Kubuat Kau Bertekuk Lutut

Kubuat Kau Bertekuk Lutut
KKBL Bab 75


Sepasang pria dan wanita tengah sibuk memilih gaun pengantin untuk pernikahan mereka yang sudah semakin dekat. Wanita bernama Kiara itu sedang memilih beberapa gaun untuk dicoba, sedangkan Xavier, calon suaminya menunggu dengan santai sambil membaca majalah.


Setelah memilih beberapa gaun yang menurutnya cocok, Kiara mulai mencoba satu per satu dan menunjukkannya pada Xavier.


“Bagus nggak, Xav?” tanya Kiara sembari memutar tubuhnya.


Xavier memicingkan mata. Kiara terlihat elegan dengan gaun berwarna putih itu, tetapi saat gadis itu berputar, hampir seluruh punggungnya terbuka. Semua orang dapat melihat dengan jelas bentuk punggung yang seharusnya hanya dia yang dapat melihatnya.


Setelah menatap Kiara dari bawah sampai ke atas, Xavier menggelengkan kepala dengan bibir mengerucut. “Coba yang lain!”


Kiara menatap gaun yang dipakainya. Tidak ada yang salah dengan gaun itu, tapi kalau Xavier tidak menyukainya, maka dia akan mengganti dengan yang lebih baik. Wanita itu pun masuk lagi untuk mencoba gaun yang lain.


Beberapa saat kemudian, Kiara keluar dengan gaun lain dengan warna yang senada dengan sebelumnya. Kali ini, gaunnya terlihat sangat sek.si dengan belahan di bagian dada yang memperlihatkan bentuk payu.daranya.


“Ganti!” titah Xavier sebelum Kiara bertanya. Matanya terbelalak sempurna menandakan dia sangat menolak pilihan Kiara itu.


Dengan bersungut-sungut, Kiara kembali mengganti gaunnya. Kenapa Xavier ribet sekali hanya karena pakaian? Mereka bahkan belum membahas undangan, dekorasi, katering dan lainnya. Pasti mereka akan lebih sering bertengkar.


Xavier juga merasa kesal dengan pilihan Kiara. Bisa-bisanya dia memilih pakaian yang menurutnya terlalu terbuka. Memang apa yang mau dia perlihatkan? Bukankah itu semua harusnya hanya dilihat olehnya saja?


Cukup lama Kiara berganti gaun, hingga akhirnya wanita itu keluar juga dari tempat ganti. Dengan pakaian semu merah muda, Kiara melangkahkan kaki dengan wajah cemberut.


Xavier melihat Kiara berbeda dari biasanya, aura kecantikannya jelas membuat jantungnya berdebar dua kali lebih cepat. Dia terpana pada sosok wanita yang akan menjadi istrinya beberapa minggu lagi.


“Xavier kenapa bengong? Ini bagaimana?” tanya Kiara sembari mengerutkan kening, bibirnya masih tetap mengerucut.


“Cantik,” jawab Xavier tanpa berkedip.


“Nggak perlu ganti?” tanya Kiara yang kini jadi senyum-senyum sendiri, merasa sangat diperhatikan oleh Xavier.


Xavier memberi kode kepada beberapa pegawai yang membantu Kiara itu untuk pergi sebentar. Setelah mereka semua pergi, Xavier mulai membelai wajah Kiara. Rasanya ingin sekali dia mencium bibir Kiara sekarang juga.


“Hem benar juga. Aku jadi nggak sabar menunggu hari pernikahan kita,” ucap Xavier sembari mengalihkan perhatiannya.


**


**


**


Rindu akhirnya diizinkan pulang oleh dokter, Leon yang selalu menjaganya selama di rumah sakit memaksa untuk mengantarnya pulang. Saat ini mereka sedang berada di mobil Leon menuju ke rumah Rindu.


Dalam hati Rindu berdoa semoga paman dan bibinya tidak bertemu dengan Leon nanti. Dia takut jika paman bibinya itu akan meminta bantuan Leon untuk masalah hutangnya.


“Aku turun di gang itu saja!” ucap Rindu saat mereka sudah dekat dengan rumahnya.


“Rumah kamu sebelah mana?” tanya Leon yang bingung karena di sekitar gang itu hanya ada minimarket dan warung makan sederhana.


“Rumahku masuk gang, sudah aku turun depan minimarket saja.” Mobil pun berhenti di depan minimarket dan Rindu bergegas untuk turun. “Makasih banyak Leon. Semoga kamu segera bertemu jodoh, dan rejeki kamu tetap lancar!” Rindu membuka pintu mobil dan keluar.


Leon yang tidak sempat mencegat Rindu itu pun memilih turun dari mobilnya. “Aku antar! Masuk dulu. Mobil masih bisa masuk gang sini kok.” Leon membuka kembali pintu mobil yang baru saja ditutup Rindu.


“Tapi, Le.”


“Masuk! Setidaknya kamu harus kasih aku minum dong.”


Rindu terpaksa menuruti kemauan Leon itu, karena biar bagaimanapun laki-laki itu sudah menolongnya. Pada akhirnya, Leon berhasil mengantar Rindu sampai di rumahnya. Entah nasib sial atau bukan, paman Rindu yang melihat keponakannya diantar laki-laki langsung berkacak pinggang.


“Oh, jadi begini kelakuan kamu! Pantas saja Tama selingkuh, kamu juga sama saja. Dari mana saja kamu dua hari nggak pulang?”


🦄🦄🦄Dari jalan-jalan di hatinya Leon Om. Tenang saja, dia kaya raya wkkkk🍭🍭🍭