Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua

Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua
Kubah Pelindung Tak Kasat Mata


Tanpa terasa


Malam hari pun tiba,


Selir Atikah masih terus berada di aula , ketika pangeran ke lima masuk..


Em, kau masih terus berada di sini..? istirahatlah dulu.., seru pangeran kelima mendekati nyonya Atikah lalu duduk di dekatnya..


Mm..aku masih harus mengatur beberapa hal..jawab nyonya Atikah..


Ahh...apa yang membuatmu begitu menghabiskan waktu seperti ini..? tanya Pangeran Kelima sambil menghempaskan tubuhnya untuk duduk ..


Apalagi kalau bukan masalah merebut kesultanan Datuk Delapan..jawab nyonya Atikah merajuk..


Mm..aku sudah di sini, kau bisa berbagi beban itu denganku.., kata Pangeran Kelima menghibur..


Ya tentu saja, kau akan sangat tidak berperasaan jika membiarkanku menanggung semua ini sendirian..heheh,. timpal nyonya Atikah..


Kalau begitu apa rencanamu selanjutnya.., tanya pangeran ke lima.


Oh iya, aku baru saja berencana mempertemukanmu dengan beberapa teman lama, baru baru ini mereka ada di sini, tapi mereka tiba tiba pergi untuk menangani pangeran celaka menantu Sultan itu, sampai hari ini belum ada kabar dari mereka berempat.., beber nyonya Atikah.


Oh, siapa mereka..?tanya Pangeran Kelima penasaran.


Jendral Besar Blirik dan tiga jemdral pengikutnya, jawab nyonya Atikah.


Ohoho..mereka sudah bergabung dengan kita,..? bagus ..bagus..., seru pangeran ke lima.


Ya, tapi aku khawatir telah terjadi sesuatu pada mereka.., timpal nyonya Atikah


Oh..? kemana Ki Blirik perginya dan apa kau tidak mengutus orang untuk menyelidikinya..?tanya pangeran kelima.


Ke Danau Singkarak, aku sudah mengutus orang untuk memeriksa ke sana tapi orang yang ku utus pun belum ada kabar.., jelas nyonya Atikah.


Oh ya, aku sudah mengirim surat pada beberapa teman teman kita, mengabarkan ke datanganmu kembali ke benua ini.., kata nyonya Atikah.


Oh..itu bagus.., sekalian untuk mengukur kekuatan, apakah masih ada yang mendukungku di kesultanan ini..kata Pangeran Kelima


Kali ini kita harus benar benar menyingkirkan Malik dan keturunannya..,kata nyonya Atikah


Ya..kini sudah saatnya, sudah beberapa puluh tahun kita mengalah..,kata Pangeran Kelima


Harus ku akui, rencana jangka panjangmu ini cukup bagus, seandainya saat itu kita memaksakan merebut kekuasaan darinya, maka kita akan hanya sibuk mengurusi pemberontakan demi pemberontakan..


Kita tidak akan pernah tenang menikmati kekuasaan..tambah pangeran kelima.


Ya, Malik saat itu punya pendukung yang seimbang dengan kita,..kata nyonya Atikah.


Berbeda dengan saat ini, kekuatan kita sudah cukup,.ditambah kebosanan rakyat dengan cara memimpin Malik yang terkesan tidak punya pendirian..


Ya juga beberapa pejabat yang dulu mendukungnya kini sudah mendukung Ince Zulfa..kata nyonya Atikah lagi


Oh..? bahkan Ince Zulfa pun sudah berani menyusun kekuatan..?tanya Pangeran Ke lima..


Ya, ia di dukung kekuatan Kaisar Jin dari Benua Congko..jawab nyonya Atikah


Apa Sultan Malik bodoh itu tidak melakukan apa apa..?tanya Pangeran kelima.


Sepertinya ia sedang kebingungan, menghadapi kekuatan kita dan Ince Zulfa, jadinya ia belum mengambil tindakan apapun....kata nyonya Atikah.


Mm..akan cukup berbahaya jika ia membenturkan kekuatan kita dengan para pendukung Ince Zulfa..


Kita harus bekerja sama dengannya..usul pengeran kelima.


Huh, bekerja sama dengannya,..? tidak..!! itu tidak akan pernah terjadi...


ia adalah mertua Pangeran celaka itu..mau bekerja sama bagaimana..?bantah nyonya Atikah.


Oh..jadii..?? tanya pangeran kelima ingin memperjelas,


Ya, Istri pangeran celaka itu Mentari anak Ince Zulfa dan Yasmin keponakanmu.., jelas nyonya Atikah bersungut.


O..ahahahahah....,ternyata pangeran ini cukup menarik, cukup punya kemampuan juga..hahahah...


Seperti nya kita mendapat lawan yang kuat...hehe..


Kalau begitu kita melakukannya bertahap saja dan diam diam...


Kita bereskan dulu Yasmin dan suaminya itu, baru kemudian melibas kekuatan Ince Zulfa..kata Pangeran Kelima.


Aku mendapat berita, baru baru ini Klan Wong, salah satu pendukung Ince Zulfa di paksa menutup diri oleh pangeran celaka itu, kata nyonya Atikah.


Oh..Benarkah? bukankah itu berarti pangeran itu tidak akur dengan mertuanya..,??hehe..kata Pangeran kelima terkekeh.


Aku tidak jelas dalam masalah ini, masih harus diselidiki dulu.. , kata nyonya Atikah bingung.


Tidak usah bingung, hal ini sudah sangat jelas, Ince Zulfa mendukung menantunya, berarti Klan Wong hanyalah alat Ince Zulfa untuk membantu menantunya berkuasa kelak..jelas pangeran kelima


Bukankah itu akan membuat Sultan bodoh itu merasa di hianati..?tanya nyonya Atikah.


Hehe, sepertinya kita harus menunggu dulu beberapa saat..,


Sultan bodoh itu pasti akan mengutus orang untuk menghentikan pangeran itu.., mereka akan bertarung satu sama lain..


Kita akan menonton pertunjukan seru, setelah itu barulah kita akan membereskan sisanya..beber pangeran kelima.


Sebarkan isu agar sultan bodoh itu semakin berselisih dengan pangeran celaka itu..heheh..sepertinya ini akan cukup mudah..Heheh..ucap pangeran kelima selanjutnya..


Betul suamiku, rencana ini sangat luar biasa.., dan lagi kita juga dapat dukungan dari dunia persilatan benua congko,..walau Ince Zulfa dapat dukungan dari Kaisar Jin, kekuatan kita pasti cukup untuk menghadapi mereka...seru nyonya Atikah sangat bersemangat..


+


Di Tanjung petir Hitam..


Nyai Jaminten berbincang Serius dengan ketiga tamunya..


Nyonya, apakah nyonya tahu keberadaan guruku..?


Mm..maaf Tuan Yang, aku samaseksli tidak ada kabar mengenai senior Tan Atai..jawab Nyai Jaminten.


Hmhhh...aku sudah lama tidak berjumpa guru.., ucap Yang Siao menghela nafas....


Tuan tuan tidak usah khawatir, kami akan membantu tuan tuan mendapatkan berita tentang Senior Tan Atai.., ucap Nyai Jaminten menghibur..


Oh Terimakasih Nyonya..., timpal Yang Siao dan Yang Leiting..


baiklah, sekarang masalah tugas kami,..untuk itu kami butuh keterangan mengenai orang yang akan kami bunuh itu nyonya..kata Yang Leiting.


Oh..tentu..semua informasi yang tuan tuan butuhkan mengenai orang itu sudah aku tulis di sini.., tuan tuan bisa membacanya..., kata Nyai Jaminten lalu menyerahkan sebuah gulungan..


Baik.. akan segera kami laksanakan nyonya..ucap Yang Siao.


Mereka berbincang sampai beberapa peminuman teh lagi lalu mereka bubar dan pergi ke pondok untuk beristirahat..


Di saat yang sama


Di Hutan Bambu..


Sosok Cahaya putih membuat sebuah kubah energi yang membungkus seluruh wilayah hutan bambu,


saat inu termasuk danau dan padang rumput hamparan lumpur hingga perbukitan hingga rumah pengungsian sudah berada dalam lingkup kubah energi...


Mulai saat ini tidak ada lagi yang bisa menembus hutan ini dengan leluasa..heheh.., gumam Salman..


Oh aku hampir lupa, hutan ini bahkan tidak memiliki Perdedian buah buahan yang cukup untuk dimakan ..


Mm..baiklah, bibit pohon buah Tin ini aku tanam di sini saja..., biar mereka dapat memakan buah ini selama berada di dalam kubah ini.., gumam Salman lagi lalu mengeluarkan sebatang bibit pohon buah Tin dari balik kibasan udara yang di buatnya..


Ahh..sudah beres...kemudian dengan kekuatannya ia membuat kubah bercahaya itu menjadi tak kasat mata lalu segera pergi..,


Ke esokan harinya,


Alap Alap Biru nomor delapan kaget, saat ada salah seorang dari mereka yang akan melangkah keluar melewati kubah tak kasat mata..


Nomor delapan, mengapa aku tidak bisa melewati tempat ini..? seru nomor sebelas memanggil..


Apa..mengapa bisa demikian..?timpal nomor delapan heran lalu mencoba hal yang sama.., dan hasilnya ia pun terdorong oleh kekuatan tak kasat mata untuk menjauh dari batas kubah tak kasat mata itu..


Saat ini pasukan biru dan para sesepuh sudah berkumpul di dalam hutan dan mulai berlatih,.


Dengan panca idranya yang tajam, Begawan Sidik Parasada mendengar percakapan kedua anggota alap alap biru itu..


Karena itu ia meminta bantuan Ki Balang Nipa untuk memeriksa..


Ki Balang Nipa pun segera memeriksa ke arah anggota alap alap biru..


Tetua Balang Nipa, sapa anggota Alap Alap biru..


Ada apa..?tanya Ki Balang Nipa penasaran.


Ini tetua, kita tidak dapat melewati tempat ini, batasnya sampai di sini..kata Alap Alap biru nomor sebelas menunjukkan batas pelindung tak kasat mata itu..


Oh..coba kalian periksa sekeliling mulai mengikuti dari batas itu..,.mungkin masih ada celah...ingat..! beri tanda garis di tanah menggunakan ranting...,perintah Ki balang Nipa..


Baik Tetua,..


Para alap alap biru itu pun langsung memeriksa, mengurut dari awal tepat dimana tempat segel yang pertama ditemukan oleh nomor sebelas...


Setelah hampir seharian memeriksa dan mengurut jalur segel, mereka mengetahui bahwa pembuatan ini melingkupi seluruh area hutan bambu... lingkaran yang sangat besar tergurat di tanah jika dilihat dari atas, hasil dari mereka menandai batas penghalang tak kasat mata itu..


Ki Balang Nipa kebingungan,..baru kali ini ia melihat yang seperti ini..


ada semacam energi tak terlihat yang menghalagi seseorang jika akan melintas keluar bahkan mungkin yang hendak memasuki area ini dari batas lingkaran namun tak kasat mata itu..


Kalian tidak usah kemana mana dulu, tinggal saja dulu di dalam, aku akan melaporkan hal ini pada tetua lainnya, kata Ki Balang Nipa..


Oh baik tetua, kami mengerti.., jawab para alap alap biru..


Ki Balang Nipa segera kembali ke dalam hutan dan melaporkan apa yang terjadi pada tetua lainnya..


Karena sudah sore hari, maka pelatihan terhadap pasukan biru pada hari itu pun segera di hentikan..pasukan biru pun bubar dengan cepat..


Semua tetua sepuh berkumpul membahas kejadian ini..,


Bagaimana..? tanya Dewa Sedih pada nenek serba tahu yang baru saja pergi berkeliling untuk memastikan.


Sepertinya memang ada yang sengaja memasang segel di tempat ini.., tapi kekuatan macam apa yang bisa membuat segel dengan luas seperti ini..seluruh area hutan bambu ini sudah di segel olehnya dan segel itu tak kasat mata.., jelas nenek seba tahu..


Apa...? seluruh area hutan bambu ini telah di segel oleh seseorang..?seru Kakek Dai..


Area ini sangat besar, kekuatan orang ini pasti sangat mengerikan,..timpal Sutan Rajo Bintang..


Ya, tapi apa tujuan orang itu menyegel tempat ini..,? tanya Tetua Gu si Petarung Gila..


Sepertinya seseorang akan membuat kita mati kelaparan dalam area hutan bambu ini.., timpal Begawan Sidik Parasada..


Tenang saja, kita akan segera menemukan jalan keluar dari masalah ini.., kata Sutan Rajo Bintang..


Eh, tuan Sutan, apa di dalam area ini ada buah bahan yang dapat di petik..?tanya Kiyai Malaka...


Ya ada beberapa, tapi tidak akan cukup bagi kita dengan orang sebanyak ini.., jelas Sutan Rajo Bintang..


Ah..syukur lah, jika bisa bertahan beberapa hari lagi.., ucap Kiyai Malaka.


Mm..kalau begitu, selain buah buahan, kita juga akan mengandalkan sayur sayuran untuk bertahan hidup selama belum menemukan cara untuk mengatasi segel itu.., kata Dewa Sedih.


Oh betull...sebaiknya mulai besok pagi semua orang akan menanam bibit sayur.., timpal Kaisar Kelana.


Tapi bibit nya dari mana..?tanya Kakek Dai.


Tenang, di dapur ada banyak persediaan kentang, kita akan menghemat setengah dari persediaan itu untuk kita tanam.., jawab Nenek Serba Tahu.


Mm..benar.., menghemat sampai kentang tanaman kita berhasil di panen...,hehe.., tambah Ki Balang Nipa.


Hahah...ini cukup bagus.., untung saja alap alap biru baru saja membeli persedian bahan makanan sehari yang lalu..kata Tetua Gu..


Sepertinya beberapa waktu kedepan, hidup kita akan sedikit seru...,hehehe...timpal Kiyai Malaka..


Heh, "Tongkat Lapuk" , apanya yang seru..., bantah Begawan Sidik Parasada..


Hehe..aku beritahu kau ya " kain kumal" , biar kalian sekali kali merasakan laparnya berpuasa sepertiku..hehehe...goda Kiyai Malaka.


Oh..Ahahahaha....betul...kau betul.., kali ini kami akan sering sering menemanimu berpuasa..hahaha..., ini seru..ini seru ... jawab Begawan Sidik Parasada...


Baiklah, saatnya kita istirahat, ini bukanlah masalah besar..., kata Kiyai Malaka menenangkan..


Akhirnya semua menjadi tenang, kepanikan sebelumnya hilang tak berbekas..


Tunggu, kita masih harus membahas masalah segel itu,..kata Nenek Serba Tahu..


Oh iya..Nyonya, anda betul, kita masih harus memikirkan segel itu, timpal Kiyai Malaka..


Kita tidak tahu apa yang menjadi tujuan orang yang memasang segel itu.., jika berniat buruk maka kita harus bersiap..., beber nenek Serba tahu..


Apakah masih ada niat baik dengan mengurung kita dalam segel di sini..? tentu saja orang itu ingin mencekakakn kita agar mati kelaparan di sini..Simpul Kaisar Kelana..


Belum tentu.., siapa tahu orang itu bertujuan melindungi kita dari kekuatan yang sewaktu waktu akan ke mari mencelakai kita.., bantah Kiyai Malaka.


Tapi Kita tetap harus bersiap menghadapi kemungikan seperti itu.., tambah Kiyai Malaka.


Oh iya, pangeran dan tetua Gantarang belum kembali apa mereka bisa masuk kemari..?tanya tetua Gu..


Ah..iya..jika pangeran ingin masuk ke sini tentu ia akan memikirkan cara mengatasi segel ini..., timpal Kaisar Kelana.


Mmm..betul, semoga saja pangeran punya cara untuk mengatasi segel itu.., kata Sutan rajo Bintang,


Baiklah, sekarang jika kemungkinan terburuk terjadi.., orang yang memasang segel itu adalah orang jahat dan mengincar kita bagaimana..?tanya Ki Balang Nipa.


Sepertinya tidak, jika orang itu berniat jahat, maka ia tidak perlu repot repot untuk memasang segel di seluruh area ini, dengan kekuatan sebesar itu orang ini dapat langsung mencari kita..., jelas Kiayi Malaka.


Betul Kiyai, aku sependapat, timpal tetua Gu..


iya, benar...Kalau begitu kita dapat beristirahat malam ini dengan perasaan lega..tambah Sutan Rajo Bintang.


Akhirnya merekapun kembali ke kediaman dan beristirahat..


+


Di istana,..


Arya Jalu menghadap baginda sultan,..


Arya, cepat laporkan apa yang kau dapatkan..perintah Sultan Malik.


Baginda, hutan bambu sepertinya sangat sepi,..kediaman Sutan Rajo Bintang ada beberapa orang yang tinggal..tapi aku tidak mengenal mereka, setiap sepuluh hari mereka akan ke pasar membeli beberapa persediaan makanan..


Selain itu kehidupan di sana seperti biasa saja...para tetua sepuh itu juga sepertinya menikmati hari tuanya di sana.., jelas Arya Jalu..


Oh..? lalu pangeran Sein bagai mana..?tanya Sultan Malik.


+++