
Xavier sangat terkejut saat melihat Arsen ada di hadapannya. Ia tidak menyangka ayahnya itu akan memergoki hubungannya dengan Kiara secepat ini. Xavier tahu, Arsen pasti akan marah besar kali ini.
Hal yang sangat berbeda justru sedang Kiara rasakan. Ia merasa sangat beruntung karena hubungannya dengan Xavier bisa lebih cepat diketahui orang tua Xavier, sehingga Diska juga akan lebih cepat mengetahuinya.
Arsen merasa sangat kecewa pada Xavier. Dengan napas memburu menahan amarah, Arsen menghampiri Xavier dan Kiara. “Xavier, apa yang kamu lakukan?” tanya Arsen dengan kesal. Ia sedang berusaha menahan amarahnya untuk tidak meninju putranya itu.
“Daddy. A-aku ....” Xavier terbata-bata menjawab pertanyaan Arsen. Bibirnya bergetar menahan rasa takutnya.
“Dia Kia, ’kan? Mantan sekretaris kamu, oh bukan, mantan pacar kamu.” Arsen menghunuskan tatapan tajamnya pada Xavier.
Xavier menundukkan kepala sejenak sebelum akhirnya mengangkat lagi kepalanya dan menjawab, “Ya, dia Kia yang aku cintai, Dad.”
Arsen kini menatap Kiara yang hanya diam berdiri di samping Xavier. Ia memang sudah mendengar dari Xavier mengenai Kiara dan hubungannya dengan Xavier, termasuk cerita saat Xavier mengambil mahkota yang dimiliki
Kiara. Namun, Arsen juga merasakan kecewa yang sangat dalam karena ulah putranya itu. “Beginikah yang kamu lakukan di luar rumah. Pergi bersama wanita lain di saat ada wanita hamil yang menunggu kepulanganmu di rumah?”
Xavier menghela napas. “Daddy sudah tahu, kan, mengenai hubunganku dengan Diska? Dan orang yang aku cintai cuma Kia, Dad.” Xavier semakin erat menggenggam tangan Kiara. “Aku ingin bertanggung jawab atas apa yang akulakukan pada Kia. Aku akan menikahinya segera setelah anak itu lahir.”
“Apa kamu tidak memiliki perasaan? Apa kamu hanya memikirkan diri kamu sendiri?” tanya Arsen dengan emosi yang masih ia tahan.
“Kalau Daddy tahu, apa yang dilakukan Diska itu jauh lebih kejam, Dad. Diska itu tidak memiliki perasaan,” jawab Xavier. “Lagi pula, yang Diska inginkan itu hanya uang dan kekayaan, dia tidak benar-benar menginginkan aku.”
“Jadi, yang kamu lakukan ini benar?”
“Jangan bermain api Xavier, bisa saja kamu terbakar dengan apimu sendiri. Orang tua Diska pasti tidak akan membiarkan putri kesayangannya diperlakukan seperti ini.” Arsen melirik Kiara. Di matanya, Kiara memang korban
Xavier, tapi yang dilakukan Kiara juga salah, pergi bersama suami orang saat istrinya sedang hamil. Kalau Kimmy tahu, Kiara pasti dalam masalah besar.
“Justru Daddy akan berterima kasih sama aku, kalau Daddy tahu apa yang saat ini orang tua Diska lakukan pada kita,” jawab Xavier.
Arsen dan Kiara sama-sama terkejut dengan apa yang Xavier katakan. Kiara bahkan belum mengetahui apa yang orang tua Diska lakukan. Pikiran Kiara mulai berkecamuk. Xavier belum mengatakan apa pun soal rencananya dengan orang tua Diska.
“Apa maksudmu Xavier?” tanya Arsen yang masih bingung dengan arah pembicaraan Xavier.
“Daddy tunggu saja. Biarkan aku yang mengurus semuanya.”
*****
Sesuai kesepakatannya dengan Xavier, akhirnya Kiara kembali bekerja di perusahaan bersama Xavier. Beberapa karyawan yang melihatnya pun hanya bisa bergosip tanpa berani bertanya langsung. Kiara yang sangat sadar dirinya dijadikan bahan gosip hanya diam dan pura-pura tidak mendengar.
Kiara kembali duduk tenang di mejanya. Ekor matanya menangkap beberapa karyawan yang bermain ponsel dan mulai menggosip di belakangnya.
Hai, Diska. Sebentar lagi kita akan bertemu. Apa kamu merindukanku?