
Xavier terus berusaha mendekati Kiara untuk mendapatkan kepercayaan dan rasa cintanya lagi. Selama beberapa hari kunjungan ke Bogor ini, Xavier terus mencari alasan supaya Kiara bisa bersamanya sepanjang hari. Hingga akhirnya, Xavier harus kembali ke Jakarta.
"Aku akan kembali. Aku pasti akan merindukanmu." Xavier memeluk Kiara dengan sangat erat. Meski ia sangat berat meninggalkan wanitanya itu, tapi Xavier juga harus mengurus perusahaan dan juga Diska di Jakarta.
"Pergilah, dan selesaikan semuanya dengan baik!" seru Kiara yang enggan membalas pelukan Xavier, tapi ia menikmati dekapan hangat laki-laki itu.
"Pasti. Apa pun akan aku lakukan untukmu." Xavier melepas pelukannya, lalu mencium kening Kiara sebelum akhirnya masuk ke mobilnya.
***
Xavier sampai di rumah saat hari telah larut. Saat ia masuk ke rumah, Kimmy dan Arsen ada di ruang keluarga. Xavier menghentikan langkahnya saat Arsen memanggil dan memintanya untuk duduk di sofa.
"Ada masalah apa di Bogor sampai kamu melakukan kunjungan berhari-hari?" tanya Arsen seketika tanpa basa-basi.
"A-aku kemarin sakit, Dad. Jadi, aku istirahat dulu," jawab Xavier yang mulai merasa gugup. Daddynya itu bukan orang yang mudah dibohongi.
Mendengar kalau Xavier sakit, Kimmy pun khawatir. "Kamu sakit apa, Xav?" Kimmy mendekat dan memeriksa kening putranya.
"Aku nggak apa-apa, Mi. Udah sembuh kok. Makanya baru pulang sekarang." Xavier menggenggam tangan Kimmy untuk menghilangkan rasa khawatir ibunya itu.
"Xavier kamu harus ingat, Mireya dan Om Dion mempercayakan hak mereka atas perusahaan itu sama kamu. Jangan sampai kamu kecewain mereka dengan bersikap seenaknya," kata Arsen mengingatkan.
Xavier mengangguk, ia sangat tahu tentang tanggung jawabnya, tapi Kiara juga bagian dari hidupnya.
"Xavier, soal Diska ...." Kimmy menghela napas.
"Kenapa Diska, Mi?" Xavier meraih wajah ibunya yang menunduk, ia tahu ada sesuatu yang mengganjal di hati wanita itu hingga membuatnya terlihat gelisah.
"Biarkan saja, Mi. Yang penting dia dan bayinya bahagia." Xavier terlihat biasa saja menanggapi aduan Kimmy mengenai Diska.
Sementara itu, Diska yang berada di kamarnya sedang mengusap perutnya yang buncit. Pengawalnya berjaga di sofa tak jauh dari tempat tidurnya.
"Aduh. Sayangnya mommy udah mulai gerak-gerak ya. Daddy pasti seneng banget karena kamu sehat," ucap Diska seraya menyunggingkan senyum di bibirnya. Ia sangat bahagia dan menyayangi anaknya itu, karena anak itulah Xavier menjadi miliknya.
Tidak lama, ada yang mengetuk pintu kamar Diska dan Xavier masuk setelahnya.
"Hai, Beb. Kamu udah pulang?" tanya Diska yang hendak bangun dari tidurnya. Namun, Xavier berjalan cepat dan mencegahnya berdiri.
"Di situ aja, aku cuma pengen lihat keadaan kamu bentar kok." Xavier memberi kode pada pengawal pribadi Diska untuk keluar.
"Kamu selalu perhatian gini, Beb. Gimana aku nggak makin cinta sama kamu." Diska tersenyum dan meraih tangan Xavier. "Dia udah mulai gerak-gerak. Kamu nggak mau ngerasain gerakannya?"
Xavier terdiam, lalu ia mengangguk dan mengusap perut Diska. Xavier menyapa bayi dalam perut itu, dan meminta maaf karena tidak menyapanya beberapa hari terakhir.
"Diska, jangan lupa vitaminnya selalu diminum. Hati-hati memilih makanan, dan jangan pergi-pergi tanpa izinku. Aku nggak suka punya istri keluyuran nggak jelas. Ingat Dis, tidak ada yang tahu soal pernikahan kita. Perut kamu semakin membesar, aku nggak mau ada berita buruk soal kamu."
Diska seperti meleleh saat mendengar kalimat panjang yang keluar dari mulut Xavier. Perhatian Xavier padanya dan anak di kandungannya membuat Diska mulai tunduk pada apa yang Xavier perintahkan.
🦄🦄🦄
Vote nya dong, udah hari senin nih 🥰🥰
🍭🍭🍭