Cinta Masa Kecilku

Cinta Masa Kecilku
Begitu enggan


Bu Ranti tersenyum melihat keakraban diantara mereka berdua, sudah seperti kakak beradik saja.


"Fahri, ke kamar dulu ya! Bunda ingin berbicara berdua dengan kak Reno" Pinta Bu Ranti dengan suara nya yang khas terdengar begitu lembut.


Sebenarnya Fahri sangat enggan untuk kembali ke kamar nya, karena dirinya masih ingin mengobrol juga dengan Reno. Namun Fahri pun tidak bisa membantah perintah wanita yang telah melahirkannya itu.


Kini hanya ada Bu Ranti dan Reno diruang tamu. Sebelum Fahri kembali ke kamar nya Bu Ranti terlebih dulu meminta dirinya untuk memanggilkan Raina agar segera turun kebawah menemui Bunda nya.


"Toktoktok" Ketika Bu Ranti akan memulai pembicaraan, terdengar suara ketukan pintu dari luar. Tak lama terlihat Pak Firman berjalan memasuki ruang tamu. Ia sudah mengira bahwa saat ini Reno tengah berada dirumah nya karena melihat mobil milik nya yang terparkir dihalaman rumah.


Reno yang melihat kedatangan Pak Firman segera bangkit dari duduk nya kemudian menyalami tangan lelaki yang sudah ia anggap seperti ayah nya sendiri.


"Akhirnya datang lagi Ren" Canda Pak Firman menepuk pelan pundak Reno. Kemudian ia mengambil posisi duduk di sebelah kanan Bu Ranti.


"Iya Om, habis nya Reno bosan di rumah. Tidak ada tujuan yang paling nyaman selain ke rumah ini" Reno Tersenyum.


"Bisa saja kamu" Pak Firman terkekeh mendengar jawaban dari anak muda itu.


~~


"Duh, malas deh harus kebawah. Aku gak mau ketemu Dosen nyebelin itu" Raina mendengus kesal setelah Fahri memberitahukan bahwa dirinya mendapat perintah agar segera turun ke bawah.


Raina terlihat berjalan mondar-mandir dihadapan cermin besar yang berada didalam kamar nya tersebut. Ia masih mengenakan Handuk kimono di tubuh nya, karena dirinya baru saja selesai membersihkan diri di kamar mandi.


"Lagipula Reno ngapain sih datang kesini terus, bikin kesal aja!" Raina merengek. Ia begitu risih, karena ini pertama kalinya ada teman lelaki nya yang datang kerumah nya sampai berkali-kali. Padahal Reno adalah teman masa kecil nya, dan Orang tua mereka pun sudah saling mengenal bahkan sudah seperti keluarga. Namun perasaan was-was dihati Raina memang tidak bisa dibohongi.


Sudah lelah berpikir, akhir nya Raina mengalah untuk menuruti perintah Bunda nya padahal setelah selesai mandi ia sudah berniat untuk merebahkan tubuh nya kembali diatas kasur kesayangan nya itu. Namun niat nya tidak mendapat dukungan dari semesta wkwk.


Raina pun segera mengenakan pakaian nya yang sudah ia siapkan sebelum mandi tadi.


Raina tidak menggunakan make Up apapun terkecuali lipbalm agar tidak terlihat pucat nantinya.


~~


Diruang tamu, Pak Firman, Bu Ranti dan juga Reno terlihat tengah Asyik membicarakan sesuatu, sampai-sampai suara tertawa ketiga nya terdengar oleh Raina yang baru saja keluar dari kamar nya. Ia berjalan pelan menuruni anak tangga, langkah nya berhenti saat dirinya akan memasuki ruang tamu. Rasanya begitu enggan untuk masuk ke dalam sana.


Ia membalikkan langkah nya dengan ragu, namun ia kembali berpikir, perasaan nya saat ini sangat berkecamuk, sulit diartikan. Bahkan dirinya sendiri tidak tahu perasaan apa yang saat ini tengah ia rasakan.


Raina pun kembali berjalan, masuk ke dalam ruang tamu itu, Tiga pasang mata yang tengah asyik bersenda gurau kini beralih menatap Raina yang berdiri kikuk.


"Sudah mandi nya sayang? Sini duduk!" Pertanyaan serta perintah dari sang Bunda membuat Raina tidak bisa menolak.


Ia pun segera mendudukan tubuh nya disamping kiri Bunda Ranti. Tatapan Reno tak bisa berhenti menatap Wanita yang sangat ia cintai itu. Begitu pula dengan Raina, Matanya pun menatap lekat Lelaki yang saat ini tengah duduk dihadapan nya tersebut.


"hem" Pak Firman berdehem, membuyarkan dua pasang mata yang saling menatap satu sama lain.


.


.


.


.


.


Like dan Vote nya jangan lupa😍