Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua

Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua
Gao Ling, Pedang Kilin Api di Jurang Gunung Tujuh


Kakek permaisuri adalah orang yang sangat jujur dan setia, waktu itu banyak pejabat yang difitnah sehingga banyak yang dijatuhi hukuman..setelah semua terjadi barulah sultan terdahulu menyadari ada orang dalam istana yang bermain untuk menyingkirkan pejabat setia kesulatanan...


Sultan sadar banyak bukti bukti di rekayasa untuk menjatuhkan pejabat setia..


akhirnya Sultan waktu itu mengeluarkan titah Keadilan, tujuannya agar orang orang baik dan setia bisa selamat dari hukuman...meski secara bukti bukti kejahatan mengarah pada mereka...! beber Hakim.


Sayang, Titah keadilan sekarang membela orang yang salah...!!gumam Pengawal..


Sudah...! jalankan saja tugasmu dengan benar...! kata Hakim...


Tujuh Hari lagi, kita bersidang, aku pastikan Surali masuk penjara terdalam...! kata Hakim dengan lirih...


Sementara itu, rombongan permaisuri sudah tiba di istana,


kediaman permaisuri..


Yang mulia, mengapa kita tidak berkeras untuk menangkap pangeran dan tuan putri...


Huh...apa kau pikir Mentri Hukum ini mudah di hadapi,...?.


ia tidak akan semudah itu mengikuti kemauan kita...


Sudahlah...yang penting kau sudah aman...


Kita pelan pelan saja menghadapi pangeran dan kaki tangannya ini...


Karena keadaan sudah seperti ini,


Sekarang tugasmu, temukan keluarga Komandan Rio,...! perintah permaisuri pada Jendral Surali..


Baik yang mulia...!! jawabnya dan segera pergi...


Setelah Jendral surali pergi, Gao Ling melaporkan bahwa penyerangan kelompok Hantu Bayangan ke kediaman Sein gagal..


Apa..??lagi lagi gagal..?? kata Permaisuri menggebrak pegangan kursinya..


Ia nampak sangat kesal,


Hmh...para pembunuh bayaran ini kemampuannya semakin buruk..! gumam permaisuri..


Gao Ling..Bawa Ini ke Jurang Gunung Tujuh, berikan pada penguasa jurang itu, setelah melihat itu ia,akan mengerti apa yang harus di lakukan..!!


perintah Permaisuri sambil menyerahkan sebuah tusuk konde giok.


Baik yang mulia, hamba berangkat...! jawab Gao Ling..


Ini peta menuju ke sana, jika tidak menggunakan ini kau akan mati tersesat di kaki gunung...! jelas Permaisuri dan memberikan sebuah peta...


Jika ada yang mencegat jalanmu di gunung kerinci maka tunjukkan saja tusuk konde itu..ia akan segera mengantarmu ke penguasa jurang...


Baik, Trimakasih yang mulia, hamba segera berangkat..! kata Gao Ling.


Mm...! hati hatilah...! ucap permaisuri..


Jurang Gunung Tujuh yang berada di belakang pegunungan Kerinci merupakan. daerah yang sangat angker, di penuhi aura mistis yang kuat..


Di dasar Jurang Gunung Tujuh konon ada mahluk iblis yang sangat mengerikan, semua yang memasuki area gunung kerinci apalagi jurang gunung tujuh tidak akan ada yang pernah keluar lagi..


Gao Ling kini sedang berkelebat ke sana...


Hm...permaisuri nampaknya punya hubungan baik dengan penguasa mistis Jurang Gunung Tujuh,..batin Gao Ling..


Dua hari kemudian,


sampailah Gao Ling pada sebuah pedataran berkabut tebal di kaki gunung Kerinci,


Kabut ini saja sudah dapat membuat orang tersesat..! gumam Gao Ling.


Menarik nafas yang dalam, kemudian ia melangkah memasuki pedataran..


Setelah berjalan hampir seharian, kini Gao Ling mulai mendaki gunung Kerinci...


ia harus melewati gunung ini baru kemudian bisa memasuki kawasan Gunung Tujuh..


Tak terasa hari sudah malam ketika Gao Ling mencapai pertengahan Gunung Kerinci...


Whossss...!


Sebuah bayangan hitam tanpa kaki, nampak melayang di hadapan Gao Ling..


Ss..siapa Kau..!


pekik Gao Ling gemetar..


Gao Ling adalah pendekar wanita di sisi permaisuri yang cukup tangguh...


ia berasal dari sebuah perguruan rahasia,


Selama ini ia tampak sebagai pelayan setia permaisuri, namun pada kenyataannya Gao Ling adalah pendekar tingkat Grand Master Semesta tingkat sembilan..


Saat ini pendekar setingkat Gao Ling pun masih gemetar menyaksikan mahluk yang berdiri di depannya, mahluk buntung dari lutut sampai kaki..ia seolah melayang di depan Gao Ling..


Wajahnya menyeringai dengan taring merah, sangat menyramkan.., belum lagi seluru tubuhnya dipenuhi dengan sisik berwarna hitam berkilat..


Mahluk apa ini..!!? batin Gao Ling, hatinya masih dingin ..


Manusia, apa yang kau lakukan di tempat ini.., tanya mahluk bersisik itu dengan suara serak dan seringai menakutkan..


A..aku ingin ke Jurang Gunung Tujuh...! jawab Gao Ling cepat..


Untuk apa.?


Mencari penguasa Jurang, ada pesan yang harus di sampaikan..


Pesan Dari Siapa..? tanya mahluk bersisik itu


Dari pemilik tusuk Konde ini..! jawab Gao Ling menunjukkan tusuk konde emas dari permaisuri..


mahluk itu memperhatikan sejenak benda di tangan Gao King.


Ikut aku...!! kata mahluk bersisik itu kemudian.


mahluk bersisik itu segera berbalik dan berkelebat menyusuri tebing tebing terjal gunung Ciremai..


Gao Ling mengikutinya dengan cepat..


Saat pagi menjelang,


mereka tiba di balik gunung Ciremai..


ini kawasan gunung tujuh..


jurang gunung tujuh ini ada di tengah tengah pengunungan, aku hanya bisa mengantar sampai disini, selanjutnya kau bisa keluar atau tidak tergantung keberuntunganmu..hahahahha..! jelas Mahluk Bersisik kemudian tertawa dengan suara serak..


Terimakasih tuan,..kata Gao Ling merinding...


Baru saja Gao Ling selesai berbicara mahluk itu tiba tiba menghilang...


Gao ling terperanjat, baru tersadar beberapa saat kemudian,


huh...sangat menyeramkan...! gumam Gao Ling kemudian lanjut berjalan...


berjalan dari sehari sebelumnya membuat Gao Ling sedikit lelah,


ia mencari tempat yang sekiranya nyaman untuk sekedar beristirahat ..


duduk bersandar di bawah pohon yang lembab memejamkan mata membuatnya tertidur...


Tiba tiba ia tersentak..


hah..!? sudah malam..!?


rupanya aku tertidur seharian..!gumam Gao Ling..


ia buru buru bangkit dan kembali berjalan menuju tengah gunung tujuh..


Ketika ia memasuki area perbukitan gunung tujuh, sesosok mahluk menghadang jalannya..


Grrrhhh...!!


Grrrrhh!!


Suara geraman dari mahluk raksasa


Hah...mahluk apa ini...?


mahluk tinggi berkaki empat, berkepala seperti kucing bertanduk berekor seperti singa dan kukitnya bersisik tebal..


H..hu..hukui..!!?ya..mestinya ini adalah hukui,...!!mengapa mahluk kuno benua Congko ada di sini..??batin Gao Ling yang mengenali mahluk di depannya.


Grrrr...!!


Grrrrr....!!


mahluk itu terus menggeram...


Tiba tiba mahluk itu menyerang ke arah Gao Ling dengan ganas...


Mahluk jahanam...!! rutuk Gao Long kemudian menghindar dengan cepat..


Pertarungan sengit terjadi, beberapa saat berlalu keduanya masih saling menyerang...


Mahluk ini, sangat buas, kemampuannya bahkan bisa membunuh grand Master tingkat sembilan dengan mudah....! jika saja aku tidak dilindungi dengan baju Zirah Sisik Kadal Setan Berduri warisan keluargaku ini aku sudah lama tercabik cabik oleh mahluk buas ini...! gumam Gao Ling..


Serangan mahluk Hukui terus menyerbu Gao Ling..semakin lama semakin gencar...beberapa serangan tapak Gao Ling bersarang di tubuh mahluk ini, tapi seperti tidak terkena serangan samasekali...


Gila...!! tubuhnya sangat kuat...siriknya itu sangat keras..meredam pukulan pukulan yang ku kerahkan...! batin Gao Ling..


Ayo..kita lihat seberapa keras kulit bersisikmu itu mahluk jelek...!! teriak Gao Ling.


Gao Ling dengan cepat mengeluarkan pedang pemberian gurunya...Pedang Kilin Api...


melihat pedang di tangan Gao Ling.., mahluk Hukui mundur...


Heh...sepertinya mahluk ini takut dengan pedang ini...! batin Gao Ling...


Tak berapa lama, mahluk itu pergi dengan cepat...


Hah...?? mahluk ini melarikan diri...??gerutu Gao Ling...


Untung saja kau segera kabur, jioa tidak aku akan membelah mu menjadi dendeng Hukui...Hahaha...! teriak Gao Ling puas...


Gao Ling menghela nafas kemudian beristirahat sejenak di tempat itu...


setelah dia merasa cukup mengatur nafas, Gao Ling meneruskan langkahnya menuju jurang gunung tujuh


Hmm menurut yang tertera di peta, tempat ini adalah bibir jurang gunung tujuh...! Gumam Gao Ling..


Tidak tahu, seberapa dalamnya jurang ini, namun Gao Ling tanpa pikir panjang segera melompat turun ke dasar jurang...


Cukup lama ia melayang, dengan ilmu ringan tubuhnya ia terus melayang turun...


tinggal Beberapa ketinggian lagi ia mencapai dasar, tiba tiba ilmu ringan tubuhnya tidak berfungsi..ia terjatuh dengan keras di sasar jurang berbatu...


Aaaaaakkkh....!!


Bukkkk...!


Gao Ling mendarat dengan bunyi yang cukup nyaring...


Untunglah kakinya yang lebih dulu menapak bebatuan dasar jurang ..tapi kemudian ia sadar, kakinya mati rasa...


Hah...!??


Ks..kaki..kaki ku...h..hancur...!! serunya berasa ingin menangis..


Hehehe...terdengar suara orang terkekeh tidak jauh dari tempat Gao Ling..


Dari suaranya orang ini sepertinya lelaki sepuh..


Dasar Bocah dungu...!! melompat dari atas, kau pikir kau sangat hebat..??


tidak ada ilmu kesaktian yang bisa di kerahkan di tempat ini, kecuali aku..! ucap lelaki sepuh yang terkekeh tadi dengan angkuh..


Gao Ling meringis, mulai merasakan sakit di kakinya..


Katakan apa tujuanmu kemari sebelum kau bernasib seperti mereka...! hardik lelaki sepuh..


Gao Ling memandang berkeliling, ia melihat banyak tulang manusia berserakan di dasar jurang itu....


Maaf tetua, saya kesini untuk bertemu penguasa jurang...! jawab Gao Ling mantap..


Huh lupakan saja mimpimu...belum ada yang berhasil membunuhku sampai hari ini..!


Katakan Siapa yang menyuruh mu...??


Maag tetua, aku kesini bukan untuk membunuh..., tepi untuk membawa pesan...


pesan apa cepat katakan...!!


Ini...kata Gao Ling sambil mengangkat tangannya tinggi. menunjukkan tusuk Konde dari permaisuri..


Seketika sebuah energi menerpa tangannya, tusuk konde di tangannya seperti di rebut orang..


Hah...? gak Ling terkejut..


Aku mengerti..!, kata suara lelaki sepuh tanpa memperlihatkan diri...


Kembali energi menerpa, kini bukan hanya tangan tapi seluruh tubuh Gao Ling..


Tubuh Gao Ling tiba tiba terangkat, hawa panas menusuk kedalam dirinya...


Aaaarrggghhh....!!


Gao Ling melengking menahan sakit...


Beberapa hari Gao Ling dalam keadaan itu..


ia terus merasakan sakit di sekujur tubuhnya...


Energi panas berwarna merah terus memasuki sekujur tubuhnya...


Hari ke lima,


Gao Ling mulai merasakan rasa sakit di sekujur tubuhnya mulai berkurang...


Beberapa dentuman kecil berturut turut terjadi dari dalam tubuh Gao Ling..


Hahaha.....tujuh tingkat berturut turut.., sepertinya energi ini cocok denganmu gadis dungu....!!kata lelaki sepuh...


Gao Ling merasakan tubuhnya makin ringan...


Tap....!! kakinya menjejak tanah ketika energi merah telah sirna...


Hah..? kakikiku sembuh...!!?


Seru Gao Ling girang..


Kenapa..? kau senang sekarang gadis dungu...?? tanya Lelaki sepuh...


Apa yang terjadi...!!?tanya Gao Ling Heran..


Sesuai permintaan orang yang menyuruh kau kemari, aku meningkatkan kekuatanmu sampai batas maksimal yang bisa kau terima...! kata lelaki sepuh..


Apa kau tidak merasakan peningkatan energi di tubuhmu...??


Iya tetua, aku merasakannya..!


Apa tingkatanmu sebelum kau ke jurang ini..?


Maaf, sebelumnya aku Grand Master semesta tingkat sembilan..!


Selamat, kau sekarang telah mencapai Grand Master Abadi tingkat tujuh....hahahaha..


Seharusnya bukan masalah lagi untuk menyelesaikan persoalan tuanmu kan...??kata lelaki Sepuh..


Hah...?? Grand Master Abadi tingkat tujuh...?seru Gao Ling...


Ya..seandainya pondasimu lebih kuat,.kau bahkan akan mencapai tingkat sembilan, pencapainamu di tingkat tujuh ini adalah yang maksimal dapat kau capai..


Energi Merah Yang, adalah salah satu dari tiga tenaga dalam kelas tertinggi di dunia beladiri..siapa yangbl memilikinya akan mudah mempelajari ilmu apa saja...! jelas Lelaki Sepuh.


Sehebat itu...!!?


tentu saja, sekarang kau sudah memiliki tenaga dalam yang sulit di tandingi..hanya kau masih owrluh berlatih tehnik dan jurus jurus...


Lihat Zirah sisik kadal setan berduri milikmu, juga semakin kuat dengan tenaga dalammu yang tinggi..


Karena kau kuanggap muridku, dan kau memiliki sebuah pedang yang cukup bagus, maka aku akan menurunkan sebuah ilmu pedang sakti padamu..


Sesuai dengan pedangmu, ilmu ini adalah ilmu pedang Kilin Api...


tskk..!


sebuah cahaya merah menembus dahi Gao Ling...


Apa kau sudah mengerti..? tanya lelaki sepuh kemudian...


Gao Ling serasa tak percaya, tiba tiba di dalam kepalanya seolah olah ada pengetahuan pedang baru..Pedang Kilin Api...


Terima kasih guru...! kata Gao Ling bersujud...


Hahaha....bagus...bagus....!


Teori jurus ini sudah ada di kepalamu, selanjutnya kau latihan saja yang tekun...! kata lelaki sepuh


Baik guru...!! jawab Gao Ling dengan mata berbinar..


Guru...aku boleh tahu nama guru..?


Tidak perlu, sebut saja aku Guru atau penguasa jurang gunung tujuh..! kata Lelaki Sepuh..


Katakan pada orang yang menyuruhmu..untuk berhati hati berhadapan dengan musuhnya, kalau perlu, tidak usah melanjutkan perseteruan dengan musuhnya itu,..!


hah..?


tidak usah heran, musuhnya itu diberkati oleh langit, jika tuanmu masih berkeras meneruskan perselisihan dengannya maka akan menghancurkan dirinya sendiri..! aku sudah mengatakan yang perlu ku katakan,..semua keputusan tergantung tuanmu...jelas penguasa jurang.


Baik guru...! jawab Gao Ling.


Mm...sekarang kau sudah bisa terbang keatas, kau boleh pergi..! kata lelaki sepuh yang tidak pernah menampakkan dirinya itu pada Gao Ling..


Hamba mohon pamit guru...! ucap Gao Ling menghormat kemudian berkelebat ke atas...


Hup...!! kaki Gao Ling menjejak bibir jurang..memandang berkeliling kemudian


ia terus berkelebat meninggal kan gunung...


Aku sudah pergi terlalu lama, entah apa yang terjadi dengan permaisuri dan jendral Surali..! batin Gao Ling.


Pangeran Sein dan Putri Yasmin aku akan membereskan kalian secepatnya,


kali ini tidak ada lagi yang dapat menghentikan permaisuri...! batin Gao Ling..


Beberapa hari kemudian,


Gao Ling telah tiba di istana


Gao Ling menghadap Yang mulia permaisuri..! ucap Gao Ling memberi salam...


Ah..hehehe...Gao Ling, kau sudah kembali...! kau pergi begitu lama...


bagaimana, apa kau bertemu dengan penguasa Jurang Gunung Tujuh..?tanya Permaisuri..


Berkat bimbingan yang mulia permaisuri, penguasa jurang gunung tujuh menyambut baik kedatangan hamba, dan sudah memenuhi permintaan permaisuri...! jawab Gao Ling..


Ah..? hahaha...bagus...bagus....!!


berarti kini kau sudah tidak tertandingi lagi di kerajaan ini....


nampakanya...urusan ini akan semakin mudah....! ucap permaisuri bersuka cita...


apa ada pesan lagi dari penguasa Jurang Gunung Tujuh..?


ada, yang mulia...! Jawab Gao Ling kemudian berdiri menghampiri permaisuri dan berbisik di telinganya...


Hah...?? mengapa orang tua itu masih begitu cerewet...! gerutu permaisuri..


Gao Ling...kita tidak akan mundur...!


Lanjutkan sesuai rencana...! perintah permaisuri..


Baik yang mulia...! jawab Gao Ling.


+++