Kubuat Kau Bertekuk Lutut

Kubuat Kau Bertekuk Lutut
KKBL Bab 45


Diska sedang menanti hari-hari menjelang persalinan, sekaligus hari pernikahannya dengan Xavier. Ia sudah mengatur pernikahan yang sangat mewah sesuai keinginannya selama ini. Ia memesan gaun, buket bunga, dekorasi, gedung dan desain undangan semua ia atur sendiri, karena Xavier membebaskannya untuk hal itu.


Sementara itu, Kiara akhirnya datang kembali ke Jakarta setelah dua minggu tidak bertemu dengan Xavier. Selain karena permintaan Xavier, ia juga merindukan orang tuanya sehingga ia memutuskan untuk kembali ke Jakarta. Xavier dan Kiara sudah membuat janji untuk bertemu di sebuah pusat perbelanjaan elite milik sepupu Xavier.


Kiara sudah menunggu kedatangan Xavier di kafe di mal tersebut. Ia memakai kalung yang diberikan Xavier beberapa waktu sebelum ia meninggalkan laki-laki itu. Xavier yang baru pulang dari kantor pun langsung menghampiri Kiara.


“Sudah lama?” tanya Xavier sembari merangkul Kiara yang berdiri menyambutnya.


Kiara tersenyum sangat manis, rambutnya dibiarkan tergerai menutupi bahunya yang memakai gaun lengan terbuka. “Belum lama kok. Macet banget ya?” tanya Kiara sebelum akhirnya mereka duduk berdampingan.


Xavier melepaskan jasnya lalu kembali merangkul Kiara. “Ya, tadi lumayan macet. Kamu tahu nggak, aku sudah emosi jiwa tadi pas di jalan, pengen cepet-cepet sampai. Aku kangen banget sama kamu, Kia.” Xavier mengecup puncak kepala Kiara yang bersandar di bahunya. Rasa rindunya terasa sangat menyiksa, tapi Xavier bahagia karena tinggal beberapa minggu lagi Diska akan segera melahirkan.


Kiara menoleh, lalu mencuri cium di pipi Xavier. Ia menyembunyikan lagi wajahnya di dada Xavier. Mereka seolah lupa jika mungkin saja ada pasang mata yang mengenali mereka dan melapor pada Diska.


Namun, Kiara memang menginginkan hal itu terjadi. Ia ingin Diska melihatnya bersama Xavier dan merasakan sakit hati yang mendalam. Xavier menginginkan anak itu dan Kiara rasa kehamilan Diska sudah cukup kuat sekarang. Akan lebih baik lagi jika wanita itu melahirkan secepatnya.


“Eh, udah berani cium-cium ya.” Xavier bergerak hendak mencium Kiara balik, tapi pelayan kafe datang dan mengacaukan adegan romantis itu.


“Kalau kangen, gimana kalau aku kerja jadi sekretaris kamu lagi,” ucap Kiara dengan suara lembut yang terdengar manis di telinga Xavier.


Laki-laki itu hanya bisa terdiam. Ia sangat setuju jika Kiara bekerja bersamanya sehingga mereka bisa berduaan terus. Akan tetapi, kalau sampai Diska tahu, itu bisa mengancam keselamatan Kiara, dan juga ia khawatir jika sampai terjadi sesuatu dengan kandungan Diska.


“Sayang, aku seneng banget kalau kamu kerja di kantor lagi sama aku, tapi kamu kan tahu posisi aku, dan bayi Diska itu sangat penting. Aku nggak mau terjadi apa-apa sama kandungannya,” balas Xavier.


Kiara sangat tahu apa yang dipikirkan Xavier saat ini, tapi dia juga ingin membuat hati Diska terluka sampai dia tidak bisa mengedalikan dirinya dan mengulang masa pembulian itu. “Padahal aku tuh pengen banget ketemu


kamu tiap hari, ke mana-mana ikut, dan yang paling aku kangenin, waktu bikinin kamu kopi.” Kiara mencoba memprovokasi Xavier supaya laki-laki itu bisa mengikuti rencananya.


Umpan Kiara ternyata berhasil. Xavier pun juga ingin mengulang masa-masa itu lagi. “Ya sudah, deh. Tapi, kalau Diska tahu bagaimana?”


“Dia, kan, di rumah terus. Nggak akan ada yang tahu, aku janji akan bersikap profesional biar karyawan lain nggak curiga,” jawab Kiara yang kini merangkul lengan Xavier.


🦄🦄🦄Kembang kopinya jangan lupa gaess. Pokoknya nikmati saja alurnya, biar aku yang pusing mikir 😍😍😍🍭🍭🍭