Cinta Masa Kecilku

Cinta Masa Kecilku
Meledek


Pagi itu cuaca begitu cerah seperti biasanya.


Di dapur terlihat Rifki sedang meminum secangkir kopi yang sudah dibuat kan oleh asisten rumah tangga nya yaitu Bu nenah.


"Selamat pagi papah" Sapa Aira yang baru keluar dari kamar nya, sudah bersiap dengan seragam sekolah, tas ransel hingga sepatu yang ia kenakan. Kemudian mencium lembut sang papah.


Rifki yang melihat kehadiran Aira pun segera bangkit dari duduk nya membalas kecupan putri kecilnya dengan lembut. Kemudian mengangkat tubuh mungil itu untuk duduk di meja makan.


"Selamat pagi juga sayang. Hari ini pulang sekolah mau papah ajak main kemana?" Tanya Rifki, kedua tangan nya sibuk menyiapkan sandwich untuk Aira makan. Kemudian menuangkan segelas susu dan menyodorkannya pada Aira.


"Aira ingin bermain bersama Bunda Rain lagi pah, apa boleh?" Tangan mungil itu dengan hati-hati mengambil sandwich yang sudah tersedia dihadapan nya, kemudian mengunyah nya sedikit demi sedikit.


"Kita bermain berdua saja yah sayang?" Rifki merasa tidak enak jika harus merepotkan Raina lagi. Tiba-tiba ada perubahan ekspresi diwajah Aira, yang membuat Rifki paham bahwa Aira tidak ingin ada penolakan.


"Baiklah, nanti kita ajak Bunda Rain lagi ya, tapi ingat jangan memaksa orang lain untuk mengikuti apa yang kita inginkan, Jika Bunda Rain menolak Aira jangan marah ya? Aira pasti tahu Bunda Rain juga mempunyai kesibukan nya sendiri" dengan sangat hati-hati Rifki menasihati putri nya.


"Baiklah papah" Aira seolah mengerti dengan apa yang papah nya katakan, ia pun tersenyum kemudian melanjutkan sarapan yang tertunda.


~~


Pagi itu setelah Raina bersiap dia pergi ke halaman rumah untuk memanaskan mesin sepeda motor nya. Namun berulang kali ia mencoba menyalakan motor nya tapi tidak bisa.


"Yaampun, kenapa bisa sampai kehabisan bensin seperti ini" Dengus Raina setelah mengetahui bahwa Motor nya kehabisan bensin, sembari menepuk pelan dahi nya.


"Kenapa aku ceroboh sekali" Raina kembali masuk kedalam Rumah dengan Mulut yang tak henti bergerutu kesal.


"Ayah, Rain ikut mobil ayah ya sampai Sekolah Paud tempat Rain mengajar" Ucap Rain menghampiri Ayah Firman yang sedang meminum kopi diruang tamu ditemani Bunda Ranti.


"Memang nya motor kamu kenapa nak?" Tanya Bunda Ranti heran, tidak biasanya Raina minta di antarkan pergi ke sekolah.


"Motor Rain kehabisan bensin bunda" wajah nya pun tertekuk. Fahri yang baru keluar dari kamar nya pun tertawa meledek mendengar Ucapan Raina.


"Huh, Untuk apa punya motor kalau tidak ada bensin nya, haha" Tawa Fahri meledek. Raina yang mendengar nya pun hanya bisa bersabar dan bersabar, percuma juga jika ia membalas ucapan adik nya tidak akan menguntungkan juga bagi nya.


"Fahri, jangan bicara seperti itu" Tegur Ayah Firman melihat Anak bungsu nya itu terus saja menggoda Kakak nya. Fahri pun terdiam, Raina terlihat menjulurkan lidah nya pada Fahri, meledek.


~~


Siang itu setelah Reno selesai mengajar, ia pergi ke ruangan dosen untuk mengambil kunci mobil nya yang tertinggal.


"Siang Bu" Sapa kembali Reno namun tak membuat dirinya menatap Bu Cantika. setelah menyapa, Reno berjalan melewati bu Cantika namun dengan cepat Bu Cantika menahan tangan kanan Reno hingga membuat Reno berbalik menatap nya.


"Mohon maaf Bu, ini di kampus tidak enak jika ada murid yang melihat nya" Ucap Reno pelan menyingkirkan tangan Cantika dari tangan nya.


"Maaf pak, habis nya bapak begitu terburu-buru melewati saya, maaf jika bapak mungkin merasa risih dengan kehadiran saya" Ucap nya pelan menundukkan kepala nya menatap lantai.


"Tidak, bukan seperti itu, tapi saya saat ini memang sedang terburu-buru, bukan karena Bu Cantika" Reno merasa tidak enak, Bagaimana pun dia tidak bisa melihat seorang wanita manapun bersedih apalagi karena Dirinya. Namun dirinya pun mengetahui bahwa ada batasan antara laki-laki dan perempuan.


Setelah berbicara dengan Bu Cantika, dengan cepat Reno pergi ke luar kampus meninggalkan Bu Cantika yang masih tetap setia berdiri pada posisi nya.


~~


Didalam mobil, Reno meraih ponsel yang berada didalam saku celana nya, kemudian mencari salah satu nama yang berada dikontak dan menekan tombol memanggil.


"Tutttt.. Halo" Suara lelaki dari seberang terdengar begitu tegas.


"Halo, Bang ini gue, Reno" Setelah panggilan tersambung Reno yang tengah mengendarai mobil pun kini berhenti menyimpang kesamping jalanan.


"Oh Ada apa Ren? Tumben lo telepon gua, kemana aja lo?" Suara nya yang tegas berubah menjadi santay.


"Lu masih di Bandung kan? Ada sesuatu yang harus gua Bicarain, ini gue on the Way ke tempat kerja lu"


"tentang apa? Oke, kita ketemuan di Coffee Shop didekat tempat kerja gue ya, kebetulan ini udah waktunya jam makan siang"


"Oke" setelah telepon terputus, Reno dengan cepat melajukan kembali mobil nya.


.


.


.


.


.


Hayo menurut kalian Reno mau ketemu sama siapa nih😁 Coment ya, jangan lupa like dan vote nya juga😘🤗