Cinta Masa Kecilku

Cinta Masa Kecilku
Tumben


Sore pun tiba, Reno tiba dirumah nya.


"Mamih Reno pulang" Namun tidak ada jawaban dari siapa Pun. Reno pun mencari - cari sosok ibu nya, didapur tidak ada siapa pun disana, lalu Reno bergegas pergi kekamar Ibu nya. Dan ternyata dugaan nya benar ibu nya berada disana sedang mengemas pakaian lalu dimasukkan kedalam tas koper miliknya. Reno yang melihat nya pun mengernyitkan dahi nya lalu, menghampiri Bu Rosita. Bahkan membuat bu Rosita terkejut tidak menyadari kehadiran anak nya, akibat rasa panik yang sedang menghinggapi nya.


"Kamu mengagetkan mamih saja, bukannya mengucapkan salam" Ucap Bu Rosita kemudian mencium anak nya. Begitu pun Reno yang mencium tangan Bu Rosita.


"Mamih mau pergi kemana? Kenapa tidak bilang pada Reno? Apa mamih marah karena Reno masih juga tidak ingin menikah?" Ucap Reno memelas.


"Tidak, mamih tidak marah, mamih membereskan pakaian karena akan pergi ke Tasik mengunjungi kakek mu yang sedang sakit, tadi mamih mendapat kabar kalau serangan jantung kakek mu kambuh lagi, mangkanya mamih panik, kamu ikut mamih ya ke tasik? kasihan nak kakek mu ingin bertemu denganmu" Jelas Bu Rosita panjang lebar.


"Jantung kakek kambuh mih? Lalu kapan mamih akan pergi kesana?" Reno pun tak kalah panik dari Bu Rosita.


"Sore ini, selama beberapa hari kita akan menginap disana, kamu minta Cuti saja yah nak" Bu Rosita merasa khawatir karena hanya kakek Reno lah orang tua yang saat ini ia punya, karena Nenek Reno sudah terlebih dahulu meninggalkan mereka.


Reno pun menganggukan kepalanya pertanda bahwa dia menyetujui perintah mamih nya untuk ikut ke tasik dan meminta Cuti untuk beberapa hari.


Saat dirasa semua pakaian yang dibawa sudah cukup Reno dan Bu Rosita pun segera bergegas menggunakan mobil milik Reno.


Pagi itu Raina sengaja bangun lebih awal, setelah melaksanakan shalat tahajjud dan shalat Subuh Raina menuju kamar mandi membersihkan diri, padahal biasanya Setelah melaksanakan shalat Tahajjud dan subuh Rain selalu saja tidur kembali, walaupun dia tahu itu dilarang, namun rasanya Rain tidak bisa menahan nafsu nya untuk tidak tidur kembali. Karena menurut Rain kasur nya begitu posesif.


20 menit kemudian Raina sudah terlihat Rapih dengan Tunik selutut berwarna Coksu, Celana katun berwarna hitam, serta kerudung pashmina berwarna senada dengan baju nya. Raina sudah selesai mengemasi barang-barang yang akan ia bawa untuk pergi ke tasik.


Saat ini Raina sedang menyiapkan sarapan untuk ayah, bunda, dan adik nya. Ketika Bu Ranti keluar dari kamar nya dan juga sudah terlihat rapih, Bu Ranti menghampiri Raina yang sedang sibuk memasak.


"Tumben perawan pagi-pagi sudah bangun, andaikan setiap hari seperti ini" ledek Bu Ranti.


"Seperti nya Raina salah lagi, bangun siang salah, bangun pagi juga salah" Raina mendengus kesal mendengar ucapan Bu Ranti. Bu Ranti yang melihat ekspresi Raina pun hanya bisa terkekeh geli.


"Bunda kan gak bilang salah sayang, Justru bagus. Kamu kan sudah dewasa sudah waktu nya melatih diri bangun pagi, menyiapkan sarapan supaya terbiasa jika sudah menikah nanti." Ucap Bu Raina seperti ada Harapan yang terselip dalam ucapan nya.


"Rain kan masih muda Bunda, Lagian Rain mau menyelesaikan kuliah Rain dulu. Rain tidak ingin memikirkan masalah pernikahan dulu, Udah yah sekarang Bunda duduk manis saja disitu biar Rain yang menyiapkan sarapan nya" Rain pun kembali melanjutkan aktivitas nya yang sempat tertunda.