Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua

Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua
Tiga Nenek Aneh Dari Parsi


Sein maju perlahan,..mendekati tetua kelima Klan Wong..


J..jangn..bunuh kami..tolong...!! kata Tetua ke lima Klan Wong..


Sein meletakkan jarinya di dahi tetua kelima...semua pengetahuan tetua kelima kini masuk ke kepala sein...


Rupanya Sein penasaran dengan Ilmu Tiga Energi Pemindah milik Klan Wong..


Kini Sein mengetahui apa itu Tiga Energi Pemindah..


Sein kemudian menjentikkan telunjuk ke para tetua yang tersisa itu..


Tsk....!! Tsk!! tsk...!!.


Aaaaaaarrrggh...! arakhhhhh...!! aaaaaarrhhh!!


Sein menghancurkan pusat energi bela diri mereka,


Lolongan panjang sahut menyahut dari para tetua itu telah mengakhiri pertarungan di tempat itu...


Kirim mereka ke penjara bawah tanah ..kata Sein dengan nada dingin...


Pasukan Biru tanpa berbicara segera membawa mereka menghilang dari tempat itu...


Di Paviliun kantor Ketumenggungan..


Sein berjalan dengan santai,.


karena para penjaga telah di pesan agar menyambut pangeran yang sewaktu waktu akan tiba, maka mereka tidak berani sembarangan...


Kerena itu saat Sein berada di pintu gerbang kantor ketumenggungan, seorang prajurit jaga menyapa Sein.


Eh, maaf tuan...kami hanya menjalankan tugas, kalau boleh tahu, tuan ini siapa, dan ada perlu apa ke kantor ketumenggungan ini ..? tanya penjaga dengan sangat sopan...


Oh..maaf...saya Sein, ingin bertemu tuan tumenggung,..


Owh...tuan pangeran..,!! maaf, Silahkan masuk...


kata penjaga dengan membungkuk, mempersilahkan Sein masuk.


Terimakasih...! kata Sein kemudian melangkah masuk...


Sein langsung mencari ruang kantor Tumenggung Morosi..


Tidak sulit bagi Sein untuk menemukannya, karena itu, dengan cepat Sein sudah berada di depan pintu ruang kerja Tumenggung Morosi..


Tok..! Tok...!! Sein mengetuk pintu


Siapa ...?? jika ada sesuatu langsung katakan saja...! tanya Tumenggung Morosi dari dalam..


Tumenggung aku hanya akan bertanya sekali, setelah itu aku akan pergi ..! kata Sein pelan.


Namun suara ini laksana petir di telinga Tumenggung Morosi..


Hah..!! tumenggung Morosi terlonjak dari kursi nya dan tergopoh keluar...


Duk..!! maafkan hamba pangeran...! hamba lalai, tidak menyambut pangeran dengan semestinya...! kata Tumenggung Morosi berlutut..


Bangunlah, tuan tumenggung..! kata Sein.


Ah...iya..Terimakasih pangeran...!!


Tumenggung, apa kau tahu di daerahmu ini banyak pergerakan pasukan asing dan beberapa orang telah berhianat pada Kesultanan..? tanya Sein, sambil menatap dalam dalam, menyelami jiwa Tumenggung Morosi..


Tumenggung Morosi tercekat, wajahnya pucat pasi...


I..ini...hamba benar benar tidak tahu Pangeran...!! jawab Tumenggung Morosi jujur..


Mm...baiklah..aku hanya ingin tahu itu, sebaiknya kau lebih teliti lagi...hati hatilah tumenggung..daerahmu ini, bisa jadi sarang pemberontak..! kata Sein mengingatkan..


Hamba bodoh..hamba pantas di hukum...!! kata Tumenggung Morosi menyalahkan diri sendiri...


Sudahlah, beberapa saat yang lalu aku membantumu membereskan beberapa pemberontak..! kata Sein..


Hah...!!?.Tumenggung Morosi tercengang...


Tiba tiba ia di sadarkan suara teriakan dar salah satu prajurit...


Lapor Tuan Tumenggung..


Telah terjadi pertarungan hebat di kediaman Jalanara...hampir semua laki laki keluarga Jalanara yang bisa beladiri terbunuh....! seru prajurit dengan wajah tegang...


Apa...!!? tumenggung Morosi seolah tak percaya..


Kau boleh pergi...! kata Sein pada prajurit...


Baik pangeran..hamba pergi dulu..!


Setelah prajurit itu pergi,


Sein kembali berkata pada Tumenggung Morosi..


Aku tadi sudah bilang padamu...aku telah membantumu membasmi salah satu kelompom pemberontak..! kata Sein.


Tu..tuanku..., Jadi..Jalanara adalah pemberontak..!!? tanya Tumenggung Morosi masih setengah percaya..


Ya..! mereka bersekongkol untuk menggulingkan Sultan..!


Apa...!!? berani sekali mereka..! kata Tumenggung Morosi marah...


Sudahlah,..! sebagian telah aku urus untukmu, dan apa yang akan dilakukan selanjutnya pada keluarga itu tentu kau sudah tahu bukan...? kata Sein.


Te..Tentu...Terimakasih pangeran...!! Jawab Tumenggung Morosi menjura..


Mm..aku akan pergi dulu...harap merepotkan Tuan Tumenggung untuk menjamu para sesepuh di dalam sana..! kata Sein


Ah ya....tidak masalah tuan...!.mereka adalah tamu ketumenggungan..tentu harus di jamu dengan baik...! pangeran jangan khawatir, serahkan saja hal kecil ini pada saya tuan..


Baiklah aku pergi dulu...! Sein berkelebat pergi dari hadapan tumenggung Morosi..


+


Sein berkelebat ke paviliun, berhenti di depan kamar Kakek Dai, Sein merasakan energi dan aura para sesepuh dari dalam kamar,..


Rupanya para tetua ada berkumpul di sini.. hehehe ..


tok tok ..! Sein mengetuk pintu.


Siapa..!?


Junior mengunjungi tetua...! seru Sein dari luar...


Ah..? pangeran sudah di sini...! seru Karaeng Gantarang dan dengan cepat melangkah membuka pibtu..


Salam Tetua..! sapa Sein..


Pangeran, silahkan masuk...! kata Karaeng Gantarang..


Haish...anak nakal...kau datangnya lama sekali..kami hampir mati kebosanan karena menunggumu...


Maaf kakek guru...ada sesuatu yang harus aku selesaikan lebih dahulu..! jawab Sein yang kininsudah duduk di dekat Karaeng Gantarang...


Oh..jadi..apa yang salnjutnya akan kita lakukan pangeran...!? tanya Ki Balang Nipa...


Kita akan menunggu...! seseorang pasti akan datang mengetuk pintu Katumenggungan, jawab Sein sambil menatap ke Kakek Dai yang terus duduk merlatih diri...


Owh...itu, kakekmu itu sempat menghilang, di bawa kabur seseorang tapi dikembalikan lagi..setelah itu dalam otaknya ada sedikit gangguan...ia terus saja berdiam melatih diri...


Huftt...benar benar membosankan..! rutuk Kaisar Kelana...


Sejak Kakek Dai berdiam terus, Kaisar Kelana tidak ada teman bercanda dan bertukar pikiran...jadi ia merasa bosan...


Besok pagi setelah menerobos lagi, ia akan kembali seperti biasa, kata Sein sambil terus menatap Kakek Dai...


Apa...?? ia akan menerobos lagi..!?? baru saja ia menerobos, dan besok pagi akan menerobos lagi..? apakah secepat itu..!? seru Ki Balang Nipa seolah tidak percaya....


Sein hanya mengangguk pelan...


Kemampuan tuan Dai meningkat pesat dalam sehari ini...! sungguh sangat menakjubkan..! Kata Ki Balang Nipa..


Ya, kita turut begembira dengan pencapaiannya itu...! Sebentar lagi ia akan menerobos ke Ranah Asal Mula..lagi lagi gorengan putih memiliki tambahan kekuatan..! timpal Karaeng Gantarang..


Tetua, aku mohon tetaplah di ruangan untuk menemani kakek...aku akan pergi dulu..besok siang aku akan kembali...


Baik Pangeran..! serahkan di sini pada kami..! kata Karaeng Gantarang..


Ya pangeran, tidak perlu khawatir...ada kami disini...tambah Ki Balang Nipa..


Anak muda,...janga terlalu lama meninggalkan kami di sini...aku sudah bosan..! kata Kaisar Kelana


Sein hanya tersenyum..tidak akan lama kakek guru...! jawab Sein kemudian berkelebat menghilang dari kamar itu...


+


Di tempat lain...


Saat malam sudah menjelang dini hari..


Kediaman Sein di ibukota,


di ruang tamu,..


dua orang tergeletak dengan seluruh tubuh remuk..entah berapa banyak tulangnya yang patah dan hancur...


Errggh....! Ergh...sudah sejak kemarin malam kedua orang itu mengerang menahan sakit di sekujur tubuhnya...


Mereka adalah penyusup yang masuk ke rumah Sein...menggeledah perpustakaan dan membongkar ruang kerja Sein...


Karena itu mereka dihajar sampai seperti ini oleh Hitam Kematian..


Sejak kemarin, hitam kematian menginterogasi mereka, tapi mereka tetap tidak mau berbicara..


Akhirnya Hitam Kematian meremukkan tulang tulang mereka sejengkal demi sejengkal..


Jika kalian masih tidak mau bicara, aku akan mengirim salah satu dari kalian terlebih dahulu ke sumur tujuh belas betacun...! ancam Hitam Kematian..


Selepas dari sumur itu setiap orang akan metasakan derita keracunan yang tiada,obatnya ..tapi juga,tidak akan mengalami kematian disebabkan racun racun itu...


Kedua penyusup tetap diam dan sesekali mengerang menahan sakit...


Kalian Sungguh punya daya tahan yang kuat, penyusup lain sudah pasti akan menyerah saat kondisi mereka seperti ini..hahaha.! puji Hitam Kematian tertawa...


Tapi tenanglah aku tidak akan putus asa....hehehe.. kata hitam kematian lagi.


Hitam.kematian sebenarnya sudah putus asa menginterogasi mereka berdua, ingin rasanya Hitam Kematian langsung membunuh saja kedua orang ini...


Tapi karena mengingat pesan Biru Kesengsaraan, ia mengurungkan niatnya untuk membunuh penyusup ini...


ia terus berusaha bersabar...


Saat Hitam Kematian berpikir keras, Sein tiba dengan siluet yang perlahan nampak jelas...


Salam, paman Hitam Kematian..


Ah...pangeran..untung pangeran sudah datang...aku sangat bosan menghadapi kedua orang ini...


Atau aku bunuh saja mereka sekarang...! bagaimana..? tanya Hitam Kematian..


Jangan...! kita akan menanyakan sesuatu yang penting pada kereka..! jawab Sein tersenyum..


Paman, mendekatlah...! panggil Sein


Setelah hitam kematian mendekat, Sein membisikkan sesuatu...


Hitam Kematian menagguk, kemudian berbalik melangkah mendekati kedua penyusup dengan pelan...


Menatap dalam dalam mata salah satunya, dan bertanya..


Apakah kau tidak keberatan, jika setelah dari sumur tujuhbelas racun, kau akan kuberi tanda budak..? tanya Hitam Kematian menyeringai...


Wajah lelaki penyusup itu, tiba tiba berubah ketakutan...


Penyusup ini berpikir, jika Hitam Kematian menguasai ilmu untuk memberi tanda budak padanya maka Hitam Kematian pasti juga bisa menyelami pikirannya..


Dan jika itu terjadi, kelemahan nya akan terungkap....


Ya..kelemahannya adalah anak satu-satunya yang ia titipkan pada saudaranya di sebuah desa terpencil...


ia akan melakukan apa saja asal dapat membahagiakan anaknya...ia tidak ingin anaknya terlibat masalah yang menimpa dirinya..


Melihat wajah ketakutan dan gugup salah satu penyusup itu, Hitam Kematian tersenyum licik...


Aku hanya bisa membiarkan salah satu dari kalian bebas..


Jadi aku akan memberi tanda budak pada jiwa salah satu dari kalian..


Katakan siapa yang akan bebas dan siapa,yang akan di tanda budak..., kalian putuskan pelan pelan...aku menunggu di sana...! kata Hitam kematian dengan santai...


Hehehe, tak tik pangeran ini memang luar biasa...!sebentar lagi salah satu dari mereka akan buka mulut..! batin Hitam Kematian..


Ia melangkah ke dekat Sein,


Eh..pangeran apakah mereka benar benar akan mengaku..? tanya Hitam Kematian.


Ya, jika orang yang mereka tunggu terlambat datang. Tapi jika orang itu datang tepat waktu maka mereka tidak akan mengungkapkan apapun lagi...! beber Sein...


Hitam Kematian melongo mendengar penjelasan Sein, sulit baginya untuk mencerna kata kata itu...


Hitam kematian masih membisu berusaha mencerna kata kata sein,


tiba tiba tiga sosok bayangan berkelebat masuk ke ruang tamu..


Ketiga wanita tua ini berdandan cukup aneh, satu berdandan seperti anak remaja, satu lagi berdandan seperti lelaki barbar, dan yang terahir berdandan seperti banci...


Owh..pantas saja kedua orangku belum kembali, ternyata kediaman ini masih ada penjaga..! kata Wanita tua dengan dandanan mencolok layaknya gadis remaja, sangat tidak cocok dengan usianya yang sudah tua dengan kulit penuh keriput..


Heh..mengapa kalian diam saja..!! hardik Wanita yang satunya lagi..


Sein tidak memperdulikannya, Sein malah dengan tenang berbicara pada Hitam Kematian,


Yang di tunggu sudah datang,..


Kedua orang itu tidak ada gunanya lagi...! kata Sein, menunjuk dua penyusup yang tergeletak di lantai...


Lakukan saja sesuai caramu, lanjut Sein, memberi tahu Hitam Kematian..


Hitam Kematian segera membunuh keduanya dengan sebuah lambaian...


Angin dengan hawa sangat tajam memotong tubuh kedua orang itu dengan cepat...


Seketika tubuh keduanya terbang dengan beberapa potongan...


Kalian sungguh berani....!! seru nenek yang berdandan seperti banci..


Kalian, cepat katakan dimana tuan rumah ini menyimpan Kitab Ganjar Dewa..! jika tidak, kalian akan binasa hari ini...! ancam nenek berpakaian Remaja..


Sein dan Hitam kematian akhirnya paham, orang orang sedang ini mencari kitab Ganjar Dewa, dan tentu saja Cakram Sudarsana..


Apa otak kalian berada di pantat..? hehe..pantas saja kalian berbicara hal hal dungu di sini...otak kalian kebanyakan terkena kentut atau kotoran....! hahaha...!!! ejek Hitam Kematian.


Kau....! kau akan kubunuh...!!


seru nenek berpakaian remaja..


Sehu udara di sekitar tiba tiba turun....


Ketiga nenek mengerahkan aura pembunuh yang sangat kuat...


Mereka adalah petarung tingkat lanjut dari benua Parsi...saat ini ketiganya berada di Ranah Legenda Bumi tingkat Lima hingga Tujuh..


Ketiganya berada dalam lima besar daftar pemburu nyawa, pembunuh bayaran benua Parsi..


Kelompok Pemburu nyawa di benua Parsi di isi oleh banyak pembunuh bayaran..baik yang bekerja sendiri maupun yang berkelompok..


Ketiga nenek ini termasuk yang berkelompok...


Sein dengan segera mengerahkan aura spiritualnya,..menekan ketiganya...


Barulah kemudian Sein membuat segel formasi Ruang mengurung mereka...


Suasana aneh meliputi ke tiganya, perasaan mereka mulai tertekan..


Ketiganya sangat terkejut..


Ilmu segel ruang ini merupakan hal yang sangat di takutkan oleh para petarung dari benua Parsi..


Hati hati, pesan guru kita harus menghindari pemilik ilmu seperti ini...! seru nenek berpakaian anak remaja..


Hmh...kita sudah berada dalam segel ruang ini..akan sulit untuk keluar jika tidak bertarung hidup mati dengan pembuat segel ini...! timpal Nenek yang berdandan seperti banci.


apa boleh buat,...kita hadapi saja...! sambung nenek berpakaian lelaki...


Mereka bertiga menyatukan kekuatan hendak menghancurkan Segel...


Disisi lain,


Sein terus berkonsentrasi berada dalam akan bawah sadar...


ia berusaha menekan kekuatan ketiga nenek aneh itu,


Beberapa saat kemudian Sein memberi tanda pada Hitam Kematian untuk mulai menyerang...


Ia juga menjentikkan jari, sekonyong konyong empat puluh bayangan masuk kedalam formasi dan menyerang ketiga nenek dengan sangat ganas...


Hah...? ini...? mahluk apa ini...! kata nenek berdandan remaja tercekat...


Punggung ketiga nenek terasa dingin....


Mereka bertarung seperti hewan buas...! tambah nenek berdandan banci...


Kenapa..apa kalian mulai takut..??kalian terlalu meremehkan Lima Benua ini....


Kalian anjing anjing Parsi, selalu merasa yang terhebat di seluruh jagat raya kan...? hehehe...! kata kata Ejekan dari Sein membuat mereka semakin panik...


Mereka mengerahkan kesakitan tertinggi mereka,


Tapi apa daya...meeeka berada dalam formasi segel ruang buatan Sein...hanya setengah dari kekuatan mereka yang dapat di kerahkan dalam formasi Segel ruang ini...


Sein tidak ingin berlama lama, karena ia khawatir ia kembali ke alam normal...


Sein segera mengeluarkan Kumbang Kumbang Api miliknya untuk menyerang ketiga nenek itu...


Srrrrrrr....srrrrr....!! suara kepak sayap kumbang kumbang api menggema dalam ruang formasi segel...


Dengan cepat Kumbang Kumbang Api menyerang dan menggerogoti ketiga nenek, seolah berebutan mangsa dengan para Pasukan Biru...


hanya dalam hitungan tarikan nafas, ketiga nenek menjadi tulang tanpa daging...


Mereka tewas dalam kengerian yang belum pernah mereka lihat sebelumnya...


Hmm..Satu lagi anjing kiriman Parsi sudah di beresakan...! gumam Sein.


+++