Kubuat Kau Bertekuk Lutut

Kubuat Kau Bertekuk Lutut
KKBL Bab 58


Xavier membelalakkan mata saat mendengar jawaban Kiara atas pertanyaan Arsen. Meski perempuan itu berkata jujur, bagi Xavier, kejujuran Kiara mungkin akan membawa dampak buruk untuk hubungan mereka ke depannya. Mereka memang salah, tapi bukankah Diska layak mendapatkan balasannya.


“Kia, kenapa kamu mengatakannya?” tanya Xavier yang cemas dengan respons orang tuanya.


“Xavier, memulai hubungan itu harus dilandasi dengan kejujuran. Kalau kita menutupi fakta dengan kebohongan, pasti akan lebih banyak lagi kebohongan lain yang akan diciptakan,” jawab Kiara dengan tenang. Ia lebih takut jika nanti semua terbongkar oleh orang lain dan orang tua Xavier justru akan membencinya.


“Jadi kamu melakukan balas dendam, dan yang jadi korban kalian adalah anak yang tidak berdosa itu?” tanya Kimmy dengan napas yang memburu yang menahan kecewa.


Kiara menundukkan kepala, lalu Xavier menggenggam erat tangan Kiara. “Apa yang dilakukan Diska lebih parah dari ini, Mi,” ucap Xavier.


“Memangnya apa yang sudah dia lakukan?” tanya Arsen. Ia juga menggenggam tangan Kimmy agar istrinya itu diam dan tenang.


“Dia sudah menyiksa saya secara mental dan fisik. Apa yang sudah dia lakukan tidak akan bisa saya lupakan,” jawab Kiara sembari menangis. Ia merasa tersentuh mendengar pertanyaan yang dilontarkan Arsen.


“Lalu, apa kamu merasa puas sekarang?”


Kiara semakin menangis, meski dendamnya sudah terbalaskan, tapi tidak ada rasa puas atau bahagia yang dia rasakan saat ini. Kiara menggeleng lemah. “Saya, hanya ingin membalas Diska supaya dia merasakan apa yang saya rasakan dulu.”


Arsen menghela napas berat. “Lalu, apa bedanya kamu dan Diska?”


“Daddy.”


“Xavier diamlah! Daddy sedang bertanya pada Kia.”


“Kamu menjadi orang yang jahat karena dendammu, apa orang tuamu juga mendukungmu?” tanya Arsen lagi.


Kiara menggeleng cepat. Semua yang dia lakukan tidak ada yang mengetahui itu.


“Lalu, kenapa kamu memanfaatkan Xavier?”


Xavier menangkup wajah Kiara dan menghapus air matanya. Ia tidak tega melihat kesedihan di mata wanita itu. Kiara lalu menatap wajah Xavier dan menjawab pertanyaan Arsen. “Saya, juga membenci Xavier karena dia diam saja saat saya disiksa. Dia hanya mencintai Kia yang cantik bukan Kiara teman SMAnya yang buruk rupa.”


Xavier merasa tertampar dengan jawaban yang Kiara berikan. Ia pikir Kiara sudah tidak membencinya.


“Xavier, benarkah itu? Kamu hanya memandang perempuan karena kecantikan fisiknya?” tanya Kimmy yang sedari tadi hanya diam.


Xavier menunduk lagi. Memang dulu ia menjauhi Kiara karena di sangat populer di sekolah, sedangkan Kiara hanya gadis biasa yang tidak memiliki daya tarik. Jiwa mudanya memang sangat egois, tapi ia sangat menyesalinya sekarang. “Iya, Mi,” jawab Xavier yang sangat merasa bersalah pada Kiara.


“Karena itu kamu hanya diam saja saat melihat temanmu disakiti Diska?” tanya Kimmy dengan nada tinggi. Ia sangat kecewa dengan sikap Xavier itu.


“Aku nggak pernah tahu atau melihat langsung saat Kiara disakiti Diska, karena yang aku terlalu sibuk dengan teman-teman dan dunia baruku. Aku mengabaikan Kiara karena aku benar-benar tidak tahu.” Xavier mengusap wajahnya dengan kasar. Lalu, ia meraih tangan Kiara ke dalam genggamannya. “Sekarang aku benar-benar akan berubah Kiara, aku minta maaf.”


“Xavier, aku rasa aku butuh waktu untuk menerima semua ini.”


🦄🦄🦄Sore Gaess, lagi nggak semangat ngetik gara-gara koneksi ilang-ilang terus. Maaf ya🍭🍭🍭