Kubuat Kau Bertekuk Lutut

Kubuat Kau Bertekuk Lutut
KKBL Bab 79


Sebuah restoran cepat saji menjadi tempat Xavier menunggu kedatangan Kiara. Calon pengantin pria itu memang sering membuat jadwal makan siang bersama calon istrinya, salah satu wujud cintanya pada Kiara. Dia ingin membuktikan pada wanita itu bahwa dia sangat mencintai Kiara.


Lima menit setelah Xavier sampai, akhirnya Kiara dan dua orang lainnya datang juga. Xavier sedikit terkejut saat melihat Leon dan Rindu yang juga ikut bergabung untuk makan siang. Dia memberi kode pada Kiara untuk meminta penjelasan lebih mengenai apa yang terjadi sebenarnya.


“Selamat siang Tuan Xavier, maaf kami datang terlambat,” ucap Leon sembari menjabat tangan Xavier dengan mengedipkan sebelah matanya.


Xavier yang masih belum mengerti apa-apa hanya bisa membalas jabatan tangan Leon dengan ekspresi bingung. “Ya, ya. Tuan Leon saya sedikit bingung, tapi it’s ok,” jawab Xavier.


Melihat ekspresi wajah Xavier yang menggemaskan, Kiara menunduk dengan wajah tersipu menahan tawa. Mendadak kadar cintanya pada Xavier jadi bertambah besar. Lucu sekali dia.


“Oh, tidak usah bingung Tuan, perkenalkan ini adalah Rindu sekretaris baru saya yang akan menggantikan Nona Kiara.” Leon memperkenalkan Rindu pada Xavier.


“Selamat siang Tuan,” ucap Rindu mengulurkan tangan.


“Oh, siang juga. Xavier dari MA grup,” balas Xavier. “Nona Kiara apa kabar? Makin hari makin cantik saja.” Kini tatapan Xavier beralih pada calon istrinya yang sepertinya sedang memainkan drama bersama atasannya.


“Baik, Tuan Xavier. Terima kasih untuk pujiannya.”


“Semoga lancar ya pernikahannya.”


“Terima kasih Anda juga, Tuan.”


Rindu yang tidak mengerti apa-apa ikut terpesona dengan interaksi Xavier dan Kiara. Dia pikir, mungkin dia nanti akan menirukan gaya Kiara yang seperti itu juga. Sementara itu, Leon yang menjadi dalang utama sandiwara itu berusaha menahan tawanya melihat ekspresi Rindu yang berhasil masuk ke dalam drama mereka.


** 


** 


**


Kiara dan Rindu berjalan mengikuti Leon untuk keluar dari kantor. Saat di lobi, Leon menghentikan langkahnya saat melihat Xavier duduk di sofa tunggu.


“Bukankah itu Tuan Xavier?” tanya Rindu dengan berbisik pada Kiara.


“Aku duluan ya,” balas Kiara sembari tersenyum. “Permisi, Pak Leon. Saya pulang dulu.” Kiara menundukkan kepala pada Leon.


“Ya, hati-hati Kia.”


Kiara menghampiri Xavier yang kini berdiri menunggunya. Mereka saling berpelukan dan Xavier mengecup kepala Kiara sebelum melambaikan tangan pada Leon. Keduanya meninggalkan Rindu yang mematung di belakang Leon.


“Apa Nona Kiara berpacaran sama Tuan Xavier?” gumam Rindu yang bisa didengar jelas oleh Leon.


Leon berbalik badan, dia kini menunduk menatap Rindu yang tingginya jauh di bawahnya. Dia menatap ke dalam mata Rindu yang balas menatapnya dengan bingung. “Kiara itu mantan sekretarisnya Kak Xavier yang sekarang menjadi calon istrinya,” ucap Leon.


Rindu yang ditatap sangat dekat oleh Leon malah merasa aneh dan salah tingkah. Ternyata, dilihat dari dekat, Leon memang tampan dan memesona.


“Se-sekretaris!?” Rindu memicingkan mata. 


Leon memundurkan tubuhnya. Lalu dia berkata, “Ya, banyak kok kasus seperti itu. Awalnya jadi sekretaris, lama-lama bosnya terpikat dan mereka menikah.


“Kalau seperti itu ceritanya, beruntung sekali ya Nona Kiara,” ucap Rindu yang menatap kepergian Kiara dan Xavier dengan memiringkan kepala, bibirnya tersenyum simpul.


“Kamu berharap jadi istri saya juga?”


 


🦄🦄🦄Bukannya kamu yang berharap ya Leon, wkkkk🍭🍭🍭