
Diperjalanan menuju Pulau Batu Atas,..
Tuan putri..!!
pendekar sakti pengawal baginda itu akan cukup merepotkan...!! gerutu Mohan..
kau tenang saja...Kita berada di Pulau Batu Atas..kita akan lebih leluasa bergerak..
Aku sudah mempersiapkan orang untuk menghadapinya..kata Tuan Putri Agung
Aku penasaran ingin melihat langsung bagaimana sakitnya pemuda itu..kata Mohan penasaran..
Kalau dia mampu melumpuhkan Bara Sila dan pengawalnya serta beberapa pendekar sakti lainnya sekaligus berarti dia memang benar benar sakti..
Tapi aku tak menyangka Baginda memiliki orang seperti itu..
kapan ia bergabung dengan baginda pun luput dari pengintaian orang kita...ujar Tuan Putri Agung Penasaran...
Baginda rupanya selama ini bersandiwara..kelihatan lemah padahal menyimpan beberapa orang sakti disekitarnya...
aku terlalu meremehkan Doloking...sesal Tuan Putri Agung..
Semoga saja sepasang Merapi Gerhana cepat tiba..!!
hemh..selain Delapan Datuk dari benua barat, tidak ada yang bisa menandinginya saat ini...tambah Tuan Putri Agung..seolah berbicara sendiri..
Sepasang Merapi Gerhana, telah menggemparkan dunia persilatan benua tengah dua puluh lima tahun yang lalu..
Keduanya saat ini menjadi pembunuh bayaran misterius..hanya kalangan bangsawan dan kerajaan yang dilayaninya..namun sesekali melakukan pengejaran terhadap pendekar yang dianggapnya lawan tangguh..mereka berdua sangat gemar bertarung...
Tuan Putri memanggil Sepasang Merapi Gerhana?tanya Mohan antusias dengan mata membesar....
Ya..biar mereka berdua membantumu meringkus orang orang setia Doloking..jawab Tuan Putri Agung dengan santai...
Kereta mereka sudah cukup lama berjalan..
kini sudah memasuki daerah hutan larangan...
hutan larangan menjadi daerah perbatasan tiga kerajaan di benua selatan..karena itulah daerah yang mereka lalui saat ini masih merupakan daerah hutan larangan..
Aku dengar di kedalaman hutan ini dulu tinggal seorang wanita yang cukup sakti..bahkan sangat jarang yang dapat menandinginya..ujar Tuan Putri Agung..
apakah Dewi Kenari Biru yang tuan putri maksudkan?? tanya Mohan..
ya...Dewi Kenari Biru..
ahli dalam beladiri juga dalam pengobatan serta pembuatan obat....timpal Tuan Putri Agung..
Kesakitan Dewi kenari biru pada masanya cukup disegani di benua selatan ini...Tuan Putri Agung lanjut bercerita...
Saat ini mereka sedang beristirahat...kuda kuda penarik kereta juga sudah lelah...
kadi mereka beristirahat sakalian memberi minum dan makan untuk kuda kuda mereka...
dari kejauhan terdengar derap kuda yang dipacu dengan kencang..
Mohan menajamkan pendengarannya..
sepertinya dari arah belakang..gumamnya..
Mohan, apa ada yang mengejar kita!?
Tuan Putri jangan keluar dari kereta apapun yang terjadi..pinta Mohan..
Setelah beberapa saat nampak seorang lelaki memacu kuda dengan tergesa menghampiri mereka...
Mohan bersiaga..!!
setelah cukup dekat mereka mengenali bahwa lelaki yang datang adalah pelayan Ibu Suri...
Kepala pelayan kediaman ibu suri Ki Bondan..
ia dulunya pendekar dari wilayah benua barat..
ia sangat setia pada ibu suri...
Setelah turun dari kuda ia segera menyapa..
Salam Putri Agung...!!
Nama hamba Bondan..!! diperintah ibu suri menyusul Tuan Putri Agung..
Ini titipan dari Ibu Suri....!! Bondan menyerahkan selembar gulungan kain pada Tuan Putri Agung sambil membungkuk hormat..
Em...gumam Tuan Putri Agung sambil membaca dengan serius..
senyum mengembang di wajahnya..
Paman Kerajaan akan segera tiba..setelah enam tahun menutup diri dalam pelatihan..akhirnya paman kembali...!! ucapnya lirih..
Paman Kerajaan Dolonata akan kembali..?! ini sangat bagus...!! ucap Mohan..
Segera setelah kita sampai di Pulau Batu Atas aku akan mempersiapkan kejutan selanjutnya untuk Doloking..ucap Tuan Putri Agung geram...
Sesuudah menuntaskan tugas menyampaikan surat Ibu Suri pada Tuan Putri Agung..Bondan pun segera pamit kembali ke istana..
Kereta Tuan Putri Agung kembali melanjutkan perjalanan menuju Pulau Batu Atas
Setelah menempuh perjalanan beberapa hari, Tuan Putri Agung dan rombongannya sudah berada di ujung hutan kematian bagian timur...
kira kira dua hari perjalanan lagi maka ia dan rombongannya akan segera memasuki wilayah Kota Pulungan di pesisir daratan benua selatan...
Di wilayah pesisir..
Kota Pulungan..
sekelompok prajurit jaga sedang memeriksa orang orang yang akan melewati pos jaga menuju pelabuhan ...
Pelabuhan di daerah timur ini cukup ramai pada hari hari tertentu..
Setibanya di kota Pulungan..
Tuan Putri Agung menyuruh Mohan melapor pada Walikota..
Mohan menuju Jawatan Walikota,
Didepan pintu ia dihentikan oleh prajurit jaga...
Mohan mengatakan bahwa akan melapor pada walikota terkait kedatangan Tuan Putri Agung di Kota Pulungan...
Segera seorang Prajurit bergegas masuk melapor pada walikota..
Tuan Walikota..!!
diluar ada orang bernama Mohan..
ia mengaku pengawal pribadi Tuan Putri Agung..
ia hendak melapor bahwa Tuan Putri Agung sudah tiba di Kota Pulungan..beber prajurit jaga...
mm..persilahkan ia masuk.!!
baik tuan..jawab prajurit itu dan kembali ke pintu penjagaan..
Sesampainya kembali di pintu jaga..
Tuan Mohan..anda dipersilahkan masuk ...
Mm..Terimakasih...kata Mohan sambil berlalu mengikuti prajurit yang menunjukkan jalan..
Salam Tuan Walikota..sapa Mohan.
salam tuan Mohan...jawab Tuan Miri yang menjabat sebagai Walikota di Kota Pulungan..
Aku menayampaikan surat pengasingan Tuan Putri Agung...
Sesuai peraturan Kerajaan Lampeapi, Tuan Putri Agung wajib melapor keberadaannya pada penguasa wilayah pengasingan...
Pulau Batu Atas memang merupakan bagian wilayah Kota Pulungan..
Walikota segera menerima surat yang di serahkan Mohan kemudian membuat kartu pengawasan
..
Ini...!! seminggu sekali Tuan Putri Agung mesti datang ke jawatan ini untuk mencap surat ini...
Mohan menerima kartu pengawasan itu dengan wajah cemberut...melangkah pergi
Dasar..!! walikota tak tahu diri...Mohan terus mengumpat sambil berjalan...
Ada apa Mohan..!!?
tanya Tuan Putri Agung..
Tuan Putri...Walikota memberi kita kartu pengawasan..seminggu sekali Tuan Putri Agung mesti datang ke jawatannya untuk mencap kartu pengawasan ini..jelas Mohan dengan jengkel..
Apaaa!!?
Ia menjadikanku seperti tahanan kota...?
hmmmh...aku dijadikannya wajib lapor...!?
sungut Tuan Putri Agung...
Ditempat Lain..
Sein terlihat asik belajar dibawah bimbingan Jendral Karampuang...ia mempelajari secara detail pengaturan dalam pasukan..serta hal hal yang berkaitan dengan pasukan khusus rahasia raja...
Setelah memberi petunjuk yang dikiranya cukup.. jendral karampuang berdiri
Mari Tuan..! akan kutunjukkan sesuatu..ajak Jendral Karampuang..sembari berjalan menyusuri lorong rahasia...
di dalam ruang itu terdapat banyak lorong yang mirip..sehingga akan membingungkan siapa saja yang masuk kesana..
Tempat ini begitu luas dan bersih...
gumam Sein..
Ya..tempat ini memang dipersiapkan untuk keluarga Raja jika terjadi keadaan darurat..!
jelas Jendral Karampuang..
Ini ...! perhatikan tanda ini...lorong lorong ini tidak mempunyai tanda goresan seperti ini kecuali lorong yang satu ini...lorong ini lah yang tembus ke jalan keluar di dalam hutan..kata Jendral Karampuang..
Mmh...rupanya di Kerajaan Lampeapi ini banyak sekali rahasia...
Andai jendral tahu...masih ada satu tempat dan jalur rahasia lagi yang hanya aku dan kaisar kelana yang tahu...batin Sein..
Ah Jendral...apakah jendral pernah menempatkan pasukan rahasia disini?
Oh..pernah beberapa kali..tergantung kondisi keamanan istana..
Ayo..kita harus segera bertemu baginda..ajak Jendral Karsmpuang..
Apa masalah keamanan?tanya Sein.
Mmm...saat ini keamanan istana cukup baik...komandan keamanan pitaloka yang menjadi menteri pertahanan..masih merangkap menjaga keamanan istana juga Buranga masih merangkap membantu Pitaloka..
Tadi pagi baginda memanggilku dan memberitahuku..
Pekan depan Baginda akan membuka seleksi untuk posisi komandan dan wakil komandan keamanan istana..
Hah..saya...!?
kenapa harus saya jendral..!?
Ini keputusan baginda..jawab Jendral Karampuang..
dan baginda menyuruhku memberitahu anda...
tambahnya.
Sein hanya bisa menepuk jidatnya tak berdaya...
Ayo...tuan Sein..kita ke istana...kata Jendral Karampuang sambil mempersilahkan Sein berjalan..
Di istana..
Telah banyak pejabat tingkat pertama dsn kedua yang berkumpul,
mereka sedang berdiskusi tentang seleksi yang akan diadakan pekan depan..
Perdana Menteri..! Bagaimana persiapan seleksi...?
Lapor baginda...seleksi sedang dipersiapkan di akademi kerajaan...guru kerajaan sedang membuat pengaturan terkait pelaksanaan seleksi pekan depan...
siang ini akan diumumkan secara luas..beber Gobang..
Seleksi ini terbuka luas..bukan hanya warga Lampeapi..tapi seluruh warga di Lima Benua..
seru Karaeng Doloking...
Sesaat setelah Karaeng Doloking selesai berkata, dipintu aula berdiri seorang sepuh dengan aura yang sangat kuat...
Salam baginda...!!
ucap pria sepuh sambil membungkuk kemudian berjalan memasuki aula...
Pa..paman kerajaan!!? seru beberapa yang hadir...
Ah paman..rupanya paman sudah kembali...
mari paman...silahkan duduk...sambut Karaeng Doloking...
Mentari yang sudah hadir lebih dulu daripada Sein merasakan sesuatu yang kurang baik dari aura yang dipancarkan pria sepuh itu...
Emhh...aura pembunuhnya sangat kuat...
semoga saja tidak terjadi sesuatu...batin Mentari..
Selamat datang tuan Dolonata...sapa para pejabat lainnya...
Dolonata hanya mengangguk hambar...
Aku dengar, baginda telah melantik beberapa pejabat baru..
apa aku boleh tahu siapa saja mereka..?
Oh iya paman..
Perkenalkan diri kalian...perintah Karaeng Doloking..
Salam Paman Kerajaan, saya perdana menteri..ucap Jendral Gobang..
ini menteri pertahanan Nona Pitaloka...
Panglima Utama Nyonya Mentari jelas Jendral Gobang memperkenalkan satu per satu para pejabat baru...
Mm...jadi penasihat agung kerajaan sekarang dijabat olah Karampuang..!?
dan Kepala Departemen strategis dijabat oleh seorang yang masih minim pengalaman? protes Dolonata dengan nada meremehkan.
Mendengar Sein direndahkan Mentari hendak menghardik Dolonata tetapi Jendral Karampuang dan Sein sudah memasuki aula..
Salam Baginda...sapa Jendral Karampuang..
salam baginda...sapa Sein juga..
Ah penasihat...
adik Sein...
kemarilah...balas Baginda dengan hangat..
Perkenalkan...beliau adalah paman kerajaan...Dolonata...! ucap Karaeng Doloking..
Salam tuan..!! ucap jendral Karsmpuang dan Sein hampir bersamaan..
Owh..jadi kalian berdua yang menggagalkan pemberontakan!?
bagus...layak dapat pemghargaan...
ucap Dolonata penuh makna tersirat...
Tuan Sein..kudengar kau mengalahkan para pimpinan pemberontak berkepandaian tinggi seorang diri..aku penasaran dengan kehebatanmu..kapan kapan aku ingin menyaksikannya...hahaha ucap Dolonata ramah...
Tapi Sein mengerti maksud kata kata pria sepuh itu...
Maaf tuan ...hanya kebetulan, para pemberontak itu memiliki pimpinan pengecut..jadi.mengirim mereka sebagai umpan...ucap Sein memberi sinyal peringatan pada Dolonata..
Mmm..masih ada pemberontak yang lain..!? dan kau tidak menangkapnya..?
ucap Dolonata berusaha memutar situasi agar Sein menjadi terpojok..
Tuan tenang saja..
orang itu memang masih bermain dibalik layar..
tapi walaupun begitu..Departemen Strayegis sudah mengintainya..ucap Sein berusaha mengelabui...
Mhhh...hahahaha..tuan Sein memang hebat..!!
hebat....!!
Layak menjadi Kepala Departemen Strategis
ucap Dolonata, senang..ia merasa tadi ia telah salah sangka ia mengira kata kata Sein mengarah ke dirinya..ternyata tidak...
Padahal Sein hanya mengalihkan agar ia.lebih mudah memantau Dolonata..
Bagaimana dengan panglima Utama?
apa kampuannya bisa diandalkan??
ucap Dolonata meremehkan..
Mentari yang dari tadi sudah dongkol dengan sikap Dolonata..ia menghardik..
Hei pak tua...jaga ucapanmu...!!
Ah..Panglima..sudah sudah..!Karaeng Doloking menenangkan..
Wajah Dolonata terlihat memerah..menahan amarah..
Hei..nyonya muda...ku jangan terlalu lancang..
bagaimanapun aku adalah keluarga kerajaan...!!
ucapnya penuh penekanan...
Paman...! sudah...ini hanya salah paham saja...Karaeng Doloking menengahi..
Sepertinya Paman Kerajaan tidak puas dengan pengaturan yang dibuat baginda..dari tadi anda terus saja mengolok olok pejabat yang telah dipilih baginda...timpal Sein, menekan Dolonata...
Hmmhh...aku hanya ingin tahu saja kehebatan kalian..bagaimana pun ini menyangkut keluarga kerajaan Lampeapi...ketus Dolonata..
Oh ya..?? berarti kau benar benar meragukan kampuan baginda...!! seru Sein.
Menteri Hukum...apa hukuman bagi orang yang meragukan keputusan Raja!??
tanya Sein pada Menteri Hukum...
Tidak ada hukum salah bicara bagi Paman Kerajaan...kau anak ingusan tidak tau apa apa mengenai kerajaan ini....!! bantah Dolonata.
Baik....!!
Sein tiba tiba berdiri dan mengeluarkan auranya...jadi kau mau bertarung denganku pak tua...!!??
Sein mencoba memancing Dolonata..
Baginda..!! aku sebagai keluarga kerajaan merasa terhina dengan semua ini....jawab Dolonata bersandiwara.
Ah..paman...saudara Sein hanya bercanda saja....jangan diambil hati...
Adik Sein...sudah..hentikan bercandanya....!! Karaeng Doloking kembali berusaha melerai..
Huh..anak muda...di acara seleksi pejabat nanti..aku menantangmu...!! ketus Dolonata kemudian berlalu meninggalkan aula...
Hahahahah...Hei,.. pak tua...ingat..kau jangan mati dulu sebelum bertarung denganku...!! teriak Sein bercanda..
Dolonata terus saja melangkah seolah tidak mendengar perkataan Sein..
Anak muda...Kau akan kuhabisi secepatnya...!!batinnya.
Dolonata terus melangkah menuju kediamannya...di tengah jalan ia di datangi oleh pelayan ibu suri...
Paman Kerajaan...!
ibu suri meminta anda ke kediaman ibu suri...!
Mm...Dolonata mengangguk setuju...
pelayan pun menungiringinya berjalan ke kediaman ibu suri...
Dolonata...!! apa kau bisa mengukur bocah itu?
mm...Dolonata menggeleng..
aku tidak pasti...mungkin ia berada di grand master suci akhir..atau grand master langit awal...
Hah...dengan umur semuda itu??
dari mana Doloking memmbawanya ke istana ini...gerutu ibu suri...
Bahkan istrinya pun berdada di grand master bumi..tambah Dolonata..
Apa kau bisa mengatasinya..!? tanya ibu suri sedikit khawatir..
Ibu suri tenang saja...!!
Jika pun benar ia berada di ranah grand master langit..paling tidak kami masih seimbang..
tapi pengalaman bertarung aku lebih unggul darinya...
Aku akan membuat dia menyesal masuk ke kerajaan Lampeapi ini...tekad Dolonata..
Emm..usahakan memberinya pelajaran di seleksi nanti...aku akan melaporkan semua hal ini pada ketua...!!
timpal ibu suri..
Baik ibu suri..saya permisi...!! hormat Dolonata kemudian berbalik meninggalkan kediaman ibu suri..