Cinta Masa Kecilku

Cinta Masa Kecilku
Takut Air


"Ah iya Bu, kebetulan Reno sedang sibuk mengajar di Bandung, jadi dia tidak bisa selalu berkunjung kemari, dan disaat Reno berkunjung pun dia tidak pernah keluar dari rumah ini, hanya diam saja di kamar nya seperti anak gadis, atau sibuk bermain catur bersama kakek nya" Bu Rosita menjawab Nek Ida, karena ia tahu saat ini Reno sedang merasa sangat gugup bertemu dengan teman masa kecilnya.


Mereka pun kini saling mengobrol, tak jarang Bu Rosita menyelipkan candaan untuk mencairkan suasana hati Reno yang ia rasa begitu gelisah pikirnya.


Setelah perbincangan yang panjang dan selesai menjenguk Pak Mugi yang sedang sakit, Nek Ida dan Raina pun Pamit untuk pulang, karena Pak Firman dan Bu Ranti sudah Pamit pulang terlebih dahulu, Reno pun mencium tangan Nek Ida kemudian melemparkan Senyum tulus pada Raina, tidak segan Raina membalas senyum Reno. Mereka berdua pun segera pergi dari rumah Pak Mugi.


~~


Reno masih menatap Tubuh Raina yang semakin menjauh, bahkan sudah memasuki Rumah Nek Ida, karena Rumah mereka hanya terhalang oleh tiga rumah saja. sosok wanita yang ia cintai dari dulu hingga sekarang, rasanya perasaan itu tidak pernah pudar sedikitpun. Bahkan seringkali ia memaksakan dirinya untuk melupakan Wanita itu tapi tetap saja bayangan nya selalu saja melekat dalam ingatan nya.


"Raina sekarang Cantik ya?" Tanya Bu Rosita membuyarkan lamunan Reno.


Reno yang mendapat pertanyaan seperti itu pun menjadi salah tingkah dibuatnya, membuat pipi nya kini bersemu merah menahan rasa malu karena tertangkap basah oleh mamih nya. Seperti seekor kucing yang tertangkap sedang mencuri ikan didapur wkwk.


Reno tidak menjawab pertanyaan Mamih Rosita, ia hanya sibuk menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal sama sekali. Mamih Rosita merasa gemas melihat ekspresi Reno yang menurut nya seperti kepiting rebus.


"Mamih tidak menyangka sekarang Raina memakai jilbab, menutup aurat nya dengan baik, bahkan mamih yang lebih tua dari nya pun merasa malu sekali karena belum bisa menutup aurat mamih dengan baik" Mamih Rosita terkekeh.


Masih belum mendapat Jawaban dari Reno, Mamih Rosita pun kini menghampiri nya dan menepuk pundak nya pelan.


"Mamih tahu kamu menyukai Raina, Mamih bisa menebak dari tatapan bahkan ekspresi kamu, namun satu pesan dari mamih, perjuangkan lah apa yang memang seharusnya kamu perjuangkan. Sebelum janur kuning melengkung dia masih belum menjadi milik siapa-siapa" Bu Rosita kembali terkekeh, kemudian masuk kedalam rumah meninggalkan Reno yang masih berdiam diri di teras.


Reno yang mendengar ucapan mamih nya pun berpikir dengan keras,


Apa Raina juga mencintaiku?


Jika aku mengungkapkan perasaanku, apa Raina akan menerimanya?


Pasti dia akan berpikir aku terlalu cepat.


Setelah hampir dua puluh tahun tidak bertemu dan saat ini bertemu satu kali, bukankah Aneh rasanya jika aku tiba-tiba bilang bahwa aku mencintai nya.


Hah, sungguh bisa gila aku.


~


Esok hari pun Tiba


Bunda Ranti yang melihat Raina hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala saja melihat kelakuan anak gadis nya itu.


"Aduh anak gadis ini, pagi-pagi bukannya mandi atau beres-beres rumah ini malah khusyuk main hp lihat-lihat Online Shop segala." Bunda Ranti pun duduk disebelah Raina dan melihat Raina sedang membuka aplikasi Online shop.


"Bunda nih ganggu aja, Rain kan lagi sibuk pilih-pilih baju, tenang nanti Rain beliin buat bunda juga kok. Lagian ini kan masih pagi Bunda, Air disini dingin. Gengsi dong Rain duluan yang nyamperin air" Ucap Rain polos. Membuat Bunda Ranti terkekeh dibuat nya.


"Rain" Panggil Bunda Ranti lembut.


"Iya bunda" Raina mengalihkan pandangan nya menatap Bunda Ranti yang berada disebelah nya.


"kalau nama Rain dari bahasa inggris itu artinya apa?" Bunda Ranti bertanya.


"Rain itu artinya hujan bunda" Raina kembali memalingkan pandangan nya pada Ponsel yang sedang ia genggam


"Kalau hujan itu Air atau api?" Tanya Bunda Rain kembali.


"Hujan itu Air lah bunda, Masa gitu aja bunda gak tau sih?" Ucap Raina polos, namun dengan nada yang lembut.


"Nah itu tahu, masa Air takut sama Air sih." Bunda Ranti terkekeh, Raina masih tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Bunda nya.


"Maksud nya gimana sih Bun?" Tanya Raina polos. Menatap Bunda Ranti dengan tatapan serius.


"Yaampun, masa kamu gak ngerti, bagaimana ini ibu Guru malu dong kalau ketahuan sama anak-anak murid nya" Bunda Ranti mulai mengencangkan tawa nya.


.


.


.


.


.


Halo pemirsah jangan lupa Like, vote dan bintang 5 nya ya😘😘