Kubuat Kau Bertekuk Lutut

Kubuat Kau Bertekuk Lutut
KKBL Bab 53


Diska sudah dilarikan ke rumah sakit karena mengalami tanda-tanda akan segera melahirkan. Xavier dan kedua orang tuanya menemani Diska, sedangkan orang tua Diska justru tidak datang karena mereka masih berada di luar negeri. Beberapa jam setelah dirawat, Diska merasakan kesakitan yang luar biasa, sementara ia bertekad untuk melahirkan secara normal supaya ia cepat pulih dan bisa mengembalikan postur tubuhnya seperti saat sebelum hamil.


Xavier menghubungi Kiara dan mengabarinya bahwa Diska akan segera melahirkan. Sehingga, wanita itu bisa menyiapkan rencana selanjutnya.


Diska semakin kesakitan tapi pembukaan lahir belum juga bertambah. Sementara Xavier hanya mau menunggu di luar tanpa peduli rasa sakit yang dirasakan Diska saat ini. Diska sangat kecewa dengan sikap Xavier, bahkan saat ia bertaruh nyawa untuk melahirkan bayinya, Xavier malah mengabaikannya.


Kimmy masih berada di samping Diska hingga akhirnya, Kiara datang ke rumah sakit menemui Diska sembari membawa buket bunga. Melihat kedatangan Kiara, Kimmy jadi terkejut dan bertanya-tanya, sedangkan Arsen justru terlihat biasa saja.


Diska berteriak saat melihat Kiara masuk ke ruang rawatnya. “Dasar perempuan penggoda! Mau apa kamu ke sini?” Ia menahan rasa sakitnya dan berusaha bangun, tapi Kimmy mencegahnya.


“Ma-maaf Bu Diska, Nyonya Kimmy, Tuan Arsen. Pak Xavier menghubungi kantor untuk membelikan bunga ini untuk Bu Diska.” Kiara menyerahkan buket bunga yang dibawanya kepada Kimmy.


Kimmy menerimanya, lalu ia menatap Kiara yang menundukkan kepala. “Setelah meninggalkan putraku, kamu berani kembali?” tanya Kimmy yang berusaha menahan emosinya.


“Mengenai itu, saya minta maaf. Saya terlalu terkejut karena Pak Xavier sudah menodai saya. Saya malu dan takut jika dianggap perempuan murahan yang menggoda atasan saya.” Kiara menghapus air matanya, yang membuatnya terlihat seperti wanita lemah.


“Apa!?”


“Karena kamu memang perempuan murahan,” teriak Diska yang masih berbaring di ranjangnya.


“Maaf Nyonya, Bu Diska mungkin benar, bahwa saya wanita bodoh dan murahan yang kesuciannya direnggut oleh Pak Xavier. Tapi, saya sadar diri, saya hanya pegawai biasa. Orang kaya seperti keluarga Anda pasti menganggap saya wanita murahan. Jadi, saya memutuskan untuk pergi. Maafkan saya Nyonya.”


“Dasar wanita bermuka dua. Pergi dari sini! Lihat saja nanti, aku akan menghabisimu setelah ini!” teriak Diska sembari menahan kesakitannya.


Arsen dan Kimmy sangat terkejut mendengar kalimat yang Diska ucapkan. Mereka tidak menyangka Diska bisa bersikap sekasar itu.


“Dad.” Kimmy bingung harus berbuat apa, ia memeluk lengan suaminya dan tiba-tiba Xavier masuk.


“Kiara.”


“Maaf, Pak. Bunganya sudah saya antar, saya permisi dulu!” Kiara berusaha menghindar tapi Xavier mencekal lengannya.


“Tetaplah di sini dan temani aku!” ucap Xavier.


“Xavier, sakit. Sakit banget Xav. Kenapa kamu malah peduliin dia, aku istri kamu,” teriak Diska yang menahan sakit dan juga kesal karena tidak ada yang menemani di sisinya.


Xavier hanya melirik Diska sekilas. Wanita itu memegangi perutnya dan juga mencengkeram selimut rumah sakit yang menutupi tubuhnya. Tidak lama kemudian, dokter dan beberapa suster datang untuk memeriksa keadaan Diska.


Dokter mengatakan bahwa bayi dalam kandungan Diska kekurangan oksigen dan harus segera melakukan operasi sesar. Xavier langsung menyetujui saran dokter itu.


“Xavier temani aku, aku mohon,” pinta Diska saat ia akan dibawa ke ruang operasi.


“Hem, semangatlah!” Xavier membiarkan perawat membawa Diska masuk ke ruang operasi, sementara ia hanya diam dan tidak ikut masuk seperti permintaan Diska.


Di dalam ruangan operasi, Diska menangis tanpa mengeluarkan suaranya. Saat dokter mulai menyuntikkan bius ke dalam tubuhnya, dia berkata dalam hatinya, “Kalau setelah ini Xavier meninggalkanku demi wanita itu. Aku akan menjadikan anak ini sebagai alat untuk memerasnya.”


🦄🦄🦄Hem, sabar dulu. Aku tariknapas. Kembang kopinya dulu dong🍭🍭🍭