Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua

Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua
Persiapan Istana dan Jurang Gunung Tujuh


Pergerakan pangeran Sein biasa saja, sampai beberapa hari yang lalu aku mengikutinya sampai ke Danau Singkarak. 


Di sana ternyata datang Ki Bikirik bersama beberapa orang pengikutnya, tak lama berselang Orang orang Klan Wong Juga datang, beber Arya Jalu.


Ki Blirik sudah turun tangan berarti ada kemungkinan pemberontak Makil itu sudah berada di benua Ini lagi..., batin Sultan Malik.


Terus..?


Entah apa yang terjadi, karena dari jarak jauh aku tidak mendengar yang mereka bicarakan,


Mereka berrarung sengit, sampai orang Klan Wong tewas dan salah seorang leluhur nya melarikan diri.. 


Setelah itu, barulah pangeran turun tangan membereskan Ki Blirik, jelas Arya Jalu..


Hmm...pantas mati...pantas mati...orang orang pemberontak Makil itu memang pantas mendapatkannya..


Ohoho...terus, apa lagi yang terjadi..? tanya Sultan Malik.


Aku terus mengikuti sampai pangeran membunuh ke empat leluhur klan wong, setelah itu aku tidak mengikuti pangeran Sein lagi, aku mengikuti Prabakara, murid Begawan Sidik Parasada, ia di suruh pangeran mengirim mayat ke empat leluhur Klan Wong kembali ke kediaman Klan Wong.. 


Dan akhirnya Klan Wong langsung memutuskan menutup diri dari dunia luar.., jelas. Arya Jalu. 


Oh,..jadi begitu..bahkan Begawan Sidik Parasada dan muridnya sudah berada di bawah perintahnya, rupanya Pangeran Sein diam diam menghimpun kekuatan dunia persilatan..,ini tidak baik..ini tidak baik..., gumam Sultan Malik..


Paman Tirta,..! seru baginda Sultan 


Ya tuanku..,! sahut Ki Tirta Arum langsung penampakan diri.. 


Segera cari pangeran dan beri peringatan yang tak akan pernah ia lupakan..


Sampaikan padanya untuk " segera berhenti.."..perintah Sultan Malik.. 


Baik..., jawab Ki Tirta Arum.


Ki Tirta Arum, pengawal rahasia baginda Sultan, segera berkelebat pergi menuju hutan bambu..


Setelah itu, baginda sultan yang masih duduk dengan wajah gelisah langsung memberi perintah pada Arya Jalu..


Arya, selidiki semua orang luar yang masuk ke wilayah kita, lalu perketat pengawasan pada Atikah..


Baik tuanku..jawab Arya Jalu lalu pergi dengan sigap...


Hm..jika adik kelima sudah berada di sini, berarti mereka sudah bersiap merebut kekuasan dariku...


Heheh..aku sudah lama menyiapkan kejutan untuk kalian...heheh..., gumam baginda Sultan dengan mata berkilat penuh misteri.. 


Setelah itu ia segera memberikan perintah untuk melakukan pertemuan terbatas secara mendadak...


Tak lama berselang, 


Ince Zulfa dan Datuk Ago serta, menteri pertahanan, Panglima Perang Kesultanan, Kepala Lembaga Penyelidik berkumpul di aula perpustakaan..


Jika biasanya pertemuan istana di lakukan di Aula utama, saat ini pertemuan ini diadakan di aula kecil perpustakaan pribadi sultan malik..


Tuan tuan semua, aku menduga bahwa pemberontak Makil sudah kembali dari parzi... 


Saat ini ia pasti susah menyusun kekuatan, dan cepat atau lambat kekuatannya itu akan mengarah ke istana ini..


Sebagai pejabat tertinggi di kesultanan ini, aku harap kalian semua mengambil langkah langkah yang di perlukan untuk mengantisipasi gerakan pemberontak Makil tak tahu malu ini.., jelas Sultan Malik. 


Benar baginda, aku berencana melaporkan hal ini besok, tetapi karena malam ini sudah diadakan pertemuan ini maka aku akan laporkan sekarang saja,..kata Kepala  lembaga penyelidik.. 


Ya katakanlah..,perintah Baginda Sultan. 


Tuanku, Pengintai kita yang kita tempat kan di Benua Parsi,  baru baru ini mengirim berita, bahwa kurang lebih satu bulan yang lalu, dua ribu orang Pasukan Tameng Api, di berangkatkan menuju Lima Benua ini..ungkap Kepala lembaga penyelidik..


Benarkah..? tanya Sultan Malik dengan terkejut..


Berarti tidak lama lagi mereka akan tiba di sini...,lanjutnya. 


Pantauan kita di sepanjang pesisir wilayah kesultanan, pasukan yang kita tempatkan  sangat siap mengantisipasi kedatangan mereka.., jawab Menteri pertahanan dengan yakin.


Mm..bagus..,jangan lupa perkuat juga perbatasan dengan kerajaan lainnya..jangan sampai mereka mengambil kesempatan saat kita lengah.., tambah Sultan Malik.


Baik tuanku..., jawab menteri pertahanan.. 


Semua berdiskusi untuk mencari jalan  keluar yang terbaik untuk mengantisipasi kemungkinan serangan pasukan pemberontak Makil.


Setelah di capai beberapa kesimpulan, maka semua yang bertugas pun bersiap untuk menjalankan tugas masing masing sesuai rencana..


Saat semua telah pergi, yang tersisa di aula kecil itu hanya Ince Zulfa, 


Zulfa, bagaimana keadaan persiapanmu..?tanya Sultan Malik.


Semuanya tinggal tunggu perintah sultan untuk di kerahkan saja.., jawab Ince Zulfa..


Ince Zulfa memang sudah lama bekerjasama dengan Kaisar Jin, ia telah mengumpulkan tentara benua Congko yang secara diam diam bertahap di kirim oleh Kaisar Jin untuk merebut Kesultanan Datuk Delapan,.. 


Semua mengira, Ince Zulfa melakukan itu semua untuk dirinya sendiri,


Tapi tidak ada yang tahu bahwa semua itu adalah atas perintah Sultan Malik sendiri.. 


Karena itulah secara rahasia, Ince Zulfa telah berhasil membuat basis kekuatan pasukan dari benua congko itu di bekas markas Ratu Kegelapan yang melarikan diri saat pertarungan beberapa waktu yang lalu..


Sultan Malik berencana menggunakan kekuatan itu, ia akan mengadu semua kekuatan agar saling hantam untuk stabilitas kekuasaannya di kesultanan datuk delapan ini . 


Baiklah, segera setelah basis utama kekuatan Pemberontak Makil ini di ketahui maka kita akan menggempurnya dengan kekuatan tersembunyimu.., kata baginda Sultan.


Baik tuanku.., timpal inces Zulfa..


Heheh...Rubah tua ini sangat cerdik, ingin kedua kekuatan ini bentrok dan pasukannya dengan mudah dapat mengantisipasi, kemudian merebut kemenangan dalam satu kali serangan..., cukup layak...hehehe...,batin Ince Zulfa memuji kecerdasan Sultan Malik..


Sultan Malik sangat pandai memanfaatkan situasi dan pandai mengatur keseimbangan dalam pemerintahannya.


Setelah berbincang cukup lama dengan Ince Zulfa, Sultan Malik pun mempersilahkan Ince Zulfa undur diri.. 


Sepeminuman teh setelah Ince Zulfa pulang, Sultan Malik masih menyempatkan diri menulis beberapa surat perintah yang ia tujukan oada beberapa orang kepercayaannya..


Dalam sekejab Perintah untuk memanggil bantuan kekuatan Negeri Okdoman segera terkirim.


Demikian pula perintah memanggil Petarung Tersembunyi yang kini jadi paaukan rahasia Kesultanan yang selama ini di latih dibawah pengawas Datuk Ago juga telah dikirim..


Humhhh....setelah semua yang ia rencanakan mulai berjalan, Sultan Malik merasa cukup lega,..


Dan ia pun kembali ke kamarnya yang memang bersebelahan dengan perpustakaan ini..


+


Di jurang gunung tujuh


Atikah, apa kau tahu latar belakang pangeran Sein ini..?tanya Pangeran Makil di sela mereka berbincang. 


Aku Tidak Tahu begitu jelas, selain bahwa ia suami dari kedua wanita bodoh itu juga ia adalah murid Dewa Sedih,..jawab Nyonya Atikah.


Mengenai orang tuanya dan lain lainnya, bagaimana..?tanya Pangeran Makil lagi.


Atikah menggeleng, aku tidak tahu..tapi sebelumnya ia adalah pangeran dari kerajaan Lampeapi Benua Selatan.., jelas nyonya Atikah. 


Owh,..kalau begitu segera perintahkan orang untuk menyelidiki latar belakang nya dengan lengkap..setelah itu kita dapat menentukan tindakan seperti apa yang cocok untuk dilakukan padanya..., kata Pangeran Makil.. 


Aku ingin kalian menyelidiki latar belakang pangeran Sein di Kerajaan Lampeapi.., perintah nyonya Atikah.. 


Baik nyonya, segera kami selidiki..., jawab anggota pengintai lalu pamit pergi..


Apa yang akan kau lakukan dengan mengetahui latar belakang pangeran ingusan itu..? tanya nyonya Atikah pada Pangeran Makil.


Jika kita tahu latar belakangnya maka kemungkinan besar kita juga akan tahu kelemahannya.., apa kau mengerti..? jelas Pangeran Makil


Owh,..ternyata itu sangat berguna..hehehe..aku selama ini tidak kepikiran hal itu.., ucap nyonya Atikah sedikit malu akan kebodohannya kerena luput memikirkan hal itu.


Aa kau sudah mengetahui keberadaan pangeran itu..?tanya Pangeran Makil.


Ya..menurut laporan pangintai kita, pangeran itu dan orang orangnya berada di sebuah area hutan bambu di ujung barat sana.., jelas nyonya Atikah. 


Oh..kalau begitu nanti kita akan utus seseorang untuk mengukur dalamnya air di tempat mereka.., ucap Pangeran Makil. 


Ya,..tapi kita menunggu dulu berita dari Ki Blirik, ia sudah ke Danau Singkarak karena mendengar pangeran bodoh itu sedang dalam perjalanan.ke sana untuk memancing ikan..., jelas nyonya Atikah..


Apa..?? "memancing ikan" ..??tanya Pangeran Makil.


Ya..memang nya ada apa dengan memancing ikan..?seru nyonya Atikah balik bertanya..


Kau tidak usah menunggu Blirik lagi...ia pasti sudah mati.., Kata Pangeran Makil.. 


Apa..?.kenapa bisa seperti itu..?tanya nyonya Atikah bingung.


 


Huh..." Memancing ikan " di Danau Singkarak adalah jebakan yang di atur oleh pangeran itu untuk memancing musuh keluar..., lalu dengan mudah ia membereskannya.. 


Apa..? berarti Ki Blirik sudah masuk jebakan pengeran celaka itu...!!? seru nyonya Atikah dengan wajah gusar. 


Cari tahu, siapa yang bisa di hubungi untuk mandakatkan berita dunia persilatan.., kata Pangeran Makil tanpa menjawab pertanyaan nyonya Atikah.


Iya, Baiklah...,,timpal Atikah.


Kantil,..!  teriak Atikah..


Iya Nyonya...


jawab Kantil datang dengan tergopoh.. 


Cari tahu kepada siapa berita dunia persilatan bisa kita dapatkan.., ucap Nyonya Atikah.


Tempo hari sewaktu Ki Blirik mencari alamat kediaman Selir Buangan, aku mendengar Ki Blirik mengatakan kalau ia menanyakan berita terbaru  dunia persilatan kepada Nyonya Hapsari.., jelas Kantil.


Nyonya Hapsari..?  tanya Nyonya Atikah.. 


Iya nyonya, tetapi aku juga tidak tahu siapa nyonya Hapsari itu.., jelas Kantil.


Kalau wanita itu aku tahu, ia adalah anggota perguruan belibis putih...,timpal nyonya Atikah.


Baik cari dia dan minta berita terbaru tentang pangeran Sein dan Ki Blirik.., Perintah Nyonya Atikah kemudian.


Jangan lupa,


bayar dia dengan bayaran yang besar agar mau terus bekerja dengan kita...tambah Pangeran Makil.sembari melemparkan beberapa kantong koin emas pada Kantil...


Baik Nyonya, tuan Besar..., saya pamit dulu..kata Kantil.


Menguasai berita adalah hal yang paling menentukan dalam perebutan kemenangan..baik itu untuk kekuasaan atau pun hal lainnya, tidak terkecuali persaingan di dunia persilatan.., jelas Pangeran Makil..


Iya, kau betul suamiku..., timpal Nyonya Atikah..


Eh iya, tidak lama lagi dua ribu Pasukan Tameng Api yang kuminta pada kaisar Parzi akan tiba.., aku lihat  tempat ini sangat strategis untuk di jadikan Basis Utama pasukan kita..jelas Pangeran Makil.


Tempat ini, selain terpencil dan medannya sangat berat untuk di lalui, ada juga kengerian bagi orang orang yang masuk ke tempat ini..ditambah juga, terdapat bahan makanan yang berlimpah.., memang sangat pas untuk membangun kekuatan di sini.., tambah Nyonya Atikah sepakat..


Tapi ada satu masalah, bagai mana pasukan tameng api itu akan sampai ke sini tanpa ketahuan orang..,jika kesultanan tahu hal ini maka mereka akan segera menggempur tempat ini.., kata nyonya Atikah kemudian.


Aku sudah memikirkan caranya, mereka berangkat tidak dengan pakaian prajurit, namun berpakaian biasa,..


Aku berencana membawa mereka masuk dari kerajaan Singgalang,..kapal yang membawa mereka dari parzi akan berlabuh di daerah terpencil kerajaan singgalang lalu akan berjalan kaki dari sana ke sini.., karena kerjaan Singgalang lah yang paling dekat dengan tempat kita ini..,beber Pangeran Makil.


Mm..iya baguslah kalau bisa seperti itu.., timpal Nyonya Atikah..


Mulai besok rekrut pekerja untuk membuka lahan pertanian dan perkebunan, kita akan memberi makan dua ribu orang pasukan itu jika mereka sudah tiba nanti..,kata Pangeran Makil mengingatkan..


Baik suamiku, jangan hawatirkan hal itu ..segera akan ku urus..., jawab Nyonya Atikah bersemangat..


Hmm...saat saat ini memang sangat mendebarkan,..mengumpulkan kekuatan, membangun kekuasaan..ahhhh...rasanya sungguh luar biasa...


Tekanan suasana, tantangannya, dan kewaspadaan yang harus terus terjaga benar benar sensasi yang sangat luar biasa..., gumam Nyonya Atikah dengan sangat sumringah sambil menutup mata menikmati suasana hatinya yang tak terlukiskan..


Semetara itu Pangeran Makil menatapnya dengan penuh kebanggan..


Wanita ini memang sangat aneh, ia sangat menikmati saat saat mengeganggkan seperti ini, bahkan tak jarang ia sangat menikmati saat saat menakutkan dan mengerikan... 


Karena sifatnya yang seperti inilah maka ia sering membuat persoalan, ia rasanya akan gila Jika suasana sekitarnya berjalan normal tanpa ketegangan, ketakutan, kemarahan dan bahkan suasana kekerasan..ia benar benar akan sangat menikmati suasana suasana ekstrim seperti itu terjadi ... 


Karena itulah Ince Zulfa dan Sultan Malik sering menyebutnya sebagai " wanita gila".. 


Setelah menikmati suasana hatinya yang tak terlukiskan itu selama beberapa tarikan nafas, akhirnya nyonya Atikah membuka mata,


Saat itu ia melihat pangeran Makil menatap ke arahnya.., 


Kenapa menatapku seperti itu,..tanya Selir Atikah malu.. 


Hehe...aku sangat senang melihat raut wajahmu yang seperti itu...,


istriku, kau benar benar wanita yang sangat kuat dan mengagumkan.., puji Pangeran Makil. 


Huh kau dasar tua bangka, berani sekali merayuku seperti itu.., timpal nyonya atikah dengan wajah tuanya yang bersemu merah..


Hehehe..,tapi aku benar kan..!?? hehehe..., istriku .. maaf telah menyusahkanmu beberapa tahun ini..., ucap Pangeran Makil sedikit serius.


Ah, tidak masalah, malah aku sangat menikmati setiap detik perjuangan ini..hehe..timpal nyonya Atikah..


Ehemmmm..., deheman Kisra membuat mereka berdua sedikit terkejut..


Kisra..!!? sejak kapan kau berada di situ..tanya nyonya Atikah..


Emm..baru saja, tapi cukup untuk mendengar ayah dan ibu saling merayu...hehehe.., jawab Kisra menggoda keduanya..


Kau dasar bajingan kecil, awas kau nanti..., hardik Nyonya Atikah...


Heheh maaf ibu..., aku bercanda, aku sangat rindu padamu ibu..., sejak aku umur lima tahun sudah dipisahkan darimu.., sekarang umurku sudah dua puluh dua, coba bayangkan sudah tujuh belas tahun kita berpisah ibu..., kata Kisra merajuk..


Cih...menjijikkan...berhentilah bersikap seolah umurmu masih lima tahun, saat ini kau sudah menjadi pendekar pilih tanding di benua Parsi..sangat memalukan melihat mu seperti ini..., Ejek Pangeran Makil.


Ibu, lihatlah lelaki tua itu, sejak kecil ia terus saja menindasku.., balas dia untukku ibu..., kata Kisra seperti anak kecil merengek...


Sudah sudah, bermainnya sudah.., bentak Atikah tiba tiba serius...


Hah..? Kisra tertegun melihat perubahan sikap ibunya yang tiba tiba...


+++