Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua

Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua
Mengambil Kembali Kekuasaan


Di istana...


Ibu Suri masuk ke aula ketika hari masih gelap...


Ia bergegas keruangan belakang aula...memasuki pintu lorong rahasia...


Mm...aku pernah diajak mendiang Raja ketempat ini...hanya raja dan keluarganya yang di beri tahu tempat ini..gumamnya.


Ibu Suri memeriksa sampai sejauh yang pernah ia jelajahi sebelumnya ketika ia bersama mendiang raja..


Hmm...tidak ada orang...disini...!!


Berarti Raja Doloking dan para pejabat itu tidak ada di kerajaan...! kemana mereka?


Apakah mereka diculik pemberontak?


batinnya.


Ia segera keluar dari lorong rahasia...


Sambil berjalan ibu suri terus berpikir di mana keberadaan raja dan kemungkinan kemungkinan yang terjadi...


Ia kemudian memanggil Pangeran Doloraga dan menyuruh kementrian acara memberi pengumuman...


Raja dan beberapa pejabat diculik orang tak dikenal...


nasibnya belum diketahui..kini kerajaan dipimpin sementara oleh ibu suri...


Pengumuman dengan cepat menggema di seluruh ibu kota, bahkan telah dikirimkan beberapa surat berisi pengumuman yang sama ke provinsi provinsi di luar ibu kota.


Dalam dalam sekejap rakyat ibu kota gempar...


karena sehari sebelumnya mereka mendapat kabar dari beberapa orang yang menyaksikan langsung acara di akademi kerajaan bahwa raja mereka dengan gagah berani mengalah kan para pemberontak...


Kini, muncul berita sebaliknya...


Rakyat tidak begitu percaya akan berita baru ini..


Mereka lebih mempercayai berita sebelumnya...


Hah...ini persekongkolan...!!


Raja sedang mengejar pemberontak..


Ibu suri malah mengambil kesempatan...!! Seharusnya ada Perdana Menteri atau Menteri Pertahanan yang bertugas sementara...


Seperti inilah opini rakyat terhadap situasi yang terjadi..


Di Goa Marmer..


Sein telah kembali bersama Mentari, Yasmin, Pitaloka dan Jendral Gobang..


Setelah mengantarkan surat peringatan dari Raja Doloking pada beberapa Jendral di perbatasan, ia menjumpai para pejabat itu dan mengajaknya ke Goa Marmer.. tak lupa juga ia terus memantau perkembangan situasi ibukota ..siang imi ia mendapatkan laporan tentang pengumuman yang baru saja di buat ibu suri..


Adik Sein...ibu suri telah melangkah sejauh ini...


kita tidak bisa menunggu terlalu lama...


sangat beresiko bagi kerajaan...kata Raja Doloking.


Betul Baginda..!!


tapi keuntungan kita adalah pengumuman ini masih kurang diterima oleh rakyat...mereka masih mengagumi Baginda, hasil dari pertempuran dengan pemberontak beberapa hari yang lalu...


Rakyat sangat kagum dan bangga terhadap baginda...beber Sein.


Ah itu kan sebenarnya adik Sein lah yang berperan besar...!! puji Raja Doloking.


mendengar pujian itu Sein hanya garuk kepala...


Baginda..!! Sekarang baginda dan pejabat lainnya akan kembali menuju ibukota dengan diiringi pasukan rahasia serta para jendral melalui jalur umum...


Kepulangan anda akan terlihat penuh kemenangan, dengan berhasil membawa pemberontak di dalam kerangkeng tahanan, sehingga kebesaran raja tetap terjaga di hati rakyat....


Kalau begitu kita butuh persiapan untuk kepulangan ini...!


Sebelum kembali ke gua ini aku sudah mempersipakannya baginda..!


prajurit pangeran Kelima pun juga sudah ditarik sejak tadi malam..


Oh..? ini sangat bagus sekali..!!


kau benar benar yang terbaik adik Sein..


Ah baginda..!! ini sudah seharusnya..jawab Sein canggung.


Diluar goa...


Beberapa kereta kuda terlihat sudah berbaris siap..


bersama ratusan prajurit pasukan khusus rahasia raja...


Dolonata dan Ki Pancala terlihat meringkuk dalam kerangkeng..


Keduanya belum sempat di jebloskan ke penjara bawah tanah ketika Doloraga dan pasukannya menyerbu..sehingga Pitaloka membawanya ke gubuk tempat mereka menunggu.


Semua penampilan ini sangat mengintimidasi siapa saja yang melihatnya...


Raja Doloking menunggangi kuda kebesaran nya menuju ibukota, diikuti keluarga kerajaan dalam kereta yang diiringi ratusan pasukan berzirah emas, serta pasukan khusus rahasia raja...panji panji kebesaran kerajaan Lampeapi berkibar...


Di gerbang kota sudah seperti semula,


dua hari sebelumnya di luar gerbang banyak prajurit Doloraga yang bersiap...


tapi akibat surat dari baginda yang diantar Sein, kini prajurit itu sudah di tarik kembali ke perbatasan..


Prajurit jaga di gerbang ibukota melihat adanya rombongan dalam jumlah besar dari arah hutan...


Setelah melihat seksama, para prajurit mengenali bahwa salah satu dari panji panji yang berkibar adalah bendera Kebesaran Raja Lampeapi...


I..itu....bendera Baginda....!!seru salah seorang.


Baginda kembali..baginda kembali...!! seru mereka.


Setelah rombongan mendekat ke gerbang, para penjaga segera berlutut..salam Baginda!! seru mereka kompak...


Bangunlah..!!


perintah Raja Doloking.


Raja Doloking meneruskan perjalanan, memasuki ibu kota...terlihat sambutan rakyat begitu hangat terhadap raja Doloking..


Hidup Bagindaaa...!!


Hidup bagindaaaaa....!!


seru masyarakat yang menyambut iring iringan baginda Doloking.


Hal besar seperti ini sampai dengan cepat di telinga Ibu Suri dan Pangeran Kelima...


Lapor...!! baginda telah kembali dengan iring iringan yang besar...baginda berhasil menangkap pemberontak...!!


Apa..!!?Doloraga terlonjak dari tempat duduknya..


Demikian halnya dengan Ibu Suri...


Cepat beri sambutan untuk baginda...!!


kata ibu suri.


Nenek...mengapa pasukan di luar ibukota tidak melakukan penyergapan terhadap rombongan baginda!!?


tanya Doloraga.


Sepertinya mereka sudah tidak dalam kendalimu...


Apaaaa?!? mereka menghianatiku!!?


Bukan...tapi mereka lebih menaati perintah Raja dari pada perintah kamu...!


Ahhh....sial...!!


iya waktu itu perintah dari perbatasan bahwa kita harus menumpas pemberontak yang menguasai ibu kota.


Sudahlah...!!


Kita sudah kalah...!


tapi tidak terlalu buruk...kata Ibu Suri.


Kita masih bisa menyusun rencana yang lebih rapih lagi nantinya...


Sekarang ini sebaiknya kita tiarap dulu....tambahnya.


Baginda berhasil menangkap Dolonata...!


kita masih punya alasan.


kita bisa beralasan menjaga kekosongan istana..


Baiklah nek...!!


Tapi apakah raja tidak akan curiga..!!?


Tenang saja, tidak ada yang akan bersaksi kalau kita berusaha mengambil alih kekuasaan..


Tapi aku penasaran...


mengapa baginda kembali dengan panji panji kebesarannya...!!?


Seolah olah ia ingin menegaskan pada publik kalau ia masih merupakan raja yang sah...kata Jendral Murung.


Jadi menurutmu baginda curiga ada yang berusaha mengambil kesempatan saat istana kosong!?tanya Jendral Kosti.


Ya...bisa jadi...seandainya raja tidak merasakan sesuatu di istana..ia tentu akan kembali dengan biasa saja...beber Jendral Murung.


Gawat...!!


Surat surat dan pengumuman yang kita buat selama baginda tidak ada..pasti sudah sampai ke telinga baginda....Seru pangeran kelima panik.


Tenanglah...!! kita bisa bilang kalau itu untuk menjaga stabilitas istana...


Dalam hal ini perdana menteri dan menteri pertahanan yang akan disalahkan..mengapa bersamaan meninggalkan istana..


Betul kata ibu suri...timpal Jendral Dipo.


Panglima utama juga tidak di tempat..ini memang sangat berbahaya bagi kerajaan...tambah Jendral Dipo.


Nah...kalau begitu..semua ini kita salahkan saja mereka bertiga...kata Doloraga.


Mmm...sepertinya hanya bisa seperti itu...!


tapi itu jika baginda mempermasalahkan saja, jika tidak, maka kita hanya perlu mendiamkan masalah ini...putus ibu suri.


Iring iringan Raja Doloking kini sudah sampai di istana...pasukan zirah emas berbaris rapih dengan formasi tempur...sedangkan pasukan rahasia menyebar memberikan kesan yang sangat mengagumkan bagi siapa saja yang menyaksikannya...


Di dalam aula, Doloraga menelan ludah ..hatinya diselimuti perasaan gentar..


Aneh...!! mengapa aku segugup ini...!!


beberapa waktu lalu saat menyerang kemari aku tidak merasakan yang seperti ini...batinnya.


Semakin iring iringan raja mendekat, semakin kuat pula aura yang menekan perasaannya...


Jendral...Apa aku saja yang merasakan tekanan ini...?.dadaku terasa sesak.


kata Doloraga.


Ya..aku juga merasakannya pangeran...


Sepertinya ini sengaja, ada orang sakti di sekitar baginda yang melakukannya...kata jendral Murung.


Hanya Dewa Ketawa, Kepala Departemen Strategis yang dapat melakukannya...seru ibu suri...


Apaa...!!? orang itu sehebat ini..!!?


pantas saja semua dedengkot golongan hitam di tumpasnya dengan mudah...gumam Jendral Murung.


tanya Doloraga..


Sebaliknya pangeran, kami tidak punya peluang menang ...jawab Jendral Murung.


Kalian kan paling rendah berada di tingkat grand master Bumi..dan Jendral Murung, bukannya kau berada di grand master Suci..?


Kemampuan baginda dan adik seperguruannya itu sulit diukur...


menurut informasi, kesaktian baginda berada dibawah adik seperguruannya..


pertarungan beberapa hari lalu baginda dan sepasang merapi gerhana dimenangkan baginda dengan mudah...


apalagi jika adik seperguruan baginda yang berjuluk Dewa Ketawa itu yang bertarung...


beber jendral Murung.


Hemhhh....kalau begitu akan semakin sulit bagi kita...! keluh Doloraga.


Ayo...seru Doloraga...ia bergegas kedepan aula yang juga merupakan pelataran depan istana untuk menyambut kedatangan raja Doloking.


ibu suri dan para jendral tak ketinggalan menyertainya..


Setibanya di istana,


Keluarga raja segera menuju kediaman raja...


sedangkan Raja Doloking bersama Sein dan para Jendral berjalan menuju aula.


Nasib Dolonata juga sudah dipastikan, ia bersama ki Pancala di bawa keruang bawah tanah...


Tepat didepan aula mereka bertemu dengan Doloraga dan para jendral yang segera berlutut memberi hormat..


Hormat pada baginda....!


semoga baginda panjang umur...!!seru mereka..


Raja doloking hanya menatap sekilas dan melangkah hendak masuk ke aula sambil berkata


Berdirilah...!!


Terimakasih baginda...!!


jawab mereka kemudian berdiri...


dan mengikuti baginda masuk ke aula...


Salam baginda...!


Sambut ibu suri...


Salam ibu....jawab raja Doloking


masih terus melangkah masuk ke aula..


Ibu suripun melangkah mengikuti.


Di dalam aula,


Baginda Doloking duduk di singgasananya...


Para jendral pun duduk sesuai tempat masing masing..


Ibu Suri mengambil tempat di dekat baginda di sebelah Jendral Karampuang selaku penasihat agung kerajaan.


Suasana menggidikkan terasa sangat kental...itu adalah aura yang sengaja di kerahkan Sein pada para penghianat ini.


Selama aku tidak di istana apa yang terjadi...!!?


tanya Raja Doloking membuka pembicaraan.


Maksudnya adalah memancing reaksi para penghianat.


Baginda...!! Selama baginda tidak di istana..aku dan pangeran kelima yang menjalankan perintahan...jawab ibu suri ringan.


Mmm..sudah merepotkan ibu...!! timpal Doloking.


Baginda...jika saja perdana menteri dan menteri pertahanan serta panglima utama tidak ikut meninggalkan istana tentu ini tidak akan merepotkan ibu suri dan pangeran kelima..Ucap jendral Dipo mulai memanasi.


Oh ya..!!?jadi menurutmu ini salah mereka?timpal Sein memancing.


Tentu saja..!! potong Doloraga.


Mendengar jawaban Doloraga, Sein manggut manggut...


mm...kalau begitu..yang salah adalah Baginda...ya anda baginda raja...yang salah...!!


Ucap Sein bersandiwara menuding Raja Doloking.


Aku..!!? tanya raja Doloking turut bersandiwara.


Ya...karena baginda lah yang memerintahkan kami semua mengejar pemberontak itu..jawab Sein.


Suamiku, apa kau mau menyalahkan keputusan raja!??sahut Mentari menimpali...


Ah..aku tidak berani...!


hanya saja ini perkataan jendral Dipo yang menyalahkan kami meninggalkan istana...


bukan begitu jendral...??


berarti dalam hal ini yang salah adalah baginda bukan!?tanya Sein menuding Jendral Dipo.


Ah...tti..ti..tidak....! bukan ..!! bukan begitu maksudku...!!


jawab Jendral Dipo gugup.


Jendral Murung hanya bisa tertunduk menutup wajahnya dengan kedua tangannya...dasar Dipo..bodoh sekali dia...batinnya gusar.


Jendral Dipo..Kau berani menyalahkan keputusan Raja...!! kau tahu hukuman yang pantas untukmu...!! sambung jendral Gobang.


Pangeran kelima yang tadi tertunduk, mendengar Mentari berbicara, perhatiannya teralihkan ke Mentari dan ke Yasmin...


Wahhh...Cantik Sekali mereka...batinnya.


ini rupanya istri Kepala Departemen strategis itu...ckckck...batinnya lagi...


Ditengah lamunan pangeran kelima...


Pangeran mahkota meminta menghadap baginda....!! Seru pengawal aula.


Diijinkan...!!jawab raja Doloking.


Segera Pangeran mahkota Doloming, tergopoh masuk dan berlutut memberi hormat...


Salam baginda..semoga baginda panjang umur..!!


Mm..bedirilah...!! perintah baginda Doloking.


Ada keperluan apa!!?aku belum memanggilmu..kau sudah buru buru kemari...?


tanya baginda Doloking.


Disebelah sana, Doloraga semakin panik..keringat bercucuran membasahi tubuhnya...


Baginda....!! saya hendak melapor..!!


ketika baginda tidak ditempat..Doloraga maksaku menstempel surat penyerahan status..!! lapor Doloming.


Itu hanya untuk berjaga jaga...


jangan sampai keselamatanmu terancam oleh pemberontak...!!


saat itu bahkan sampai kini kita tidak tahu mana kawan dan mana lawan...kata Ibu suri memotong.


Nenek...!! istana perak sangat aman...


bantah Doloming.


Itu karena Doloraga sudah mengamankan ibukota dengan baik....ucap ibu suri beralasan.


Kakak...ini suratnya...aku tidak berniat apa apa...hanya ingin menjaga agar sasaran berikutnya para pemberontak bukan kakak...!Doloraga menimpali.


Sudahlah...!! bentak Raja Doloking.


Apa kalian tidak bosan bersandiwara!!?


sambung raja Doloking bertanya sambil menatap satu persatu Doloming, Doloraga, ibu suri dan para jendral dari perbatasan.


Jendral Murung..,! seingatku kau kutugaskan di perbatasan bagian utara..apa yang kau lakukan disini??


Jendral Murung segera berlutut...


Maaf baginda...kami menemani pangeran kelima..kami mendapat informasi kalau istana akan diserang oleh prmberontak...! kami datang memberikan bantuan...jawab Jendral Murung.


Hahahah...!! rupanya kau sudah lupa..., apapun keadaannya..kau tak boleh meninggalkan perbatasan...!!


Pengawal..!! bawa Jendral Murung kepenjara...!!


Baginda...!!


maafkan Jendral Murung..dalam hal ini ia hanya menemani saya...potong Doloraga dengan cepat..


Tunggu apa lagi..mbawa dia...!! seru baginda pada pengawal yang diam mematung.


Mm..doloraga..aku juga akan membuat perhitungan dengan mu...kata raja Doloking...


Baginda...!!jangan terlalu keras pada pangeran kelima..ia masih terlalu muda...masih perlu banyak belajar...bela ibu suri.


Diamlah ibu....!! suara baginda perlahan tapi sangat menusuk.


Doloraga dan kau Doloming...aku merasa kalian ingin sekali menjadi raja...!!


Ampunnn baginda...!! hamba tidak berani...!!


keduanya langsung bersujud ketakutan...


ibu..bukan kah kau juga ingin memimpin kerajaan!??


Baginda...maafkan aku yang tua ini...aku tidak pernah ada keinginan itu...jawab Ibu Suri.


Mmm...Doloming !! mulai saat ini kau bukan lagi pangeran mahkota, pergilah ke Borong Bulo di ujung perbatasan selatan..kau boleh membuat kerajaan kecil disana...


Dan kau Doloraga...Kau pergilah Pulau Masalembo di ujung pernatasan utara...kau boleh membuat kerajaan juga disana...


Kebetulan kedua daerah itu masih wilayah Lampeapi namun jarang di jangkau, kasihan masyarakat disana...dengan adanya kalian disana semoga akan membuat kebaikan bagi masyarakat disana..tingkatkan kesejahteraan mereka..


Dan ibu suri...kau boleh memilih untuk mengikuti salah satunya...putus baginda.


Baginda....!!


kau mengusir ibu?tanya Ibu Suri..


Sudahlah ibu..aku sudah tahu semua yang kalian rencana kan..


aku memghukum kalian seperti ini..sudah termasuk ringan...!!ucap baginda.


Semua terdiam membisu...takut bercampur malu..


Doloming sangat terpukul...ia adalah pangeran mahkota namun kini statusnya sudah dicopot bahkan ia terusir..


Doloraga merasa semakin benci pada Raja Doloking.


ingat...jangan kalian ulangi lagi niat kalian untuk berontak...!!aku akan benar benar menumpas kalian..!! ancam raja Doloking.


Saya tidak berani...!! tidak berani....!! kata ke dua pangeran..


Pengawal..bawa jendral Kosti ke ruang tahanan...perintah Baginda Doloking.


Baginda, bagaimana dengan Jendral Dipo ?


Besok pagi, segera Eksekusi di hadapan rakyat bersama Dolonata dan pengikutnya.


+++