Kubuat Kau Bertekuk Lutut

Kubuat Kau Bertekuk Lutut
KKBL Bab 37


Kiara melihat air mata yang keluar dari sudut mata Xavier. Dalam hati ia merasa kasihan, tapi sisi egoisnya memaksa Kiara untuk mengeraskan hati, tidak ingin mudah memaafkan Xavier, apalagi Kiara belum mengetahui apa yang sudah Xavier lakukan selama ia tinggalkan.


Ekor mata Kiara menangkap pergerakan di balik pintu. Ia tahu, ada yang menguping pembicaraannya dan Xavier saat ini.


"Pak Xavier, sebaiknya kita mulai rapat," ucap Kiara setelah mengendalikan dirinya.


"Kiara." Xavier mengusap wajahnya. Ia mulai waspada, takut Kiara pergi lagi.


Kiara berjalan santai dan kembali ke tempat duduknya. Sementara itu, Xavier masih terpaku. Kiara yang melihat Xavier tidak bergerak, akhirnya berinisiatif untuk memanggil rekan-rekannya untuk memulai rapat.


Satu per satu karyawan Xavier memasuki ruang rapat. Sementara Kiara terlihat santai seolah tidak terjadi apa-apa di antara mereka.


Xavier menghela napas, lalu duduk di kursi khusus. Ia menyatukan jari jemarinya yang bertumpu di atas meja. Sibuk memperhatikan Kiara yang sangat ia rindukan.


***


Usai rapat, Xavier memastikan orang-orangnya untuk tidak membiarkan Kiara pergi lagi. Ia beralasan bahwa Kiara mempunyai masalah yang belum diselesaikan dengan perusahaan pusat.


Xavier duduk di ruangan kepala cabang, lalu menghubungi anak buahnya di rumah.


"Saya di luar kota selama beberapa hari. Jaga Diska dengan baik, jangan sampai dia berbuat macam-macam. Pastikan bayinya tetap aman. Turuti semua yang dia inginkan, jika ada yang mencurigakan segera hubungi saya."


Xavier bahagia karena ia menemukan Kiara, tapi keadaan tidak memungkinkan untuk Kiara kembali ke Jakarta sekarang, apalagi Kiara belum tahu apa yang direncanakan Xavier yang pasti akan menimbulkan kesalahpahaman.


Xavier masih terus memikirkan cara yang tepat untuk menjelaskan pada Kiara. Sampai-sampai ia tidak bisa konsentrasi.


"Tuan, Anda baik-baik saja?" tanya kepala cabang.


"Ya. Saya sedikit pusing. Tolong suruh Kiara buatkan kopi untuk saya dan bawa ke sini," perintah Xavier sambil memegangi kepalanya yang sebenarnya tidak terasa sakit.


Laki-laki yang menjadi orang kepercayaan Xavier itu mengerutkan kening, tapi ia tetap melaksanakan perintah atasannya itu.


Tidak lama, Kiara datang membawa kopi pesanan Xavier. Wanita cantik itu berekspresi datar seperti yang dulu biasa ia lakukan.


"Ini kopinya, Pak." Kiara menaruh cangkir kopi di meja Xavier.


"Bisa kamu temani saya?" tanya Xavier yang kini menatap Kiara. Debaran di hatinya masih sama hebatnya sejak sebelum Kiara pergi.


"Maaf, saya bukan sekretaris Bapak."


"Kamu ...."


"Maaf saya permisi, ini bukan wilayah kerja saya. Kalau Bapak masih mengizinkan saya bekerja di sini, tolong jangan ganggu saya!" ucap Kiara yang kini menunduk dan berjalan keluar. Ia tidak peduli lagi dengan aturan kantor atau pun tata krama, yang penting ia bisa menghindar dulu dari Xavier.


Xavier yang kesal hanya bisa meninju udara. Tidak ada yang bisa ia lakukan saat ini kecuali membiarkan Kiara, daripada ia bersikap arogan dan malah membuat Kiara pergi.


Sementara itu, Kiara masih berusaha mencari tahu pada teman-teman di kantor lamanya soal Xavier dan Diska. Ia harus sedikit bersabar supaya mereka tidak curiga padanya.


Saat pulang kerja, Xavier mengikuti Kiara. Ia menunggu bus kota bersama beberapa rekannya.


"Kamu mau pulang naik bis?" tanya Xavier yang tiba-tiba menghampirinya.


"Bapak lihatnya gimana? Masa iya kalau naik kereta nunggunya di sini," jawab Kiara dengan ketus.


Beberapa temannya mulai berbisik, lalu mereka dengan suka rela meninggalkan Kiara dan Xavier berdua.


Xavier sangat bahagia karena lagi-lagi ia mendapat kesempatan untuk berdua dengan Kiara. Namun, baru saja mau duduk, bus yang ditunggu Kiara pun datang.


Kiara naik meninggalkan Xavier, tapi siapa sangka Xavier ikut masuk ke bus kota itu. Keadaan yang penuh penumpang, Xavier pun tidak kebagian tempat duduk. Ia terpaksa berdiri tepat di samping tempat duduk Kiara.


Tiba-tiba Dinda yang pernah menjadi rekan kerjanya itu mengirimkan pesan padanya.


Dinda : Kmu kmana aja sih Nona? Emang nggak penasaran sama kabar mantan Bos kamu sekarang 🙃


Dengan secepat kilat Kiara membalas pesan itu. Tentu saja ia menyembunyikan layar ponselnya supaya Xavier tidak membacanya.


Kiara : Kabar apa?


Dinda : Bos Xavier udah tunangan sma B. Diska, tapi udah lma ini B. Diska nggak datang ke kantor. Kenapa ya kira2?


Tunangan!? Jadi, laki-laki ini sudah tunangan dengan Diska? Apa aku salah karena berpikiran Xavier akan membalas perbuatan Diska? Tapi, kenapa dia masih mengejar-ngejar aku kalau dia bertunangan dengan Diska?


🦄🦄🦄


Kenapa ya? Ada yang bisa nebak nggak rencana Xavier apa 😜😜


🍭🍭🍭