Kubuat Kau Bertekuk Lutut

Kubuat Kau Bertekuk Lutut
KKBL Bab 36


Kiara menghempaskan tangan Xavier yang menggenggamnya. Wanita itu menatap sinis ke arah Xavier yang masih berlutut di hadapannya, menghilangkan harga dirinya sebagai bos besar di hadapan perempuan seperti Kiara.


"Xavier, sejak hari itu, kamu sudah kehilangan aku. Jadi, menjauhlah dari hidupku." Kiara melangkah hendak meninggalkan Xavier.


Namun, Xavier bergerak cepat dan berhasil menangkap Kiara lagi. Xavier meraba perut Kiara yang datar. Xavier kecewa karena wanita yang dicintainya itu tidak hamil.


"Apa kamu meminum pil penunda kehamilan, atau kamu malah menggugurkan anakku?" tanya Xaviwr dengan mata berkaca-kaca. Kehamilan Kiara adalah harapannya untuk bisa bersatu dengan Kiara, tapi sekarang ia terhempas lagi.


Kiara tertawa sinis. Ia sudah menduga Xavier akan berpikir seperti itu. "Aku bukan wanita bodoh Xavier, yang mau hamil di luar nikah dan menggunakan anak untuk mengikat sebuah hubungan. Lagipula, bukankah malam itu kamu sudah mendapatkan keinginanmu, yaitu tubuhku. Jadi, sekarang kita impas." Kiara menatap tajam Xavier yang melongo menatapnya.


Kiara sudah memperhitungkan waktu yang tepat untuk meninggalkan Xavier, Ia bahkan izin beberapa hari untuk menghitung masa suburnya dan mengulur waktu. Kiara memang sudah memprediksi bahwa Xavier tidak akan melepaskannya begitu saja. Ternyata benar, saat di bandara, anak buah Xavier berhasil mencegahnya pergi.


Kiara sudah mematangkan rencana, meninggalkan Xavier di ranjang panas mereka dan membuat Xavier semakin terpuruk. Sama seperti perasaannya dulu saat Xavier meninggalkannya yang disiksa Diska.


"Jadi, malam itu juga bagian dari rencanamu? Meninggalkanku sendirian di ranjang bekas percintaan kita?" Sorot mata tajam itu mengintimidasi Kiara. Berbulan-bulan ditinggalkan dengan rasa kehilangan yang membuatnya hampir gila.


"Ya benar. Jadi, bagaimana rasanya ditinggalkan saat kamu menaruh harapan terlalu besar?" Kiara tertawa mengejek Xavier yang hanya menatap dan memperhatikan setiap gerakan bibir dan matanya.


"Maaf Kiara. Aku benar-benar menyesal. Aku nggak pernah tahu Diska separah itu melakukan pembulian sama kamu. Aku terlalu sibuk dengan teman-teman dan urusan OSIS. Maaf, Kiara."


"Aku nggak bisa, bagiku saat terakhir aku sekolah dan kamu ninggalin aku. Saat itu juga aku membencimu seumur hidupku Xavier." Kiara bergerak lagi.


"Kamu mau apa? Mau mengulang malam itu sama aku?" Kiara tertawa kecil. "Jangan mimpi Xavier!" Kiara kini menatap tajam Xavier yang sudah menggebu-gebu menahan emosinya.


"Aku sangat mencintaimu Kiara, bukan hanya ingin menikmati tubuhmu," ucap Xavier. Sesak di dadanya membuat Xavier menyandarkan kepalanya di pundak Kiara tanpa melapaskan kedua tangannya.


"Mencintaiku!? Karena sekarang aku cantik?" Kiara kembali tertawa, menertawakan cinta Xavier yang menurutnya hanya memandang fisik.


"Tidak, itu tidak benar. Sejak kecil ... sejak kecil aku menyukai kamu. Bahkan, saat kamu pergi aku selalu menunggu di depan rumahmu karena aku berharap kamu akan kembali."


"Percuma Xavier, apa yang kamu lakukan itu sangat menyakitiku. Sekarang biarkan aku pergi karena aku tidak mau mengenalmu lagi." Kiara mendorong tubuh Xavier dengan keras, hingga pria itu terdorong, tapi genggaman tangan Xavier tetap membuat Kiara tidak bisa lepas. Hingga akhirnya, Xavier yang sudah kesal dan emosi, justru mencium bibir Kiara dengan paksa.


Kiara membiarkan Xavier, saat laki-laki itu lengah dan melepaskan tangannya, Kiara langsung mendorong lagi dan menam.par Xavier dengan keras.


"Berkali-kalipun kamu menam.parku, menyakiti hatiku separah apa pun, aku tidak akan melepaskanmu lagi." Xavier menatap dalam-dalam mata Kiara, bulir air mata meluncur dari kelopak matanya.


🦄🦄🦄


Mohon bersabar, ini ujian 😜 Kembang kopinya banyakin biar aku semangat, apalagi baca komentar-komentar kalian yang uwow banget di puncak konflik ini 🥰🥰


🍭🍭🍭