Kubuat Kau Bertekuk Lutut

Kubuat Kau Bertekuk Lutut
KKBL Bab 65


Kiara memang tidak pernah mencari tahu siapa yang telah membawanya ke UKS. Dia juga tidak tahu apakah Xavier merasa bersalah padanya. Egoisnya yang tinggi membuatnya lupa mencari tahu sekaligus mengucapkan terima kasih pada teman yang menolongnya. Ia baru tahu bahwa ternyata yang menolongnya adalah Xavier.


Xavier menundukkan kepala, mengambil napas dalam dan mengembuskannya dengan berat. Dia memang sangat bersalah, tapi dia juga sudah berusaha menebus kesalahannya itu.


Mendengar pengakuan Xavier itu, Kiara mulai introspeksi diri. Sebagai perempuan, dia lupa memperhatikan penampilannya sendiri. Dia terlalu menyalahkan Xavier atas apa yang menimpanya. Kiara mulai sadar, sangat wajar bahwa Xavier menjauhi karena penampilannya. Memang saat kecil dan saat SMA penampilannya sangat berubah. Saat remaja dia belum menyadari pentingnya menjaga penampilan. Namun, karena hatinya sendiri yang terlalu angkuh, ia menutupi kekurangannya dengan menyalahkan Xavier.


“Kenapa kamu nggak coba cari dia dan jelasin semuanya?” tanya Leonel.


“Aku sudah berusaha mencarinya, tapi tidak pernah mendapatkan hasil. Mungkin karena dulu aku terlalu muda dan tidak memiliki kekuatan seperti sekarang, makanya aku gagal.”


“Oh iya Kia, memangnya kamu kenal sama perempuan itu? Kok kayaknya kamu tahu banget?” tanya Leonel pura-pura tidak paham.


Kiara gelagapan karena mendapat pertanyaan dari Leonel. Dengan gugup ia menjawab dengan berdebar-debar, takut Leonel curiga dengannya. “Ti-tidak, Pak. Sepertinya saya terlalu terbawa emosi tadi. Mungkin karena kami sama-sama perempuan,” jawab kiara berbohong.


Kening Leonel berkerut, dia berpikir sejenak lalu mengangguk. “Oh, iya juga ya. Tapi Kak, berarti kamu sudah move on dong dari perempuan itu, kan, kamu sudah mulai suka sama sekretaris kamu.”


Xavier tersenyum tipis. Dia kembali menatap Kiara dari kaca. “Mereka memiliki nama yang sama, wajah yang hampir mirip, karena itulah aku langsung menerima sekretarisku itu dan berpikir mungkin saja mereka orang yang sama. Saat kami bekerja, aku sadar bahwa ternyata mereka orang yang berbeda. Kepribadian dan cara mereka bersikap sangat berbeda. Awalnya, aku hanya ingin memanfaatkan dia supaya Diska menjauh, karena dia wanita yang sangat kuat dan sebanding dengan Diska. Tapi, lagi-lagi aku malah jatuh cinta dengannya.”


Xavier kini menatap Leonel yang sedari tadi terus menginterogasinya. Hatinya kembali sakit saat mengingat Kiara yang pergi meninggalkannya. “Mereka berdua orang yang sama,” jawab Xavier.


Leonel tiba-tiba keluar dari mobil, ia berputar dan menyuruh Xavier untuk keluar dari mobil. Leonel kini mengambil alih kemudi, sedangkan Xavier duduk di sampingnya. “Lebih seru kalau aku yang nyetir,” ucap Leonel yang kini bisa melihat ekspresi Kiara melalui kaca spion. “Jadi mereka orang yang sama? Sekretaris itu kembali karena dendam sama kamu. Dia juga membalas Diska dan berhasil membuatnya gila kan sekarang. Berati memang dia itu nggak ada perasaan sama kamu, Kak. Dia sudah balas dendam sama kamu dengan menghancurkan hatimu, ‘kan? Sekarang pasti dia sudah tenang dan move on, lebih baik kamu lupain dia dan sama perempuan pilihan Om Arsen aja, Kak.”


Kiara sudah membuka mulut akan berbicara, tapi dia mengurungkannya karena melihat Xavier yang menoleh ke belakang, menatapnya penuh keyakinan. “Aku akan mengejar cintanya sampai dapat. Kalau usaha terakhirku ini gagal, maka aku akan mundur dan merelakannya bahagia tanpa aku,” jawab Xavier sembari menatap Kiara dengan ekor matanya.


“Dasar bodoh! Budak cinta itu namanya.”


🦄🦄🦄Kembang kopinya banyakin gaess 😘😘😘 🍭🍭🍭


Sambil nunggu KKBL dan Kukis Monde update, mampir ke sini ya