
Di pulau Batu Atas..
Tuan Putri Agung sedang duduk menikmati secangkir teh hijau..
Mohan..!!
panggil Tuan Putri Agung..
Iya tuan putri...!jawab Mohan..
Bagaimana pelatihanmu?
Aku sedikit lagi menembus grand master tingkat tiga tuan putri...! jawab Mohan
Mm..baguslah...
Aku baru saja menerima surat dari kelompok Klanceng Hitam bahwa Sepasang Merapi Gerhana sudah tiba di ibukota Lampeapi...
Sebentar lagi akan ada pertunjukan menarik..!!hahaha....
beber Tuan putri Agung dengan riang.
Jika Paman Kerajaan bergabung dengan Sepasang Merapi Gerhana pasti akan lebih mudah menghancurkan Dewa Ketawa itu...timpal Mohan..
+++
Kakak...!
apa yang mereka laporkan?
tanya Yasmin yang melihat beberapa anggota divisi penyelidikan meninggalkan ruangan Sein..
Tuan Putri Agung...! ia meminta bantuan sepasang Merapi Gerhana..juga menyebar mata mata dengan bantuan kelompok Klanceng Hitam..jawab Sein bersemangat..
Eh..kenapa kakak malah begitu bersemangat!?
tanya Yasmin penasaran..
Ya..ini artinya kita tidak lagi monoton bekerja seperti beberapa hari ini...
ada tantangan baru lagi..hahahahaha...
Kenapa?? o..aku tahu istriku..kau pasti tidak tega suamimu ini kenapa napa kan?hahahaha.. goda Sein dengan penuh tawa...
Wajah Yasmin seketika memerah
Iiihhh...kakak..kalau kakak tidak berhenti menggodaku, aku akan laporkan ke adik Mentari biar dia terus mengawasimu dengan ketat...tutur Yasmin dengan Mata melotot...
hahahaha ...ia ia...baiklah baiklah...aku berhenti ...jangan sampai madumu itu terus mengawasiku..aku bisa mati meringis dicubitnya...hahahah...timpal Sein malah tambah menggoda..
Iiih..kakak...Yasmin segera meraih tangan Sein dan menggigitnya....
auuuuu....istriku...sa..sakit..!!
akhh...!!
Yasmin terus saja membenamkan giginya di tangan Sein...ia berharap Sein berhenti menggodanya..ia takut kalau ia benar benar tidak bisa menahan diri berhadapan dengan Sein..
Mendapat gigitan seperti itu..Sein malah mengelus kepala Yasmin dan berkata....istriku...jangan keras keras..!!
Yasmin berhenti menggigit Sein kemudian mengangkat wajahnya tepat dihadapan Wajah Sein...
mata mereka bertatapan cukup lama..sampai akhirnya Sein sudah memeluk Yasmin dengan hangat..Yasmin membenamkan wajah cantiknya di dada Sein yang bidang...
Kakak...aku takut.! kalau aku tidak bisa terus mendampingimu...
Yasmin..!! jangan pernah jauh dariku...!!
iya kak ...aku akan berusaha sekuatnya mendampingimu..
Mm..memang seperti itulah seharusnya...!!
bisik Sein ditelinga Yasmin..
Apa kakak berani datang ke ayahku untuk memintaku!?
Kenapa tidak?? akan aku lakukan...!!
Ujian dari ayah akan sangat berat..!!
Apapun itu aku akan menjalaninya...
Eh..bagaimana dengan adik Mentari..? apa kakak juga akan menikahinya?tanya Yasmin..
Bukankah kalian selama ini sudah latihan hidup bersama denganku...?? jawab Sein menggoda...
Huu...dasar mata keranjang...!! umpat Yasmin sembari melepas pelukannya...
Hahaha....apa kau tidak mau kita bertiga hidup bersama?? tanya Sein...
huu..maunya....!! protes Yasmin..
Ah..ini benaran...!! ucap Sein dengan wajah serius..
Mmm..Yasmin nampak berpikir...
lihat nanti saja...jawabnya singkat..kemudian melangkah meninggalkan ruangan Sein...
Sein hanya Senyum tipis dan mengangkat bahu tak berdaya..
kemudian kembali menyibukkan diri dengan pekerjaannya...
ia memeriksa beberapa laporan yang tertumpuk dimejanya...
Ia kembali teringat pergerakan Tuan Putri Agung...
aku harus mempersiapkan sesuatu untuk meredam ulah nyonya bengal ini...batin Sein..
Sein kemudian beranjak meninggalkan departemen strategis, ia berjalan menuju istana..
Salam baginda..
aa..adik Seiiiin...kemarilah...sambut Karaeng Doloking..
Lapor baginda...Tuan Putri Agung mengerahkan mata mata untuk mengintai istana dan beberapa departemen penting...!!
Ia juga meminta bantuan Sepasang Merapi Gerhana..sepertinya seleksi nanti akan ada kejadian tak terduga...
Siang ini juga saya akan memutus jaringan mata mata mereka tanpa mereka sadari..jadi informasi yang mereka dapatkan memang informasi yang sengaja kita biarkan untuk mereka mengetahuinya...beber Sein..
Masalah di hari seleksi, saya akan menyiapkan pasukan rahasia untuk pengepungan..!! tambahnya..
Ya..tapi hati-hati lah..jangan sampai kita masuk perangkap mereka...
Aku tahu..paman kerajaan masih memiliki nama besar dan citranya cukup baik dimata para keluarga bangsawan dan beberapa pejabat...
Jika kita salah menanganinya makan akan menjadi Senjata makan tuan...publik akan menilai kita semena mena...dan itu tidak baik bagi kekuasaan raja...kata Doloking memberi pertimbangan...
Baginda, apa baginda berencana menunggu Paman Kerajaan untuk menampakkan sendiri watak aslinya didepan publik baru kemudian akan mengambil tindakan? tanya Sein.
Sebaiknya memang seperti itu..karena itu kau harus pandai pandai melihat keadaan...paman Dolonata sangat lihai memainkan situasi,.memandu dan mengontrol situasi adalah keahliannya...kau sudah lihat sendiri dipertemuan beberapa hari yang lalu...tutur baginda..
Baik baginda...! terimakasih..!jawab Sein santai..
Di kediaman paman kerajaan...
Dolonata sedang berlatih ringan di halaman belakang kediamannya yang cukup luas...
Terlihat ia memainkan jurus jurus dengan sangat lihai...
sangat terkesan bahwa ia adalah pendekar yang sangat berpengalaman..
Huph...!! Dolonata menutup latihannya..
Tuan Nata...!! sapa seorang pria berumur sekitar empat puluh tahunan....
Oh...kau sudah datang...kemarilah...!! Dolonata mengajak pria itu duduk di gazebo tempat ia biasa bersantai sehabis berlatih...
Pancala...!! bagaimana..!?
tanya Dolonata..
Pancala adalah pengawal setia Dolonata...
ia pernah berguru pada seorang Begawan Sakti di daerah gunung Sindur...Benua Tengah..
Lapor tuan...mata mata Tuan putri Agung sudah menyusup ke Departemen Strategis dan beberapa departemen penting lainnya...
Mmm..ya..tapi aturlah mereka dengan hati hati...Pendekar Muda bergelar Dewa Ketawa itu aku perhatikan sangat cerdas..dan tidak mudah dihadapi...
Tuan tenang saja...dia adalah orang baru di Departemen itu..orang orang Bara Sila masih ada beberapa orang di Departemen Strategis..
kami menggunakan mereka untuk medapatkan informasi rencana dan kegiatan yang dilakukan Departemen Strstegis...tentu saja mereka di bantu oleh kelompok Klancheng Hitam atas perintah Tuan Putri Agung....beber Pancala.
Apa!!?anak buah Bara Sila masih ada yang tersisa!??
Sebaiknya kau hati hati menggunakan mereka..jangan sampai mereka memang sengaja dibiarkan oleh Pendekar Muda itu..Kata tuan Dolonata memperingatkan.
Ah tuan...mereka sama sekali tidak diketahui oleh siapapun bahwa mereka bekerja sama dengan Bara Sila untuk berontak...karena sewaktu pemberontakan terjadi mereka sedang tugas ke Kerajaan Rappocini..mereka sendiripun tidak tahu Bara Sila memberontak..
tapi mereka sangat setia pada Bara Sila..
mereka menganggap Bara Sila sebagai ayah mereka..timpal Pancala..
Mm...semoga saja!! tapi tetap awasi mereka dengan ketat..!!perintah Dolonata..
Baik Tuan...!!
Ah..ya..kau pergilah ke rumah Bangsawan Toro..!
Katakan aku mau bertemu malam ini...!
Baik..! saya permisi dulu tuan...!!
sahut Pancala sembari membungkuk hormat kemudian berlalu meninggalkan kediaman Dolonata..
Mmm...benar juga nasehat tuan..aku harus lebih berhati hati...gumam Pancala.sambil terus berjalan menuju kediaman Bangsawan Toro..
Dua orang pedagang kain keliling sedang berjalan di jalan yang sama dengan Pancala...
mereka asik berbincang tentang keadaan dagangan mereka yang cukup laris hari ini....
Mereka terus berjalan menyusuri jalan yang di tempuh Pancala...
Dagangan kita masih tersisa beberapa...sebaiknya kita ke rumah para bangsawan dan menawarkan pada mereka... siapa tahu mereka mau membeli dagangan kita..diskusi keduanya..
Pancala sempat mendengar percakapan mereka..
hmm...pedagang Pedagang ini memang sangatlah gigih..batinnya sambil menggeleng kagum..
Setelah sampai dirumah kediaman Bangsawan Toro..
Pancala segera melapor pada penjaga dan dipersilahkan masuk menemui Bangsawan Toro..
Sedangkan kedua pedagang menuju rumah bangsawan Jodi yang berada disebelah kediaman bangsawan Toro..
mereka berdua melapor pada penjaga untuk memperlihatkan barang dagangannya pada Tuan Jodi..tapi mereka ditolak oleh para penjaga..
Maaf tuan tuan...Tuan Besar Jodi tidak ada ditempat..beliau sedang keluar kota..!!
Oh maaf tuan penjaga..!! baiklah kami akan datang lagi lain waktu...
kedua pedagang itu pamit dan segera berjalan menuju kediaman bangsawan lainnya...
Di tempat lain..
Di Luar istana...Jawatan Keprajuritan..
Mentari memberi arahan pada beberapa komandan pasukan..
karena ia belum cukup berpengalaman maka ia banyak berkonsultasi pada Jendral Gobang..
Namun dengan kecerdasannya dan sifatnya yang mandiri ia dengan cepat belajar..dan menguasai strategi strategi militer dan pengaturan pasukan...
Setelah memberikan beberapa tugas pada para komandan bawahannya..ia menuju Departemen Strategis..ia hendak menemui Sein dan Yasmin..
Hei..istriku..!!
He...suamiku...
mereka bertemu saat Sein hendak meninggalkan istana..
Kau terlihat buru buru..mau kemana??
aku rencana akan menemuimu..jangan sampai kau sdh dilahap habis oleh kak Yasmin..aku tidak kebagian..hihihi...
Enak saja..memangnya saya ini makanan..dilahap? protes Sein..
Hihihi..kak Yasmin mana?? tanya Mentari.
Tadi sebelum aku bertemu baginda, ia pulang kerumah...jawab Sein.
Kalau begitu ayo kita pulang saja...!! ajak Mentari..hendak menarik tangan Sein..
Husy..!! tunggu dulu...!!
hehehehe...tawa mentari memonyongkan bibirnya mencontoh tawa Sein dengan wajah cemberut..
Hahaha..baiklah baiklah..
kita masih harus ke akademi kerajaan dulu...
jelas Sein kemudian menarik tangan Mentari dan berkelebat menuju akademi kerajaan...
Hei...apa kakak tidak bisa lebih lembut...!?
huh.. selalu saja menarik tanganku tiba-tiba..
gerutu Mentari..
Sein malah mempererat pegangannya kemudian dengan cepat ia menggendong Mentari sambil bekelebat...wajah mentari memerah seketika...rupanya dia sendiri yang sudah tidak sabar..hihihi gumam Mentari..
Sein melihat mentari yang tersenyum senyum menghentikan gendongannya...
ih...kenapa?protes Mentari..
Kita sudah sampai...! jelas Sein.
huh...Menteri menggembungkan pipinya dan bersungut...
Kenapa? teang saja... setelah dari sini aku akan menggendongmu sampai ke rumah...kata Sein..
Seketika wajah mentari sumringah...
janji ya....! hehehe...timpalnya manja..
Ayo kita bertemu dengan kepala Akademi dulu...
Setelah sampai di ruangan kerja kepala Akademi..
salam tuan...
ah..kepala Departemen Strategis...!! mari mari silahkan duduk tuan..
em..salam nyonya...eh maaf, salam Panglima..!!
seru kepala Akademi...
Ah tuan Kepala..saya hanya menemani suami saya saja..
Owh..tuan..iya..maafkan saya...sebenarnya saya baru hendak menemui anda setelah pulang dari sini..tapi anda sudah lebih dulu datang kemari...beber Kepala Akademi.
Tuan Sein..
Lihatlah...
Ini..pengaturan seleksi yang sudah aku rancang...
silahkan tuan lihat lihat,..barangkali ada yang perlu di perbaiki...!!
ucap Kepala Akademi sembari menyodorkan dua gulungan dokumen..
Baiklah..apa boleh dokumen ini aku bawa dulu tuan? tanya Sein..
Iya..Silahkan tuan..jawab Kepala Akademi.
Sein pun menyimpan kedua gulungan itu kedalam cincin pemyimpanannya..
Kepala Akademi..saya mohon pamit...!!besok akan saya antar kembali rancangan ini...ucap Sein...
ah iya tuan....nyonya...! silahkan..
Kepala Akademi menyilahkan Sein dan Mentari..
dan mereka berdua pun melangkah pergi..
Eh..suamiku..Mentari memegang tangan kanan Sein dengan kedua tangannya dan berkata:
Gendong..!! dengan manja..
Hah...?? gendong?
iya..kan tadi sudah janji padaku..
ih dasar baru juga berapa saat sudah lupa..awasss ya...!! Mentari nyerocos sembari mencubit pinggang Sein...
Akh..akh...baiklah..baiklah...aku gendong..ya..tapi cubitannya lepas dulu..
akh..!! sakittt nih..aduuh...!! rintih Sein..
Heh..siapa suruh mau ingkar janji...rajuk Mentari melepas cubitannya...
Sein meraih pinggang Mentari dan segera menggendong nya meninggalkan halaman Akademi kerajaan..
Tadi bukannya aku mau ingkar janji tapi ada dua orang sedang mengintai kita...bisik Sein di telinga Mentari...
Nafas hangat Sein menerpa lembut rambut halus disekitar telinga mentari membuat wajah gadis itu kembali memerah...
Melihat perubahan wajah Mentari, Sein segera menurunkannya..
Ah..kak...apa sudah sampai..??
Belum...tapi sudah dekat..
Kenapa menurunkanku disini..?
ooo...aku tahu...kakak tidak ingin dilihat kak Yasmin menggendongku khan??
Sein hanya garuk kepala...
Dia sudah lihat...!!
tuh dibelakang..dari tadi dia mengikuti kita...!!
timpal Sein yang melihat Yasmin sedang berkelebat kearah mereka...
Kak...! Panggil Yasmin..
Aku tadi mengawasi ada seorang berpakaian putih mengintai kalian...
Oo..jadi yang dua orang tadi..yang satunya kak Yasmin ya? tanya Mentari..
Ya..awalnya dari jawatan Departemen Strategis aku hendak pulang kerumah, tapi aku lihat ada orang terlihat sedang memantau kegiatan kakak..jadi aku mengikutinya..
Sekarang diamana orang itu?
tanya Mentari..
Aku sudah melumpuhkannya...ayo kutunjukkan..ajak Yasmin sambil melangkah menuju sebuah rumah kosong...
Disini...!!
Hah..!!?
Dia tidak ada..!!
seru Yasmin tercengang...
Penciuman Sein yang tajam menangkap aroma khas...
Yasmin..!!
Ya kak...?
Tadi kau menotoknya dengan totokan delapan nadi...??
Yasmin kembali tercengang.!?
da..darimana kakak tahu aku punya ilmu itu..?gumamnya..
Kemudian mengangguk..iya...
Tingkat berapa..? tanya Sein lagi..
Ti...ti..ting kat tiga...! jawab Yasmin tak percaya Sein bisa tahu semuanya..
Mmm...berarti ada tiga kemungkinan..
pertama:
orang yang kau totok memiliki kesaktian setara denganmu...
karena kalau tingkatan dia berada diatasmu..kau tidak akan bisa melumpuhkannya dengan totokan delapan nadi tingkat tiga...
Kedua : tingkatan dia memang berada diatasmu tapi dia berpura pura tertotok olehmu..
Ketiga: ada seorang lagi yang menguntitmu dan orang itulah yang membebaskannya...
Ayo kita kembali kerumah...!! ajak Sein..
sambil berjalan Sein terus berpikir, tadi itu jelas jelas aku mencium aroma tanaman obat...batin Sein..
Ia terus mengingat ingat aroma itu dan berusaha memikirkan tanaman obat apa dengan aroma seperti itu...
Kejadian ini semakin rumit...!! batin Sein.
Yasmin dan mentari mengikuti di sampingnya..
Setelah sampai di kediamannya, terlihat dua orang yang ditugaskan Sein mengintai Dolinata sudah menunggu..
Kedua mata mata itu segera melaporkan kepada Sein perihal Pancala menemui Bangsawan Toro..dan kemudian pergi lagi dengan tugas selanjutnya yang diberikan Sein.
Setelah kedua mata mata pergi mereka bertiga masuk keruang perpustakaan untuk melanjutkan pembahasan kejadian barusan...
Pelayan...!!panggil Sein..
Seorang pelayan pria tergopoh masuk menghadap...
Iya tuan...saya Hodi..ada perintah apa tuan...
Hodi..! apakah di kota ini ada toko obat yang lengkap..?
Oh ada tuan...!!
Di seberang pasar, ada Toko Obat Cahaya..itu yang terbesar dan terlengkap di ibukota ini..
Mmm..baiklah Terimakasih..kau boleh kembali..kata Sein..
Baik tuan...jawab Hodi segera keluar ...
Kakak..! aku ingat..waktu membawanya ke rumah kosong itu aku melihat dia menggunakan gelang, sepertinya terbuat dari rambut yang dirajut..tapi agak tebal..!!
Ahhh....
Perguruan Lembah Biluluk dari Benua Tengah ...!! Seru Sein..
Mmm...jadi mereka juga sudah di sini...batinnya.
yang dpakainya jadi gelang itu bukan rambut..itu ijuk yang dirajut...!! jelas Sein..
Yasmin..Mentari...
Lawan Kita kali ini lebih kuat dari sebelumnya..kalian jangan bertindak gegabah...jangan jauh jauh dariku...!! ucap Sein Serius...
Yasmin mengangguk pelan...
Aduh suamiku...bilang saja kalau tidak bisa jauh jauh dari istri istrimu ini...hihihi...goda Mentari cekikikan..
Husy..!! ini serius...sergah Sein..
Iya..iya...huh...galak amat...
Kalian kembalilah kekamar..aku akan keluar dulu..
Kakak..!! apa kau tidak lapar!!? kita makan dulu..makanan sudah disiapkan pelayan di ruang makan..yuk..ajak Yasmin..
Mmm..baiklah..setelah makan baru aku keluar..
Kakak memangnya mau kemana? tanya mentari..
Aku akan mencari tahu keberadaan mereka...!
apa tidak bisa meminta divisi penyelidik?
tanya Yasmin..
Tidak bisa...!
Sein menggeleng..
Ini semakin menarik...Hahahahaha.
Biar aku sendiri yang mencarinya..
ucap Sein..
+++