
Hari pernikahan Kiara dan Xavier akhirnya tiba. Leon datang bersama Rindu dengan pakaian senada yang sudah disiapkan oleh Leon. Meski Rindu hanya bekerja sebagai sekretaris, tetapi dia memiliki banyak pekerjaan yang berhubungan dengan kehidupan pribadi Leon, seperti saat ini. Menghadiri pesta seolah dia adalah pasangan untuk Leon.
Leon diminta untuk menjadi saksi di pernikahan Kiara dan Xavier. Tentu saja dia tidak keberatan akan hal itu. Laki-laki itu malah menggoda calon pengantin laki-laki yang terlihat tegang menunggu calon pengantin wanitanya.
“Mikirin apa, Kak? Takut salah ngomong apa malah lagi ngebayangin nanti malam?” goda Leon yang membuat Xavier geleng-geleng kepala.
“Nggak ada. Biasa aja kok,” jawab Xavier berusaha tidak terlihat gugup. Padahal berkali-kali ia mengambil napas berat untuk menetralkan debaran di jantungnya yang semakin cepat.
“Alah. Nggak usah pura-pura. Orang nikah ‘kan memang ingin merasakan yang halal.” Leon lagi-lagi menggoda kakak sepupunya itu.
Sementara itu, Kimmy dan Dera yang juga menunggu calon pengantin justru asyik membicarakan Leon dan Xavier yang sudah sama-sama dewasa.
“Leon tadi datang sama siapa sih, Ra? Cantik banget, kayaknya pacar baru dia ya?” tanya Kimmy pada adik iparnya itu.
“Bukan, dia sekretarisnya yang menggantikan Kiara. Sebenarnya dia itu temannya Ellea,” jawab Dera.
“Tapi, kayaknya Leon suka sama perempuan itu ya.”
“Aku juga nggak tahu sih, Kim. Tapi, kamu sendiri ‘kan dia playboy banget. Gonta ganti pacar terus, mana mau Rindu sama Leon. Si Rindu itu pernah gagal menikah. Ya, kalau pun Leon suka sama Rindu, semoga kali ini yang terakhir.”
“Aamiin, semoga Rindu bisa mengubah Leon menjadi lebih baik. Ternyata, bayi toge kita sudah besar ya, Ra.”
“Iya, Kim. Seperti Xavier yang lagi menyambut hari bahagianya. Semoga anak-anak kita selalu bahagia dengan pernikahan mereka.”
“Kalian lagi ngomongin anak-anak ya.” Arsen datang mendekati adik dan istrinya itu.
“Tapi setelah gede Xavier sudah nggak kayak landak lagi ya,” sahut Zayn yang juga menghampiri istri dan iparnya.
Mereka berempat sama-sama bahagia melihat anak-anak mereka tumbuh dewasa, bahkan anak-anak itu sudah waktunya menjalani kehidupan rumah tangga.
***
***
Dengan balutan busana pengantin, Kiara menghampiri Xavier yang sudah menunggunya. Semua mata pun tertuju pada Kiara yang terlihat anggun dan menawan. Wanita itu menghela napas panjang setelah berhasil duduk di samping Xavier. Tiba-tiba ada yang menggenggam tangan kanannya dengan erat. Dia menoleh pada pria tampan di sebelahnya yang sedang menatap lurus ke depan.
“Kamu cantik banget,” kata laki-laki itu yang pandangannya tetap tertuju pada penghulu yang akan menikahkan mereka.
Seperti berada di musim semi yang dipenuhi bunga, perasaan Kiara seperti sedang menari di hamparan bunga-bunga yang indah berwarna-warni. Hingga akhirnya, saat yang paling sakral dalam hidupnya pun tiba. Saat Xavier dengan lantang mengucapkan janji suci pernikahan atas nama Tuhan di hadapan penghulu, ayah Kiara dan juga dua saksi pernikahan mereka. Detik ini juga Kiara telah sah menjadi istri seorang Xavier.
Atas arahan dari penghulu, Kiara mencium tangan Xavier dengan takzim. Lalu, Xavier pun membalas dengan kecupan mesra yang cukup lama di kening Kiara.
“Aku mencintaimu. Ini adalah bukti nyata cintaku untukmu, Kiara,” ucap Xavier setengah berbisik.
“Aku juga mencintaimu Xavier. Maksudku, suamiku,” balas Kiara dengan malu-malu.
🦄🦄🦄Dua bab lagi menuju tamat, info give away nanti ada di part paling akhir ya Gaess🍭🍭🍭