
Lin Fan kemudian mengajarkan mereka cara terbang menggunakan sebuah pedang dengan teknik yang begitu mudah dipahami. Beberapa hari kemudian mereka berdua pun akhirnya bisa terbang menggunakan pedangnya. Teknik yang Lin Fan ajarkan begitu mudah dah tidak banyak menguras tenaga dalam bahkan lebih hemat.
Mereka berdua begitu senang karena akhirnya mereka bisa terbang dan tidak lagi bermimpi.
"Saudara Lin Fab terima kasih, kami bersumpah tidak akan membocorkan teknik ini kepada siapapun kecuali persetujuan dari saudara Lin" ucap mereka serentak.
"Baiklah baiklah, setiap hari kalian berterima kasih terus, lebih baik kita lanjutkan perjalanan kita untuk mencari Bing Yun" ucap Lin Fan. "Hehehe saudara Lin anda sangat baik kepada kami, suatu saat kami akan membalasnya berkali kali lipat" ucap mereka begitu bahagia bertemu Lin Fan.
Mereka bertiga pun melesat terbang bersama sama, berhari hari Lin Fan menelusuri dari atas dan mengecek jiwa spiritual tubuh suci phoenix es. Lin Long memberikan Lin Fan sebuah alat untuk mendeteksi keberadaan reinkarnasi dewi phoenix es.
Lin Fan tidak begitu mengerti dengan alat pemberian Lin Long yang begitu kuno yang terlihat berusia ratusan juta tahun, tetapi Lin Fan tetap menggunakannya siapa tau memang berguna.
Lin Fan kemudian singgah di kota terbesar benua selatan, mereka tampak berhenti untuk menginap di sebuah penginapan.
Keesokan harinya mereka bertiga tampak berada di sebuah restoran untuk sarapan bersama.
"Tuan anda mau memesan apa?" ucap pelayan tersebut ramah. "Makanan dan minuman serta arak terbaik untuk kami bertiga" ucap Lin Fan. "Tuan biayanya 90 koin emas" ucap pelayan tersebut. "Apakah ini cukup?" ucap Lin Fan memberikan 200 koin emas.
Sang pelayan itupun terkejut karena uang tersebut sangatlah banyak. "Tuan ini...". "Ambil saja kembaliannya" ucap Lin Fan tersenyum ramah. "Ba..baiklah kalau begitu tuan, terima kasih banyak, aku akan menyiapkan hidangan yang begitu spesial untuk anda dan rekan anda" ucap pelayan tersebut bergegas untuk membuat pesanan Lin Fan.
Bing Wei dan Jiang Xing terkejut karena Lin Fan memberikan uang lebih kepada pelayan tersebut. "Saudara Jiang dan Saudari Bing Wei kenapa?, hahaha tenang saja, masalah uang aku masih banyak" ucap Lin Fan membuat mereka menelan ludah.
Glup...
Saat keterkejutan mereka berdua, mereka bertiga spontan mendengar suara keributan dari luar restoran.
Di luar restoran seorang pemuda bangsawan datang ke restoran tersebut bersama pengawalnya, dan tampak pemuda tersebut begitu arogan menindas seseorang yang menghalangi jalannya.
"Saudara Lin apa yang harus kita lakukan?" ucap mereka berdua. "Tenang saja" ucap Lin Fan tenang kepada mereka. Mereka pun menurut dan tidak bertanya lagi.
Disisi lain pemuda tersebut melihat pria bertopeng, dan satunya pemuda dan seorang gadia yang begitu cantik, tampak tatapan buasnya merajalela kemana mana melihat kecantikan yang begitu menggoda.
Bing Wei yang menyadari tubuhnya ditatap begitu buas oleh pemuda tersebut pun mengerutkan keningnya. "Saudara Lin, apa yang harus kita lakukan?" ucap Bing Wei yang tidak senang ditatap seperti itu. "Tenang saja" ucap Lin Fan lagi dengan nada tenang.
"Hahahaha hey kau gadis cantik, bolehkah tuan muda ini mengajakmu minum bersama?" ucap pemuda tersebut tetapi tetap diacuhkan oleh mereka. Tampak wajahnya merah marah karena di acuhkan.
"Kau!, pengawal! cepat hancurkan mereka dan bawa gadis ini kepadaku!" ucap pemuda tersebut kemudian para pengawalnya mulai bergeraj menyerang. Tetapi disaat mereka menyerang Lin Fan mengeluarkan hawa membunuh kepada pengawal tersebut membuat tubuh mereka diam dan membeku.
"Ap..apaa? kenapa kalian tidak bergerak!" ucap pemuda tersebut. Para pengawal pun tidak bisa berkata kata karena tekanan membunuh begitu kuat bagaikan menghadapi seorang monter iblis di depan mata mereka sehingga mereka tidak bisa bernafas dengan lega.
"Hey ada apa ini?, aku tidak tau kalian siapa, dan aku tidak ingin tau kalian dari mana, jadi jika kalian tidak mau mati lebih baik pulanglah, dan aku hanya ingatkan kalian 1x, jika kalian tetap bersikeras untuk menyerang, aku akan memotong semua tubuh kalian" ucap Lin Fan mengeluarkan tekanan yang lebih kuat dari sebelumnya.
"Tu..tuan muda, kami mohon jangan mencari masalah dengan pendekar tersebut" ucap pengawal tersebut tetapi pemuda tersebut tetap kokoh ingin meniduri Bing Wei.
"Kalian takut?!, dasar sampah!!" ucap pemuda tersebut tetapi para pengawal itu memberika pukulan kepada tuan mudanya.
Bukk...
Bugh...
Bomm..
"Arggkkk.... " Jeritan kesakitan keluar dari mulut pemuda itu. "Ka..kalian!" ucap pemuda itu begitu kesal karena perbuatan pengawalnya.
"Dasar tuan muda bodoh, tolong perhatikan orang itu dulu, dia adalah pendekar tingkat tinggi bahkan kota ini bisa hancur jika tuan muda menyinggungnya!" ucap pengawal tersebut tidak ingin mengambil resiko.
"Benar, tuan muda kami akan mengambil hukuman kami saat kembali ke kediaman penguasa kota, tetapi tolong jangan singgung pendekar itu" ucap pengawal tersebut.
Lin Fan dan keduanya tertawa melihat kejadian tersebut begitu lucu. Tampak wajah merah marah dan benci pemuda tersebut menatap mereka bertiga.
"Hey benar kata pengawalmu, kau benar benar bodoh!, pulang saja sana mengadu ke orang tuamu, dan tunggu aku disana, aku akan datang nanti" ucap Lin Fan mengusir tuan muda tersebut dan pengawalnya.
"Kau!!... tunggu saja!" ucap pemuda tersebut berlari kembali ke kediamannya bersama dengan pengawalnya mengikutinya dari belakang.
"Saudara Lin apakah benar kamu akan kesana?" tanya Jiang Xing kepada Lin Fan. "Nanti setelah kita makan, aku akan kesana, dan kalian tunggu saja aku dipenginapan" ucap Lin Fan kepada mereka. "Baiklah saudara Lin, tetapi apakah kamu tidak membutuhkan kami?" ucap Jiang Xing. "Ini hanya masalah kecil kok tenang saja" ucap Lin Fan. "Baiklah saudara Lin, kamu harus berhati hati" ucap mereka berdua.
Mereka pun telah selesai makan, Lin Fan pergi menuju ke kediamab penguasa kota dan Jiang Xing serta Bing Wei kembali ke penginapan.
Lin Fan bertanya arah penguasa kota ke beberapa penduduk tampak lokasinya tidak terlalu jauh dari restoran mahal tersebut.
Di depan kediaman penguasa kota Hunan, Lin Fan berdiri dan dihadang oleh penjaga. "Berhenti!, ada keperluan apa anda ke kediaman penguasa kota?" ucap penjaga tersebut.
"Aku mau menbuat perhitungan kepada penguasa kota ini karena sikap buruk dari anaknya" ucal Lin Fan membuat wajah oenjaga tersebut berubah menjadi marah. "Ternyata kau!, cepat panggil para prajurit jangan biarkan dia memasuki kediaman ini!" ucap penjaga tersebut.
"Ada penyusup!!!!" ucap penjaga tersebut teriak memanggil semua prajurit. Beberala saat kemudian tampak ribuan prajurit datang mengepung Lin Fan.
"Dia!, dia orangnya yang telah membuat tuan muda Long Nan dipermalukan oleh pengawal penghianat!" ucap prajurit tersebut membuat Lin Fan mengerutkan keningnya.
"Ohh kemana pengawal yang berkhianat itu?" tanya Lin Fan. "Mereka semua akan dihukum mati besok!, dan sekarang kau juga akan ikut bersama mereka!" ucap prajurit tersebut melesat dengan cepat kearah Lin Fan.