Kubuat Kau Bertekuk Lutut

Kubuat Kau Bertekuk Lutut
KKBL Bab 44


Rasa rindu yang membuat hati Xavier gelisah tiga minggu ini, akhirnya terobati saat melihat Kiara yang masih bekerja di mejanya. Tiga minggu lebih Xavier tidak mengunjungi pujaan hatinya itu, membuat pria itu merasakan rindu yang luar biasa. Ya, seperti pria kasmaran pada umumnya.


Beberapa saat setelah Xavier datang ke kantor di Bogor, Kiara pun dipanggil ke ruangannya. Tidak ada yang mempermasalahkan hubungan mereka, seolah semua sudah menjadi rahasia umum di antara karyawan-karyawan itu bahwa Kiara dan Xavier memiliki hubungan khusus. Namun, mereka semua tutup mulut. Siapa yang berani menggosipkan Xavier?


Kiara memasuki ruangan Xavier yang kini seperti rutinitas bulanan baginya. Senyum semringah tergambar jelas di bibir Xavier kala kekasihnya itu muncul di balik pintu. Ia berdiri dan langsung memeluk Kiara yang ia rindukan.


"Aku kangen banget sama kamu," ucap Xavier yang kini mendekap erat tubuh Kiara. Tiga minggu hanya bisa melihat wajah dan mendengar suaranya, tanpa bisa merasakan halusnya kulit Kiara, membuat Xavier merasa tidak waras. Ia hanya membutuhkan pelukan hangat Kiara untuk menambah energinya. Terbukti, ia kesulitan mengontrol emosi saat terakhir bersama Diska.


Tangan Kiara bergerak naik membalas pelukan Xavier. Wanita itu menyandarkan kepalanya di dada Xavier dan menikmati pelukan itu untuk beberapa saat. Pelukan yang selalu terasa nyaman.


"Rasanya aku ingin tinggal di sini saja, bersamamu dan melupakan semuanya." Xavier menghirup aroma rambut Kiara yang tidak pernah berubah sejak dulu. Aroma yang membuatnya terpikat hingga jatuh ke dalam cinta yang membutakan matanya. Ia bahkan rela melakukan apa pun untuk bisa bersatu dengan wanita impiannya itu.


"Xavier, ingat tujuan kamu. Jangan sampai rencanamu gagal." Kiara melepaskan pelukan Xavier dan menarik lengan kemejanya. Ia memperlihatkan pada Xavier tangannya yang menyisakan bekas luka sayatan. "Aku hampir menyerah untuk hidup. Apa yang dilakukan Diska itu sangat kejam, Xav. Aku nggak terima kalau dia bahagia dan nggak dapat balasan apa pun."


Hati Kiara kembali terluka saat mengingat siksaan demi siksaan yang Diska lakukan. Hampir setiap hari ditindas bahkan dilukai, Kiara hanya bisa menangis tanpa berani melawan. Rasa sakitnya sudah terlanjur dalam, hingga hatinya semakin mengeras karena lukanya itu.


Xavier kembali memeluk Kiara. Ia tidak tega melihat air mata kesedihan itu membasahi wajahnya. "Aku ada untukmu Kia. Aku janji, tidak akan ada yang menyakitimu lagi setelah ini."


Kiara mempercayakan semua pada Xavier. Laki-laki itu menjadi harapan satu-satunya bagi Kiara saat ini.


Xavier berniat mengajak Kiara untuk ke Jakarta supaya bisa lebih dekat.


"Orang tuaku pasti akan curiga kalau aku sering ke Bogor. Kamu bersedia kan kembali ke sana?" tanya Xavier. Ia sangat berharap Kiara cepat kembali dan bersamanya lagi. Bertemu setiap hari di berbagai kesempatan, seperti yang dulu.


"Kalau kembali selamanya, nggak bisa Xav. Aku nggak mau rencana kita gagal. Tapi, kalau sesekali ke sana, aku bisa kok," jawab Kiara. Wanita itu mulai mengerti bahwa saat ini Xavier menganggapnya sebagai kekasih, dan yang hubungan mereka sudah terlalu dekat.


"Oke. Kalau gitu, minggu depan kamu ke Jakarta. Bisa, 'kan?"


Kiara mengangguk mantap. Sembari tersenyum ia berkata, "Bisa kok."


Aku juga punya rencana lain Xavier. Kalau kamu membuatnya bahagia saat ini, maka aku akan membuatnya sakit hati dan terluka batin.


🦄🦄🦄


Puasa lemes banget. maafkan terlambat updatenya 😢😢


🍭🍭🍭