya.


Sha Yu juga mengeluarkan kekuatannya dan membentuk perisai sirip hiu melindungi seluruh tubuhnya.


Booomm...


Lin Fan terlempar begitu jauh tetapi Sha Yu haanya terlempar 2 langkah saja.


"Arghhkkkk" suara teriakan kesakita keluar dari mulut Lin Fan, sudah lama dia tidak merasakan pertarungan seperti ini selama dia terdampar di benua Zhanshi.


"Tuannn!!!" Lin Bai dan Lin Long kemudian menghampiri Lin Fan karena takut tuannya kenapa napa.


"Tuan anda tidak apa apa?" ucap mereka khawatir kepada tuannya.


"Uhuk, dia sangat kuat" ucap Lin Fan yang kekuatannya terkuras habis karena telah mengeluarkan semuanya.


"Hahahahaha, dasar lemah!, matilah kau!" ucap Sha Yu melesat kearah Lin Fan, membuat Lin Bai dan Lin Long tidak sempat melihat kecepatan dari Sha Yu.


Boomm...


Lin Fan terlempar sangat jauh, untungnya Lin Fan sempat mengeluarkan sisa tenaganya untuk membuat perisai pelindung, jika tidak dia pasti akan mati.


Lin Fan kini terlempar dan pingsan memasuki lautan tersebut, Lin Bai dan Lin Long ingin menyelamatkan Lin Fan yang tenggelam tetapi mereka berdua ditendang keras oleh Sha Yu.


Boomm..


Tendangannya membuat Lin Bai dan Lin Long terlempar cukup jauh.


Gui Chen hanya bisa nenggertakkan giginya karena tidak bisa berbuat apa apa, bahkan pasukannya juga sudah semakin ketakutan melihat sosok Sha Yu yang berubah menjadi iblis.


"Kalian begitu lemah!, untung saja aku bekerja sama dengan bangsa iblis, jika tidak mungkin aku yang akan mati" ucap Sha Yu yang sudah berada di atas awan. Dia kemudian terbang kearah Gui Chen..


"Gui Chen, serahkan mutiara naga itu sekarang!" ucap Sha Yu yang menginginkan mutiara tersebut karena merupakan tugas dari bangsa iblis.


"Walaupun aku dan pasukanku mati, aku tidak akan membiarkan mutiara ini jatuh ketanganmu!" ucap Gui Chen yang tidak takut kematian.


"Baiklah kalau itu maumu aku akan mengabulkannya!" ucap Sha Yu melesat cepat kearah Gui Chen.


"Serang!!" ucap Gui Chen menyuruh pasukannya menyerang Sha Yu. Mereka semua maju menyerang tanpa takut sama sekali.


Di dalam kedalaman laut, Lin Fan tidak sadarkan diri.


"Aku ada dimana?" Lin Fan melihat sekelilingnya hanya kegelapan.


Tiba tiba didalam kegelapan tersebut muncul cahaya emas berubah wujud menjadi sosok pria tampan berarmor emas.


"Anak muda, kita bertemu kembali" ucap pria tersebut yang tak lain adalah dewa pedang.


"Eh?, apakah aku sudah mati?" ucap Lin Fan yang sadar karena dulu dewa pedang mengatakan bahwa dirinya akan lenyap sepenuhnya.


"Dasar bodoh, bocah kau belum mati, ini hanya alam bawah sadarmu sama seperti pertama kali kita bertemu" ucap dewa pedang.


"Murid memberi hormat kepada guru, guru tapi dulu anda pernah bilang, bahwa saat itu anda akan mengholang selamanya?" tanya Lin Fan heran.


"Waktu itu aku hanya sengaja, aku mau melihat perjalananmu, tetapi kenapa kau menundanya selama 9 tahun hah?!" ucap dewa pedang kesal karena Lin Fan tidak menjalankan tugas dari dewa pedang.


"Ah itu.., guru pasti tau aku ingin menikmati masa masa bahagia bersama keluargaku, guru pasti mengerti" ucap Lin Fan tidak menyangka bahwa dia selama ini diawasi oleh dewa pedang.


"Dasar bocah, kenapa kau tidak meningkatkan kekuatanmu selama ini?!, lihat kan? kau hampir mati oleh seekor semut seperti itu?!" ucap dewa pedang kesal.


"Ah itu, aku juga tidak tau kenapa tubuhku tidak bisa naik tingkat" ucap Lin Fan yang selama ini mencoba meningkatkan kekuatannya tetapi tidak bisa.


"Bocah, tentu saja kau tidak tau, teknik kultivasi dewa giok yang kau pakai hanya sebagiannya saja" ucap dewa pedang membuat Lin Fan terkejut.


"Benarkah?, jadi selama ini teknik yang aku gunakan hanya sebagianbya saja?" ucap Lin Fan tidak percaya.


"Bocah sebenarnya tidak masalah kalau tingkat kultivasimu berbeda dengan semut itu, apakah kau tau bahwa energi dewa giok mu lebih murni dan padat daripada energi semut itu?" ucap dewa pedang.


"Itu...."


"Dan kenapa kau tidak menggunakan jurus andalanku? ha?, kenapa kau selalu menggunakan jurus rendahan seperti itu?, jurus yang kau pakai tadi tidak selaras dengan energi dewa giokmu, jadi energimu cepat habis!" ucap dewa pedang memarahi Lin Fan.


"Jadi selama ini aku menggunakan jurus yang tidak selaras dengan energi dewa giok milikku?, berarti percuma saja aku memodifikasi jurus itu dong?" ucap Lin Fan yang tidak menyangka dirinya telah salah menggunakan kejeniusan yang diwariskan oleh dewa pedang.


"Bocah, kau bisa memodifikasid dan menciptakan sebuah jurus jika jurus itu sesuai dengan energi dewa giok, jika jurus itu berasal dari internal, itu tidak sesuai dengan energimu" ucap dewa pedang menjelaskan kepada Lin Fan.


"Jadi selama ini aku selalu meremehkan musuhku yang tidak setingkat denganku?, sebaliknya aku meremehkan musuhku yang berada di atas tingkatku" ucap Lin Fan sadar karena kekuatannya.


"Bocah, seandainya kau menggunakan jurusku, mungkin kau bisa seimbang melawannya, tetapi kau hanya menggunakan armor dan pedangku, sama saja bohong" ucap dewa pedang. "Kamu memakai armor dewa dan pedang dewaku tetapi kau menggunakan jurus yang tidak sesuai dengan senjataku dan armor itu?, dasar bodoh" ucap dewa pedang kesal karena Lin Fan tidak menyadari semuanya.