Cinta Masa Kecilku

Cinta Masa Kecilku
Bagaimana bisa?


"Eh memang benar yaa pak dosen ganteng akan dipindahkan ke Universitas cabang dijakarta?" Tanya seorang Mahasiswi yang sedang berkumpul di salah satu meja didalam kelas.


"Katanya sih, yaahhh hilang deh semangat buat kuliah" Kata salah satu mahasiswi juga.


"Gak bisa cuci mata lagi dong kita, Sebal deh, masa kita harus demo sih ke kepala kampus, yang ada nanti kita semua bakal di keluarin" Ucap salah satu dari mereka.


"Siap-siap deh menahan Rindu untuk pak Reno ganteng" Mereka semua merasa tidak adil jika Reno harus dipindahkan ke jakarta. Hari itu yang menjadi topik perghibahan mereka adalah Reno si Dosen muda ganteng.


Di ruangan lain.


Bu Cantika terlihat begitu lemas tak bertenaga setelah mengetahui bahwa yang dialihkan untuk mengajar dijakarta adalah pak Reno.


"Huftt, aku bisa Galau kayak nya, bagaimana jika nanti dijakarta Pak Reno malah menyukai wanita lain, atau mungkin akan lebih banyak wanita yang menginginkan Reno" Pikiran Bu Cantika tidak bisa terkondisikan saat itu. Rasanya ingin sekali ia memeluk lelaki itu, yang saat ini tengah berada di meja bagian nya. Sedang membereskan semua barang - barang yang akan ia dibawa.


"Huftt kalau aku sampai memeluk nya, bisa-bisa aku malah dibilang Wanita Gila, mau dikemanakan gelar dosen ku ini" Gerutu Bu Cantika.


Tatapan Bu Cantika masih saja tertuju pada Reno, bahkan Reno merasakan tatapan itu hingga membuat nya begitu Risih, ingin sekali rasanya ia segera membereskan semua barang-barang nya dan segera pergi dari sana.


~~


Pagi sekali, Reno sudah bersiap dengan tas koper nya yang berisi berbagai pakaian dan perlengkapan yang akan dibutuhkan. Pagi itu juga Bu Rosita sudah menyiapkan sarapan untuk anak nya, Kebetulan saat itu Pak Yuda berada di rumah, karena sudah menyelesaikan tugas nya yang kemarin.


"Reno, Kamu yakin akan pergi ke Jakarta? Papih khawatir, selama ini kan kamu tidak pernah jauh dari kami. Dari kecil sampai sekarang kamu pasti tidak mau jika harus jauh dari kami apalagi dari Mamih mu" Ucap Pak Yuda, saat ini mereka bertiga sedang duduk di meja makan menikmati sarapan pagi yang sudah Bu Rosita siapkan.


"Reno yakin pih, lagipula kan Papih sendiri yang bilang kalau Reno harus bisa menjadi lelaki yang siap memegang tanggung jawab yang sudah orang lain berikan pada Reno, dan saat ini Reno berusaha menunjukan itu pada papih" Ucap Reno menatap Pak Yuda.


Pak Yuda menghela nafas, sejujurnya ia pun mengkhawatirkan anak semata wayang nya itu, namun dirinya juga harus paham, bahwa sekarang Reno sudah dewasa, dan dia juga seorang lelaki, jadi harus bisa lebih mandiri lagi.


"lagipula Jarak Bandung dan Jakarta kan lumayan dekat pih, Reno bisa pulang setiap seminggu sekali, supaya Mamih juga tidak akan kesepian" Tatapan Reno beralih pada Bu Rosita, Reno tahu bahwa Mamih nya itu sangat berat sekali ditinggalkan oleh nya.


"Baiklah kalau begitu jaga dirimu baik-baik yah Nak" Ucap Bu Rosita dengan mata yang berkaca-kaca.


~~


Sore itu,


"Assalamualaikum Rain" Sapa Nadia, sahabat nya Raina.


"Rain, dengar tidak? Katanya akan ada Dosen Muda loh yang mengajar disini" Nadia mendekatkan kursi nya pada Raina, mereka berdua kini sudah berada di kelasnya.


"Iya, aku dengar, memang nya kenapa? Hey ingat Nadia, kamu kan sudah dilamar jadi jangan macam - macam nanti calon suami kamu marah loh" Ucap Raina terkekeh.


"Memang nya aku mau macam-macam gimana?" Gerutu Nadia.


Tak lama Seorang dosen senior masuk kedalam kelas mereka, diikuti oleh dosen muda dibelakang nya.


"Selamat Sore semuanya" Sapa dosen senior itu.


"Sore" Ucap mahasiswa serentak.


"Hari ini saya akan memperkenalkan Dosen muda yang akan mengajar di Universitas kita, sebelum nya beliau adalah seorang dosen yang mengajar di Universitas pusat kita yang terletak di Bandung, tetapi karena kita sedang kekurangan Seorang Dosen untuk mengajar kalian, maka mereka pun mengalihkan Beliau kepada kita" Ucap dosen Senior itu panjang lebar.


Mata Reno melihat-lihat semua Mahasiswa dan mahasiswi didalam kelas itu, namun tatapan nya berhenti pada seorang wanita yang sedang fokus menulis hingga tidak dapat memperlihatkan wajah nya dengan jelas. Dan saat wanita itu mengangkat kan wajah nya, tatapan mereka pun bertemu.


Mereka berdua saling menatap, tidak menyangka dengan apa yang dilihat nya. Bahkan mulut nya saja tidak mampu untuk berkata. Bagaimana bisa? Pikir nya.


"Baiklah, mungkin saya hanya menyampaikan itu saja, selebih nya beliau akan memperkenalkan dirinya sendiri, Kalau begitu saya permisi" Pamit Dosen senior itu meninggalkan Reno yang masih terpaku didepan sana.


"Ha.. Halo perkenalkan nama saya Reno, Umur saya 23 tahun, seperti tadi yang dijelaskan saya berasal dari universitas pusat yang berada di Bandung" Suara Reno terdengar sedikit bergetar. Panjang lebar ia memperkenalkan diri nya.


Sebagian Mahasiswa dan mahasiswi tidak menyangka bahwa umur Reno masih terbilang sangat muda untuk menjadi seorang dosen, bagaimana mungkin? Tak sedikit pula mahasiswi yang terpesona melihat ketampanan Reno, serta banyak pula yang memuji nya.


.


.


.


.


Jangan lupa Like dan Vote nya😊