Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua

Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua
Ep. 147. Jurang Gunung Tujuh Markas Pasukan Berani mati


Atikah Menggeleng,


Aku tidak mengenalnya paman, tapi Kekuatannya sangat dahsyat..Energi Merah Yang dan Seribu Benang Merah Yang tidak ada apa apanya.., jawab Atikah..


Oh.. ?? Seperti apa bentuk serangannya itu..? Tanya Hung Min.


Sepertinya, orang yang menolong Jandral Mukti untuk memapak seranganku memiliki energi petir berwarna putih..., Jawab Atikah..


Petir Putih..?? jangan jangan dia ..


Siapa paman..? tanya Atikah.


Keturunan Dewa Perang, di benua kita Benua Congko dikenal dengan nama Er Lang.., Ucap Hung Min.


Dewa Er Lang..?? punya keturuan di benua ini.?? Tanya Atikah ragu..


Entahlah, jika memang seperti yang kau ceritakan, maka paling tidak orang itu ada hubungan dengan Dewa Er Lang.., tapi kita kesampingkan dulu saja masalah ini....jawab Hung Min..


Tan Atai yang sedari tadi diam, tiba tiba berdiri dan menundukkan kepala...


“Kalian segera bergerak, bergabunglah dengan pasukan Kerajaan Singgalang di Padang Panjang,..”


Sudah waktunya menyerang Kesultanan Datuk Delapan,,,!! Seru sebuah suara yang terdengar samar di telinga Tan Atai..


Semua yang hadir terheran heran dengan sikap Tan Atai, karena belum pernah ada yang melihat Tan Atai Menerima perintah..,


Perintah Tetua Iblis Biru, kita harus segera bergerak, bergabung dengan pasukan Kerajaan Singgalang.., Ucap Tan Atai menyampaikan pesan yang baru saja diterimanya..


Oh, tetua Iblis Biru sudah memberi perintah,..segera siapkan kekuatan, saat hari gelap kita akan bergerak.., Seru Hung Min lantang.


Laporr..!! ada yang datang...!! seru seorang Penjaga


Ingat,..!! Hutan Purba ini adalah wilayah Perguruan Legan Iblis.., tidak seorang pun yang boleh keluar masuk daerah ini tanpa persetujuan Penguasa hutan Purba..!! seru Hung Min..


Hantu Muka Lima, segera periksa...!! seru Tan Atai..


Baik Ketua..! Hantu Muka Lima segera berkelebat pergi..


Tak lama kemudian,


Di pinggir timur Hutan Purba..


Hei, Siapa kau..? cegat Hantu Jatiwara yang ditugaskan oleh Hantu Muka Lima untuk memeriksa laporan penjaga..


Aku dari Jurang Gunung Tujuh, ..hendak menghadap Ketua Tan Atai..! Jawab Utari


Tidak semudah itu menemui ketua, jangan jangan kau penyusup.., tuduh Hantu Jatiwara.


Dasar orang orang bodoh, mana ada penyusup terang terangan seperti ini, jika kau memang ingin bertarung maka majulah...!! Ucap Utari sengit.


Kurang ajar..!! Keparat..ringkus dia..! perintah Hantu Jatiwara pada beberapa orang pengikutnya..


Dengan cepat mereka mengepung Utari.., salah seorang dari mereka ditugaskan untuk melapor, bahwa penyusup melakukan perlawanan..


Utari dengan geram mengeluarkan ilmu ‘Tapak Bisa Ular Api’ ajaran Hung Min..


Lima orang yang mengepung Utari mundur terkena hawa panas...


Melihat hawa serangan Utari, Hantu Jatiwara segera mengenali Ilmu yang di keluarkan Utari..


“Tapak Bisa Ular Api..” !! seru Hantu Jatiwara..


Huh, terlambat untuk sadar..!! aku akan menghancurkan kesombongan kalian..!! seru Utari melengking..


Melihat Utari yang sudah kalap, Hantu Jatiwara tak mau gegabah..ia juga segera mengeluarkan ilmu “ Tapak Api Iblis Biru”..


Seketika kedua lengan Hantu Jatiwara berwarna biru pekat...


Huh, ingin mengalahkanku..mimpi saja...!! Umpat Utari..


Keduanya siap saling terjang, namun dihentkan oleh suara menggelegar..


Hentikan..!!


Hantu Jatiwara, apa kau sudah buta..?


Mendengar bentakan itu, Hantu Jatiwara dan Utari terdiam ditempat..


Hantu Jatiwara yang mengenali suara itu langsung berlutut...


Maafkan saya ketua..!! kata Hantu Jatiwara yang mengenali suara Tan Atai..


Kalian ingin saling bunuh sesama teman..?? itu tidak dibenarkan dalam Perguruan Lengan Iblis.., kata Tan Atai mengingatkan..


Maaf ketua, sebelumnya saya tidak mengenali siapa nona ini, aku sangka ia adalah mata mata musuh.., kilah Hantu Jatiwara.


Kali ini kecerobohanmu kumaafkan, jika terjadi lagi sebaiknya kau bunuh diri sebelum bertemu denganku.., ancam Tan Atai..


Terimakasih ketua,..jawab Hantu Jatiwara dengan cepat..


Utari ayo ikut aku, guru sudah menunggumu.., kata Tan Atai yang tadi langsung mengenali bahwa Utari juga adalah murid Hung Min saat Utari mengerahkan Ilmu Tapak Bisa Ular Api..


Ma..maksud tuan..? tanya Utari penasaran..


Gurung Hung Min adalah gurumu bukan..? beliau juga adalah guruku.., jelas Tan Atai..


Oh, aku menegrti..! jawab Utari memberi hormat lalu dengan cepat melangkah mengikuti Tan Atai..


Sesampainya di Aula Perguruan Lengan Iblis, di san telah duduk Hung Min, Atikah, Makil, Ki Bolontio, Eyang Wasis, hantu Muka Lima, tiga petarung Congko Yang leiting bersaudara, dan banyak petarung lainnya yang tidak dikenali oleh Utari..


Utari langsung menceritakan yang dialaminya di kediaman Ince Zulfa serta tak lupa ia memberitahukan semua strategi Kesultanan yang sempai ia curi dengar,.


Utari, tadi kau bilang, memeriksa Jurang Gunung Tujuh, apa kau memeriksanya dengan teliti..?? tanya Atikah


Iya Nyonya, tidak ada satupun barang yang tersisa di kediaman nyonya.., maafkan saya terlambat kembali nyonya.., Jawab Utari menyesal.


Oh, tidak apa apa.., apa kau tidak melihat kotak di bawah kursi kebesaran Penguasa jurang Gunung Tujuh..? tanya Atikah lagi


Tidak ada nyonya.., mungkin telah dibawa pergi oleh Jendral Mukti dan Bagada.., jawab Utari..


Mmm..baguslah, semoga saja barang itu dibawanya kehadapan Sultan Malik,.. gumam Atikah..


Atikah sangat berharap kotak itu meledak dihadapan Sultan malik dan membunuh Sultan Malik seketika..


Kali ini Kekuatan Hutan purba sudah sangat kuat, kesultanan Datuk delapan itu hanya tinggal menunggu waktu saja akan jatuh dibawah kuasa kita..., ucap Tan Atai bersemangat tanpa memperdulikan ucapan Atikah lagi..


+


Di Ibukota,


Sultan Malik sangat gembira mendengar kemenangan pasukannya di jurang Gunung tujuh.


Setelah Jendral Bagada Sampai,


Ia segera melaporkan semua kejadian di jurang Gunung Tujuh..,


Tak ketinggalan Jendral Mukti menceritakan bahwa ada seseorang yang membantunya saat bertarung melawan Atikah..


Ampun baginda, jika tidak ditolong oleh orang misterius itu, aku pasti akan gugur dalam peperangan kali ini.., ucap Jendral Mukti menutup ceritanya..


Hm..rupanya ada kekuatan lain di luar yang aku kerahkan, yang diam diam membantu, pertempuran di Jurang Gunung Tujuh benar benar telah kuperhitungkan dengan matang, tapi terbukti aku kalah satu langkah, jika saja orang itu tidak menutup celah yang aku tinggalkan, Jendral Mukti benar benar gugur kali ini.., batin Sultan Malik terdiam..


Pertemuan berlangsung dengan cukup tegang, karena Sultan Malik tiba tiba berubah bersikap aneh..


Mengerahkan kekuatan yang dipimpin Jendral Mukti dan Jendral bagada untuk memperkuat pertahanan wilayah pesisir untuk mengantisipasi serangan laut dari Benua Parzi dan benua lainnya yang ada kemungkinan akan ikut campur..


Di Ruang pribadi Sultan,


Paman..aku sejak tadi terus memikirkan masalah penolong Jendral Mukti..,Ucap Baginda Sultan pada Ki Tirta Arum..


Apa Baginda sudah punya tebakan dalam hati, siapa orang itu..? tanya Ki Tirta Arum.


Orang itu tidak penting paman, tapi orang yang di belakangnyalah yang penting..!! kata Sultan Malik..


Oh..? apakah tidak ada kemungkinan orang itu tidak bertindak Sendiri..? bisa jadi ia adalah seorang pendekar yang kebetulan berada di temoat itu..timpal Ki Tirta Arum..


Heheh, “kebetulan berada di tempat itu”.. justru itulah yang tidak mungkin paman..orang itu pasti sengaja berada di sana.., kata Sultan malik..


Dan tidak mungkin ia bertindak sendiri tanpa perintah, untuk apa menyembunyikan diri, untuk apa menolong Jendral Mukti..? bagiku ini semua akan ada tujuan jangka panjangnya.., ulas Sultan Malik..


Betul baginda, tapi siapa orang itu..? tanya Ki Tirta Arum..


Orang itu membuat langkah lebih cermat dariku, menutup celah yang kutinggalkan.., jika ia tidak menutupnya, Jendral Mukti hanya akan tinggal nama..., beber Sultan Malik..


Oh, ?? kalau begitu orang cerdas ini bisa membantu kesultanan..ini satu berkah bagi kesultanan ini baginda.., kata Ki Tirta Arum dengan mata berbinar..


Jangan senang dulu paman.., belum tentu orang ini adalah kawan,. Bisa jadi dia justru adalah musuh yang sangat kuat.., timpal Sultan Malik menyuarakan instingnya..


Wah.., jika seperti itu maka akan sangat berbahaya bagi kesultanan ini baginda.., tambah Ki Tirta Arum..


Itulah yang sejak tadi aku risaukan paman...


Kita harus memastikan orang ini berada di pihak kita jika tidak, maka harus segera kita hancurkan..., kata Sultan Malik..


Oh, aku mengerti,


Tapi, menurut dugaan baginda siapa kira kira orang ini..? tanya Ki Tirta arum..


Menurut dugaanku, orang di balik ini adalah pangeran Sein.., jawab Sultan malik yakin..


Pangeran Sein..?? tanya Ki Tirta Arum mempertegas..


Ya...yang setara denganku dalam strategi di Lima Benua ini hanyalah Sultan Ciremai, benua Timur, dan hanya ada satu orang yang bisa mengungguliku di lima benua ini..,


Dia adalah Pangeran Sein..diam diam sudah beberapa kali aku mengujii kemampuan strateginya, hasilnya ia selalu lebih unggul dariku..simpul Sultan Malik.


Oh, bukankah itu bagus,.. pangeran Sein adalah menantu baginda..., timpal Ki Tirta Arum.


Pangeran Sein sama sekali tidak dapat aku kendalikan paman, itulah mengapa aku selalau ingin menjauhkan ia dari kesultanan ini...,


Aku juga sulit jika harus membunuhnya, akan sulit bagiku menenangkan Yasmin.. tetapi jika suatu saat terpaksa harus aku lakukan, demi terus tegaknya kesultanan ini, apa boleh buat, aku akan melenyapkannya..., putus Sultan Malik..


Suasana menjadi hening, Ki Tirta Arum tidak menanggapi lagi.., baginda sultan diam sesaat lalu kemudian menulis surat..


Paman, pergilah ke Hutan Bambu Kuning,.. berikan surat ini pada pangeran Sein.., perintah Sultan Malik..


Bukankah, surat yang tempo hari kita kirimkan belum ada jawaban dari Pangeran..?tanya Ki Tirta Arum..


Justru itu, aku mencium gelagat anak ini akan membangkang,..surat kedua ini sekaligus peringatan keras baginya untuk tidak melangkah terlalu jauh, jika ia tidak mengindahkan peringatan ini, dengan berat hati aku akan segera menjatuhkan tangan padanya dan kelompoknya.., beber Sultan Malik..


Baginda,..! kekuatan disisi panegran Sin tidak boleh diremehkan, jika satu orang pengikutnya bisa mengalahkan Atikah yang sudah mewarsi seluruh kesaktian Li Puaro, itu berarti kekuatan Pangeran Sein sangat mengerikan..


Belum lagi, pelindung tak kasat mata di hutan bambu itu, itu pasti dibuat oleh seorang dengan kemampuan yang sudah sangat sempurna.., timpal Ki Tirta Arum mengingatkan..


Ya, paman betul,..tapi tidak usah menakutiku dengan kekuatan bocah Sein itu, aku sudah menyiapakan sesuatu jika benar benar kita bentrok dengan kekuatan Pangeran Sein.., jawab Sultan Malik percaya diri..


+


Kembali ke hutan Purba,


Malam hari,


Penghuni Hutan purba bergegas, Pasukan Hutan Purba mulai bergerak..


Yang tersisa di Hutan Purba adalah petarung dari Perkampungan Iblis..mereka di tugaskan menjaga perguruan lengan iblis, selain dari mereka semuanya bergerak untuk bergabung dengan pasukan Kerajaan Singgalang..


Hung Min, Tan Atai , Ki Bolontio, Eyang Wasis tinggal di Hutan Purba bersama para petarung perkampungan iblis..


Ketua, bagaimana selanjutnya jika kita sudah menerobos masuk ke perbatasan kesultanan Datuk Delapan..? tanya Eyang Wasis yang bertugas sebagai pusat komando, ia yang akan terus memberi arahan untuk pergerakan pasukan yang dipimpin oleh Hantu Muka Lima..


Setelah menerobos masuk, kita akan menuju pusat aliran air kesultanan itu dan kita harus merebutnya, dengan menguasai aliran air maka kehidupan kesultanan ini akan tergantung pada kita.., jelas Tan Atai..


Baik, akan saya sampaikan pada Hantu Muka Lima.., timpal Eyang Wasis.


Di bawah komado Hantu Muka Lima,


Hantu Jatiwara dan pengikutnya bersama sama dengan petarung dari Parzi bersama sama memimpin pasukan menuju perbatasan Kerajaan Singgalang dan Kesultanan Datuk Delapan..


Wilayah Perbatasan,..


Dalam wilayah Kesultanan Datuk Delapan, empat dari Delapan datuk beserta muid murid pilihan mereka juga sudah berada di perbatasan memperkuat pasukan..,


Datuk, apa yang kita telah persipkan untuk menyambut musuh musuh tak tahu malu itu saya kira sudah cukup..., kata Jendral Waraka, Penjaga perbatasan pengganti Jendral Kasogi yang telah dibunuh oleh Ince Zulfa..


Jendral Waraka,..! Ingat periksa dengan teliti perangkap di derah pusat aliran air kesultanan kita..., sesuai perintah baginda sultan, kita akan menjebak mereka menuju ke pusat aliran air, lalu memusnahkan mereka di sana.., beber Datuk Rangkayo..


Baik Datuk, timpal Jendral Waraka...


Strategi Sultan Malik, akan mengepung Pesukan musuh di pusatn aliran air kesultanan datuk Delapan..


Pusat ait itu berada di sebuah danau yang sangat luas, letak danau itu di dalam sebuah hutan yang cukup lebat..


Mereka akan melakukan pengepungan di tempat karena kondisi tempat itu selain rimbun dengan pepohonan juga berbatu batu sehingga memudahkan memasang jebakan maupun pasukan panah..


Setelah membaca catatan strategi Kesultanan datuk delapan yang diberikan Utari, Tan Atai memutuskan untuk menguasai pusat aliran Air, tentu saja Tan Atai juga sudah mempersipakan untuk mengatasi jebakan yang ia perkirakan sudah menanti mereka di pusat aliran air kesultanan datuk delapan itu..


+


Di Hutan Bambu..


Pasukan Berani Mati diperintahkan untuk menuju Jurang Gunung Tujuh,


Sein Sengaja, setelah sampai di jurang gunung tujuh, Pasukan Berani Mati akan ia bagi dua, sebahagian akan menyerang Hutan Purba dan sebahagian lagi akan bertahan di Jurang Gunung Tujuh..


Dengan sigap dan penuh semangat mereka mengikuti Sein Ke Jurang gunung Tujuh..


Tentu saja dengan satu jentikan jari dari Sein mereka sudah berada di jurang gunung tujuh..


Kalian periksa sekeliling, jika menemukan sesuatu segera laporkan padaku, kalian ini pernah bertugas sebagai pasukan Alap Alap, tentu saja belum lupa cara melapor padaku kan..hehe,...kata Sein..


Baik Pangeran..!! jawab Pasukan Berani Mati nomor satu, yang merupakan ketua mereka..


Mm,,.aku pergi dulu, ucap Sein lalu menghilang dari tempat itu..


Pasukan Berani Mati segera memeriksa Jurang Gunung Tujuh, sampai pada celah batu sempit seperti retakan di belakang kamar pribadi Atikah, yang memang dulunya adalah tempat Li Puaro melatih diri..


Celah apa ini?? Sepertinya ini bukan celah biasa,,,gumam Ketua pasukan Berani mati..


Memang kepekaan anggota Pasukan Berani Mati sangat meningkat setelah menerima pelatihan berstandar tinggi dari Sein..


Sepertinya ada sesuatu di dalam sini.., gumam Pasukan Berani Mati Nomor satu dengan rasa penasaran..


+++