Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua

Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua
Api Asal Mula


Jangan kaget, ibu kamu tidak begitu suka suasana hangat keluarga, ia lebih suka dan bahkan sangat menikmati suasana ketegangan.., kau mengerti..??hehehe, jelas Pangeran Makil terkekeh.


Aku mengerti ayah, ibu...tapi sekali kali boleh kan aku bermain dengan kalian..heheh.., kata Kisra juga terkekeh.


Iya,  sudah..!


saat ini kau harus mendapat tugas juga..kata nyonya Atikah,..


Tugas apa bu..?tanya Kisra penasaran.


Karena wajahmu belum banyak di kenali orang di benua barat ini, maka kau akan bertugas manyamar dan melenyapkan seseorang..


Siapa..? jangan sembarangan, jika akan membahayakan jiwanya sebaiknya tidak usah, cari orang lain saja untuk tugas itu.., potong Pangeran Makil.


tenanglah, tugas ini ketegangannya tidak seberapa.., timpal nyonya atikah.


mm..coba katakan tugas apa yang akan kau berikan padanya..


Aku akan menugaskannya menjadi perusuh di dunia persilatan, bunuh secara misterius, orang orang yang  mendukung pangeran itu..


ingat...!! lakukan dengan sembunyi sembunyi dan tanpa meninggalkan jejak.., maka beberapa pembunuhan saja, akan membuat dunia persilatan gaduh,..hehe..


Saat itu nama "Pembunuh Misterius" akan sangat cocok untukmu..


dan sekaligus kau sudah mulai menorehkan namamu di dunia persilatan lima benua ini.., apa kau mengerti..?? tanya nyonya Atikah.


Mengerti ibu, cara ibu ini mang luar biasa...!!! timpal Kisra dengan cepat..


Oh..ahahahah...sebuah ide yang luar biasa, biar sekali kali aku akan menemanimu melakukannya..ahahahaha..., memikirkan ide gila seperti ini, siapa lagi selain ibumu yang bisa melakukannya...ahahahaha...kata Pangeran Makil penuh semangat.


Baiklah, saatnya tugas pertama untukmu...


ini..habisi semua orang yang tertulis di situ ..kata Nyonya Atikah sambil menyerahkan selembar kertas nama dan alamat yang akan di bereskan..


Baik Bu.., segera akan ku selesaikan...,timpal Kisra penuh tekad..


Heh...apa target yang kau berikan itu bisa ia atasi..?tanya Pangeran Makil


tenang saja, orang orang itu hanyalah butiran pasir kecil tapi jika membunuhnya maka beritanya akan cukup mnghebohkan.., jelas nyonya Atikah.


He bocah, lakukan ini dengan baik, jangan membuat malu Kuil Atash Behram kita..., pesan Pangeran Makil.


Baik Ayah..ibu..., kalau begitu aku segera bertindak..., pamit Kisra lalu pergi dari dengan segera...


Eh, jangan lupa l, kirim seseorang ke rumah selir buangan siapa tahu ada teman teman kita yang mencari kesana, kepindahanmu ke sini pasti belum di ketahui orang..., kata Pangeran Makil.


Oh..iya..aku akan segera mengaturnya..


+


Di dasar lumpur hisap hitam, Salman sudah kembali lagi, ia baru saja membuat kubah pelindung tak kasat mata di sekeliling area hutan bambu..


Saat ini Sein menyadari kehadiran Salman namun karena masih terus melakukan pembukaan seimpul energi, ia tetap dalam posisinya sejak awal tanpa bergeming..


Sejak memulai lagi untuk berlatih hingga saat ini, Sein dan Karaeng Gantarang merasakan ada sedikit peningkatan pada kekuatan mereka..


Sebelumnya,


beberapa saat setelah Salman pergi


Sein mengekstrak lagi cukup banyak buah semangka emas dua alam yang dicampur buah kenari biru, dengan kemampuan peracik yang ia kuasai seperti yang pernah di lakukannya hal ini dengan mudah menghasilkan banyak pil untuk ia serap..


Kerena itu kini ia memiliki cukup banyak pil campuran kedua buah berhasiat itu di saku lengan bajunya untuk di serap di masa masa mendatang..


Untuk menyerap buah berhasiat itu, Sein tak perlu lagi turun ke dasar hamparan lumpur hisap hitam ini jika tidak terlalu terpaksa.,bagaimanapun tempat ini harus dirahasiakan..


Salman mengamati keduanya sesaat, lalu mulai tepekur di atas sebuah batu pipih..


Pada latihan sebelumnya Salman sangat terkesima akan kemampuan Sein menerima pelajaran...


bahkan takjub akan pencapaian Sein yang luar biasa...


Jadi saat ini ia terus memperhatikan Sein, ia berharap sedikit kejutan dari Sein dapat terjadi lagi saat ini...


Sein yang sejak tadi berulang ulang menyerap pil campurab semangka emas, mulai mengalami reaksi dalam dirinya...


serrrrt....


krrrrk...


Bhommmmm...!!


Bhommmm,..


Booommmmn...!!!


Booommmmm!!


PSssssss


Setelah beberapa dentuman, asap biru keemasan mengepul dari ubun ubun dan telinga Sein.....


Seratus simpul energi sudah terbuka..


Sein membuka mata...bahkan kini pupil matanya pun berkilat biru keemasan...


Menyaksikan ini, lagi lagi salman takjub di buatnya...


Wahh....kau sudah membuka seratus simpul energi, sepertinya kau akan mulai berlatih di Jalur energi spiritual dalam waktu yang lebih cepat dari yang di perkirakan..., ujar Salman sambil memuji Sein.


Hehe..ini kan tuan Salman yang mengajariku dengan sangat baik..heheh,..timpal Sein.


Baik..kau memang pandai bertutur manis, tak heran kedua wanita itu tunduk padamu..hehe, sekarang stabilkan energimu..., kata Salman.


Baik tuan,.. tapi saat ini aku lenghawatirkan orang orang di rah pengungsianku,...timpal Sein.


Tidak usah kau pikirkan, aku sudah melindungi mereka..


aku.memasang segel energi kubah pelindung di sekeliling hutan bambu...


Kecuali Raja Kegelapan dan Manusia Iblis, selain itu tidak akan ada pendekar manapun yang dapat menembusnya.., jelas Salman.


Raja Kegelapan?


Manusia Iblis...? Siapa mereka? tanya Sein.


Kelak aku akan memberi tahumu, sekarang yang perlu kau tahu adalah keluargamu dan para sesepuh itu dalam keadaan aman.., mengerti..?? timpal Salman..


Oh aku mengerti,..baiklah kalau begitu, aku sudah bisa tenang.., timpal Sein puas.


Sementara itu, tak ketinggalan, Karaeng Gantarang masih terus menyerap khasiat buah semangka emas sehingga tenaga dalamnya kian bertambah, satu buah semangka emas walau belum terserap seluruhnya namun sudah cukup membuat orang di luar sana tercengang ..


Sein,..untuk menstabilkan energi Qi dalam dirimu kau telusurilah dasar ceruk di sudut sana..kau akan mendapati sebuah lubang sebesar tubuh manusia, masuklah kedalam telusuri sampai ke ujung nya, ketika kau mendapatkan "Api Abadi atau Api Asal Mula" , maka seraplah inti api itu..., ucap Salman memberi petunjuk..


Ah..ada lorong dalam ceruk itu..? batin Sein..


Sebelumnya aku pernah mandi di sana, tapi memang tidak memeriksa sekeliling dasar ceruk, mungkin itu yang membuat aku tidak mengetahui lorong itu.., tambah Sein masih membatin.


Setelah tersadar kembali, Sein buru buru menjawab,..


Oh baik tuan...lalu melangkah memasuki ceruk dan mencari lorong itu, di ikuti pandangan kebingungan dari Salman..


Lorong itu berada di pojok ceruk bagian dinding bawah...


Sein tanpa ragu memasukinya dan dengan semangat menelusuri lorong itu..


Setelah sekian lama menyusuri lorong batu sampai daerah yang tidak berair, Sein mendapati bongkahan batu setinggi dua jengkal setengah menghalangi jalannya,..


lorong di hadapannya menjadi sempit karena batu itu..


Bagaimana melewatinya..?


batin Sein..


Sein berpikir sejenak,


Akhirnya ia mencoba mengerahkan kekuatannya untuk menghancurkan bongkah batu itu, namun setelah beberapa kali mencoba batu itu masih kokoh tak bergeming..


Ee...? batu macam apa ini...?? gumam Sein.


Setelah situasinya,


Ia mengeluarkan belati senyap biru hasil tempaannya lalu mencoba menghancurkan batu dengan tebasan belati...


Namun hasilnya sama saja..., batu itu tetap tak bergerak, tergorespun tidak..


Ehhh...kuat sekali..., geram sein.


Setelah pikirannya sedikit segar, baru kemudian Sein mengeluarkan Batu Kaliamaya dari dalam cincin penyimpanannya..


Tanpa menunggu lama Sein menggesek Batu dan Belati Senyap Biru Miliknya,..


Pecikan api timbul akibat gesekan kedua benda pusaka itu...


Percikan api menyelimuti batu penghalang itu, Sein terus mengulang ulang memercikkan api pada batu itu, setelah beberapa kali ia memercikkan api ke batu itu, terlihat batu itu mulai tergerus menjadi butiran debu..


Lama Sein melakukan percikan api ke bongkahan batu itu akhirnya batu itu terus mengecil, sedikit demi sedikit tergerus..


terdapat tumpukan debu halus di sekitar bongkahan batu itu...


Setelah sekian lama Sein memercikkan bunga api, akhirnya bongkah batu itu sepenuhnya sudah berubah menjadi tumpukan debu halus.., namun tepat di tengah tengah dimana bongkahan itu sebelumnya berada nampak lubang berbentuk kotak seukuran jempol kaki..


Sein memeriksa lubang kecil itu..


dalamnya hanya dua ruas jari telunjuk..!! apa ini..??gumam Sein.


Mm..apa ini semacam tombol atau apa ya..?batin Sein.


Sein mencoba menekan dasar lubang berbentuk kotak itu.., Sein menunggu apa yang terjadi kemudian..


Setelah beberapa tarikan nafas menunggu..


Tidak ada apa apa..?gumam Sein karena tidak ada yang terjadi dengan kotak yang ditekannya barusan..


Tidak mungkin kotak ini di buat begitusaja di tempat ini.., pasti ada maksudnya.., batin Sein.


Karena penasaran dengan kotak persegi itu, akhirnya ia mencoba lagi menusukkan belati birunya pada kotak itu...


tapi tetap tidak ada yang terjadi..


Akhirnya Sein mengesampingkan masalah lubang kecil berbentuk kotak itu..


Lebih baik aku melanjutkan dulu untuk menemukan " Api Asal Mula" yang dikatakan tuan Salman.., batin Sein.


Tapi sebelum melanjutkan menyusuri lorong sempit itu ia menyempatkan diri untuk mengambil tumpukan debu dari bongkahan batu yang tadi dihancurkannya...


Bahan Debu ini sangat kuat, sama kuatnya seperti Benang Nirawana yang pernah juga di ambil Sein saat di Istana Kalompoang...


Semoga saja debu debu ini kelak ada gunanya,..batin Sein sambil memasukkan debu itu kedalam sebuah guci yang sebelumnya ia keluarkan dati cincin penyimpanannya..


Setelah menyimpan kembali guci yang telah berisi penuh debu batu, Sein melanjutkan menyusuri lubang itu..


Sein terus merangkak, bahkan beberapa kali harus merayap..


Tanpa terasa, ia akhirnya sampai di ujung lubang panjang dan berkelok itu..


Hmmm...akhirnya sampai juga di sini..., lubang ini benar benar nyaris tak berujung..., gumam Sein.


Sudah sampai di sini, lalu apa lagi ya..? batin Sein.


Ia segera duduk bersila walau sambil menekuk sedikit tubuhnya karena lorong kecil ini benar benar sempit dan tingginya hanya tiga jengkal setengah..


Sein mengerahkan enerqi qi nya ke mata, kemudian mengamati sekitarnya,..


+


Pagi Hari,..


Di Hutan bambu,..


Ki Tirta Arum, terperangah..


Ia sedikit merasakan sesak di dadanya...


A...apa ini...??


Mengapa ada energi besar menghalangi..? batinnya, sambil memegangi dadanya yang terasa sesak dan nyeri..


Ia baru saja terlempar akibat menabrak energi tak kasat mata, yang tak lain adalah kubah pelindung yang di buat oleh Salman...


Ia terlempar cukup jauh karena saat menabrak kubah pelindung tak kasat mata itu, Ki Tirta Arum memang sedang berkelebat dengan kecepatan tinggi..


Ia kemudian melangkah dengan perlahan mendekati tempat ia menabrak dinding kubah tak kasat mata sebelumnya..


Setelah memeriksa beberapa saat, dengan wajah pucat dan tubuh gemetar,.. ia memperbaiki perasaanku, setelah agak mbakk ia pun memutuskan untuk segera kembali ke istana..


Hm..ada seseorang dengan kekuatan sangat besar di belakang pangeran.., ini tidak akan mudah..., pikir Ki Tirta Arum sambil terus berkelebat kembali ke istana untuk melapor pada baginda Sultan..


Pada saat yang sama, tiga orang berjalan memasuki ibu kota,..


Menurut Nyi Jaminten, untuk.mengetahui keberadaan pangeran itu, kita bisa kengandalkan dua cara,


pertama, Kita harus mencari keterangan langsung pada mertua pangeran itu, kata Yang Siao..


Ya, tapi apakah semudah itu, kabarnya ia adalah seorang sekretaris kerajaan ini..., timpal Yang Leiting..


Owh..itu betul.., jadi Nyai Jaminten memberikan cara kedua yaitu mencari salah satu murid perguruan belibis putih bernama Nyi Hapsari lalu bertanya padanya..


Dan cara ketiga adalah kita harus menemui Nyonya Atikah dan bergerak sesuai petunjuknya..jelas Wong Leiting..


Oh..seperti itu rupanya...jadi selanjutnya bagaimana..?tanya Yang Siao.


Mm..baiklah, jika seperti itu aku akan memeriksa kekediaman sekertaris kerajaan, kau dan Yang Fei pergilah mencari tahu ke tempat Nyonya Atikah.., kita bertemu lagi di sini saat tengah hari..,putus Yang Leiting.


Yang Leiting, segera memisahkan diri dari kedua saudaranya...melangkah menuju kawaaan luar gerbang istana..


Sedangkan kedua saudaranya melangkah menuju pasar..


Seampainya di dekat gerbang istana,


Yang Leiting melihat banyak pejabat yang masuk gerbang...


Rupanya hari ini ada pertemuan,..pejabat pejabat ini sangat ramai masuki istana..., batin Yang Leiting..


Saat Yang Leiting memandang berjeliling, seorang prajurit memperhatikannya...


Hei tuan..,sedang apa di situ...? tanya sang prajurit..


Oh..merasa ada yang menegurnya,.Yang Leiting segera menoleh ke sumber suara...


Ah..maaf tuan, saya mencari kediaman sekertaris kerajaan...


Mendengar jawaban Yang Leiting, prajurit langsung terdiam dan mandang penuh selidik...


Kau pasti bukan orang sini...kelihatan dari wajahmu...kau pasti orang benua congko..., kata Prajurit dengan suara agak keras...


Beberapa prajurit lain yang mendengar segera menghampiri...


Wahh...gawat...kalau mereka salah pengertian, dan menganggap aku mata mata, ini bisa bahaya..batin Yang Leiting..


Ehm..maaf, saya mencari kediaman tuan sekertaris kesultanan...,kata Yang Leiting buru buru menjelaskan..


Oh, ternyata benar kau bukanlah orang sini.., ada apa mencari kediaman tuan sekertaris...? tanya prajurit lainnya..


Kini Yang Leiting Sudah di kelilingi oleh beberapa prajurit...


Tangkap dia dulu untuk di mintai keterangan..seru salah seorang...


Wah..gawat, jika seperti ini bisa timbul masalah yang tidak perlu...!! batin Yang Leiting kemudian segera melesat pergi meninggalkan para prajurit yang mengepungnya..


Para prajurit tercengang beberapa saat, lalu tersadar...


Ayo kita Laporkan kejadian ini pada komandan..., seru salah seorang di antara mereka...


Mereka pun segera menemui komandan jaga dan melaporkan kejadian itilu...


Komandan Jaga, mengernyitkan kening saat mendengar laporan itu..


Mm..baiklah..setelah oara pejabat selesai perempuan di aula,.aku akan menghadap pada tuan sekertaris untuk melaporkannya..., kata Komandan Jaga...


Sementara itu Yang Leiting terpaksa segera kembali ke tempat awal saat a berpisah dengan Yang Siao dan Yang Fei..


Huh...orang orang ini penuh curiga,..nampaknya kesultanan ini sedang mengalami masalah yang rumit..., gumam Yang Leiting..


Di tempat terpisah,..


Yang Siao dan Yang Fei lebih beruntung,..ia menemui salah seorang yang baru saja tiba dari jurang gunung tujuh atas perintah Atikah untuk mengantisipasi jika ada tamu penting yang mencarinya ke kediaman selir buangan,..


Terimakasih, kani akan segera ke jurang gunung tujuh, bisik Yang Siao membalas bisikan orang suruhan Atikah yang memberitahunya bahwa nuonya Atikah berada di jurang gunung tujuh..


Oh..hahaha...iya tak.masalah tuan, ini memang perintah nyonya...., timpal orang suruhan nyonya Atikah...


+++