Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua

Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua
Kedatangan Sesepuh Golongan Putih


Matahari nampak telah tinggi ketika Laila sedang mengerahkan jurus Serit Sayuta..


Tenaga dalamnya kini tampak telah meningkat pesat...


Sein, mengawasi setiap gerakan Laila...


Mmm...sudah cukup sempurna....hanya butuh menaikkan kekuatannya satu tingkat lagi...batin Sein...


Laila..hari ini cukup...!!


Baik guru...Kalau begitu Laila pamit pulang dulu...


Dua hari ini latihanlah di rumahmu..pertandinganmu tinggal tujuh hari lagi...


ingat..!! latihan tertutup...!! jangan sampai mata mata mereka melihatmu berlatih...


Murid akan melaksanakan petunjuk guru...


jawab Laila...kemudian beranjak pulang...


Yasmin dan Mentari yang sedang bermain bersama Salwa saat Sein hendak kembali masuk ke kamar...


Yasmin, Mentari ..kalian juga sudah harus berlatih lagi...sudah lama kalian tidak latihan...


Salwa..ayo lihat ibu latihan...ajak Yasmin...


Mereka pun berjalan kebelakang rumah untuk berlatih...


Setelah mendudukkan Salwa di taman belakang, Yasmin segera ke arena latihan dan dengan sigap memainkan jurus jurus tongkat purba yang pernah diajarkan Sein...


Hari ini aku akan mengajarimu keseluruhan jurus tongkat purba...tapi ingat..! saat mengerahkan tenaga dalam jangan gunakan pelahap energi...ucap Sein yang segera memandu Yasmin memainkan jurus jurus selanjutnya yang berjumlah 41 jurus...


Pahami prinsip jurus ini...itu akan lebih memudahkan kau untuk menguasainya...jelas Sein...


Ya suamiku..tapi terlebih dahulu aku harus menghafalkan gerakannya...jawab Yasmin sambil terus berlatih...


Mentari dan Laila menonton sambil bermain...


Waaahhh..ibu Yasmin hebat...tap tap tap...kata Salwa bertepuk tangan sambil memuji Yasmin dengan semangat..


Oh..tentu saja..ibu Yasmin memang hebat..tapi ibu Mentari juga tak kalah hebat..kata Mentari..


Benarkah..!? ibu Mentari dan ibu Yasmin mau mengajari Salwa ? salwa ingin hebat seperti ibu berdua...Salwa mau jaga ayah..kalau ada yang jahat akan Salwa pukul pakai tongkat..ujar Salwa dengan mimik serius...


Hihihi...anak ibu memang baik...kata Mentari...


Kalau Salwa mau belajar, bilang sama ayah...kata Mentari..


Sementara itu, Sein masih saja terus memandu Yasmin memainkan 41 jurus tongkat purba..


Gerakan gerakan Yasmin yang laksana.seorang peri sedang terbang menari..menyebarkan aroma wangi dari tubuhnya yang sempurna..


Wahh...ibu Yasmin bisa terbang...!! Seru Salwa takjub...


Yasmin alirkan lima puluh persen tenagamu ke tongkat..biarkan sisanya mengisi pori porimu...


pandu Sein.


Arahkan pukulanmu pada daun pohon meninjau itu...perintah Sein.


Yasmin segera mengayun tongkatnya..sambaran energi berkilat mengarah ke pohon maninjau...


Blarr....daun daun pohon itu hangus seketika...


Sein menggeleng..bukan seperti itu...!!


lihat ini...!!


Sein mengibaskan tangannya selarik energi menyambar daun daun pohon meninjau yang lainnya..yang tepat berada di sebelah pohon yang di serang Yasmin tadi...


Seketika daun daun pohon gugur membuat pohon maninjau itu gundul, namun tidak menimbulkan bekas sebuah serangan...


Yasmin mengangguk tanda memahami apa yang harus ia lakukakn..


Segera ia mengulangi pengerahan energinya namun kali ini ia tidak memadatkannya melainkan membiarkannya bias...


Yasmin mengayunkan tongkatnya, Sambaran energi kembali melanda pohon sebelahnya lagi....hasilnya nampak dedaunan di pohon banyak yang rontok...namun di setiap potongannya masih ada tanda sedikit hangus akibat terpapar energi...


Hmm...masih berbekas...latihlah terus...jika sudah sempurna, saat kau memainkan jurus tongkat purba maka grand master semesta tingkat sembilan pun bukanlah lawanmu..jelas Sein menyemangati.


Tingkatan tenaga dalam Yasmin saat ini sudah berada pada grand master Semesta tingkat lima satu tingkat du atas Mentari yang berada di Grand master semesta tingkat empat ..hal ini karena ia dan Mentari ada waktu itu sempat bertahan tiga hari pada medan magnet istana kalompoang walaupun hanya dari jarak seratus tombak..


Mendengar penjelasan Sein, Yasmin mengangguk mengerti..ia terus mengulangi jurus jurus empat puluh satu tongkat purba...sampai ia kelelahan...


Cukup...!! besok baru latihan jurus lagi...malam ini lakukan meditasi untuk latihan tenaga dalam..perintah Sein.


Mentari..giliranmu...!! tambahnya lagi.


Mentari segera ke arena latihan dan memulai latihannya dengan jurus enam belas tarian angin...


Jurus ini adalah salah satu ilmu dari kitab segala tahu, ilmu ini menjadi kesukaan dan merupakan ilmu simpanan Mentari karena menurut nenek serba tahu ilmu ini cocok dengan karakter Mentari..


Masih menurut nenek serba tahu..tidak ada orang yang lebih baik menggunakan jurus ini selain Mentari...


Jurus ini merupakan perpaduan jurus selendang yang memanfaatkan mata angin dengan ilmu ringan tubuh yang menekankan pergerakan cepat, sehingga saat menggunakan jurus ini dibutuhkan ilmu ringan tubuh yang tinggi...


Tingkat tertinggi dari ilmu ini adalah menyusupkan selendang menggunakan angin untuk menyerang lawan..semakin tinggi penguasaan jurus dan tenaga dalam seseorang maka dampak serangan pun akan sangat dahsyat..


Mentari menari nari menggunakan selendang energi yang dibentuknya dari tenaga dalamnya..


Kadang kadang selendangnya terlihat jelas..kadang samar bahkan tak terlihat sama sekali tapi hawa serangannya sangat ganas...


Sein megamati dengan serius..ia seperti sedang berfikir keras...


Akhirnya ia pun memainkan jurus enam belas tarian angin disaksikan oleh Mentari...


Memang nampak jurus yang dimainkan mentari lebih baik dari Sein..namun Sein sedang mengamati sesuatu dari jurus ini...


Setelah mengulang empat kali Sein akhirnya berhenti dan kembali kepinggir membiarkan mentari melanjutkan latihannya...


Setelah beberapa saat..


Mentari menyudahi latihannya dengan keringat membasahi sekujur tubuhnya yang sangat indah...


Suamiku..bagaimana..!!?


Ya..nenek benar..kau memang yang terbaik dengan jurus ini..kata Sein.


Oo..jadi tadi kau ingin mencoba lebih baik dariku memainkan jurus ini suamiku..?hihihi...


Ah tidak..untuk jurus ini kau memang yang terbaik..tadi aku sekilas melihat kelemahan jurus ini jadi aku mencoba mencari cara bagai mana menutup celah ini...


dan kalian tahu tidak...!? tanya Sein kemudian berhenti berbicara...


Apa...!??tanya kedua istri nya penasaran..


Aku sudah menemukan caranya..hehehe..


aku baru saja menciptakan jurus ke tujuh belas tarian angin...hehehe...kata Sein Bangga...


Benarkah..!? tanya kedua istrinya serempak.


Ya..lihat dan perhatikanlah ..


Sein kemudian melompat ke arena latihan dan mulai memainkan sebuah jurus yang terlihat aneh..ia seperti berbaring di tanah..tapi dengan gerakan yang lincah..seperti seorang yang sedang menari di lantai...selendang energi terlihat meliuk liuk dari tubuh sein menebas dan menghantam ke atas..bahkan sesekali tubuh Sein amblas kedalam tanah dan keluar lagi dengan serangan selendang energi...


Suamiku...kau benar benar Sakti...puji kedua istrinya...


Ayah hebat...!! puji Salwa tak ketinggalan...


Sein yang menghapiri mereka langsung menggendong Salwa dan mendudukkan di pangkuannya...


Anak ayah memang pintar...!! puji Sein..


ayah..Salwa juga mau belajar beladiri seperti ibu..


Oh...boleh...tapi Salwa tidak boleh cengeng ya...belajar bela diri Salwa harus punya kemauan dan telah yang kuat...


Belajar bela diri sangat penuh penderitaan...apa Salwa sanggup..!!?


Salwa sanggup ayah...demi menjaga ayah dan ibu...jawab Salwa polos...


Kau tidak perlu menjaga kami nak...kami yang akan menjagamu sayang...kata Mentari...


Ah ibu..! ayah dan ibu kan suatu saat akan tua..akan menjadi lemah seperti nenek...jadi biar Salwa yang menjaga kalian...he..


Iya sayang..nanti ayah ajari...kata Sein.


Anak ini kalau ngomong suka benar...hihihi....gumam mentari melirik Yasmin..


Yasmin hanya tersenyum dan mengusap kepala Salwa...


++


Ke esokan harinya...


Yasmin..!! kita sudah cukup lama disini...sebaiknya kita segera kembali dulu ke Kerajaan Lampeapi, tentu saja setelah mengatasi para dedengkot golongan hitam yang akan berbuat makar ini..setelah itu barulah kemudian kita mencari tempat untuk melatih Salwa..


Aku menurut kamu saja suamiku..terserah keputusanmu saja...jawab Yasmin ringan..


Entah kerusakan sebesar apa yang akan terjadi...jika benar benar bentrok dengan mereka..bisa dipastikan akan timbul banyak korban...tutur Sein.


Eh..


Karaeng Gantarang sedang dalam perjalanan kemari..ia ingin kita menemui tuan putri agung bersamanya..kata Sein..


Bagus juga seperti itu, biar tetua Gantarang saja yang menjelaskan pada nyonya tua itu...


Mereka telah berdatangan dari segala penjuru..pertarungan besar tidak akan dapat terhindarkan..


Aliansi yang digagas Sultan Malik juga akan tiba dalam beberapa hari ini...jawab Sein.


Baguslah..! timpal Yasmin singkat.


Dua hari berselang..


Hari masih pagi..


Guru...!! Teriak Laila...


Ya....!


Sein yang sedang santai di taman depan rumah menjawab seadanya..


Eh..guru...sua hari ini aku sudah melatih tenaga dalamku...akan ku tunjukkan pada guru...


sodorkan telapak tanganmu...!!


Laila segera menyodorkan tangannya...


Sein segera memegang tangan Laila..memeriksa tingkat energinya...


Hmmm...lumayan..kata Sein sembari melepaskan tangan Laila..


Guru..apa aku sudah bisa mengalahkan tuan muda itu..?


kemungkinan itu ada..!!


semua tergantung kerja keras dan keberuntunganmu..


Saat ini persiapanmu sudah maksimal...


Waktu tersisa empat hari lagi..


Gunakan waktu empat hari ini untuk bersantai..lupakan semua jurus dan apapun mengenai pertandingan nanti...nikmati saja waktu senggangmu ini..kata Sein.


Jadi aku tidak perlu latihan lagi guru..!?


Mm...jawab Sein mengangguk...


Baiklah guru..kalau begitu aku kembali dulu..jawab Laila menjura pamit.


++


Sekeluarnya Laila dari rumah Sein...ia hendak berjalan menuju kedai kecil di timur ibukota, tempat yang tempohari ia kunjungi..namun seseorang mencegatnya...


Nampak dihadapannya seorang pria paruh baya berpakaian kuning...


Nona..!! PENJUAL NASI BAWAL KUNING SUDAH MENUNGGU..


Owh..baiklah..bisa mengaantar aku kesana..?pinta Laila.


Mereka berjalan ke sebuah rumah tua..


Maaf nona aku hanya sampai disini...!!silahkan masuk sendiri...kata pria paruh baya...


Lain mengangguk kemudian masuk kedalam...


++


Di Istana...


Para tamu undangan aliansi sudah banyak yang berdatangan...


Mereka di tempatkan di Istana Delapan..


para undangan aliansi saling menyapa...


Wah...Ki Tapak Gajah...anda sudah datang...


sapa Ki Brasta Ketua perguruan pedang langit benua tengah...


Wah Ketua Brasta..anda masih saja terlihat awet muda...Hahaha...jawab Ki Tapak Gajah benua sekatan..


Di istana delapan juga tampak Ki Bala Geni dari perguruan api abadi benua tengah..


Purbaya Perguruan gerbang surga..benua timur..


Jaka Wedhi sekte pasir berisik dan Ketua Attar pulau es abadi benua utara..


Sedangkan benua barat, seluruh perguruan golongan putih ikut hadir...


Pertemuan aliansi akan berlangsung sekitar enam hari lagi...namun sudah banyak yang hadir..


Di Aula kesultanan...


Menteri Acara...! aku dengar beberapa tamu aliansi sudah hadir...apa sesepuh persilatan golongan putih sudah ada yang hadir..?? tanya baginda sultan..


Menjawab baginda...dari benua barat telah hadir Tetua Sepuh perguruan Mutiara Hijau, tetua agung sekte tungku obat...


Sedangkan dari benua lainnya yang terpantau ada dua orang yang sedang menuju ke mari..Kaisar Kelana bersama muridnya Alap alap Kabut Selatan.. di tambah lagi para keluarga besar istana sudah menyatakan dukungan dengan mengirimkan para grand master milik keluarga mereka untuk membantu aliansi... jawab Menteri Acara.


Baguslah...makin banyak yang terlibat akan makin baik untuk aliansi ini...kehadiran para sepuh itu akan membuat kekuatan aliansi semakin kuat..ucap baginda sultan..


Seiring berjalan nya waktu,


para pendekar dari penjuru lima benua terus berdatangan ke Istana Delapan..


Hari pertandingan Laila dengan tuan muda Datuk Malingka Alam pun semakin dekat...


Sein berjalan menuju rumah Jendral Kasogi untuk menemui Laila..


Ah..salam pangeran...sapa jendral Kasogi...


oh jendral..anda sudah kembali..sapa sein pada hendra kasogi yang sudah tiba dari perbatasan sejak karin sore....


Yw..aku kembali..pertandingan Laila akan dilaksanakan besok pangeran....jawab Jendral Kasogi...


Mm...aku ingin menitipkan ini untuk Laila...


Sein memberikan sebuah pil peningkat tenaga dalam tingkat tinggi...


Ah..pangeran ..ini..ini..adalah pil tingkat tinggi...


apa pangeran tidak sayang kalau harus memberikannya pada Laila...tanya jendral Kasogi ragu ragu...


Tidak apa apa...aku masih ada banyak yang seperti itu jendral...jawab Sein...


Oh..kalau begitu akan aku sampaikan pada Laila...Terimakasih banyak pangeran...


Bilang pada Laila agar pil ini ia makan sebelum tidur...!! jelas Sein..


Ba...baik pangeran...! timpal Jendral Kasogi tergagap...


Mm...baiklah Jendral..aku pergi dulu....kata Sein lalu berbalik pergi....


Jendral Kasogi masih terbengong sebenar kemudian masuk ke kediamannya menemui Laila...


Ayah...!! ada apa..? tanya Laila yang melihat ayahnya menemuinya di tempat meditasi...


Pangeran Sein menitipkan ini untukmu...


Kata Jendral Kasogi menyerahkan botol berwarna jika berisi pil peningkat tenaga tingkat tinggi..


Gu..eh..pangeran Sein..!!? tanya Laila hampir keceplosan...sambil menerima botol berwarna hijau itu...


Oh ya..kata pangeran ini baru boleh kau makan sebelum tidur malam nanti...tambah jendral Kasogi...


Baik ayah....! jawab laila kemudian meneruskan meditasinya...


Jenral Kasogi kemudian meninggalkan ruang meditasi..


Sein yang sedang berjalan santai meninggalkan kediaman Jendral Kasogi


kembali merasakan hawa energi yang cukup besar....


Tap....!! Salam pangeran...sapa seorang tua sepuh saat kakinya menapak tanah dihadapan Sein...


Oh rupanya anda lagi...jawab Sein mengenali orang tua yang ternyata adalah tetua agung keluarga Datuk Malingka Alam yang pernah menemuinya...


Maaf pangeran...!! pertemuan sebelumnya aku tidak mengenali anda..harap maafkan mata rabun orang tua ini...kata tetua agungbungkuk hormat.


Owh..Rupanya ia mengenaliku batin Sein..padahal saat itu aku sedang malih rupa...


Rupanya kesaktian tetua agung keluarga datuk malingka alam cukup tinggi...batin Sein lagi.


Ilmu malih rupa memang tidak akan berpengaruh pada grand master tingkat tiga ke atas...


Hmm..aku juga mohon maaf tetua...waktu itu mengintai di tempat anda..


Ah...tidqk masalah pangeran pangeran...timpal tetua agung..


Aku sering melihat putri jendral berkunjung ke tempat anda pangeran...apa orang tua ini boleh bertanya apa penyebabnya..?


Oh..rupanya tetua agung mengintai kediaman saya..hehehe...kata Sein sambil terkekeh...


Nona Laila berlatih ilmu pedang bersama istriku...jawab Sein kemudian...


Oh...begitu rupanya..semoga besok dapat memberikan perlawanan yang seimbang saat bertarung dengan tuan muda kami..kata Tetua Agung.


Oh..iya..semoga saja...jawab Sein singkat.


+++