
Tiga hari berlalu,
Yasmin dan Mentari sudah mulai kehabisan tenaga..
Kakak...sebaiknya kita mundur dulu...!! seru Mentari.
ya...sepertinya kita harus menunggu kak Sein di kediaman Talasalapang..timpal Yasmin.
Keduanya berpandangan dan mengagngguk..
kemudian melompat menjauh dari pusat medan magnet...
Karaeng Gantarang sudah sejak tiga hari yang lalu kembali ke batu pipih di mulut goa ..
tetua sepuh itu sengaja menunggu kedua gadis di sana.
Setelah kedua gadis melihat tetua sepuh duduk bersila dengan santai di atas batu pipih, mereka berseru...
Tetua....!!
kami tak sanggup mendekat dan bertahan lebih lama lagi..seru Mentari.
Karaeng Gantarang membuka mata perlahan kemudian tersenyum ramah pada mereka berdua..
mm...nyonya nyonya...apa sudah percaya apa yang aku katakan!!? sulit untuk bertemu suami anda...!
Mm...kedua gadis mengangguk...
Hahaha....memang anak jaman sekarang sangat sulit memepercayai orang...hahaha...
Ayo kita kembali...!! nyonya berdua boleh menempati kediaman Talasalapang sambil menunggu suami nyonya...!! ucap Karaeng Gantarang..
Mereka pun segera berkelebat meninggalkan goa, menuju kedalam istana Kalompoang...
Setibanya ddi kediaman Tapasalapang,
hummhhh...tubuhku terasa remuk....keluh Mentari...
Adik...!! ayo kita mandi air panas...! Biar tubuh kita lebih segar.. ajak Yasmin..
ayo...!!
mereka segera menuju kolam di belakang kediaman Talasalapang untuk mandi air panas...
Setelah beberapa saat...
mereka telah keluar dari kolam dan berpakaian...
Ahhh....segar rasanya...gumam Mentari..
Adik..apa kau tidak merasa tubuhmu sedikit lebih ringan..!? tanya Yasmin..
Ah iya...pantas saja dari tadi aku merasa ada yang aneh dengan tubuhku..tapi aku belum yakin itu apa...rupanya ini..!! jawab Mentari.
Adik..rupanya medan magnet itu menambah kekuatan kita..seru Yasmin.
tok..tok..tok..!
Ketukan halus terdengar dari pintu...
Siapa..?tanya Mentari seraya berjalan kearah pintu untuk membukanya.
ini saya nyonya...!! seru pelayan yang sering melayani mereka..
Oh..! ada apa? tanya Mentari setelah membuka pintu..
kedua nyonya di tunggu yang mulia di kediamannya..?
Raja Karunrung..!? Tanya Mentari.
eh bukan, tapi Karaeng Gantarang yang menunggu anda nyonya...jawab pelayan.
Emm..baiklah..kami akan segera kesana..jawab Yasmin.
Si pelayan segera berlalu,..
Kakak..ayo kita kesana...seru Mentari bersemangat.
Mereka berdua pun segera menemui Karaeng Gabtarang..
Salam tetua..sapa Yasmin
oh..kedua nyonya mari silahkan masuk..! jawab Karaeng Gantarang ramah..
Tetua, ada apa memanggil kami...!!?
Begini...sebelum mengatakan maksud saya memanggil nyonya berdua, saya akan sedikit bercerita dulu...jawab Karaeng Gantarang dengan wajah penuh harap....
mm..baiklah tetua, kami akan mendengarkan...!!
jawab Mentari.
Terimakasih,...
begini...aku sudah ratusan tahun tidak pernah meninggalkan istana Kalompoang ini...
murid muridku pun juga tidak pernah meninggalkan tempat ini...
itu sudah menjadi peraturan bagi siapa saja yang masuk ke istana ini dengan tujuan menjaga istana ini....beber Karaeng Gantarang.
Ada satu hal yang tidak seorang pun ketahui...
ketika awal awal aku dinobatkan menjadi raja, aku pernah melakukan perjalanan jauh,..saat itu aku sedang mengejar musuh kerajaan yang sangat sakti..
tidak seorangpun di kerjaan ini yang mampu menghadapinya..
Karena itu aku putuskan untuk menyamar menjadi orang biasa dan mengejarnya..
Singkat cerita..aku berhasil mengejarnya sampai ke benua barat..
Kami berhadap hadapan satu sama lain...
ia tak mengenaliku..tapi aku sangat mengenalnya..ia telah membantai penduduk puluhan desa di dalam kerajaan ku..membuat teror yang menakutkan bagi warga..
Saat itu di desa Pasundan...
kami akhirnya bertarung cukup lama...
kami berdua hampir berimbang...
Namun aku hampir mati, karena ia menggunakan cara licik dalam pertarungan..
saat itu aku sudah hampir membunuhnya..
Tapi ia berpura pura bahwa seseorang telah mengambil kendali atas dirinya dengan ILMU PENGENDALI ROH....dengan memelas ia meminta maaf atas pembantaian yang tidak sengaja ia lakukan..ia beralasan bahwa itu semua akibat kendali seseorang...
Aku penasaran, rupanya ada ilmu seperti PENGENDALI ROH itu..
akhirnya aku lengah,..
Sebuah ilmu yang sampai hari ini aku tidak tahu cara menghadapinya..
Ilmu Segel Ruang Hampa..!!
begitu ia meneriakkan ilmu itu...
Sebuah segel ruang tiba tiba menyelimutiku..aku tidak sempat menghindar..
Dalam segel ruang itu kekuatannya bertambah dua kali lipat...sementara aku merasa berada dalam ruang yang menekan energiku sehingga melemahkan diriku...
Ketika berada di titik kritis..aku hampir saja kehilangan nyawa, seseorang menolongku...segel ruang hampa buyar...kekuatanku perlahan kembali...
Musuh kerajaan itu sangat marah terhadap orang yang menolongku...tapi ia memang tidak dapat mengalahkan penolongku itu..akhirnya penolongku itu membiarkannya pergi dengan keadaan beladirinya musnah dan tubuh terluka parah...
aku ingin membunuhnya saat itu untuk membalaskan dendam penduduk desa yang telah ia bantai...
Tapi tuan penolongku berkata, tiap orang punya kesempatan untuk bertobat, lagi pula beladirinya telah dimusnahkan..bagi seorang pendekar itu adalah hukuman yang sangat mengenaskan, lebih mengenaskan dari kematian..karena harga dirinya sebagai pendekar sudah di runtuhkan..berilah kesempatan padanya untuk bertobat..
Jika kelak ia berbuat kejahatan lagi maka tidak akan ada lagi yang menghalangi untuk membunuhnya...kurang lebih seperti itu penuturan tuan penolongku padaku waktu itu..
Apakah musuh kerajaan itu pernah muncul lagi berbuat jahat!!?tanya Mentari.
Karaeng Gantarang menggeleng..
sejak saat itu tidak pernah terdengar lagi namanya...jawab Karaeng Gantarang.
Kalau boleh tahu, siapa nama musuh kerajaan itu tetua!?tanya Yasmin.
Mm...tapi sebelumnya aku ingin bertanya pada anda nyonya, jawab karaeng Gantarang sambil menatap Mentari...
Bertanya padaku..!!? tanya Mentari.
Ya nyonya..!!
saat pertandingan aku menyaksikan beberapa kali nyonya menggunakan ilmu ciptaan musuh kerajaan itu...beber Karaeng Gantarang.
Oh..apa musuh kerajaan itu bernama Daeng Moncobalang bergelar Pangeran Kegelapan?! tanya Mentari.
Apakah dia adalah guru atau kakek gurumu..?tanya Karaeng Gantarang antusias.
Mentari menggeleng..bukan..awalnya aku adalah murid perguruan Cahaya Sakti..
namun setelah bertemu suamiku ia mengajak aku bertemu kakek gurunya...
ketika menunggunya menyelesaikan pelatihan bersama kakek gurunya, aku juga dilatih oleh istri kakek gurunya Nenek Serba Tahu..!! dari nenek serba tahulah aku mempelajari semua ilmu yang kupunya saat ini..beber Mentari.
Oh..jadi kau juga murid sepasang pendekar maha sakti itu..!?? pantas saja..
Nenek Sakti itu memang sangat cerdas..ia mampu mengetahui semu ilmu dunia persilatan di lima benua ini beserta penangkalnya masing masing...puji Karaeng Gantarang.
Baiklah, aku melanjutkan ceritaku..
setelah kepergian pangeran kegelapan, aku mengikuti tuan penolongku yang tak lain adalah Daeng Salajangki bergelar Dewa Sedih dan di Benua Congko dikenal dengan Dewa Kematian..
Aku mengembara bersamanya banyak sekali tempat yang kami kunjungi...
Sampai suatu ketika kami singgah di sebuah kerajaan di Benua Barat Kerajaan Datuk Delapan..!!
Aku menyaksikan Daeng Salajangki dan Delapan Datuk Kesultanan melakukan pertandingan persahabatan..
Selama sembilan hari sembilan malam mereka bertarung...Daeng Salajangki dikepung Delapan Datuk..tapi memang karena kesakitan Daeng Salajangki yang sudah mendekati sempurna Delapan Datuk tidak dapat mengalahkannya..
Daeng Salajangki juga tidak berniat mengalahkan mereka..sehingga pertandingan dianggap seimbang padahal dalam hati delapan datuk mengakui keunggulan Daeng Salajangki..beber Karaeng Gantarang panjang lebar.
Di kerjaan itu lah aku bertemu seorang wanita, kami berdua saling tertarik satu sama lain...
aku yang saat itu merupakan Raja Kerjaan Rappocini menyembunyikan identitasku..
walaupun pada saat itu aku belum memiliki istri..tapi aturan kolot turun temurun kerjaan Rappocini yang tidak membolehkan kami para keluarga raja untuk menikah dengan orang di luar benua selatan..
Kedua gadis mengangguk angguk dengan ekspresi berubah ubah mendengar penuturan Karaeng Gantarang.
Nah, inti dari cerita ini adalah..akhirnya aku menikah dan menjadi menantu keluarga kerajaan...
Maaf tetua..kalau boleh tahu siapa keluarga kerajaan yang tetua nikahi saat itu..tanya Yasmin.
Tuan Putri Agung Kesultanan Datuk Delapan..jawab Karaeng Gantarang.
Tuan putri agung pada masa itu adalah nenek Ayahanda Sultan...!! batin Yasmin.
Mengapa tetua sampai berpisah !!? tanya Mentari.
Aku adalah Raja Rapoocini..pada akhirmya aku mengakui identitasku, aku mengajaknya kembali ke mari tapi dia menolak nya..ia memilih bertahan di Kesultanan Datuk Delapan..ia sudah berjanji pada ibunya untuk tetap tinggal di Kesultanan Datuk Delapan..!!jelas Karaeng Gantarang menghela nafas.
Nyonya berdua dari benua barat, Aku ingin nyonya berdua mambantuku menemukan informasi keturunan tuan putri agung saat itu...aku ingin memastikan sesuatu..
Aku yakin ia telah mengandung anakku saat aku kembali kemari...pinta Karaeng Gantarang.
Tetua, kami akan membantu tetua..
tapi kami harus menunggu sampai Suami kami menyelesaikan latihannya di pusat medan magnet...janji Yasmin.
Karaeng Gantarang mengangguk...
mm..baiklah...Terimakasih nyonya..!
timpal Karaeng Gantarang senang.
Tetua, apakah tetua menikah dengan orang lain setelah kembali kemari!?tanya Yasmin.
Tidak...! aku tak pernah menikah lagi...
aku satu satunya raja tanpa permaisuri dalam sejarah kerajaan Rappocini ini. jawab Karaeng Gantarang.
Setelah Dewa Sedih mampir kemari dsn berlatih di pusat energi magnet, Aku kememudian menyerahkan tahta pada adikku...
aku mengikuti Dewa Sedih berkelana ke benua congko...tutup Karaeng Gantarang.
Mmm...kisahmu sungguh menarik tetua...
ucap Yasmin.
Ah...baiklah..nyonya berdua boleh kembali...
semua sudah kuceritakan...
Aku akan melatih formasi istana Kalompoang ini pada murid murid...kata Karaeng Gantarang.
Oh..baik tetua..Terimakasih..jawab kedua gadis.
Ingat..tolong beritahu suami kalian..untuk membantuku..kata Karaeng Gantarang mengingatkan...
Jangan khawatir tetua..! jawab Mentari.
++
Di dalan goa,
pusat energi magnet...
sudah hari ketujuh Sein berada di sana..
argghhh...mengapa energi ini.semakin menggebu...batin Sein.
Ia kesakitan, anergi magnet tiba tiba makin kencang...tubuhnya sulit menerima perubahan yang tiba tiba itu..
Medan magnet yang menyelimuti tubuhnya semakin menekan ketubuh Sein...memadat dan menekan keturunan Sein...
Arrrgh......kenapa....??
kenapa energi ini tiba tiba seolah ingin masuk kedalam diriku...
Selimut magnet terus mendesah masuk...
Tubuh Seon serasa remuk dililit ular.potong besar...
Celaka..tulang tulangku hancur...batin Sein..
Selimut magnet kini berubah seperti selimut kabut debu pasir yang menyelimuti tubuh Sein
Selimut magnet berupa debu pasir ini tiba tiba mendesak masuk ke seluruh pori pori di tubuh Sein...mulut hidung dan telinga juga tak luput dari desakan selimut debu pasir ini...
Akhirnya tubuh Sein pasrah menerima desakan itu...darah mengalir di seluruh lubang dan pori pori di tubuh Sein...
Setelah darah berhenti mengalir, kini selimut debu pasir itu masuk ketubuh Seun dengan lancar tanpa hambatan melalui keseluruh lub ang dan pori pori Sein.
Sein merasakan energi yang sangat besar berkecamuk dalam dirinya dan pusat tenaga dalamnya...
Sehari semalam keadaan itu terus dirasakan Sein.
Keesokan harinya,..energi yang berkecamuk sebelumnya telah memadat dalam pusat roh beladirinya..
Dhammmm..!!!
Akhirnya ia menerobos ke tingkat akhir Grand Master Asalmula..
Ahhhh.....Grand Master Asal Mula tingkat Tujuh..gumam Sein gembira...
Ia segera menelan beberapa helai rumput daun dingin..
sementara ubun ubunnya masih menyisakan kepulan asap berwarna biru gelap..
Setelah merasa tubuhnya lebih segar,..
Diamana tetua?
Ah...Aku harus segera keluar dari sini...batin Sein..
Ia kemudian berkelebat ke ujung goa...ia melihat batu pipih itu kosong...
Tetua tidak ada disini...
apa mungkin sudah kembali ke istana kalompoang..?gumam Sein.
Ah sudahlah...!! Sein segera berkelebat keluar dari goa...ia segera melesat keatas...terlihat air membelah menjauhi tubuh Sein...
Hup....!!tap...!!
Sein berpijak di tepi danau..
kemudian berjalan kearah pintu besar..
ia hendak masuk ke Istana Kalompoang...
Saat akan membuka pintu..
tiba tiba dari dalam pintu terdorong keluar...
Sein menghindar..
terlihat Karaeng Gantarang hendak keluar terperanjat...
Tu..tuan Sein...!?
anda sudah keluar..!!? tanya Karaeng Gantarang terbata bata.
Ah..tetua..iya aku sudah selesai..jawab Sein santai.
Oh..sungguh bakat yang luar biasa...!!
Aku sudah ratusan tahun berlatih di sana, tapi masih belum mampu ke tingkat yang lebih tinggi...
Tapi anda hanya dengan tujuh hari..anda menyelesaikannya...sungguh mengagumkan..puji karaeng Gantarang.
Ah tetua terlalu memuji.mini semua karena petunjuk tetua...jawab Sein penuh hormat..
Hahahaha....benar benar pribadi yang luhur...aku benar benar kehabisan kata kata tuan Sein...
Ayo...istri istri anda telah manunggu..!!
Oh baiklah...jawab Sein.
Karaeng Gantarang berjalan santai sambil berbincang..ia menceritakan bahwa Yasmin dan Mentari selama tiga hari tiga malam berada di goa untuk menunggu..namun karena kelelahan mereka berdua kembali ke kediaman Talasalapang untuk menunggu..
Setelah dekat dengan kediaman Talasalapang..
Ini kediaman kedua istri anda tuan..silahkan..
aku tidak akan mengganggu...
Aku tunggu di kediamanku besok pagi..kita akan berbincang sesuatu yang penting...kata Karaeng Gantarang.
Terima Kasih tetua,.
besok pagi aku akan segera menemui tetua...ucap Sein membungkuk hormat.
++
Tok tok tok...!!
Sein mengetuk pintu kediaman Talasalapang.
Siapa!!?
terdengar suara dari dalam...
Itu suara mentari..batin Sein.
Tok tok tok...!!
Sein mengetuk pintu lebih keras ..
Hei..bisakah lebih pelan...?sergah Mentari sambil melangkah membuka pintu...
ketika pintu terbuka..
Sebuah senyum yang tak asing terlihat didepan matanya..
Mentari terdiam terperangah...
Belum juga hilang keterkejutannya..
Sebuah tangan telah meraihnya dan mengangkatnya dalam gendongannya..
Suamiku...!! ucapnya lirih...
sambil melingkarkan lengannya di leher Sein.
Setelah beberapa saat Sein menurunkan Mentari..
Yasmin segera berlari dan menubruk mereka dalam pelukannya...
mereka bertiga pun berpelukan...
Sein segera meraih tubuh Yasmin dan juga menggendongnya...
uh...rupanya hidup di istana ini cukup enak buatmu...berat badanmu semakin bertambah rupanya...goda Sein sambil mencubit hidung Yasmin yang mancung..
Ah suamiku...!!ucapnya sambil memegang kedua pipi Sein dengan gemas....
kemudian mereka kembali berpelukan.
+++