Kubuat Kau Bertekuk Lutut

Kubuat Kau Bertekuk Lutut
KKBL Bab 39


Kiara menolak dengan tegas ajakan Xavier untuk ke kantor bersama. Ia tidak peduli dengan Xavier yang basah kuyub karena kehujanan. Ia berjalan cepat karena ternyata bus yang akan ia tumpangi sudah menunggu di halte.


Setelah Kiara masuk ke bus, Xavier berlari menuju mobilnya. Ia mengejar dan mengikuti bus yang membawa Kiara.


Saat Kiara hendak membuka ponselnya, seseorang di sebelah Kiara yang sudah duduk sebelum ia naik bertanya, "Apa dia pacarmu? Laki-laki kadang menjadi bodoh saat mereka jatuh cinta."


Kiara menoleh ke samping, kakek-kakek dengan uban yang menghiasi kepalanya itu tersenyum hangat.


"Kalau kamu juga mencintainya, pertahankan. Dia pasti sangat mencintai kamu," lanjutnya masih dengan senyuman hangat yang bisa Kiara rasakan.


"Dia sudah menyakiti hati saya dan mengecewakan," sahut Kiara. Ia sendiri selalu menyangkal tiap kali hatinya merasakan kembali perasaannya pada Xavier.


"Ya, terkadang laki-laki itu egois dak tidak bisa mengungkapkan alasannya. Selama dia masih mau minta maaf dan menebus kesalahannya, dia layak dimaafkan. Bukankah setiap manusia layak mendapatkan kesempatan kedua?"


Mendengar itu, Kiara hanya bisa termenung dan memikirkan apa yang telah terjadi selama ini. Hatinya tidak bisa membenci Xavier sepenuhnya, tapi sisi egoisnya terus menekan perasaannya.


*


*


Kiara sudah sampai di kantor, begitu pun Xavier yang baru turun dari mobilnya. Pakaiannya basah kuyub, rambutnya juga. Matanya memerah, Kiara yakin sebentar lagi laki-laki itu pasti akan mengalami demam.


Kiara hanya memandang sebentar sebelum akhirnya meninggalkan Xavier yang mulai dikerubungi beberapa karyawan yang khawatir dengannya.


Kiara melenggang masuk tanpa memedulikan keadaan Xavier. Ia menuju mejanya, dan memulai pekerjaannya.


Beberapa jam berlalu, bisik-bisik karyawan mulai terdengar di telinga Kiara. Xavier sakit dan tidak mau dibawa ke rumah sakit. Mengabaikan hal itu, Kiara memasang headset di telinga dan mendengar musik sambil bekerja.


Sampai akhirnya, seorang manajer menghampiri Kiara yang sibuk dengan pekerjaannya.


"Nona Kiara. Pak Direktur memanggil Anda," ucap laki-laki itu.


Kiara menghela napas berat. Jantungnya berdebar keras karena yakin bosnya memanggil pasti masalah Xavier.


"Baik, Pak." Kiara menurut dan mengikuti langkah manajer itu.


Mereka memasuki ruangan kepala cabang, terlihat Xavier yang tengah terbaring di sofa, dengan pakaian yang sama saat bertemu Kiara di tengah hujan. Ia tidak memakai selimut atau pun jaket untuk menghangatkan tubuhnya, benar-benar keras kepala.


"Saya tidak tahu, Pak." Kiara menatap tajam Xavier yang terbaring lemah, tubuhnya menggigil dengan wajah pucat.


"Tolong kamu rawat, siapa tahu memang yang beliau inginkan itu kamu. Biar pekerjaanmu dikerjakan yang lain," perintah laki-laki itu sebelum mengajak manajer Kiara pergi.


Kiara menghela napas, memejamkan mata dan mulai mendekati Xavier.


Tangan Kiara menyentuh kulit Xavier yang terasa panas. "Kalau mau sakit jangan di sini, pulang sana biar dirawat sama tunangan kamu! Mentang-mentang bos seenaknya saja," omel Kiara yang kini mulai melepaskan sepatu dan jas yang dipakai Xavier.


Xavier membuka matanya perlahan. Ia melihat Kiara yang duduk di sampingnya sedang berusaha melepaskan jasnya.


"Kia, maafin aku," ucap Xavier dengan lemah.


Kiara hanya diam dan terus berusaha melepaskan jas Xavier yang setengah kering.


"Aku membalas perbuatan Diska untukmu," ucap Xavier dengan lemah.


Kiara yang mendengarnya pun merasa terkejut. Apa maksud Xavier mengatakan itu padanya?


"Membalas dengan apa?" tanya Kiara.


Xavier tidak merespon, matanya terpejam dengan bibir yang mulai biru. Kiara berusaha membangunkannya, tapi ia gagal karena Xavier pingsan.


Kiara melepaskan kancing kemeja Xavier, memberikan minyak angin lalu menyelimutinya. Ia juga mengompres kening Xavier supaya demamnya reda.


Kiara terus mengoleskan minyak angin di seluruh tubuh Xavier, juga hidungnya sampai akhirnya laki-laki itu terbangun.


"Kiara, kumohon jangan pergi lagi. Aku sangat merindukanmu," ucap Xavier dengan lemah.


"Apa yang sudah kamu lakukan untuk membalas Diska?"


🦄🦄🦄


Kembang kopi jangan lupa. Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang muslim 🥰🥰


🍭🍭🍭