
Kiara dengan sengaja menjebak Diska dengan menggunakan rokok sebagai barang buktinya. Ia dengan cepat memakai masker untuk menutupi sebagian wajahnya, lalu memanggil perawat yang lewat. Ia berpura-pura menolong Diska sembari tangannya bergerak cepat menutup tas Diska.
“Apa yang kamu lakukan?” Diska berteriak, tangannya bergerak untuk memukul Kiara, tapi Kiara bukan lawan yang tepat untuknya saat ini.
“Ada apa ini?” tanya perawat yang kebetulan lewat itu.
“Wanita hamil ini sedang merokok dan saya lihat napasnya tersengal-sengal. Saat saya menegurnya dia malah marah, tolong suster bantu!” ucap Kiara sembari menahan gerakan tangan Diska.
“Dia bohong. Dia menendang lututku dan mendorongku sampai aku terjatuh,” sahut Diska yang tidak terima dengan fitnah yang Kiara ucapkan. Ia berusaha berontak tapi Kiara mencengkeram tangannya dengan erat.
“Bukankah Anda Nyonya Diska, kerabatnya Nyonya Kimmora?” tanya perawat itu.
“Ya, benar kamu kenal Nyonya Kimmora dan Xavier, ‘kan? Dia sudah berbohong. Dasar wanita sial.an!” Diska masih berusaha melawan, tapi Kiara melepaskan tangannya dari Diska dan bergerak mundur.
“Nyonya, maaf kalau saya salah. Saya hanya khawatir dengan bayi Anda. Suster, kalau tidak percaya, itu ada rokoknya masih menyala. Saya pergi saja. Nyonya ini mengerikan sekali.” Kiara bergerak mundur dan meninggalkan Diska.
“Dia bohong! Dia pembohong!” teriak Diska sembari menangis.
Perawat itu hanya tersenyum dan membawa Diska pergi dari tempat itu. Tak lama, pengawal pribadi Diska muncul, dan Diska langsung memarahi habis-habisan.
***
Xavier pulang ke rumah orang tuanya setelah mendapat telepon dari dokter kandungan yang memantau keadaan Diska. Ia sampai di rumah saat Diska baru saja masuk rumah.
“Diska, apa yang kamu lakukan di rumah sakit?” tanya Xavier dengan marah.
“A-aku ....”
“Rumah sakit!? Bukannya kemarin sudah dari rumah sakit?” sahut Kimmy.
“Kamu merokok, ‘kan?” bentak Xavier yang kemudian merebut tas Diska.
“Kamu mau apa, Xav?” Diska berusaha merebut kembali tasnya, tapi terlambat. Xavier telah mengeluarkan seluruh isi tas Diska.
Kimmy terkejut sampai menutup mulutnya dengan kedua tangan.
“Diska! Aku ngebebasin kamu bukan berarti kamu bisa seenaknya kayak gini,” bentak Xavier yang membuat Diska ketakutan. Semenjak hamil, ia tidak pernah melihat Xavier marah besar seperti saat ini. Diska sendiri juga bingung kenapa rokok itu ada di tasnya. Itu rokok yang berbeda dengan yang tadi dikeluarkan oleh Kiara. Sebelumnya ia memang tidak menyadari saat Kiara memasukkan rokok itu ke dalam tasnya karena Kiara sangat pintar mengecohnya.
“Itu bukan punyaku, Xav. Tadi Kia datang ke rumah sakit dan menyerang aku!” ucap Diska yang mencoba membela diri.
“Kia!?” Kimmy semakin bingung dengan apa yang dikatakan Diska.
“Berani sekali kamu menjadikan Kia kambing hitam.” Xavier membanting rokok itu dan berjalan mendekat pada Diska. Ia sudah mengangkat tangan dan hampir menampar Diska tapi Diska langsung memeluk kaki Xavier.
Diska semakin ketakutan, ia sangat tahu Xavier sangat menyayangi bayi dalam kandungannya sehingga ia sangat marah saat mengira Diska merokok. “Ampun Xav. Aku nggak salah.” Diska menangis tersedu sembari memeluk kaki Xavier.
“Aku tidak peduli kalau kamu tidak bisa menghilangkan kebiasaan lamamu, tapi aku tidak akan terima jika kamu membahayakan anak itu.” Xavier berusaha melepaskan kakinya dari pelukan Diska.
“Xavier, jangan kasar!” cegah Kimmy saat melihat Xavier hendak mendorong tubuh Diska. Wanita itu membantu Diska berdiri, dan mereka semua terkejut saat melihat ada darah bercampur air yang mengalir di kaki Diska.
“Perut aku sakit,” keluh Diska yang membuat Xavier terkejut.
Apakah Diska akan segera melahirkan?
🦄🦄🦄 Thank you banget buat kalian yang masih setia dan menikmati alurnya. Terserah kok kalau mau menghujat tokohnya, tapi please jangan sakiti hatiku yang selembut kapas ini hanya karena alur dan karakternya tidak sesuai dengan yang kalian mau 😘😘😘🍭🍭🍭