
Sein, yang sedang berada di hutan tempat ia dulu memulihkan diri, mencari keberadaan seruling neraka, sama sekali tidak tahu yang yang telah terjadi di kediamannya...
Ia terus saja mengamati tempat dimana ia telah terluka beberapa hari yang lalu..
Hmm...tidak ada..!
Eh, tapi disini walaupun sudah agak samar sepertinya ada bau pesing..!!?
Mm...berarti ada orang yang telah datang kemari setelah aku pergi...! dan kemungkinan orang itu yang menemukan seruling neraka...
Tapi..tidak sembarangan orang yang bisa menyentuh apalagi memegang seruling neraka..! batin Sein..
Sein termenung sambil duduk selonjor di atas rerumputan..
Sein penasaran, dan akhirnya kembali memeriksa sekeliling tempat itu..
Cukup lama ia memeriksa tempat itu,
Sekitar dua puluh lima tombak dari tempat Sein terbaring waktu itu, tatapan Sein menangkap sesuatu yang berkilat,..
Sein menghampiri benda itu...
Apa ini...!?
Liontin..!?gumamnya..
Liontin berwarna merah gelap, yang tadi tergeletak kini sudah dalam genggaman Sein...
Hm...barangkali liontin ini ada kaitannya dengan Hilangnya Seruling Neraka...! batin Sein.
Ia terus mengamati liontin itu, barangkali ada sesuatu yang bisa ia jadikan petunjuk,
namun setelah lama mengamati liontin itu ia merasa tak menemukan petunjuk apa apa...
Sein pun meyimpan liontin itu dalam cincin penyimpanan nya kemudian berkelebat meninggalkan tempat itu...
Sambil berkelebat ia teringat akan Utari yang belum juga di temukan...
Ia berhenti di penghujung hutan dan kemudian memanggil anggota Alap Alap Biru dengan sebuah tanda rahasia..
Jika melihat tanda itu, maka anggota alap alap biru yang ada di sekitar tempat itu akan mendatangi sumber tanda rahasia..
Alap Alap Biru nomor 6 menghadap pangeran..! ucap salah seorang anggota Alap Alap Biru yang baru saja tiba di tempat itu...
Bagaimana perkembangan pencarian Utari..? tanya Sein.
Lapor pangeran,..! sepertinya nona Utari masih berada di dalam ibukota...
kami sudah menyelidiki semua kemungkinan nona Utari di bawa masuk ke ibukota oleh seseorang...! jawab Alap Alap Biru nomor 6.
Hmm..artinya orang yang menyembunyikan Utari masih menyekap Utari di dalam Ibukota..
Tapi..apa tujuannya...? batin Sein.
Baiklah, begini saja...perintahkan semua anggota alap alap biru masuk ke ibu kota, amati dan cari informasi semua penduduk,..siapa saja yang melakukan pembelian bahan makanan atau berbelanja lebih dari biasanya maka periksa orang itu dengan teliti...! perintah Sein.
Baik pangeran..segera kami laksanakan..! jawab Alap alap biru nomor 6 kemudian hendak berkelebat pergi.
Tunggu...! setelah ada hasilnya segera laporkan pada ketuamu atau langsung pada kedua istriku...!! tambah Sein.
Baik Tuan...! jawab Alap Alap biru nomor 6 kemudian segera pergi..
Setelah alap alap biru nomor 6 pergi, Sein tidak langsung pulang tetapi ia malah berkelebat menuju kota Morosi wilayah Batu Landai..
++
Ibu Kota,
Wong Kai bangun lebih cepat dari biasanya..
wajahnya sedikit nampak kelelahan..
Ia bergegas mandi dan berencana akan pergi menemui kasim Hae...
Tanpa ia sadari, Sejak kedatangannya semalam, ia telah di intai oleh anggota alap alap biru..
Anggota alap alap biru yang melihatnya, sudah memberikan laporan kepada ketua Alap Alap Biru yang tinggal di kediaman Sein..
Ketua Alap Alap Biru pun segera melapor..
Lapor nyonya..!
Ada apa Alap Alap Biru..?tanya Yasmin..
Orang yang di perintahkan pangeran untuk di intai, malam tadi sudah terlihat di ibukota..! jelas Ketua Alap Alap Biru..
Mm,. tunggu di sini..! Yasmin segera berbalik masuk ke kamar dan menulis surat...
Ini..!! serahkan pada Senopati Mukti...! kata Yasmin...
Ketua Alap Alap Biru membungkuk menerima surat itu kemudian pergi menjumpai Senopati Mukti...
Wong Kai yang telah berpakaian rapih setelah mandi berjalan menuju sebuah warung makan untuk sarapan...
Ia berencana setelah sarapan baru kemudian akan menemui kasim Hae dan mempertemukan nya dengan tetua ketiga Klan Wong, Wong Cai..
Ia dengan lahap menikmati sarapannya, tanpa sadar ia telah di kepung oleh pasukan Janisari di pimpin oleh Senopati Mukti..
Para pelayan dan pengunjung di warung itu, semuanya diam menyaksikan kedatangan Pasukan elit kesultanan itu..
Menyadari suasana di sekitarnya nampak tegang, Wongkai memandang sekeliling...
Hah..!? ia terkejut, puluhan pasukan janisari sudah mengepungnya....
A..ada apa ini...!?
perintah Baginda Sultan, tuan Wong Kai segera menghadap...! kata Senopati Mukti.
Wong Kai membungkuk hormat kemudian mencoba bernegosiasi..
Maaf tuan, saya siap mengikuti tuan menghadap baginda, tapi saya mohon tuan membiarkan saya dulu bertemu dengan keluarga saya...mereka saat ini sedang berada di penginapan...! kata Wong Kai.
Ia berharap bertemu degan tetua ketiga klan wong dulu untuk memberitahu tempat Kasim Hae dan pengeran Jin menginap baru kemudian ia akan ikut ke istana menghadap baginda sultan...
Baik...kau boleh menemuinya, tapi tetap dalam pengawalan kami..! kata Senopati Mukti.
Ah..baik..Terimakasih tuan Senopati..! kata Wong Kai..
Wong Kai pun berjalan menuju penginapan tempat Tetua Ketiga menginap di iringi pasukan Janisari,
Penduduk yang melihat rombongan mereka langsung mengetahui bahwa Wong Kai sedang dalam penangkapan pasukan Janisari.
Sesampainya di penginapan,
Wong Cai terkejut melihat Wong Kai dikawal oleh sekelompok pasukan..
Wong Kai..ada apa ini...!? tanya tetua ketiga..
Maaf tetua, aku tidak bisa ikut, aku kesini hanya untuk memberitahu tempat menginap kasim Hae...di menginap di penginapan lotus..
Senopati Mukti yang mendengar pembicaraan mereka menjadi paham bahwa mereka sebenarnya sekomplotan dengan Kasim Hae...
Kalau begitu kalian bertiga juga ikut bersamanya ke istana...! kata Senopati Mukti dengan tegas...
Tetua Ketiga terdiam sejenak,
Ah..apakah ini penangkapan..!?tanya tetua ketiga setelah menyadari sesuatu...
Nanti kau akan tahu setelah di istana...!! jawab Senopati Mukti.
Tetua ketiga kemudian berbisik pada Wong Kai,
eh, Wong Kai ada apa ini...!?.tanya Tetya Ketiga..
Aku juga tidak tahu tetua, ..tiba tiba saja pagi ini mereka memintaku menghadap pada baginda sultan...! jelas Wong Kai.
Apa mereka mengenaliku...!? tanya tetua ketiga penuh arti...
Wong Kai menggeleng pelan,
Ja..jangan tetua,..! Klan Wong akan dalam masalah besar jika tetua ketiga melakukan perlawanan..! jawab Wong Kai berbisik yang menyadari rencana tetua ketiga Wong Cai...
Mengingat Klan Wong, akhirnya Wong Cai mengalah...ia pun ikut di gelandang ke istana...
Di perjalanan tak henti hentinya tetua ketiga menatap tajam ke arah Wong Kai...
Setelah tiba di istana,..
Tuan Senopati,..kita akan kemana..?
tanya Wong Kai yang menyadari suasana di sekitarnya tidak seperti akan ke istana sultan...
Kita bertemu dulu dengan sahabat lama...! kata Senopati Mukti singkat.
Setelah berjalan cukup jauh ke dalam...
terlihat semakin banyak pasukan janisari...
Memang setelah kejadian penyusup yang akan membebaskan kasim Hae yang di tangkap oleh Sein beberapa waktu lalu, Sein mengatur agar penjagaan dalam penjara bawah tanah itu di perketat...
i..ini...! semakin banyak aura kuat yang ia rasakan...
Ck...cih...dasar Wong Kai !! benar benar tak berguna...! sekarang kita benar benar dalam masalah...! batin Wong Cai..
Rombongan itu di hentikan oleh beberapa petugas dan memakaikan kain penutup mata pada mereka..
Setelah itu mereka di giring ke ruang tahanan bersebelahan blok dengan Kasim Hae...
Mereka di tempatkan terpisah dengan ruang tahanan masing masing satu orang satu ruangan..
Masuklah...! setelah para tahan itu masuk mereka segera di kalungi rantai yang membuat tingkatan tenaga dalam mereka tertekan...
Sial...!! rantai apa ini...!? aku bahkan tidak bisa mengerahkan kekuatanku...! Batin Wong Cai...
Hei..bisa kalian jelaskan ada apa ini...!!? teriak Wong Cai,..sedangkan Wong Kai dan kedua murid Wong Cai hanya diam terpaku..
Tenanglah...! jangan berisik...!
Tunggu saja..! akan ada orang yang menginterogasi kalian...jika tidak ada masalah, maka kalian akan segera di bebaskan...! bentak salah satu Janisari.
++
Di istana,..
Baginda yang kini sedang memimpin pertemuan dengan para pendekar aliansi yang telah menumpas golongan hitam pimpinan Ratu Kegelapan sedang berdiskusi serius dengan Datuk Ago...
Hahaha....kita telah mengalahkan mereka, tapi beberapa orang dedengkot golongan hitam melarikan diri...! jelas Datuk Ago...
Mm...mendengar penuturan tuan tuan pendekar sekalian, aku heran mengapa bisa dengan kekuatan besar yang mereka miliki seperti itu, mereka justru mudah di kalahkan oleh aliansi kita...!? tanya baginda sultan penasaran..
Ini semua karena bantuan pangeran Sein, yang berhasil menyadarkan Raja Kumbang Api,
Raja Kumbang Api berbalik melawan Ratu Kegelapan...
Raja Kumbang Apilah yang sangat membantu menghabisi pasukan ratu kegelapan,
juga kemenangan nya melawan Guru Agung Kripadarma membuat semangat para golongan hitam menjadi menurun..!jelas Datuk Ago.
Guru Agung Kripadarma dan Resi Naga Anantasesa boleh dikata ke dua orang ini sudah mencapai puncak ilmu beladiri, mungkin saat ini sesudah masuk dalam ranah legenda...
tapi malah Guru Agung Kripadarma bisa jerih berhadapan dengan Raja Kumbang Api yang menjadi murid Resi Naga Anantasesa,..
Ini membuktikan kalau tingkatan Resi Naga Anantasesa lebih tinggi dari Guru Agung Kripadarma...!! beber Datuk Ago...
Tunggu, tungu..! Bukannya kita semua hari itu menyaksikan sendiri, kalau Raja Kumbang Api telah terbunuh di tangan pangeran Sein ..? tanya Baginda Sultan keheranan...
Ah..iya betul baginda...hari itu tuan Sein memperlihatkan jasad Raja Kumbang Api yang sudah di bunuhnya di sini...! seru beberapa orang..
Ini..ini..memang sungguh membingungkan...!
tapi Orang orang golongan hitam itu juga sangat yakin kalau yang melayang waktu itu adalah Raja Kumbang Api...! Kata Datuk Ago..
Dan anehnya lagi, para pendekar sepuh sepertinya sangat akrab dengannya...! tambah Datuk Ago...
Pendekar Sepuh..!?pendekar Sepuh siapa yang penasehat maksudkan? tanya baginda sultan..
Dewa Sedih, Nenek Serba Tahu ,Kaisar Kelana dan ada seorang lagi walau sudah cukup tua tapi masih termasuk pendekar zaman ini, Alap Alap Kabut Selatan..! jelas Datuk Ago lagi...
Owh...!! ini sangat aneh..kalau begitu biar nanti saja ku tanyakan pada ananda pangeran...!! kata Sultan...
Sekarang kita lanjutkan saja pertemuannya membahas agenda selanjutnya...! kata Sultan.
++
Di tempat lain,
Laila sedang menuju Tanjung Petir Hitam dengan berjalan menyusuri tepi pantai...
Hmm...sekitar seminggu lagi aku akan tiba di Tanjung Petir Hitam..! batin Laila...
Ia mempercepat gerakannya...ia telah mempelajari sedikit ilmu ringan tubuh dari Sein sehingga ia dapat mengerahkannya dalam perjalanan kali ini..
Di tanjung Petir Hitam...
Kasmina, apa kau sudah menemuinya..!? tanya seorang wanita pada muridnya.
Sudah guru...!!
Hmm...semoga saja ia bersedia menjadi bagian Tanjung Petir Hitam...
Bakat yang langka miliknya akan membuat Perguruan Kita di segani kembali di dunia persilatan...! kata Seorang Wanita berumur empat puluhan tahun dengan Wajah masih terlihat cantik...
Betul guru...bakat anak itu sangat luar biasa...! ia bisa mempelajari sesuatu dengan cepat..melebihi orang pada umumnya...! jelas Kasmina..
Guru, apakah guru akan menurunkan semua ilmu perguruan kita padanya nanti...? tanya Kasmina..
Itu, bisa kita lihat nanti...! tidak mudah mempelajari ilmu tingkat tinggi perguruan kita...!
Kau sudah berapa lama berlatih satu ilmu itu, tapi sampai sekarang juga belum sempurna...! kata orang yang di panggil guru oleh Kasmina..
Iya guru...! heheh..aku juga heran mengapa saat sampai pada tahap ini perkembanganku jadi sangat lambat...heheh...! kata Kasmina.
Ya..karena mempelajari ilmu tingkat tinggi di kitab perguruan kita, itu butuh bakat di atas rata rata...! jelas Guru Kasmina..
++
Di kota Morosi wilayah batu landai,
Sein duduk di sebuah kedai kecil di tengah pasar...
Hmm...aku dengar toko kimia di sini ada yang menjual bahan bahan langka...! batin Sein
Sein berencana membeli beberapa bahan untuk penelitian, ia berencana memperkuat Kelompok Alap Alap Biru dengan melengkapi personilnya dengan beberapa senjata rahasia berbahan kimia...
Tuan...toko kimia di sini ada di bagian mana ya..?
tanya Sein pada seorang pedagang pasar..
Owh, di kota ini ada beberapa tuan,..tapi sepertinya tidaklah begitu lengkap...kalau tuan mau, di kota sebelah...kota Maccini ada sebuah toko yang sangat besar dan lengkap...orang orang di lima benua sering berbelanja bahan kimia di sana..! jelas pedangang pasar itu..
Mm..kota Maccini...!! gumam Sein.
Baik, Terimakasih tuan...! kata Sein pada pedagang itu...
Ah iya tidak masalah tuan...!
Sein kemudian berkelebat pergi menuju Kota Maccini melewati hutan yang sudah terbilang gundul..terlihat banyak penduduk yang bercocok tanam di dalam hutan itu...
Setelah beberapa saat berkelebat,
Sein sampai tak jauh dari gerbang kota Maccini..
Sein berjalan santai memasuki kota,..
Kota ini lumayan ramai...! batin Sein.
Eh, tuan..saya baru masuk ke kota ini, apa tuan bisa memberitahu di mana toko kimia di kota ini..? tanya Sein ramah.
Oh..di sana tuan...! di tengah kawasan kediaman keluarga Jalanara...! jelas penduduk tersebut..
Oh..terimakasih tuan...! kata Sein memberi hormat...
Ah ya sama sama tuan..!
Kediaman keluarga Jalanara, tapi mengapa kata penduduk di Kota Morosi tadi bilang Keluarga Wong...!!? hmm..apa itu toko yang lain lagi ya...!!?batin Sein..
Ah ..yang mana saja tidak masalah...yang penting barang yang akan ku beli tersedia...!! batin Sein lagi.
Sein berjalan sampai dekat kawasan yang dimaksud penduduk tadi..
Di hadapannya Sein melihat sekumpulan rumah kediaman yang cukup besar dan megah teratur dan tertata rapih...
Di dalam kawasan ini terdapat banyak sekali tempat tempat yang menyediakan kebutuhan pokok penduduk dan kebutuhan lainnya, mulai dari bahan makanan, pakai bahkan sampai senjata juga ada di perdagangkan di kawasan ini..
Di dalam kawasan ini seperti sebuah kota,
Wah...sepertinya ada kota di dalam kota..! batin Sein.
Ia segera menghampiri seorang pengawal yang sepertinya sedang berjaga di kawasan itu..
Permisi, Maaf tuan...!
Apakah tuan tahu dimana toko bahan kimia..?tanya Sein pada petugas itu..
Owh..di sebelah sana tuan..di belakang bagunan berwarna merah itu ada sebuah jalan,..kesanalah...di ujung jalan itu toko kimia terbesar di benua barat ini, bahkan mungkin di lima benua..! jelas penjaga itu.
Baik, Terimakasih tuan...! ucap sein kemudian menuju tempat yang di tunjukkan panjaga tadi.
Saat Sein memasuki jalan ke toko itu ia meliha banyak sekali gerobak yang mengangkut barang barang...
Sepertinya barang barang ini dari toko kimia itu..! batin Sein sambil menatap tulisan besar di depan toko TOKO KIMIA ATAS AWAN..
Hmm..namanya cukup menarik...! gumam Sein.
+++