Kubuat Kau Bertekuk Lutut

Kubuat Kau Bertekuk Lutut
KKBL Bab 77


Rindu memicingkan mata saat mendengar penawaran Leon yang sangat menggiurkan itu. Baginya, uang yang ditawarkan Leon itu memang sangat besar, tetapi menjadi sekretaris pribadi apalagi di negara orang pasti tidak mudah. Akan butuh adaptasi dengan lingkungan dan pekerjaan yang baru. Apalagi, dia hanya lulusan SMA.


“Makasih buat penawarannya, tapi kayaknya aku nggak akan bisa jadi sekretaris kamu,” kata Rindu. Dia duduk di kursi ruang tamu dengan tubuh yang terasa lemas.


Kalau saja dia dulu menyelesaikan kuliahnya dengan baik, mungkin nasibnya tidak akan seperti ini. Semenjak ayahnya meninggal tiga tahun lalu, Rindu harus membiayai hidupnya sendiri. Dia bahkan harus menumpang di rumah pamannya karena rumah sederhananya telah diambil alih oleh pamannya yang lain.


“Kenapa tidak bisa?” tanya Leon bingung. Bukankah Rindu membutuhkan uang dan pekerjaan untuk melunasi hutangnya? Apa dia tidak mau bekerja di Singapura?


“Aku cuma lulusan SMA, kalau jadi sekretaris kamu, jelas pendidikan terakhirku itu sangat tidak ada apa-apanya. Kamu pasti butuh sekretaris profesional, ‘kan?”


Leon mengerutkan keningnya. Dia memang tidak tahu latar belakang pendidikan Rindu, tapi bukankah dia memang berniat untuk menolong gadis itu?


“I-itu, permintaan Ellea. Dia minta tolong sama aku buat kasih kamu pekerjaan,” jawab Leon berbohong.


“Ellea!?”


“Ya, itu permintaan Ellea, kalau kamu di kantor palingan jadi staf biasa, atau malah cuma jadi Office Girl. Kalau kamu mau kerja sama aku, aku bisa jadikan kamu sekretaris pribadi, setidaknya kamu bisa mengoperasikan komputer, ‘kan?”


Rindu menganggukkan kepala. Tawaran dari Leon sangat menggiurkan dan itu bisa membantu masalahnya saat ini.


“Aku itu orangnya nggak tegaan, makanya aku nggak bisa lihat kamu sampai nangis-nangis di kuburan kayak waktu itu. Tapi, kalau kamu nggak mau sih ya sudah, aku nggak maksa loh.” Leon menghabiskan minumannya, lalu dia berdiri seolah-olah dia akan segera pergi dari rumah Rindu.


“kamu mau pulang? Tapi kita ‘kan belum selesai bahas ini,” cegah Rindu yang masih belum mengambil keputusannya.


“Jadi bagaimana? Aku ini pengusaha yang setiap detiknya harus menghasilkan uang loh. Kalau kamu kelamaan mikir, aku bisa rugi besar,” balas Leon.


Dalam hati, pria itu bersorak karena berhasil membuat Rindu jadi kalang kabut. Kalau tidak digertak begini, Rindu pasti akan membuang-buang waktunya saja.


Rindu memejamkan mata, dia butuh uang dan dia harus bisa melakukannya.


“Oke, aku terima. Apa saja yang harus aku lakukan?”


Leon menjentikkan jarinya di depan wajah Rindu. “Bagus. Aku pastikan kamu tidak akan rugi kalau kamu bisa menjalankan tugas dengan baik,” kata Leon.


**


**


**


Setiap pagi, Xavier akan mengantarkan Kiara ke tempat kerjanya yaitu di kantor milik Leon. Laki-laki itu akan mengantarkan Kiara sampai di lobi gedung.


“Nanti jam makan siang aku jemput ya,” kata Xavier saat mereka sampai di kantor Leon.


“Iya, hati-hati ya.” Kiara melepaskan genggaman tangan Xavier sebelum laki-laki itu pergi. Sepertinya, rutinitas itu akan terus berlangsung selama Kiara masih bekerja di hari-hari terakhirnya itu.


Setelah Xavier pergi, Kiara yang melewati meja resepsionis, tiba-tiba dipanggil oleh pegawai resepsionis itu.


“Nona Kiara, ini adalah Nona Rindu yang ditunjuk oleh Tuan Leon untuk menggantikan Nona nantinya.”


Mendengar hal itu, Kiara menoleh pada Rindu yang berdiri di sampingnya.


“Hai, Nona Kiara. Saya Rindu, sekretaris pribadinya Tuan Leon,” ucap Rindu.


“Saya Kiara. Sekretarisnya Pak Leon.”


“Baguslah kalian berdua sudah di sini.” Leon tiba-tiba muncul membuat Kiara dan Rindu menoleh ke arahnya. “Kia, tolong ajari dia ya! Setelah kamu menikah saya akan bawa dia ke Singapura.” Leon berjalan lebih dulu menuju lift. Kiara dan Rindu pun mengikutinya dari belakang.


“Nona Kiara, sejujurnya saya tidak terlalu lancar Bahasa Inggris,” ucap Rindu yang membuat Kiara menghentikan langkahnya.


Tidak lancar bahasa Inggris? Memangnya Pak Leon ketemu Rindu di mana sih?


🦄🦄🦄Nemu di makam Kia, eh ketemu pertama kan di mall ya🍭🍭🍭